Jakarta! Ya, akhirnya jadi juga aku ke Jakarta. Kota impian semua orang, paling tidak bagi orang sedesaku di Gumelar, Kabupaten Banyumas, 23 Km ke arah utara Purwokerto, Jawa Tengah. Aku memang orang desa. Badanku tidak menggambarkan usiaku yang baru menginjak 16 tahun, bongsor berotot dengan kulit sawo gelap. Baru saja aku menamatkan ST (Sekolah Teknik) Negeri Baturaden, sekitar 5 Km dari Desa Gumelar, atau 17 Km utara Purwokerto. Kegiatanku sehari-hari selama ini kalau tidak sekolah, membantu Bapak dan Emak berkebun. Itulah sebabnya badanku jadi kekar dan kulit gelap. Kebunku memang tak begitu luas, tapi cukup untuk menopang kehidupan keluarga kami sehari-hari yang hanya 5 orang. Aku punya 2 orang adik laki-laki semua, 12 dan 10 tahun. 

Boleh dikatakan aku ini orangnya ?kuper?. Anak dari desa kecil yang terdiri dari hanya belasan rumah yang terletak di kaki Gunung Slamet. Jarak antar rumahpun berjauhan karena diselingi kebun-kebun, aku jadi jarang bertemu orang. Situasi semacam ini mempengaruhi kehidupanku kelak. Rendah diri, pendiam dan tak pandai bergaul, apalagi dengan wanita. Pengetahuanku tentang wanita hampir dapat dikatakan nol, karena lingkungan bergaulku hanya seputar rumah, kebun, dan sekolah teknik yang muridnya 100% lelaki. 

Pembaca yang budiman, kisah yang akan Anda baca ini adalah pengalaman nyata kehidupanku sekitar 9 sampai 6 tahun lalu. Pengalaman nyata ini aku ceritakan semuanya kepada Mas Joko, kakak kelasku, satu-satunya orang yang aku percayai yang hobinya memang menulis. Dia sering menulis untuk majalah dinding, buletin sekolah, koran dan majalah lokal yang hanya beredar di seputar Purwokerto. Mas Joko kemudian meminta izinku untuk menulis kisah hidupku ini yang katanya unik dan katanya akan dipasang di internet. Aku memberinya izin asalkan nama asliku tidak disebutkan. Jadi panggil saja aku Tarto, nama samaran tentu saja. 

Aku ke Jakarta atas seizin orang tuaku, bahkan merekalah yang mendorongnya. Pada mulanya aku sebenarnya enggan meninggalkan keluargaku, tapi ayahku menginginkan aku untuk melanjutkan sekolah ke STM. Aku lebih suka kerja saja di Purwokerto. Aku menerima usulan ayahku asalkan sekolah di SMA (sekarang SMU) dan tidak di kampung. Dia memberi alamat adik misannya yang telah sukses dan tinggal di bilangan Tebet, Jakarta. Ayahku sangat jarang berhubungan dengan adik misannya itu. Paling hanya beberapa kali melalui surat, karena telepon belum masuk ke desaku. Kabar terakhir yang aku dengar dari ayahku, adik misannya itu, sebut saja Oom Ton, punya usaha sendiri dan sukses, sudah berkeluarga dengan satu anak lelaki umur 4 tahun dan berkecukupan. Rumahnya lumayan besar. Jadi, dengan berbekal alamat, dua pasang pakaian, dan uang sekedarnya, aku berangkat ke Jakarta. Satu-satunya petunjuk yang aku punyai: naik KA pagi dari Purwokerto dan turun di stasiun Manggarai. Tebet tak jauh dari stasiun ini. 

Stasiun Manggarai, pukul 15.20 siang aku dicekam kebingungan. Begitu banyak manusia dan kendaraan berlalu lalang, sangat jauh berbeda dengan suasana desaku yang sepi dan hening. Singkat cerita, setelah ?berjuang? hampir 3 jam, tanya ke sana kemari, dua kali naik mikrolet (sekali salah naik), sekali naik ojek yang mahalnya bukan main, sampailah aku pada sebuah rumah besar dengan taman yang asri yang cocok dengan alamat yang kubawa. 

Berdebar-debar aku masuki pintu pagar yang sedikit terbuka, ketok pintu dan menunggu. Seorang wanita muda, berkulit bersih, dan .. ya ampun, menurutku cantik sekali (mungkin di desaku tidak ada wanita cantik), berdiri di depanku memandang dengan sedikit curiga. Setelah aku jelaskan asal-usulku, wajahnya berubah cerah. ?Tarto, ya ? Ayo masuk, masuk. Kenalkan, saya Tantemu.? Dengan gugup aku menyambut tangannya yang terjulur. Tangan itu halus sekali. ?Tadinya Oom Ton mau jemput ke Manggarai, tapi ada acara mendadak. Tante engga sangka kamu sudah sebesar ini. Naik apa tadi, nyasar, ya ?? Cecarnya dengan ramah. ?Maaar, bikin minuman!? teriaknya kemudian. Tak berapa lama datang seorang wanita muda meletakkan minuman ke meja dengan penuh hormat. Wanita ini ternyata pembantu, aku kira keponakan atau anggota keluarga lainnya, sebab terlalu ?trendy? gaya pakaiannya untuk seorang pembantu. 

Sungguh aku tak menduga sambutan yang begitu ramah. Menurut cerita yang aku dengar, orang Jakarta terkenal individualis, tidak ramah dengan orang asing, antar tetangga tak saling kenal. Tapi wanita tadi, isteri Oomku, Tante Yani namanya (?Panggil saja Tante,? katanya akrab) ramah, cantik lagi. Tentu karena aku sudah dikenalkannya oleh Oom Ton. 

Aku diberi kamar sendiri, walaupun agak di belakang tapi masih di rumah utama, dekat dengan ruang keluarga. Kamarku ada AC-nya, memang seluruh ruang yang ada di rumah utama ber-AC. Ini suatu kemewahan bagiku. Dipanku ada kasur yang empuk dan selimut tebal. Walaupun AC-nya cukup dingin, rasanya aku tak memerlukan selimut tebal itu. Mungkin aku cukup menggunakan sprei putih tipis yang di lemari itu untuk selimut. Rumah di desaku cukup dingin karena letaknya di kaki gunung, aku tak pernah pakai selimut, tidur di dipan kayu hanya beralas tikar. Aku diberi ?kewenangan? untuk mengatur kamarku sendiri. 

Aku masih merasa canggung berada di rumah mewah ini. Petang itu aku tak tahu apa yang musti kukerjakan. Selesai beres-beres kamar, aku hanya bengong saja di kamar. ?Too, sini, jangan ngumpet aja di kamar,? Tante memanggilku. Aku ke ruang keluarga. Tante sedang duduk di sofa nonton TV. ?Sudah lapar, To ?? ?Belum Tante.? Sore tadi aku makan kue-kue yang disediakan Si Mar. ?Kita nunggu Oom Ton ya, nanti kita makan malam bersama-sama.? Oom Ton pulang kantor sekitar jam 19 lewat. ?Selamat malam, Oom,? sapaku. ?Eh, Ini Tarto ? Udah gede kamu.? ?Iya Oom.? ?Gimana kabarnya Mas Kardi dan Yu Siti,? Oom menanyakan ayah dan ibuku. ?Baik-baik saja Oom.? Di meja makan Oom banyak bercerita tentang rencana sekolahku di Jakarta. Aku akan didaftarkan ke SMA Negeri yang dekat rumah. Aku juga diminta untuk menjaga rumah sebab Oom kadang-kadang harus ke Bandung atau Surabaya mengurusi bisnisnya. ?Iya, saya kadang-kadang takut juga engga ada laki-laki di rumah,? timpal Tante. ?Berapa umurmu sekarang, To ?? ?Dua bulan lagi saya 16 tahun, Oom.? ?Badanmu engga sesuai umurmu.? 

*** 

Hari-hari baruku dimulai. Aku diterima di SMA Negeri 26 Tebet, tak jauh dari rumah Oom dan Tanteku. Ke sekolah cukup berjalan kaki. Aku memang belum sepenuhnya dapat melepas kecanggunganku. Bayangkan, orang udik yang kuper tamatan ST (setingkat SLTP) sekarang sekolah di SMA metropolitan. Kawan sekolah yang biasanya lelaki melulu, kini banyak teman wanita, dan beberapa diantaranya cantik-cantik. Cantik ? Ya, sejak aku di Jakarta ini jadi tahu mana wanita yang dianggap cantik, tentunya menurut ukuranku. Dan tanteku, Tante Yani, isteri Oom Ton menurutku paling cantik, dibandingkan dengan kawan-kawan sekolahku, dibanding dengan tante sebelah kiri rumah, atau gadis (mahasiswi ?) tiga rumah ke kanan. Cepat-cepat kuusir bayangan wajah tanteku yang tiba-tiba muncul. Tak baik membayangkan wajah tante sendiri. Pada umumnya teman-teman sekolahku baik, walaupun kadang-kadang mereka memanggilku ?Jawa?, atau meledek cara bicaraku yang mereka sebut ?medok?. Tak apalah, tapi saya minta mereka panggil saja Tarto. Alasanku, kalau memanggil ?Jawa?, toh orang Jawa di sekolah itu bukan hanya aku. Mereka akhirnya mau menerima usulanku. Terus terang aku di kelas menjadi cepat populer, bukan karena aku pandai bergaul. Dibandingkan teman satu kelas tubuhku paling tinggi dan paling besar. Bukan sombong, aku juga termasuk murid yang pintar. Aku memang serius kalau belajar, kegemaranku membaca menunjang pengetahuanku. 

Kegemaranku membaca inilah yang mendorongku bongkar-bongkar isi rak buku di kamarku di suatu siang pulang sekolah. Rak buku ini milik Oom Ton. Nah, di antara tumpukan buku, aku menemukan selembar majalah bergambar, namanya Popular. 

Rupanya penemuan majalah inilah merupakan titik awalku belajar mandiri tentang wanita. Tidak sendiri sebetulnya, sebab ada ?guru? yang diam-diam membimbingku. Kelak di kemudian hari aku baru tahu tentang ?guru? itu. 

Majalah itu banyak memuat gambar-gambar wanita yang bagus, maksudnya bagus kualitas fotonya dan modelnya. Dengan berdebar-debar satu-persatu kutelusuri halaman demi halaman. Ini memang majalah hiburan khusus pria. Semua model yang nampang di majalah itu pakaiannya terbuka dan seronok. Ada yang pakai rok demikian pendeknya sehingga hampir seluruh pahanya terlihat, dan mulus. Ada yang pakai blus rendah dan membungkuk memperlihatkan bagian belahan buah dada. Dan, ini yang membuat jantungku keras berdegup : memakai T-shirt yang basah karena disiram, sementara dalamnya tidak ada apa-apa lagi. Samar-samar bentuk sepasang buah kembar kelihatan. Oh, begini tho bentuk tubuh wanita. Dasarnya aku sangat jarang ketemu wanita. Kalau ketemu-pun wanita desa atau embok-embok, dan yang aku lihat hanya bagian wajah. Bagaimana aku tidak deg-deg-an baru pertama kali melihat gambar tubuh wanita, walaupun hanya gambar paha dan sebagian atas dada. 

Sejak ketemu majalah Popular itu aku jadi lain jika memandang wanita teman kelasku. Tidak hanya wajahnya yang kulihat, tapi kaki, paha dan dadanya ?kuteliti?. Si Rika yang selama ini aku nilai wajahnya lumayan dan putih, kalau ia duduk menyilangkan kakinya ternyata memiliki paha mulus agak mirip foto di majalah itu. Memang hanya sebagian paha bawah saja yang kelihatan, tapi cukup membuatku tegang. Ya tegang. ?Adikku? jadi keras! Sebetulnya penisku menjadi tegang itu sudah biasa setiap pagi. Tapi ini tegang karena melihat paha mulus Rika adalah pengalaman baru bagiku. Sayangnya dada Rika tipis-tipis saja. Yang dadanya besar si Ani, demikian menonjol ke depan. Memang ia sedikit agak gemuk. Aku sering mencuri pandang ke belahan kemejanya. Dari samping terkadang terbuka sedikit memperlihatkan bagian dadanya di sebelah kutang. Walau terlihat sedikit cukup membuatku ?ngaceng?. Sayangnya, kaki Ani tak begitu bagus, agak besar. Aku lalu membayangkan bagaimana bentuk dada Ani seutuhnya, ah ngaceng lagi! Atau si Yuli. Badannya biasa-biasa saja, paha dan kaki lumayan berbentuk, dadanya menonjol wajar, tapi aku senang melihat wajahnya yang manis, apalagi senyumnya. Satu lagi, kalau ia bercerita, tangannya ikut ?sibuk?. Maksudku kadang mencubit, menepuk, memukul, dan, ini dia, semua roknya berpotongan agak pendek. Ah, aku sekarang punya ?wawasan? lain kalau memandang teman-teman cewe. 

Ah! Tante Yani! Ya, kenapa selama ini aku belum ?melihat dengan cara lain?? Mungkin karena ia isteri Oomku, orang yang aku hormati, yang membiayai hidupku, sekolahku. Mana berani aku ?menggodanya? meskipun hanya dari cara memandang. Sampai detik ini aku melihat Tante Yani sebagai : wajahnya putih bersih dan cantik. Tapi dasar setan selalu menggoda manusia, bagaimana tubuhnya ? Ah, aku jadi pengin cepat-cepat pulang sekolah untuk ?meneliti? Tanteku. Jangan ah, aku menghormati Tanteku. 

Aduh! Kenapa begini ? Apanya yang begini ? Tante Yani! Seperti biasa, kalau pulang aku masuk dari pintu pagar langsung ke garasi, lalu masuk dari pintu samping rumah ke ruang keluarga di tengah-tengah rumah. Melewati ruang keluarga, sedikit ke belakang sampai ke kamarku. Isi ruang keluarga ini dapat kugambarkan : di tengahnya terhampar karpet tebal yang empuk yang biasa digunakan tante untuk membaca sambil rebahan, atau sedang dipijit Si Mar kalau habis senam. Agak di belakang ada satu set sofa dan pesawat TV di seberangnya. Sewaktu melewati ruang keluarga, aku menjumpai Tante Yani duduk di kursi dekat TV menyilang kaki sedang menyulam, berpakaian model kimono. Duduknya persis si Rika tadi pagi, cuma kaki Tante jauh lebih indah dari Rika. Putih, bersih, panjang, di betis bawahnya dihiasi bulu-bulu halus ke atas sampai paha. Ya, paha, dengan cara duduk menyilang, tanpa disadari Tante belahan kimononya tersingkap hingga ke bagian paha agak atas. Tanpa sengaja pula aku jadi tahu bahwa tante memiliki paha selain putih bersih juga berbulu lembut. Sejenak aku terpana, dan lagi-lagi tegang. Untung aku cepat sadar dan untung lagi Tante begitu asyik menyulam sehingga tidak melihat ulah keponakannya yang dengan kurang ajar ?memeriksa? pahanya. Ah, kacau. 

Sebenarnya tidak sekali ini aku melihat Tante memakai kimono. Kenapa aku tadi terangsang mungkin karena ?penghayatan? yang lain, gara-gara majalah itu. Selesai makan ada dorongan aku ingin ke ruang tengah, meneruskan ?penelitianku? tadi. Aku ada alasan lain tentu saja, nonton TV swasta, hal baru bagiku. Mungkin aku mulai kurang ajar : mengambil posisi duduk di sofa nonton TV tepat di depan Tante, searah-pandang kalau mengamati pahanya! ?Gimana sekolahmu tadi To ?? tanya Tante tiba-tiba yang sempat membuatku kaget sebab sedang memperhatikan bulu-bulu kakinya. ?Biasa-biasa saja Tante.? ?Biasa gimana ? Ada kesulitan engga ?? ?Engga Tante.? ?Udah banyak dapat kawan ?? ?Banyak, kawan sekelas.? ?Kalau kamu pengin main lihat-lihat kota, silakan aja.? ?Terima kasih, Tante. Saya belum hafal angkutannya.? ?Harus dicoba, yah nyasar-nyasar dikit engga apa-apa, toh kamu tahu jalan pulang.? ?Iya Tante, mungkin hari Minggu saya akan coba.? ?Kalau perlu apa-apa, uang jajan misalnya atau perlu beli apa, ngomong aja sama Tante, engga usah malu-malu.? Gimana kurang baiknya Tanteku ini, keponakannya saja yang nakal. Nakal ? Ah ?kan cuma dalam pikiran saja, lagi pula hanya ?meneliti? kaki yang tanpa sengaja terlihat, apa salahnya. ?Terima kasih Tante, uang yang kemarin masih ada kok.? ?Emang kamu engga jajan di sekolah ?? Berdesir darahku. Sambil mengucapkan ?jajan? tadi Tante mengubah posisi kakinya sehingga sekejap, tak sampai sedetik, sempat terlihat warna merah jambu celana dalamnya! Aku berusaha keras menenangkan diri. ?Jajan juga sih, hanya minuman dan makanan kecil.? Akupun ikut-ikutan mengubah posisi, ada sesuatu yang mengganjal di dalam celanaku. Untung Tante tidak memperhatikan perubahan wajahku. Sepanjang siang ini aku bukannya nonton TV. Mataku lebih sering ke arah Tante, terutama bagian bawahnya! 

Hari-hari berikutnya tak ada kejadian istimewa. Rutin saja, sekolah, makan siang, nonton TV, sesekali melirik kaki Tante. Oom Ton pulang kantor selalu malam hari. Saat ketemu Oomku hanya pada makan malam, bertiga. Si Luki, anak lelakinya 4 tahun biasanya sudah tidur. Kalau Luki sudah tidur, Tinah, pengasuhnya pamitan pulang. Pada acara makan malam ini, sebetulnya aku punya kesempatan untuk menikmati? (cuma dengan mata) paha mulus berbulu Tante, sebab malam ini ia memakai rok pendek, biasanya memakai daster. Tapi mana berani aku menatap pemandangan indah ini di depan Oom. Betapa bahagianya mereka menurut pandanganku. Oom tamat sekolahnya, punya usaha sendiri yang sukses, punya isteri yang cantik, putih, mulus. Anak hanya satu. Punya sopir, seorang pembantu, Si Mar dan seorang baby sitter Si Tinah. Sopir dan baby sitter tidak menginap, hanya pembantu yang punya kamar di belakang. Praktis Tante Yani banyak waktu luang. Anak ada yang mengasuh, pekerjaan rumah tangga beres ditangan pembantu. Oh ya, ada seorang lagi, pengurus taman biasa di panggil Mang Karna, sudah agak tua yang datang sewaktu-waktu, tidak tiap hari. 

Keesokkan harinya ada kejadian ?penting? yang perlu kuceritakan. Pagi-pagi ketika aku sedang menyusun buku-buku yang akan kubawa ke sekolah, ada beberapa lembar halaman yang mungkin lepasan atau sobekan dari majalah luar negeri terselip di antara buku-buku pelajaranku. Aku belum sempat mengamati lembaran itu, karena buru-buru mau berangkat takut telat. Di sekolah pikiranku sempat terganggu ingat sobekan majalah berbahasa Inggris itu, milik siapa ? Tadi pagi sekilas kulihat ada gambarnya wanita hanya memakai celana jean tak berbaju. Inilah yang mengganggu pikiranku. Sempat kubayangkan, bagaimana kalau Ani hanya memakai jean. Kaki dan pahanya yang kurang bagus tertutup, sementara bulatan dadanya yang besar terlihat jelas. Ah.. nakal kamu To! 

Pulang sekolah tidak seperti biasa aku tidak langsung ke meja makan, tapi ngumpet di kamarku. Pintu kamar kukunci dan mulai mengamati sobekan majalah itu. Ada 4 lembar, kebanyakan tulisan yang tentu saja tidak kubaca. Aku belum paham Bahasa Inggris. Di setiap pojok bawah lembaran itu tertulis: Penthouse. Langsung saja ke gambar. Gemetaran aku dibuatnya. Wanita bule, berpose membusungkan dadanya yang besar, putih, mulus, dan terbuka seluruhnya! Paha dan kakinya meskipun tertutup jean ketat, tapi punya bentuk yang indah, panjang, persis kaki milik Tante. Hah, kenapa aku jadi membandingkan dengan tubuh Tante ? Peduli amat, tapi itulah yang terbayang. Kenapa aku sebut kejadian penting, karena baru sekaranglah aku tahu bentuk utuh sepasang buah dada, meskipun hanya dari foto. Bulat, di tengah ada bulatan kecil warna coklat, dan di tengah-tengah bulatan ada ujungnya yang menonjol keluar. Segera saja tubuhku berreaksi, penisku tegang, dada berdebar-debar. Halaman berikutnya membuatku lemas, mungkin belum makan. Masih wanita bule yang tadi tapi sekarang di close-up. Buah dadanya makin jelas, sampai ke pori-porinya. Ini kesempatanku untuk ?mempelajari? anatomi buah kembar itu. Dari atas kulit itu bergerak naik, sampai puting yang merupakan puncaknya, kemudian turun lagi ?membulat?. Ya, beginilah bentuk buah dada wanita. Putingnya, apakah selalu menonjol keluar seperti menunjuk ke depan ? Jawabannya baru tahu kelak kemudian hari ketika aku ?praktek?. Tiba-tiba terlintas pikiran nakal, Tante Yani! Bagaimana ya bentuk buah dada Tanteku itu ? Ah, kenapa selama ini aku tak memperhatikannya. Asyik lihat ke bawah terus sih! Memang kesempatannya baru lihat paha. Kimono Tante waktu itu, kalau tak salah, tertutup sampai dibawah lehernya. Tapi ?kan bisa lihat bentuk luarnya. Ah, memang mataku tak sampai kesitu. Melihat bentuk paha dan kaki cewe bule ini mirip milik Tante, aku rasa bentuk dadanyapun tak jauh berbeda, begitu aku mencoba memperkirakan. Begitu banyak aku berdialog dengan diri sendiri tentang buah dada. Begitu banyak pertanyaan yang bermuara pada pertanyaan inti : Bagaimana bentuk buah dada Tanteku yang cantik itu ? Untungnya, atau celakanya, pertanyaanku itu segera mendapat jawaban, di meja makan. Di pertengahan makan siangku, Tante muncul istimewa. Mengenakan baju-mandi, baju mirip kimono tapi pendek dari bahan seperti handuk tapi lebih tipis warna putih dan ada pengikat di pinggangnya. Tante kelihatan lain siang itu, segar, cerah. Kelihatannya baru selesai mandi dan keramas, sebab rambutnya diikat handuk ke atas mirip ikat kepala para syeh. ?Oh, kamu sudah pulang, engga kedengaran masuknya,? sapanya ramah sambil berjalan menuju ke tempatku. ?Dari tadi Tante,? jawabku singkat. Ia berhenti, berdiri tak jauh dari dudukku. Kedua tangannya ke atas membenahi handuk di rambutnya. Posisi tubuh Tante yang beginilah memberi jawaban atas pertanyaanku tadi. Luar biasa! Besar juga buah dada Tante ini, persis seperti perkiraanku tadi, bentuknya mirip punya cewe bule di Penthouse tadi. 

Meskipun aku melihatnya masih ?terbungkus? baju-mandi, tapi jelas alurnya, bulat menonjol ke depan. Di bagian kanan baju mandinya rupanya ada yang basah, ini makin mempertegas bentuk buah indah itu. Samar-samar aku bisa melihat lingkaran kecil di tengahnya. Sehabis mandi mungkin hanya baju-mandi itu saja yang membungkus tubuhnya sekarang. Bawahnya aku tak tahu. Bawahnya! Ya, aku melupakan pahanya. Segera saja mataku turun. Kini lebih jelas, bulu-bulu lembut di pahanya seperti diatur, berbaris rapi. Ah aku sekarang lagi tergila-gila buah dada. Pandanganku ke atas lagi. Mudah-mudahan ia tak melihatku melahap (dengan mata) tubuhnya. Memang ia tidak memperhatikanku, pandangannya ke arah lain masih terus asyik merapikan rambutnya. Tapi aku tak bisa berlama-lama begini, disamping takut ketahuan, lagipula aku ?kan sedang makan. Kuteruskan makanku. Bagaimana reaksi tubuhku, susah diceritakan. Yang jelas kelaminku tegang luar biasa. Tiba-tiba ia menarik kursi makan di sebelahku dan duduk. Ah, wangi tubuhnya terhirup olehku. ?Makan yang banyak, tambah lagi tuh ayamnya.? Bagaimana mau makan banyak, kalau ?diganggu? seperti ini. Aku mengiakan saja. Rupanya ?gangguan nikmat? belum selesai. Aku duduk menghadap ke utara. Di dekatku duduk si Badan-sintal yang habis mandi, menghadap ke timur. Aku bebas melihat tubuhnya dari samping kiri. Ia menundukkan kepalanya dan mengurai rambutnya ke depan. Dengan posisi seperti ini, badan agak membungkuk ke depan dan satu-satunya pengikat baju ada di pinggang, dengan serta merta baju mandinya terbelah dan menampakkan pemandangan yang bukan main. Buah dada kirinya dapat kulihat dari samping dengan jelas. Ampun.. putihnya, dan membulat. Kalau aku menggeser kepalaku agak ke kiri, mungkin aku bisa melihat putingnya. Tapi ini sih ketahuan banget. Jangan sampai. Betapa tersiksanya aku siang ini. Tersiksa tapi nikmat! Oh Tuhan, janganlah aku Kau beri siksa yang begini. Aku khawatir tak sanggup menahan diri. Rasa-rasanya tanganku ingin menelusup ke belahan baju mandi ini lalu meremas buah putih itu? Kalau itu terjadi, bisa-bisa aku dipulangkan, dan hilanglah kesempatanku meraih masa depan yang lebih baik. Apa yang kubilang pada ayahku ? Dapat kupastikan ia marah besar, dan artinya, kiamat bagiku. 

Untung, atau sialnya, Tante cepat bangkit menuju ke kamar sambil menukas: ?Teruskan ya makannya.? ?Ya Tante,? sahutku masih gemetaran. Aah., aku menemukan sesuatu lagi. Aku mengamati Tante berjalan ke kamarnya dari belakang, gerakan pinggulnya indah sekali. Pinggul yang tak begitu lebar, tapi pantatnya demikian menonjol ke belakang. Tubuh ideal, memang. 

Malamnya aku disuruh makan duluan sendiri. Tante menunggu Oom yang telat pulang malam ini. Masih terbayang kejadian siang tadi bagaimana aku menikmati pemandangan dada Tante yang membuat aku tak begitu selera makan. Tiba-tiba aku dikejutkan oleh kedatangan Tante yang muncul dari kamarnya. Masih mengenakan baju-mandi yang tadi, rambutnya juga masih diikat handuk. Langsung ia duduk disebelahku persis di kursi yang tadi. Belum habis rasa kagetku, tiba-tiba pula ia pindah dan duduk di pangkuanku! Bayangkan pembaca, bagaimana nervous-nya aku. Yang jelas penisku langsung mengeras merasakan tindihan pantat Tante yang padat. Disingkirkannya piringku, memegang tangan kiriku dan dituntunnya menyelinap ke belahan baju-mandinya. Aku tidak menyia-nyiakan kesempatan emas ini. Kuremas dadanya dengan gemas. Hangat, padat dan lembut. 

Tantepun menggoyang pantatnya, terasa enak di kelaminku. Goyangan makin cepat, aku jadi merasa geli di ujung penisku. Rasa geli makin meningkat dan meningkat, dan .. Aaaaah, aku merasakan nikmat yang belum pernah kualami, dan eh, ada sesuatu terasa keluar berbarengan rasa nikmat tadi, seperti pipis dan? aku terbangun. Sialan! Cuma mimpi rupanya. Masa memimpikan Tante, aku jadi malu sendiri. Kejadian siang tadi begitu membekas sampai terbawa mimpi. Eh, celanaku basah. Mana mungkin aku ngompol. Lalu apa dong ? Cepat-cepat aku periksa. Memang aku ngompol! Tapi tunggu dulu, kok airnya lain, lengket-lengket agak kental. Ah, kenapa pula aku ini ? Apa yang terjadi denganku ? Besok coba aku tanya pada Oom. Gila apa! Jangan sama Oom dong. Lalu tanya kepada Tante, tak mungkin juga. Coba ada Mas Joko, kakak kelasku di ST dulu. Mungkin teman sekolahku ada yang tahu, besok aku tanyakan. 

*** 

Esoknya aku ceritakan hal itu kepada Dito teman paling dekat. Sudah barang tentu kisahnya aku modifikasi, bukan Tante yang duduk di pangkuanku, tapi ?seseorang yang tak kukenal?. ?Kamu baru mengalami tadi malam ?? ?Ya, tadi malam.? ?Telat banget. Aku sudah mengalami sewaktu kelas 2 SMP, dua tahun lalu. Itu namanya mimpi basah.? ?Mimpi basah ?? ?Ya. Itu tandanya kamu mulai dewasa, sudah aqil-baliq. Lho, emangnya kamu belum pernah dengar ?? Malu juga aku dibilang telat dan belum tahu mimpi basah. Tapi juga ada rasa sedikit bangga, aku mulai dewasa! ?Rupanya kamu badan aja yang gede, pikiran masih anak-anak.? Ah biar saja. Beberapa hari sebelum mimpi basah itu toh aku sudah ?menghayati? wanita sebagai orang dewasa! ?Kamu punya pacar ?? ?Engga.? ?Atau pernah pacaran ?? ?Engga juga.? ?Pantesan telat kalau begitu. Waktu kelas 3 SMP aku punya pacar, teman sekelas. Enak deh, sekolah jadi semangat.? ?Kalau pacaran ngapain aja sih ?? tanyaku lugu. Memang betul aku belum tahu tentang pacaran. Tentang wanitapun aku baru tahu beberapa hari lalu. ?Ha.. ha.. ha.! Kampungan lu! Ya tergantung orangnya. Kalau aku sih paling-paling ciuman, raba-raba, udah. Kalau si Ricky kelewatan, sampai pacarnya hamil.? Ciuman, raba-raba. Aku pernah lihat orang ciuman di filem TV, enak juga kelihatannya, belum pernah aku membayangkan. Kalau meraba, pernah kubayangkan meremas dada Tante. ?Hamil ?? Pelajaran baru nih. ?Ada juga yang sampai ?gitu? tapi engga hamil. Engga tahu aku caranya gimana.? ?Gitu gimana ?? ?Kamu betul-betul engga tahu ?? Lalu ia cerita bagaimana hubungan kelamin itu. Dengan bisik-bisik tentunya. Aku jadi tegang. Pantaslah aku dibilang kampungan, memang betul-betul baru tahu saat ini. Kelamin lelaki masuk ke kelamin wanita, keluar bibit manusia, lalu hamil. Bibit! Mungkin yang keluar dari kelaminku semalam adalah bibit manusia. Bagaimana mungkin kelaminku sebesar ini bisa masuk ke lubang pipis wanita ? Sebesar apa lubangnya, dan di mana ? Yang pernah aku lihat kelamin wanita itu kecil, berbentuk segitiga terbalik dan ada belahan kecil di ujung bawahnya. Tapi yang kulihat dulu itu di desa adalah kelamin anak-anak perempuan yang sedang mandi di pancuran. Kelamin wanita dewasa sama sekali aku belum pernah lihat. Bagaimana bentuknya ya ? Mungkin segitiganya lebih besar. Ah, pikiranku terlalu jauh. Ciuman saja dulu. Aku sependapat dengan Dito, kalau pacaran ciuman dan raba-raba saja. Aku jadi ingin pacaran, tapi siapa yang mau pacaran sama aku yang kuper ini ? Ya dicari dong! Si Rika, Ani atau Yuli ? Siapa sajalah, asal mau jadi pacarku, buat ciuman dan diraba-raba. Sepertinya sedap. 

Dalam perjalanan pulang aku membayangkan bagaimana seandainya aku pacaran sama Rika. Pahanya yang lumayan mulus enak dielus-elus. Tanganku terus ke atas membuka kancing bajunya, lalu menyelusup dan? sopir Bajaj itu memaki-maki membuyarkan lamunanku. Tanpa sadar aku berjalan terlalu ke tengah. Di balik kutang Rika hanya ada sedikit tonjolan, tak ada ?pegangan?, kurang enak ah. Tiba-tiba Rika berubah jadi Ani. Melamun itu memang enak, bisa kita atur semau kita. Ketika membuka kancing baju Ani aku mulai tegang. Kususupkan empat jariku ke balik kutang Ani. Nah ini, montok, keras walau tak begitu halus. Telapak tanganku tak cukup buat ?menampung? dada Ani. Aku berhenti, menunggu lampu penyeberangan menyala hijau. Sampai di seberang jalan kusambung khayalanku. Ani telah berubah menjadi Yuli. Anak ini memang manis, apalagi kalau tersenyum, bibirnya indah, setidaknya menurutku. Aku mulai mendekatkan mulutku ke bibir Yuli yang kemudian membuka mulutnya sedikit, persis seperti di film TV kemarin. Kamipun berciuman lama. Kancing baju seragam Yulipun mulai kulepas, dua kancing dari atas saja cukup. Kubayangkan, meski dari luar dada Yuli menonjol biasa, tak kecil dan tak besar, ternyata dadanya besar juga. Kuremas-remas sepuasnya sampai tiba di depan rumah. 

Aku kembali ke dunia nyata. Masuk melalui pintu garasi seperti biasa, membuka pintu tengah sampai ke ruang keluarga. Juga seperti biasa kalau mendapati Tante sedang membaca majalah sambil rebahan di karpet, atau menyulam, atau sekedar nonton TV di ruang keluarga. Yang tidak biasa adalah, kedua bukit kembar itu. Tante membaca sambil tengkurap menghadap pintu yang sedang kumasuki. Posisi punggungnya tetap tegak dengan bertumpu pada siku tangannya. Mengenakan daster dengan potongan dada rendah, rendah sekali. Inipun tak biasa, atau karena aku jarang memperhatikan bagian atas. Tak ayal lagi, kedua bukit putih itu hampir seluruhnya tampak. Belahannya jelas, sampai urat-urat lembut agak kehijauan di kedua buah dada itu samar-samar nampak. Aku tak melewatkan kesempatan emas ini. Tante melihat sebentar ke arahku, senyum sekejap, terus membaca lagi. Akupun berjalan amat perlahan sambil mataku tak lepas dari pemandangan amat indah ini? 

Hampir lengkap aku ?mempelajari? tubuh Tanteku ini. Wajah dan ?komponen?nya mata, alis, hidung, pipi, bibir, semuanya indah yang menghasilkan : cantik. Walaupun dilihat sekejap, apalagi berlama-lama. Paha dan kaki, panjang, semuanya putih, mulus, berbulu halus. Pinggul, meski baru lihat dari bentuknya saja, tak begitu lebar, proporsional, dengan pantat yang menonjol bulat ke belakang. Pinggang, begitu sempit dan perut yang rata. Ini juga hanya dari luar. Dan yang terakhir buah dada. Hanya puting ke bawah saja yang belum aku lihat langsung. Kalau daerah pinggul, bagian depannya saja yang aku belum bisa membayangkan. Memang aku belum pernah membayangkan, apalagi melihat kelamin wanita dewasa. Aku masih penasaran pada yang satu ini. 

Keesokkan harinya, siang-siang, Dito memberiku sampul warna coklat agak besar, secara sembunyi-sembunyi. 

Nih, buat kamu 

Apa nih ? 

Simpan aja dulu, lihatnya di rumah, Hati-hati Aku makin penasaran. Lanjutan pelajaranku kemarin. Gambar-gambar asyik bisiknya. 

Sampai di rumah aku berniat langsung masuk kamar untuk memeriksa benda pemberian Dito. Tante lagi membaca di karpet, kali ini terlentang, mengenakan daster dengan kancing di tengah membelah badannya dari atas ke bawah. Kancingnya yang terbawah lepas sebuah yang mengakibatkan sebagian pahanya tampak, putih. Suguhan yang nikmat sebenarnya, tapi kunikmati hanya sebentar saja, pikiranku sedang tertuju ke sampul coklat. Dengan tak sabaran kubuka sampul itu, sesudah mengunci pintu kamar, tentunya. Wow, gambar wanita bule telanjang bulat! Sepertinya ini lembaran tengah suatu majalah, sebab gambarnya memenuhi dua halaman penuh. Wanita bule berrambut coklat berbaring terlentang di tempat tidur. Segera saja aku mengeras. Buah dadanya besar bulat, putingnya lagi-lagi menonjol ke atas warna coklat muda. Perutnya halus, dan ini dia, kelaminnya! Sungguh beda jauh dengan apa yang selama ini kuketahui. Aku tak menemukan segitiga terbalik itu. Di bawah perut itu ada rambut-rambut halus keriting. Ke bawah lagi, lho apa ini ? Sebelah kaki cewe itu dilipat sehingga lututnya ke atas dan sebelahnya lagi menjuntai di pinggir ranjang memperlihatkan selangkangannya. Inilah rupanya lubang itu. Bentuknya begitu rumit. Ada daging berlipat di kanan kirinya, ada tonjolan kecil di ujung atasnya, lubangnya di tengah terbuka sedikit. Mungkin di sinilah tempat masuknya kelamin lelaki. Tapi, mana cukup ? Oo, seperti inilah rupanya wujud kelamin wanita dewasa. Tiba-tiba pikiran nakalku kambuh : begini jugakah punya Tante? Pertanyaan yang jelas-jelas tak mungkin mendapatkan jawaban! Bagaimana dengan punya Rika, Ani, atau Yuli? Sama susahnya untuk mendapatkan jawaban. Lupakan saja. Tunggu dulu, barangkali Si Mar pembantu itu bisa memberikan jawaban. Orangnya penurut, paling tidak dia selalu patuh pada perintah majikannya, termasuk aku. Bahkan dulu itu tanpa aku minta membantuku beres-beres kamarku, dengan senang pula. Orangnya lincah dan ramah. Tidak terlalu jelek, tapi bersih. Kalau sudah dandan sore hari ngobrol dengan pembantu sebelah, orang tak menyangka kalau ia pembantu. Dulu waktu pertama kali ketemupun aku tak mengira bahwa ia pembantu. Setiap pagi ia menyapu dan mengepel seluruh lantai, termasuk lantai kamarku. Kadang-kadang aku sempat memperhatikan pahanya yang tersingkap sewaktu ngepel, bersih juga. Yang jelas ia periang dan sedikit genit. Tapi masa kusuruh ia membuka celana dalamnya Coba Mar aku pengin lihat punyamu, sama engga dengan yang di majalah Gila!. Jangan langsung begitu, pacari saja dulu. Ah, pacaran kok sama pembantu. Apa salahnya? dari pada tidak pacaran sama sekali. Okey, tapi bagaimana ya cara memulainya ? Ah, dasar kuper! 

Aku jadi lebih memperhatikan Si Mar. Mungkin ia setahun atau dua tahun lebih tua dariku, sekitar 18 lah. Wajahnya biasa-biasa saja, bersih dan selalu cerah, kulit agak kuning, dadanya tak begitu besar, tapi sudah berbentuk. Paha dan kaki bersih. Mulai hari ini aku bertekat untuk mulai menggoda Si Mar, tapi harus hati-hati, jangan sampai ketahuan oleh siapapun. Seperti hari-hari lainnya ia membersihkan kamarku ketika aku sedang sarapan. Pagi ini aku sengaja menunda makan pagiku menunggu Si Mar. Tante masih ada di kamarnya. Si Mar masuk tapi mau keluar lagi ketika melihat aku ada di dalam kamar. 

Masuk aja mbak, engga apa-apa kataku sambil pura-pura sibuk membenahi buku-buku sekolah. Masuklah dia dan mulai bersih-bersih. Tanganku terus sibuk berbenah sementara mataku melihatnya terus. Sepasang pahanya nampak, sudah biasa sih lihat pahanya, tapi kali ini lain. Sebab aku membayangkan apa yang ada di ujung atas paha itu. Aku mengeras. Sekilas tampak belahan dadanya waktu ia membungkuk-bungkuk mengikuti irama ngepel. Tiba-tiba ia melihatku, mungkin merasa aku perhatikan terus. 

Kenapa, Mas Kaget aku. 

Ah, engga. Apa mbak engga cape tiap hari ngepel 

Mula-mula sih capek, lama-lama biasa, memang udah kerjaannya jawabnya cerah. 

Udah berapa lama mbak kerja di sini ? 

Udah dari kecil saya di sini, udah 5 tahun 

Betah ? 

Betah dong, Ibu baik sekali, engga pernah marah. Mas dari mana sih asalnya ?Tanyanya tiba-tiba. Kujelaskan asal-usulku. 

Oo, engga jauh dong dari desaku. Saya dari Cilacap 

Pekerjaannya selesai. Ketika hendak keluar kamar aku mengucapkan terima kasih. 

Tumben. Katanya sambil tertawa kecil. Ya, tumben biasanya aku tak bilang apa-apa. 

*** 

Mana, yang kemarin ? Dito meminta gambar cewe itu. 

Lho, katanya buat aku 

Jangan dong, itu aku koleksi. Kembaliin dulu entar aku pinjamin yang lain, lebih serem! 

Besok deh, kubawa 

Sampai di rumah Si Luki sedang main-main di taman sama pengasuhnya. Sebentar aku ikut bermain dengan anak Oomku itu. Tinah sedikit lebih putih dibanding Si Mar, tapi jangan dibandingkan dengan Tante, jauh. Orangnya pendiam, kurang menarik. Dadanya biasa saja, pinggulnya yang besar. Tapi aku tak menolak seandainya ia mau memperlihatkan miliknya. Pokoknya milik siapa saja deh, Rika, Ani, Yuli, Mar, atau Tinah asal itu kelamin wanita dewasa. Penasaran aku pada barang yang satu itu. Apalagi milik Tante, benar-benar suatu karunia kalau aku berhasil melihatnya! Di dalam ada Si Mar yang sedang nonton telenovela buatan Brazil itu. Aku kurang suka, walaupun pemainnya cantik-cantik. Ceritanya berbelit. Duduk di karpet sembarangan, lagi-lagi pahanya nampak. Rasanya si Mar ini makin menarik. 

Mau makan sekarang, Mas ? 

Entar aja lah 

Nanti bilang, ya. Biar saya siapin 

Tante mana mbak? 

Kan senam Oh ya, ini hari Rabu, jadwal senamnya. Seminggu Tante senam tiga kali, Senin, Rabu dan Jumat. Ketika aku selesai ganti pakaian, aku ke ruang keluarga, maksudku mau mengamati Si Mar lebih jelas. Tapi Si Mar cepat-cepat ke dapur menyiapkan makan siangku. Biar sajalah, toh masih banyak kesempatan. Kenapa tidak ke dapur saja pura-pura bantu ? Akupun ke dapur. 

Masak apa hari ini ? Aku berbasa-basi. 

Ada ayam panggang, oseng-oseng tahu, sayur lodeh, pilih aja 

Aku mau semua Candaku. Dia tertawa renyah. Lumayan buat kata pembukaan. 

Sini aku bantu 

Ah, engga usah Tapi ia tak melarang ketika aku membantunya. Ih, pantatnya menonjol ke belakang walau pinggulnya tak besar. Aku ngaceng. Kudekati dia. Ingin rasanya meremas pantat itu. Beberapa kali kusengaja menyentuh badannya, seolah-olah tak sengaja. Kan lagi membantu dia. Dapat juga kesempatan tanganku menyentuh pantatnya, kayaknya sih padat, aku tak yakin, cuma nyenggol sih. Mar tak berreaksi. Akhirnya aku tak tahan, kuremas pantatnya. Kaget ia menolehku. 

Iih, Mas To genit, ah katanya, tapi tidak memprotes. 

Habis, badanmu bagus sih. Sekarang aku yakin, pantatnya memang padat. 

Ah, biasa saja kok 

Akupun berlanjut, kutempelkan badan depanku ke pantatnya. Barangku yang sudah mengeras terasa menghimpit pantatnya yang padat, walaupun terlapisi sekian lembar kain. Aku yakin iapun merasakan kerasnya punyaku. Berlanjut lagi, kedua tanganku kedepan ingin memeluk perutnya. Tapi ditepisnya tanganku. 

Ih, nakal. Udah ah, makan dulu sana! 

Iya deh makan dulu, habis makan terus gimana ? 

Yeee! sahutnya mencibir tapi tak marah. Tangannya berberes lagi setelah tadi berhenti sejenak kuganggu. Walaupun penasaran karena aksiku terpotong, tapi aku mendapat sinyal bahwa Si Mar tak menolak kuganggu. Hanya tingkat mau-nya sampai seberapa jauh, harus kubuktikan dengan aksi-aksi selanjutnya! 

Kembali aku menunda sarapanku untuk aksi selanjutnya yang telah kukhayalkan tadi malam. Ketika ia sedang menyapu di kamarku, kupeluk ia dari belakang. Sapunya jatuh, sejenak ia tak berreaksi. Amboi ..dadanya berisi juga! Jelas aku merasakannya di tanganku, bulat-bulat padat. Kemudian Si Marpun meronta. 

Ah, Mas, jangan! protesnya pelan sambil melirik ke pintu. Aku melepaskannya, khawatir kalau ia berteriak. Sabar dulu, masih banyak kesempatan. 

Terima kasih kataku waktu ia melangkah keluar kamar. Ia hanya mencibir memoncongkan mulutnya lucu. Mukanya tetap cerah, tak marah. Sekarang aku selangkah lebih maju! 

*** 

Aku ingat janjiku hari ini untuk mengembalikan foto porno milik Dito. Tapi di mana foto itu ? Jangan-jangan ada yang mengambilnya. Aku yakin betul kemarin aku selipkan di antara buku Fisika dan Stereometri (kedua buku itu memang lebar, bisa menutupi). Nah ini dia ada di dalam buku Gambar. Pasti ada seseorang yang memindahkannya. Logikanya, sebelum orang itu memindahkan, tentu ia sempat melihatnya. Tiba-tiba aku cemas. Siapa ya ? Si Mar, Tinah, atau Tante ? Atau lebih buruk lagi, Oom Ton ? Aku jadi memikirkannya. Siapapun orang rumah yang melihat foto itu, membuatku malu sekali! Yang penting, aku harus kembalikan ke Dito sekarang. 

Siangnya pulang sekolah ketika aku masuk ke ruang keluarga, Si Mar sedang memijit punggung Tante. Tante tengkurap di karpet, Si Mar menaiki pantat Tante. Punggung Tante itu terbuka 100 %, tak ada tali kutang di sana. Putihnya mak..! Si Mar cepat-cepat menutup punggung itu ketika tahu mataku menjelajah ke sana, sambil melihatku dengan senyum penuh arti. Sialan! Si Mar tahu persis kenakalanku. Aku masuk kamar. Hilang kesempatan menikmati punggung putih itu. Tadi pagi aku lupa membawa buku Gambar gara-gara mengurus foto si Dito. Aku berniat mempersiapkan dari sekarang sambil berusaha melupakan punggung putih itu. Sesuatu jatuh bertebaran ke lantai ketika aku mengambil buku Gambar. Seketika dadaku berdebar kencang setelah tahu apa yang jatuh tadi. Lepasan dari majalah asing. Di tiap pojok bawahnya tertulis Hustler edisi tahun lalu. Satu serial foto sepasang bule yang sedang berhubungan kelamin! Ada tiga gambar, gambar pertama Si Cewe terlentang di ranjang membuka kakinya sementara Si Cowo berdiri di atas lututnya memegang alatnya yang tegang besar (mirip punyaku kalau lagi tegang cuma beda warna, punyaku gelap) menempelkan kepala penisnya ke kelamin Cewenya. Menurutku, dia menempelnya kok agak ke bawah, di bawah segitiga terbalik yang penuh ditumbuhi rambut halus pirang. 

Gambar kedua, posisi Si Cewe masih sama hanya kedua tangannya memegang bahu si Cowo yang kini condong ke depan. Nampak jelas separoh batangnya kini terbenam di selangkangan Si Cewe. Lho, kok di situ masuknya ? Kuperhatikan lebih saksama. Kayaknya dia masuk dengan benar, karena di samping jalan masuk tadi ada yang berlipat-lipat, persis gambar milik Dito kemarin. Menurut bayanganku selama ini, seharusnya masuknya penis agak lebih ke atas. Baru tahu aku, khayalanku selama ini ternyata salah! Gambar ketiga, kedua kaki Si Cewe diangkat mengikat punggung Si Cowo. Badan mereka lengket berimpit dan tentu saja alat Si Cowo sudah seluruhnya tenggelam di tempat yang layak kecuali sepasang telornya saja menunggu di luar. Mulut lelaki itu menggigit leher wanitanya, sementara telapak tangannya menekan buah dada, ibujari dan telunjuk menjepit putting susunya. Gemetaran aku mengamati gambar-gambar ini bergantian. Tanpa sadar aku membuka resleting celanaku mengeluarkan milikku yang dari tadi telah tegang. Kubayangkan punyaku ini separoh tenggelam di tempat si Mar persis gambar kedua. Kenyataanya memang sekarang sudah separoh terbenam, tapi di dalam tangan kiriku. Akupun meniru gambar ketiga, tenggelam seluruhnya, gambar kedua, setengah, ketiga, seluruhnya..geli-geli nikmat terus kugosok makin geli.. gosok lagi.. semakin geli dan.. aku terbang di awan.. aku melepas sesuatu hah.. cairan itu menyebar ke sprei bahkan sampai bantal, putih, kental, lengket-lengket. Enak, sedap seperti waktu mimpi basah. Sadar aku sekarang ada di kasur lagi, beberapa detik yang lalu aku masih melayang-layang. He! Kenapa aku ini? Apa yang kulakukan ? Aku panik. Berbenah. Lap sini lap sana. Kacau! Kurapikan lagi celanaku, sementara si Dia masih tegang dan berdenyut, masih ada yang menetes. Aku menyesal, ada rasa bersalah, rasa berdosa atas apa yang baru saja kulakukan. Aku tercenung. Gambar-gambar sialan itu yang menyebabkan aku begini. Masturbasi. Istilah aneh itu baru aku ketahui dari temanku beberapa hari sesudahnya. Si Dito menyebutnya ngeloco. Aneh. Ada sesuatu yang lain kurasakan, keteganganku lenyap. Pikiran jadi cerah meski badan agak lemas.. 

*** 

Sehari itu aku jadi tak bersemangat, ingat perbuatanku siang tadi. Rasanya aku telah berbuat dosa. Aku menyalahkan diriku sendiri. Bukan salahku seluruhnya, aku coba membela diri. Gambar-gambar itu juga punya dosa. Tepatnya, pemilik gambar itu. Eh, siapa yang punya ya ? Tahu-tahu ada di balik buku-bukuku. Siapa yang menaruh di situ ? Ah, peduli amat. Akan kumusnahkan. Aku berjanji tidak akan mengulanginya lagi, tidak akan masturbasi lagi. Perasaan seperti ini masih terbawa sampai keesokkan harinya lagi. Sehingga kulewatkan kesempatan untuk meraba dada Mar seperti kemarin. Ia telah memberi lampu hijau untuk aku tindaklanjuti. Tapi aku lagi tak bersemangat. Masih ada rasa bersalah. 

Hari berikutnya aku harus tegang lagi. Bukan karena Si Mar yang (menurutku) bersedia dijamah tubuhnya. Tapi lagi-lagi karena Si Putih molek itu, Tante Yani. Siang itu aku pulang agak awal, pelajaran terakhir bebas. Sebentar aku melayani Luki melempar-lempar bola di halaman, lalu masuk lewat garasi, seperti biasa. Hampir pingsan aku ketika membuka pintu menuju ruang keluarga. Tante berbaring terlentang, mukanya tertutupi majalah Femina, terdengar dengkur sangat halus dan teratur. Rupanya ketiduran sehabis membaca. Mengenakan baju-mandi seperti dulu tapi ini warna pink muda, rambut masih terbebat handuk. Agaknya habis keramas, membaca terus ketiduran. Model baju mandinya seperti yang warna putih itu, belah di depan dan hanya satu pengikat di pinggang. Jelas ia tak memakai kutang, kelihatan dari bentuk buah dadanya yang menjulang dan bulat, serta belahan dadanya seluruhnya terlihat sampai ke bulatan bawah buah itu. Sepasang buah bulat itu naik-turun mengikuti irama dengkurannya. Berikut inilah yang membuatku hampir pingsan. Kaki kirinya tertekuk, lututnya ke atas, sehingga belahan bawah baju-mandi itu terbuang ke samping, memberiku pelajaran baru tentang tubuh wanita, khususnya milik Tante. Tak ada celana dalam di sana. 

Tanteku ternyata punya bulu lebat. Tumbuh menyelimuti hampir seluruh segitiga terbalik. Berwarna hitam legam, halus dan mengkilat, tebal di tengah menipis di pinggir-pinggirnya. Arah tumbuhnya seolah diatur, dari tengah ke arah pinggir sedikit ke bawah kanan dan kiri. 

Berbeda dengan yang di gambar, rambut Tante yang di sini lurus, tak keriting. Wow, sungguh karya seni yang indah sekali! Kelaminku tegang luar biasa. Aku lihat sekeliling. Si Tinah sedang bermain dengan anak asuhnya di halaman depan. Si Mar di belakang, mungkin sedang menyetrika. Kalau Tante sedang di ruang ini, biasanya Si Mar tidak kesini, kecuali kalau diminta Tante memijit. Aman! 

Dengan wajah tertutup majalah aku jadi bebas meneliti kewanitaan Tante, kecuali kalau ia tiba-tiba terbangun. Tapi aku kan waspada. Hampir tak bersuara kudekati milik Tante. Kini giliran bagian bawah rambut indah itu yang kecermati. Ada daging berlipat, ada benjolan kecil warna pink, tampaknya lebih menonjol dibanding milik bule itu. Dan di bawah benjolan itu ada pintu. Pintu itu demikian kecil, cukupkah punyaku masuk ke dalamnya ? Punyaku ? Enak saja! Memangnya lubang itu milikmu ? Bisa saja sekarang aku melepas celanaku, mengarahkan ujungnya ke situ, persis gambar pertama, mendorong, seperti gambar kedua, dan Tiba-tiba Tante menggerakkan tangannya. Terbang semangatku. Kalau ada cermin di situ pasti aku bisa melihat wajahku yang pucat pasi. Dengkuran halus terdengar kembali. Untung., nyenyak benar tidurnya. Bagian atas baju-mandinya menjadi lebih terbuka karena gerakan tangannya tadi. Meski perasaanku tak karuan, tegang, berdebar, nafas sesak, tapi pikiranku masih waras untuk tidak membuka resleting celanaku. Bisa berantakan masa depanku. Aku mencatat beberapa perbedaan antara milik Tante dengan milik bule yang di majalah itu. Rambut, milik Tante hitam lurus, milik bule coklat keriting. Benjolan kecil, milik Tante lebih panjang, warna sama-sama pink. Pintu, milik Tante lebih kecil. Lengkaplah sudah aku mempelajari tubuh wanita. Utuhlah sudah aku mengamati seluruh tubuh Tante. Seluruhnya ? Ternyata tidak, yang belum pernah aku lihat sama sekali : puting susunya. Kenapa tidak sekarang ? Kesempatan terbuka di depan mata, lho! Mataku beralih ke atas, ke bukit yang bergerak naik-turun teratur. Dada kanannya makin lebar terbuka, ada garis tipis warna coklat muda di ujung kain. Itu adalah lingkaran kecil di tengah buah, hanya pinggirnya saja yang tampak. Aku merendahkan kepalaku mengintip, tetap saja putingnya tak kelihatan. Ya, hanya dengan sedikit menggeser tepi baju mandi itu ke samping, lengkaplah sudah kurikulum pelajaran anatomi tubuh Tante. Dengan amat sangat hati-hati tanganku menjangkau tepi kain itu. Mendadak aku ragu. Kalau Tante terbangun bagaimana ? Kuurungkan niatku. Tapi pelajaran tak selesai dong! Ayo, jangan bimbang, toh dia sedang tidur nyenyak. Ya, dengkurannya yang teratur menandakan ia tidur nyenyak. Kembali kuangkat tanganku. Kuusahakan jangan sampai kulitnya tersentuh. Kuangkat pelan tepi kain itu, dan sedikit demi sedikit kugeser ke samping. Macet, ada yang nyangkut rupanya. Angkat sedikit lagi, geser lagi. Kutunggu reaksinya. Masih mendengkur. Aman. Terbukalah sudah.. Puting itu berwarna merah jambu bersih. Berdiri tegak menjulang, bak mercusuar mini. Amboi . indahnya buah dada ini. Tak tahan aku ingin meremasnya. Jangan, bahaya. Aku harus cepat-cepat pergi dari sini. Bukan saja khawatir Tante terbangun, tapi takut aku tak mampu menahan diri, menubruk tubuh indah tergolek hampir telanjang bulat ini. 

*** 

Aku jadi tak tenang. Berulang kali terbayang rambut-rambut halus kelamin dan puting merah jambu milik Tante itu. Apalagi menjelang tidur. Tanpa sadar aku mengusap-usap milikku yang tegang terus ini. Tapi aku segera ingat janjiku untuk tidak masturbasi lagi. Mendingan praktek langsung. Tapi dengan siapa ? 

Hari ini aku pulang cepat. Masih ada dua mata pelajaran sebetulnya, aku membolos, sekali-kali. Toh banyak juga kawanku yang begitu. Percuma di kelas aku tak bisa berkonsentrasi. Di garasi aku ketemu Tante yang siap-siap mau pergi senam. Dibalut baju senam yang ketat ini Tante jadi istimewa. Tubuhnya memang luar biasa. Dadanya membusung tegak ke depan, bagian pinggang menyempit ramping, ke bawah lagi melebar dengan pantat menonjol bulat ke belakang, ke bawah menyempit lagi. Sepasang paha yang nyaris bulat seperti batang pohon pinang, sepasang kaki yang panjang ramping. Walaupun tertutup rapat aku ngaceng juga. Lagi-lagi aku terrangsang. Diam-diam aku bangga, sebab di balik pakaian senam itu aku pernah melihatnya, hampir seluruhnya! Justru bagian tubuh yang penting-penting sudah seluruhnya kulihat tanpa ia tahu! Salah sendiri, teledor sih. Ah, salahku juga, buktinya kemarin aku menyingkap putingnya. 

Lho, kok udah pulang, To sapanya ramah. Ah bibir itu juga menggoda. 

Iya Tante, ada pelajaran bebas jawabku berbohong. Kubukakan pintu mobilnya. Sekilas terlihat belahan dadanya ketika ia memasuki mobil. Uih, dadanya serasa mau meledak karena ketatnya baju itu. 

Terima kasih katanya. Tante pergi dulu ya. Mobilnya hilang dari pandanganku. 

*** 

Selasai mandi hari sudah hampir gelap. Di ruang keluarga Tante sedang duduk di sofa nonton TV sendiri. 

Senamnya di mana Tante ? Aku coba membuka percakapan. Aku memberanikan diri duduk di sofa yang sama sebelah kanannya. 

Dekat, di Tebet Timur Dalam. Malam ini Tante mengenakan daster pendek tak berlengan, ada kancing-kancing di tengahnya, dari atas ke bawah. 

Tumben, kamu tidur siang 

Iya Tante, tadi main voli di situ jawabku tangkas. 

Kamu suka main voli ? 

Di Kampung saya sering olah-raga Tante Aku mulai berani memandangnya langsung, dari dekat lagi. Ih, bahu dan lengan atasnya putih banget! 

Pantesan badanmu bagus Senang juga aku dipuji Tanteku yang rupawan ini. 

Ah, Kalau ini mungkin saya dari kecil kerja keras di kebun, Tante Wow, buah putih itu mengintip di antara kancing pertama dan kedua di tengah dasternya. Ada yang bergerak di celanaku. 

Kerja apa di kebun ? 

Mengolah tanah, menanam, memupuk, panen Buah dada itu rasanya mau meledak keluar. 

Apa saja yang kamu tanam ? tanyanya lagi sambil mengubah posisi duduknya, menyilangkan sebelah kakinya. 

Kancing terakhir daster itu sudah terlepas. Waktu sebelah pahanya menaiki pahanya yang lain, ujung kain daster itu tidak ikut, jadi 70 % paha Tante tersuguh di depan mataku. Putih licin. Yang tadi bergerak di celanaku, berangsur membesar. 

Macam-macam tergantung musimnya, Tante. Kentang, jagung, tomat Hampir saja aku ketahuan mataku memelototi pahanya. 

Kalau kamu mau makan, duluan aja 

Nanti aja Tante, nunggu Oom Aku memang belum lapar. Adikku mungkin yang lapar 

Oom tadi nelepon ada acara makan malam sama tamu dari Singapur, pulangnya malam 

Saya belum lapar jawabku supaya aku tidak kehilangan momen yang bagus ini. 

Kamu betah di sini ? Ia membungkuk memijit-mijit kakinya. Betisnya itu 

Kerasan sekali, Tante. Cuman saya banyak waktu luang Tante, biasa kerja di kampung, sih. Kalau ada yang bisa saya bantu Tante, saya siap 

Ya, kamu biasakan dulu di sini, nanti Tante kasih tugas 

Kenapa kakinya Tante ? Sekedar ada alasan buat menikmati betisnya. 

Pegel, tadi senamnya habis-habisan 

Di antara kancing daster yang satu dengan kancing lainnya terdapat celah. Ada yang sempit, ada yang lebar, ada yang tertutup. Celah pertama, lebar karena busungan dadanya, menyuguhkan bagian kanan atas buah dada kiri. Celah kedua memperlihatkan kutang bagian bawah. Celah ketiga rapat, celah keempat tak begitu lebar, ada perutnya. Celah berikutnya walaupun sempit tapi cukup membuatku tahu kalau celana dalam Tante warna merah jambu. Ke bawah lagi ada sedikit paha atas dan terakhir, ya yang kancingnya lepas tadi. 

Mau bantu Tante sekarang ? 

Kapan saja saya siap 

Betul ? 

Kewajiban saya, Tante. Masa numpang di sini engga kerja apa-apa 

Pijit kaki Tante, mau ? 

Hah ? Aku tak menyangka diberi tugas mendebarkan ini 

Biasanya sama Si Mar, tapi dia lagi engga ada 

Tapi saya engga bisa mijit Tante, cuma sekali saya pernah mijit kaki teman yang keseleo karena main bola Aku berharap ia jangan membatalkan perintahnya. 

Engga apa-apa. Tante ambil bantal dulu Goyang pinggulnya itu 

Sekarang ia tengkurap di karpet. Hatiku bersorak. Aku mulai dari pergelangan kaki kirinya. Aah, halusnya kulit itu. Hampir seluruh tubuh Tante pernah kulihat, tapi baru inilah aku merasakan mulus kulitnya. Mataku ke betis lainnya mengamati bulu-bulu halus. 

Begini Tante, kurang keras engga ? 

Cukup segitu aja, enak kok 

Tangan memijit, mata jelalatan. Lekukan pantat itu bulat menjulang, sampai di pinggang turun menukik, di punggung mendaki lagi. Indah. Kakinya sedikit membuka, memungkinkan mataku menerobos ke celah pahanya. Tanganku pindah ke betis kanannya aku menggeser dudukku ke tengah, dan..terobosan mataku ke celah paha sampai ke celana dalam merah jambu itu. Huuuh, sekarang aku betul-betul keras. 

Aah teriaknya pelan ketika tanganku menjamah ke belakang lututnya. 

Maaf Tante 

Engga apa-apa. Jangan di situ, sakit. Ke atas saja 

Ke Atas ? Berarti ke pahanya ? Apa tidak salah nih ? Jelas kok, perintahnya. Akupun ke paha belakangnya. 

Ampuuun, halusnya paha itu. Kulit Tante memang istimewa. Kalau ada lalat hinggap di paha itu, mungkin tergelincir karena licin! 

Aku mulai tak tenang. Nafas mulai tersengal, entah karena mijit atau terangsang, atau keduanya. Aku tak hanya memijit, terkadang mengelusnya, habis tak tahan. Tapi Tante diam saja. 

Kedua paha yang diluar, yang tak tertutup daster selesai kupijit. Entah karena aku sudah tinggi atau aku mulai nakal, tanganku terus ke atas menerobos dasternya. 

Eeeh desahnya pelan. Hanya mendesah, tidak protes! 

Kedua tanganku ada di paha kirinya terus memijit. Kenyal, padat. Tepi dasternya dengan sendirinya terangkat karena gerakan pijitanku. Kini seluruh paha kirinya terbuka gamblang, bahkan sebagian pantatnya yang melambung itu tampak. Pindah ke paha kanan aku tak ragu-ragu lagi menyingkap dasternya. 

Enak To, kamu pintar juga memijit 

Aku hampir saja berkomentar :Paha Tante indah sekali. Untung aku masih bisa menahan diri. Terus memijit, sekali-kali mengelus. 

Ke atas lagi To suaranya jadi serak. 

Ini yang kuimpikan! Sudah lama aku ingin meremas pantat yang menonjol indah ke belakang itu, kini aku disuruh memijitnya! Dengan senang hati Tante! 

Aku betul-betul meremas kedua gundukan itu, bukan memijit, dari luar daster tentunya. Dengan gemas malah! Keras dan padat. 

Ah, Tante. Tante tidak tahu dengan begini justru menyiksa saya! kataku dalam hati. Rasanya aku ingin menubruk, menindihkan kelaminku yang keras ini ke dua gundukan itu. Pasti lebih nikmat dibandingkan ketika memeluk tubuh mbak Mar dari belakang. 

Ih, geli To. Udah ah, jangan di situ terus ujarnya menggelinjang kegelian. Barusan aku memang meremas pinggir pinggulnya, dengan sengaja! 

Cape, To ? tanyanya lagi. 

Sama sekali engga, Tante jawabku cepat, khawatir saat menyenangkan ini berakhir. 

Bener nih ? Kalau masih mau terus, sekarang punggung, ya ?. Aha, daerah jamahan baru! 

Bahunya kanan dan kiri kupencet. 

Eeh desahnya pelan. 

Turun ke sekitar kedua tulang belikat. Lagi-lagi melenguh. Daster tak berlengan ini menampakkan keteknya yang licin tak berbulu. Rajin bercukur, mungkin. Ah, di bawah ketek itu ada pinggiran buah putih. Dada busungnya tergencet, jadi buah itu terbuang ke samping. Nakalku kambuh. Ketika beroperasi di bawah belikat, tanganku bergerak ke samping. 

Jari-jariku menyentuh tumpahan buah itu. Tidak langsung sih, masih ada lapisan kain daster dan kutang, tapi kenyalnya buah itu terasa. Punggungnya sedikit berguncang, aku makin terangsang. 

Ke bawah lagi, aku menelusuri pinggangnya. 

Cukup, To.. Kedua tangannya lurus ke atas. Ia tengkurap total. Nafasnya terengah-engah. 

Depannya Tante ? usulku nakal. Lancang benar kau To. Tante sampai menoleh melihatku, kaget barangkali atas usulku yang berani itu. 

Kaki depannya kan belum Tante aku cepat-cepat meralat usulku. Takut dikiranya aku ingin memijit depannya punggung yang artinya buah dada! 

Boleh aja kalau kamu engga cape. Ya jelas engga dong! Tante berbalik terlentang. Sekejap aku sempat menangkap guncangan dadanya ketika ia berbalik. Wow! Guncangan tadi menunjukkan eksistensi kemolekkan buah dadanya! Aduuh, bagaimana aku bisa bertahan nih ? Tubuh molek terlentang dekat di depanku. Ia cepat menarik dasternya ke bawah, sebagai reaksi atas mataku yang menatap ujung celana dalamnya yang tiba-tiba terbuka, karena gerakan berbalik tadi. Silakan ditutup saja Tante, toh aku sudah tahu apa yang ada dibaliknya, rambut-rambut halus agak lurus, hitam, mengkilat, dan lebat. Lagi pula aku masih bisa menikmati sisanya: sepasang paha dan kaki indah! Aku mulai memijit tulang keringnya. Singkat saja karena aku ingin cepat-cepat sampai ke atas, ke paha. 

Lutut aku lompati, takut kalau ia kesakitan, langsung ke atas lutut, kuremas dengan gemas. 

Iih, geli. Aku tak peduli, terus meremas. Paha selesai, untuk mencapai paha atas aku ragu-ragu, disingkap atau jangan. Singkap ? Jangan! Ada akal, diurut saja. Mulai dari lutut tanganku mengurut ke atas, menerobos daster sampai pangkal paha. 

Aaaah, Tooo . Biar saja. Kulihat wajahnya, matanya terpejam. Aku makin bebas. 

Dengan sendirinya tepi daster itu terangkat karena terdorong tanganku. Samar-samar ada bayangan hitam di celana dalam tipis itu. Jelas rambut-rambut itu. Ke bawah lagi, urut lagi ke atas. Aaah lagi. Dengan cara begini, sah-sah saja kalau jempol tanganku menyentuh selangkangannya. Sepertinya basah di sana. Ah masak. Coba ulangi lagi untuk meyakinkan. Urut lagi. Ya, betul, basah! Kenapa basah ? Ngompol ? Aku tidak mengerti. 

To  panggilnya tiba-tiba. Aku memandangnya, kedua tanganku berhenti di pangkal pahanya. Matanya sayu menantang mataku, nafasnya memburu, dadanya naik-turun. 

Ya, Tante mendadak suaraku serak. Dia tak menyahut, matanya tetap memandangiku, setengah tertutup. Ada apa nih ? Apakah Tante .. ? Ah, mana mungkin. Kalau Tante terrangsang, mungkin saja, tapi kalau mengajak ? Jangan terlalu berharap, To! 

Aku meneruskan pekerjaanku. Kini tak memijit lagi, tapi menelusuri lengkungan pinggulnya yang indah itu, membelai. Habis tak tahan. 

Uuuuh desahnya lagi menanggapi kenakalanku. Keterlaluan aku sekarang, kedua tanganku ada di balik dasternya, mengelus mengikuti lengkungan samping pinggul. 

Too .  panggilnya lagi. Kulepas tanganku, kudekati wajahnya dengan merangkak di atas tubuhnya bertumpu pada kedua lutut dan telapak tanganku, tidak menindihnya. 

Ada apa, Tante panggilku mesra. Mukaku sudah dekat dengan wajahnya. 

Matanya kemudian terpejam, mulut setengah terbuka. Ini sih ajakan. Aku nekat, sudah kepalang, kucium bibir Tante perlahan. 

Ehhmmmm Tante tidak menolak, bahkan menyambut ciumanku. Tangan kirinya memeluk punggungku dan tangan kanannya di belakang kepalaku. Nafasnya terdengar memburu. Aku tidak lagi bertumpu pada lututku, tubuhku menindih tubuhnya. Menekan. Ia membuka kakinya. Aku menggeser tubuhku sehingga tepat di antara pahanya yang baru saja ia buka. Kelaminku yang keras tepat menindih selangkangannya. Kutekan. Nikmatnya! 

Ehhhmmmmmm reaksinya atas aksiku. 

Kami saling bermain lidah. Sedapnya! 

Aku terengah-engah. 

Dia tersengal-sengal. 

Tangan kananku meremas dada kirinya. Besar, padat, dan kenyal! Ooooohhhh, aku melayang. 

He!, ini Tantemu, isteri Oommu! 

Iya, benar. Memangnya kenapa. 

Mengapa kamu cium, kamu remas dadanya. 

Habis enak, dan ia tak menolak. 

Dua kancing dasternya telah kulepas, tanganku menyusup ke balik kutangnya. 

Selain besar, padat, dan kenyal, ternyata juga halus dan hangat! 

Tiba-tiba Tante melepas ciumanku. 

Jangan di sini, To katanya terputus-putus oleh nafasnya. 

Tanpa menjawab aku mengangkat tubuhnya, kubopong ia ke kamarnya. Uuuuuhhh lenguhnya lagi. 

Ke kamarmu saja 

Sebelum sampai ke dipanku, Tante minta turun. Berdiri di samping dipan. Aku memeluknya, dia menahan dadaku. 

Kunci dulu pintunya Okey, beres. 

Kulepas seluruh kancingnya, dasternya jatuh ke lantai. Tinggal kutang dan celana dalam. Buah dada itu serasa mau meledak mendesak kutangnya! 

Kupeluk lagi dia. Dadanya merapat di dadaku. 

Tooo, hhehhhhhhh katanya gemas seperti menahan sesuatu. 

Kami berciuman lagi. Main lidah lagi. 

Tangannya menyusup ke celanaku, meremas-remas kelaminku di balik celana. 

Eehhmmmmmm dengusnya 

Dengan kesulitan ia membuka ikat pinggangku, membuka resleting celanaku, merogoh celana dalamku, dan mengeluarkan isinya 

Eehhh Ia melepas ciuman, melihat ke bawah. 

Ada apa Tante Tanyaku disela-sela dengus nafasku. 

Besar sekali 

Ia mempermainkan penisku. Menggenggam, meremas. 

Geli, geliii sekali. 

Stop Tante, jangan sampai keluar. Aku ingin pengalaman baru, Tante. Ingin memasuki kelaminmu..sekarang! 

Kutarik tangannya dari penisku. Untung Tante menurut. Aku tak jadi keluar 

Kulepas tali kutangnya, tapi yang belakang susah dilepas. Tante membantu. Buah dada itu terbuka. Wow.luar biasa indahnya. Belum sempat aku menikmat buah itu, Tante memelukku. Meraih tangan kananku, dituntunnya menyelip ke celana dalamnya. Dibawah rambut-rambut itu terasa basah. Diajarinya aku bagaimana jariku harus bermain di sana : menggesek-gesek antara benjolan dan pintu basah itu. 

Uuuuuuhhhhhh, Tooo.. 

Dilepasnya bajuku, singletku, celanaku luar dalam. Aku telanjang bulat. Kutarik juga celana dalamnya. Ia telanjang bulat juga. Luar biasa. Pinggang itu ramping, perut itu rata, ke bawah melebar lengkungannya indah. Rambut-rambut halus itu menggemaskan, diapit oleh sepasang paha yang nyaris bulat. Seluruhnya dibalut kulit yang putih dan mulusnya bukan main!. 

Ditariknya aku ke dipan. Ia merebahkan diri. Kakinya ditekuk lalu dibuka lebar. Dipegangnya kelaminku, ditariknya, ditempelkannya di selangkangan. Rasanya terlalu ke bawah. Ah, dia kan yang lebih tahu. Aku nurut saja. Tangannya pindah ke pantatku. Ditariknya aku mendekat tubuhnya. Sesuatu yang hangat terasa di ujung penisku. 

Tangannya memegang penisku lagi. Belum masuk ternyata. Disapu-sapukannya kepala penisku di pintu itu. Sementara ia menggoyang pantatnya. Geliii, Tante. Aku manut saja seperti kerbau dicucuk hidung. Memang belum pengalaman! Didorongnya lagi pantatku. Meleset! 

Pernah kupikir waktu pertama kali aku melihat kelamin Tante beberapa hari lalu, mana cukup lubang sesempit itu menampung kelaminku yang lagi tegang ? 

Tante membuka pahanya lebih lebar lagi, mengarahkan penisku lagi, dan aku sekarang yang mendorong. Kepalanya sudah separoh tenggelam, tapi macet! 

Kelaminmu besar, sih!keluhnya. Padahal barusan ia mengaguminya. 

Ia menggoyang pantatnya danbless. Masuk separoh. 

Aaaaahhh teriak kami berbarengan. Terasa ada sesuatu yang menjepit penisku, hangat, enak! 

Pantatnya bergoyang lagi, tumitnya mendorong pantatku. 

Blesss..masuk lagi. Makin hangat, makin sedap, dan geli. 

Goyang lagi, aku dorong sekarang. Masuk semuanya 

Seedaaaaaaaaap! 

Tante bergoyang. 

Nikmaaaaaaaat! 

Tante menjepit. 

Geliiiiiiiiiiiiiiii! 

Kutarik pelan. Terasa gesekan, enak. Ya, digesek begini enak. Tarik sedikit lagi, dan kudorong lagi. 

Idiiiiiiiiiiih, sedaaaaapp Too Tante berteriak, agak keras. 

Geli di ujung sana. Tariik, dorooong 

Makin geli.. 

Geli sekali 

Tak tahaaaaaann 

Tahan dulu, To 

Tak mungkin, sudah geli sekali.lalu.. 

Aku melambung, melayang, melepas.. 

Aaaaaahhhhhhh teriakku. Nikmatnya sampai ke ubun-ubun. 

Mengejang, melepas lagi, berdenyut, enak, melepas lagi, nikmat sekali..! 

Genjot lagi, To teriaknya 

Mana bisa. 

Ayo, To 

Aku sudah selesai! 

Tante masih menggoyang 

Aku ikut saja, pasif 

Tooooo, .. 

Tante gelisah, goyangnya tak kubalas. Aku sudah selesai! 

Eeeeeeeeehh keluhnya, sepertinya kecewa. 

Bergerak-gerak tak karuan, menendang, menggeliat, gelisah.. 

Penisku mulai menurun, di dalam sana. 

Tante berangsur diam, lalu sama sekali diam, kecewa. 

Tinggal aku yang bingung. 

Beberapa menit yang lalu aku mengalami peristiwa yang luar biasa, yang baru kali ini aku melakukan. Baru kali ini pula aku merasakan kenikmatan yang luar biasa. Kenikmatan berhubungan kelamin. 

Nikmatnya susah digambarkan. 

Hubungan kelamin antara pria yang mulai menginjak dewasa dengan wanita dewasa muda. 

Sama-sama diinginkan oleh keduanya. 

Keduanya yang memulai. 

Berdua pula yang melanjutkan, keterusan dankepuasan. 

Kepuasan ? Aku memang puas sekali, tapi Tante ? 

Itulah masalahnya sekarang. 

Aku menangkap wajah kecewa pada Tante. 

Perilakunya yang gelisah juga menandakan itu. 

Aku jadi merasa bersalah. Aku egois. 

Aku mendapatkan kenikmatan luar biasa sementara aku tak mampu memberi kepuasan kepada lawan mainku, Tante Yani. 

Terlihat tadi, ia ingin terus sementara aku sudah selesai. 

Aku bingung bagaimana mengatasi kebisuan ini. 

Aku masih menindih tubuhnya. Penisku masih di dalam. 

Buah dadanya masih terasa kencang mengganjal dadaku. 

Pandangannya lurus ke atas melihat plafon. 

Aku harus ambil inisiatif. 

Kucium pipinya mesra, penuh perasaan. 

Maafkan saya, Tante 

Tante menoleh, tersenyum dan balas mencium pipiku. 

Sementara aku agak lega, Tante tak marah. 

Kamu engga perlu minta maaf, To 

Harus Tante, saya tadi nikmat sekali, sebaliknya Tante belum merasakan. Saya engga mampu, Tante. Saya belum pengalaman Tante. Baru kali ini saya melakukan itu 

Betul ? Baru pertama kamu melakukan ? 

Sungguh Tante 

Engga apa-apa, To. Tante bisa mengerti. Kamu bukannya tidak mampu. Hanya karena belum biasa saja. Syukurlah kalau kamu tadi bisa menikmati 

Nikmaaat sekali, Tante 

Tante diam lagi, mengelus-elus punggungku. Nyaman sekali aku seperti ini. 

To  panggilnya. 

Ya, Tante 

Ini rahasia kita berdua saja ya ? Tante minta kamu jangan katakan hal ini pada siapapun 

Tentu Tante, tadinya sayapun mau bilang begitu Tiba-tiba aku ingat sesuatu. Mendadak aku jadi cemas. 

Tante  

Hhmm 

Gimana kalau Tante nanti .. Aku tak berani meneruskan. 

Nanti apa ? 

Akibat perbuatan tadi, lalu Tante .. 

Hamil ? potongnya. 

Ya  

Engga usah kamu pikirkan. Tante sudah jaga-jaga 

Saya engga mengerti Tante 

To, lain kali saja ya Tante jelasin. Sekarang Tante harus mandi, Oommu kan sebentar lagi datang 

Ah, celaka. Sampai lupa waktu. Aku bangkit hendak mencabut. 

Pelan-pelan To katanya sambil menyeringai, lalu matanya terpejam 

Eeeeeehhh desahnya hampir tak terdengar, ketika aku mencabut kelaminku. 

Kubantu ia mengenakan kutangnya. Buah dada itu belum sempat aku nikmati. Lain kali pasti! 

Tante  aku memanggil ketika ia sudah rapi kembali. 

Kupeluk ia erat sekali, kubisikkan di dekat kupingnya 

Terima kasih, Tante lalu kucium pipinya. 

Ya  jawabnya singkat. 

Sana mandi, cuci yang bersih niih katanya lagi sambil menggenggam penisku waktu bilang niih 

Ooohhh, nikmatnya hari ini aku. 

Malam ini pertama kali aku ciuman dengan nikmat, pacaran sampai keterusan. Pertama kali penisku memasuki kelamin wanita. Pertama kali aku menumpahkan air ku ke dalam tubuh wanita, tidak ke perut atau ke lantai. 

Lebih istimewa lagi, wanita itu adalah Tante Yani. 

Wanita dengan tubuh yang luar biasa. 

Bentuknya, potongannya, halusnya, padatnya, putihnya, bulunya.. 

Padahal wanita itu sudah 26 tahun, sepuluh tahun di atas usiaku. Tapi lebih padat dari Si Ani yang 17 tahun, lebih manis dari Si Yuli yang sepantaranku, lebih indah dari Si Rika yang seumurku. 

Yang masih mengganjal, wanita itu Tanteku, isteri Oom Ton. Ya, aku meniduri isteri Oomku! Aku mendapatkan pengalaman baru dari isterinya! Aku memperoleh kenikmatan dari meniduri isterinya. Isteri orang yang membiayai sekolahku, yang memberiku makan dan tempat tinggal! 

Betapa jahatnya aku. Betapa kurangajarnya aku. 

Aku sekarang jadi pengkhianat! 

Mengkhianati adik misan ayahku! 

Tapi, keliru kalau semua kesalahan ditimpakan kepadaku. 

Siapa yang menyuruh memijat ? 

Okey, seharusnya memijat saja, kenapa pakai mengelus ? 

Pakai meremas pantat ? Habis, siapa yang tahan ? Aku masih 16 tahun, masih sangat muda, tapi sudah matang secara seksual, mudah terrangsang. 

Tante sendiri, kenapa tidak menolak ? Bisa saja ia menempelengku ketika aku mau mencium bibirnya di karpet itu. Bisa saja ia menolak waktu aku membopongnya ke kamarku. Dan aku, bisa saja memberontak waktu ia merogoh celana dalamku, waktu ia menggenggam kelaminku dan diarahkan ke kelaminnya. 

Kesimpulannya : salah kami berdua! 

Tapi, aku ingin mengulangi .! 

*** 

Paginya, kami sarapan bertiga, Aku, Oom, dan Tante. Aku jadi tidak berani menatap mata Oom waktu kami berbicara. Mungkin karena ada perasaan bersalah. Sedangkan Tante, biasa-biasa saja. Sikapnya kepadaku wajar, seolah tak terjadi apa-apa. Tak ada pembicaraan penting waktu makan. 

Tante bangkit menuangkan minuman buat Oom. Kupandangi tubuhnya. Aku jadi ingat peristiwa semalam. Rasanya aku tak percaya, tubuh yang ada di depanku ini, yang sekarang tertutup rapat, sudah pernah aku tiduri. Aku ngaceng lagi.. 

Susah sekali aku berkonsentrasi menerima pelajaran hari ini. Pikiranku ke rumah terus, ke Tante. Bagaimana ia menuntunku masuk. Bagaimana aku mulai belajar menggesek, terus keenakkan. Aku ingin lagi! 

Tante bagaimana ya, apakah ia ingin lagi ? Aku meragukannya, mengingat semalam ia tidak puas. Jangan-jangan ia kapok. Tadi pagi sikapnya biasa saja. Mestinya sedikit lebih mesra kepadaku. Memangnya kamu ini siapa. 

Lebih baik begitu, wajar saja, kan ada suaminya. 

*** 

Dua hari kemudian ketika aku pulang sekolah, kulihat ada mobil Oom di garasi. Apakah Oom Ton tak ke kantor hari ini ? Atau jangan-jangan Oom tahu kalau aku .. 

Ah, jangan berpikir begitu. Dua hari terakhir ini sikap Oom kepadaku tak ada perubahan apa-apa. Sikap Tante juga wajar-wajar saja. Justru aku yang kelimpungan. Bayangkan. Setiap hari ketemu Tante. Aku selalu membayangkan dalam-nya, walau pakaian Tante tertutup rapat. Lalu, terbayang, aku sudah pernah menjamah tubuh itu, dan terangsang lagi. 

Selama dua hari ini aku betul-betul tersiksa. Terlihat paha Tante yang sedikit tersingkap saja, aku langsung naik. Ooh..! Aku ingin lagiiiiii. 

Siang ini aku makan sendirian. Kamar Tante tertutup rapat. Oom pasti ada di dalam, mobilnya ada. Tante juga tentunya. Mungkin mereka sedang ? Siang-siang ? Biar saja, toh suami-isteri. Sekejap ada rasa tak nyaman. Tanteku sedang ditiduri suaminya! Aku iri! Memangnya kamu siapa ? 

Baru saja aku selesai menyantap sendok terakhir makananku, kemudian mengangkat gelas, ketika tiba-tiba pintu kamar terbuka, Tante keluar, mengenakan baju tidur. Aku terpana. Tanganku yang sedang memegang gelas berhenti, belum sempat minum, terpesona oleh Tante dengan baju tidurnya. Kelihatan ia baru bangun tidur, melihatku. 

Sudah pulang, To 

Udah dari tadi Tante 

Ia tutup pintu kamarnya kembali lalu mendekatiku, dan tiba-tiba mencium pipiku erat, lenganku merasakan lembutnya sesuatu yang menandakan Tante tak memakai kutang. 

Hampir saja aku menumpahkan air minum karena kaget. 

Ada kabar gembira.katanya berbisik. Sebelum aku berreaksi atas aksinya itu, Tante sudah beranjak ke belakang meninggalkanku. 

Aku jadi penasaran. Penasaran pada benda lembut yang mendesak lenganku tadi, serta pada kabar gembira apa ? 

Ketika Ia kembali lagi, aku berdiri untuk memuaskan rasa penasaran tadi. 

Tante menempelkan telunjuknya ke mulut sambil matanya melirik ke kamar. Aku mengerti isyarat ini. Jangan ganggu, ada suaminya. 

Sejam kemudian kulihat Oom Ton duduk di sofa ruang tengah bersama Tante. Oom Ton berpakaian rapi berdasi, seperti hendak ke kantor, sedangkan Tante mengenakan daster pendek tak berlengan berkancing tengah, daster kesukaanku. Terlihat segar, baru saja mandi, mungkin. 

Tarto Oom Ton memanggilku. 

Ya, Oom 

Oom mau ke Bandung, dua hari. Kamu jaga rumah ya ? 

Ini rupanya kabar gembira itu! 

Baik, Oom, kapan Oom berangkat ? 

Sebentar lagi, jam tiga 

Dua hari Oom tak ada di rumah, tentunya dua malam juga. Dua malam aku menjaga rumah, bersama Tante. 

Dua malam bersama Tante ? Bukan main!. Eit, jangan berharap dulu, ya. Kan tadi Ia bilang kabar gembira ? 

Kok kamu yakin kabar gembiranya Tante adalah karena Oom ke Bandung ? Jangan sok pasti ya! 

Aku melirik Tante, Ia biasa-biasa saja. 

Pak Dadan datang membawa tas di bahunya, masuk garasi menghidupkan mesin mobil. 

Papa berangkat ya, Ma 

Ya, Pa, hati-hati di jalan, ya ? 

Mama juga hati-hati di rumah 

Oom mencium pipi Tante, lalu menciumi Si Luki. 

Jaga baik-baik, ya To 

Ya, Oom 

Seisi rumah mengantar Oom sampai depan pintu pagar, melambai sampai mobilnya berbelok ke jalan Tebet Timur Raya. 

Semuanya masuk ke rumah kembali. Hatiku bersorak. Dadaku penuh berharap dan kepalaku penuh rencana. 

Luki dibawa pengasuhnya ke rumah sebelah. Mbak meneruskan pekerjaannya di belakang. Aman. Tinggal aku dan Tante. Kuberanikan diriku. Kupeluk Tante dari belakang. Betul kan, Tante tak memakai kutang. Wah, sudah lama sekali aku tak menyentuhnya. 

Tante sedikit kaget, lalu berbalik membalas pelukanku. Cuma sebentar, melepaskan diri. 

Sabar, dong To 

Tante  Serak suaraku. 

Nanti malam saja  

Aha, rencana di kepalaku bisa terlaksana malam ini. 

Kami duduk berdampingan di sofa, sedikit berjarak. Aku nonton TV, Tante membaca. 

Aku tak tahan lagi, penisku sudah tegang dari tadi. Sekarang baru jam setengah empat sore. Berapa jam lagi aku mesti menunggu ? Oh, lama sekali. 

Tante, tolonglah aku. Aku tak sanggup lagi menunggu. 

Kulihat sekeliling meyakinkan situasi. Luki masih sama si Tinah di tetangga. Mbak Mar menyetrika di belakang. Aman! 

Kupegang tangan Tante yang sedang ada di pahanya. Dengan begini aku bisa meremas-remas tangannya sambil merasakan lembutnya paha. Ia sesekali membalas remasanku, tetap membaca. 

Ditariknya tangannya untuk membuka halaman buku bacaannya, tanganku tertinggal di pahanya. Kesempatan. 

Kuusap lembut pahanya. Paha itu masih seperti yang kemarin, padat, kenyal, halus, berbulu lembut. Masih tetap membaca. 

Aku makin berani, tanganku bergerak ke atas menyusup dasternya. Kuusap celana dalamnya. Nafasnya mulai terdengar meningkat volumenya. 

Diletakkannya buku itu sambil menghela nafas panjang. 

To., kamu engga sabaran, ya ? katanya sambil memegang tanganku di bawah sana. 

Maafkan saya Tante, saya.. saya ..engga kuat lagi Tante, saya ingin lagi, Tante Kataku terputus-putus menahan birahi yang mendesak. Kelaminku juga mendesak. 

Masih sore, To 

Tolonglah., Tante, saya membayangkan terus setiap ..hari kataku setengah memohon. Aku yakin Tantepun sebenarnya telah terangsang, terlihat dari nafasnya dan aku merasakan basah di celananya. Aku sudah sampai pada titik yang tak mungkin surut kembali. Situasi sekeliling aman. Jadi, apa lagi selain berlanjut ? 

Saya mohon, Tante kini aku betul-betul memohon. 

Ditariknya tanganku dari paha, lalu dituntun ke dadanya. Permohonanku diterima. 

Kuremas buah dada itu yang hanya ditutupi selembar kain daster. 

Eeeeeeehhh desahnya. 

Tiga hari lalu, waktu aku pertama kali meniduri Tante (memang baru pertama kali aku berhubungan sex), aku belum sempat menikmati buah dada ini. Waktu itu kami sudah sama-sama terangsang sehabis aku memijatnya. Aku baru sempat meremasnya, itupun dibalik kutang. Lalu ketika kutangnya sudah terbuka, Tante sudah keburu menuntun kelaminku memasukinya. 

Sekaranglah kesempatan untuk menikmati dada itu. 

Kubuka kancing dasternya, satu, dua, tiga. 

Dada itu mengagumkan. 

Putih, besar, menonjol, bulat, bergerak maju mundur seirama nafasnya, putingnya kecil agak panjang tegak lurus ke depan berwarna merah jambu. 

Aku berlutut di depannya, kusingkirkan daster itu, kucium belahan dadanya yang seperti parit kecil di antara dua bukit. 

Halusnya buah itu dapat kurasakan di kedua belah pipiku. 

Mulutku bergerak ke kiri, ke dada bagian atas, terus turun, kutelusuri permukaan bukit halus itu dengan bibir dan lidahku. Sementara tangan kananku mengusapi buah kirinya. Luar biasa, kulit itu haluuus sekali! Tangannya mengusap-usap belakang kepalaku. Penelusuranku berakhir di puncaknya. Kumasukkan putting itu kemulutku, kukemot. 

Aaaaaaaahhh lenguhnya pelan sekali. 

Tangannya menekan kepalaku. 

Kukemot lagi, kuhisap, kupermainkan dengan lidahku, putting itu mengeras. Puting satunya lagi juga mengeras, terasa di antara telunjuk dan ibujari tangan kananku. 

Ada kesamaan gerak antara mulut dan tangan kananku. Kalau mulutku mengulum puting, jari-jariku memilin puting sebelahnya. Bila bibir dan lidahku merambahi seluruh permukaan buah yang sangat halus itu, telapak tanganku merambah pula. Seluruh permukaan dada itu demikian halus, sehingga ada sedikit yang tak halus di sebelah puting agak ke bawah menarik perhatianku. 

Kulepaskan muluku dari dadanya, ingin memeriksa. Di sebelah puting dada kiri Tante ada bercak merah. Kuperhatikan dan kuraba. Seperti bekas gigitan. Oh. Aku ingat tadi siang waktu makan. Ini pasti hasil kerja Oom Ton di kamar yang terkunci tadi.. 

Akupun ingin. Betapa enaknya menggigit buah kenyal ini. 

Dada kanan bagianku. Kucium puting itu kembali, geser sedikit, aku mulai menggigit. 

Tiba-tiba Tante mendorong kepalaku. 

Jangan, To. Kamu..mikir, dong katanya sambil terengah-engah. 

Ah, bodohnya aku. Kalau kugigit tentu nanti berbekas, jelas pemilik sahnya, Oom Ton, akan curiga! 

Maafkan saya Tante, habis gemas sih. 

Yahhh.engga apa-apa. Kamu harus ingat, ini rahasia kita saja 

Dipegangnya dadanya sendiri lalu disodorkannya ke mulutku. Gantian, sekarang dada kiri dengan mulutku, yang kanan dengan tangan kiriku. 

Sudah saatnya untuk pindah ke kamar. 

Aku bangkit berdiri. Tante masih tergolek duduk. Kancing tengah dasternya sudah semuanya terlepas, menyibak kesamping, tinggal celana dalamnya saja. Dada itu rasanya makin besar saja. 

Kutarik kedua tangan Tante, tapi ia melepaskannya. Dibukanya gesperku, lalu kancing celanaku, dan ditariknya resleting dan celana dalamku. Penisku yang tegang itu keluar dengan gagahnya persis di depan mukanya. 

Uuuuuuuuuhhhh Tante melenguh pelan memegang kelaminku, dielusnya. 

Kok besar sekali sih To, punyamu ini 

Kuraih badannya, kubimbing ia ke kamarku sambil masih memegang senjataku, tertatih-tatih kami berdua. 

Kukunci pintu kamarku, kurebahkan Tante perlahan di dipanku, kulucuti pakaianku, dengan bertelanjang bulat kudekati Tante. 

Dengan perlahan kupelorotkan celana merah jambu itu. Kembali aku bertemu dengan rambut halus hitam mengkilat itu. Ada cairan bening di sana. Kutindih tubuhnya lalu kakinya menjepit tubuhku. Kamipun berciuman, saling menggigit lidah. Lalu akupun tak tahan lagi. 

Aku bangkit. Kubuka kakinya lebar. Lubang sempit itu terbuka sedikit, merah. Sekarang aku tak perlu dituntun lagi. Aku sudah tahu. Kutempelkan kepala penisku ke lubang sempit itu, lalu kudorong hati-hati. 

Aaaaaaaaaaahhhhh, To, sedaaaaaap 

Kepalanya sudah masuk. Nikmaaaaaaaaaat! 

Aku heran, lubang sesempit itu bisa menelan kepala penis besarku. Kenapa kupikirkan ? Yang penting enak. 

Sambil memegangi kedua belah dadanya, aku mendorong lagi. Enak-enak geli atau geli-geli enak. Entah mana yang benar. Kudorong lagi, Aaah lagi, enak lagi, geli lagi. 

Lagi kudorong, sampai habis, sampai mentok. 

Idiiiiiiiiiiiiih, Toooo, enak sekali 

Nyaman, sudah didalam seluruhnya. 

Pinggul Tante mulai berputar. Aku tahu tugasku, menarik dan mendorong. Mulut Tante mengeluarkan bunyi-bunyian setiap aku mendorong. Melenguh, mendesah, kadang menjerit kecil, atau kata-kata yang tak bermakna. 

Kejadian tiga hari lalu berulang. Baru beberapa kali tusuk aku sudah merasakan geli luar biasa. Nampaknya aku tak mampu menahan lagi. Ah, kenapa begini ? Aku tak bisa tahan lama. Aku cemas jangan-jangan Tante nanti kecewa lagi. Tapi bagaimana lagi, aku sudah hampir tiba di puncak. 

Aku coba berhenti bergerak sambil menahan agar jangan sampai keluar dulu, persis kalau aku menahan kencing. Tapi begitu aku diam, pantat Tante langsung berputar. Seluruh bagian tubuh yang di dalam sana memeras-meras kelaminku. Oh, aku tak akan berhasil menahan diri. Langsung saja aku bergerak lagi, makin cepat malah. Ocehan Tantepun makin ngawur. 

Aku jadi cepat, makin cepat dan semakin cepat, lalu . badanku bergetar hebat, mengejang, berulang, memuntahkan, mengejang lagi, muntah lagi 

Tante berhenti berputar, lalu menjepit kakiku, menerima pelepasanku. 

Rasanya aku mengeluarkan banyak sekali 

Lalu akupun ambruk di atas tubuh Tante. 

Aku selesai. Selesai menggetar, selesai mengejang, selesai melepas, selesai semuanya. Tanteku selesai terpaksa. Aku yakin ia kecewa lagi. 

Tante, gimana Tante, saya engga bisa menahan lagi  

Hmmm, To 

Maafkan lagi saya, Tante. Saya gagal 

Sudahlah, To 

Saya hanya memuaskan diri sendiri 

Tante bilang sudahlah, kamu lumayan tadi 

Lumayan gimana Tante ? 

Ada kemajuan dibanding yang lalu. Tante merasa enak, tadi 

Tante bohong! Tante cuma menghibur saya 

Benar, To. Memang Tante merasa belum tuntas, tapi kocokanmu tadi bisa Tante nikmati. Aku agak tenteram. 

Ini karena kamu belum biasa, To. Tante yakin, lama-lama kamu akan mampu. Barangmu kerasnya luar biasa 

Gimana caranya supaya saya bisa lama, Tante ? 

Nanti kamu akan tahu sendiri 

Ajarin saya ya, Tante 

Tante tak menjawab. Akupun berdiam diri. Lama kami berdua membisu. 

Tante melihat jam, pukul empat sore, lalu bangkit mencari-cari pakaiannya yang berserakan. 

Tante mandi dulu, ya ? 

Aku membantunya berpakaian. 

Merapikan karet celana dalamnya, mengkaitkan kutangnya, mengancingkan dasternya. Ada sesuatu yang lain kurasakan. Aku merasa demikian mesra membantunya berpakaian. Aku serasa membantu isteriku! 

Ya, barusan aku merasa meniduri isteriku. 

Kupeluk Tante erat sekali, agak lama. Lalu kucium pipinya dalam-dalam. 

Tante 

Apa, To ? 

Tarto sayang Tante kataku tiba-tiba. 

Dipandangnya mataku lurus-lurus. 

Apa maksudmu To 

Engga tahu Tante, pokoknya saya sayang sama Tante. Tante jangan kapok, ya ? Tarto ingin kita terus begini 

Oh, itu maksudmu. Asal kamu bisa jaga rahasia 

Bisa, Tante 

Juga harus hati-hati 

Iya,Tante 

Tanpa kusadari, penisku bangun lagi. 

Sudah, mandi sana Tante ke luar kamarku 

*** 

Malam itu aku nonton TV sendirian. Tante ada di kamarnya, tertutup. Aku kesepian. Aku mengharapkan Tante akan ke luar dari kamar menemaniku di sini. Kemudian aku mendekatinya, lalu ciuman, raba-raba, dan diakhiri dengan hubungan suami-isteri. 

Heran aku, baru tadi sore aku dipuaskan oleh Tante di kamarku, malam ini aku ingin lagi! Aku ingin kenikmatan itu lagi. Aku tetap menunggu. 

Jam 9 malam. Tante belum juga muncul. 

Pukul 9.30, tidak juga. 

Kemarilah Tante, aku merindukanmu. 

Malam ini adalah malam pertama Oom tak ada di rumah. Ayolah Tante, ini kesempatan yang tak boleh dilewatkan. 

Atau kuketuk saja pintunya, lalu aku masuk ? 

Ah jangan. Itu kurang ajar, namanya. 

Tubuh indah itu sendirian di kamar. 

Buah dada putih itu tak ada yang mengelusnya. 

Kelamin berambut halus itu tak ada yang memasukinya malam ini. 

Kenapa engkau tidak ke luar ? 

Barangkali Tante memang tidak membutuhkannya. Paling tidak malam ini. 

Ya, kalau ia butuh tentunya akan mendekatiku. 

Jam 10, belum ada tanda-tanda. 

Aku putuskan, malam ini memang Tante tak mau diganggu. Biar sajalah. Toh besok siang, sore, atau malam masih ada kesempatan. Oom Ton menginap di Bandung dua malam. Yah, besok sajalah. 

Tapi aku ingin malam ini! 

Aku ingin malam ini kelaminku masuk dan kemudian mengeluarkan cairan dengan nikmat! 

Kemudian aku mengeluarkan penisku yang sudah tegang itu. Kata Tante punyaku ini besar. Entah benar-benar besar, aku tak tahu. Sebab aku belum pernah lihat punya orang lain. 

Karena tidak ada Oom Ton, aku jadi makin berani menggoda Tanteku. Seperti waktu sarapan tadi. Aku mengelus-elus bahu dan lengan atasnya yang terbuka di meja makan. Bahkan mencium pipinya. 

Hati-hati, To 

Ya, Tante, Kan saya lihat-lihat keadaan dulu 

Mar ada di belakang katanya. 

Tante 

Ehm ? 

Tarto sayang Tante 

Aku udah ada yang punya, To katanya sambil mencubit pahaku. Aku senang. 

Ya. Pokoknya saya sayang Jangan-jangan aku jatuh cinta benar-benar sama Tanteku ini. 

Semalam Tante ke mana. Saya tunggu-tunggu 

Ya. Tante tahu, kamu nonton TV. Kamu masuk kamar jam 10 kan ? Masa mau terus-terusan. Aku lega, Tante tak tahu perbuatanku semalam yang menyelinap ke kamar Mbak Mar. 

Iya dong. Mumpung ada kesempatan. Sekarang juga saya mau kataku nakal. 

Gila, kamu To. Awas jangan sampai mengganggu sekolahmu! 

Habis Tante betul-betul menggemaskan Aku ngaceng lagi! 

Udah ah, berangkat sana, nanti telat 

Tapi nanti lagi ya Tante, janji dulu 

Lihat dulu nanti 

Bagaimana tidak mengganggu sekolah, seharian aku ingat Tante terus. Membayangkan apa yang akan kuperbuat nanti bersama Tante. 

*** 

Di kelas aku jadi sering melamun, membayangkan waktu aku menyelusuri seluruh permukaan dada Tante dengan mulut dan lidahku. Membayangkan bagaimana kelaminku secara perlahan memasukinya 

Bel tanda pulang berbunyi. Aku bersorak. Ingat ke rumah, ingat malam ini Tante menjadi milikku. Akan kureguk semua kenikmatan dari tubuh Tante. Pokoknya nanti akan kunikmati seluruhnya, mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki, sampai puas. 

Memang aku bisa puas, tapi bagaimana dengan Tante ? Dua kali aku berhubungan kelamin dengan Tante, dua-duanya aku bisa mengeluarkan spermaku ke dalam lubang kelamin Tante, sampai puncak, sampai puas. Tapi Tante tidak. Aku jadi cemas, jangan-jangan nanti aku juga begitu. Tapi aku ingat, yang kedua kemarin tante bilang aku ada kemajuan. Hal ini sedikit menghiburku. Mudah-mudahan yang ketiga nanti dengan bertambahnya pengalamanku, ada kemajuan lagi. Aku agak tenang sekarang. 

Di rumah sepi-sepi saja. Tak ada siapapun, juga Tante. Aku makan siang sendirian. Tante mungkin ada di kamar, pintu kamarnya tertutup. Kuselesaikan makan siangku dengan cepat, lalu duduk saja di meja makan, berharap Tante akan keluar dari kamarnya. Setengah jam berlalu, masih sendiri. Aku ke ruang keluarga nonton TV. Duduk di sofa lalu ingat, kemarin di sini aku menikmati buah dada Tante dengan tuntas. Diam-diam punyaku mulai tegak, padahal hanya membayangkan yang kemarin. Ditambah lagi acara TV menyajikan fashion show di Sydney, Australia. Peragawati cantik-cantik yang berlenggok di catwalk itu umumnya tak memakai kutang. Kalau model bajunya berdada rendah, belahan dadanya jelas. Kalau bahannya tipis, putingnya menonjol. Apalagi peragawati yang punya dada besar, buahnya berguncang waktu ia melenggang. Aku tambah tegang, makin pusing karena terangsang. Oh. Tante sayang, kemanakah engkau. Aku membutuhkanmu sekarang! 

Tiba-tiba pintu kamar Tante terbuka. Aku menoleh. Kepala Tante nongol memberi isyarat padaku dengan mengangguk-angguk. Nasibku memang beruntung. Jelas ini isyarat ajakan masuk. Tapi masak di kamar itu, kamar pribadi Oom dan Tante. Aku ragu, bengong saja belum bereaksi atas isyaratnya. Sekali lagi Tante mengangguk, kali ini sambil mengedipkan kedua matanya. Dengan pasti aku melangkah menuju kamarnya. Kepala Tante lenyap. Aku masuk langsung menutup pintu kamarnya dan mengunci. 

Di ranjang besar itu Tante terlentang. Mengenakan baju tidur tipis, sehingga samar-samar celana dalam dan kutangnya terlihat. Matanya sayu memandangku, berkaca-kaca. Kutang itu bergerak naik-turun menandakan nafas Tante sudah memburu. 

Aku tak tahan melihat pemandangan yang menggairahkan ini, segera saja aku menghampirinya. Tapi 

Tunggu dulu. Buka dulu dong, pakaianmu perintahnya. Okey, tanpa dimintapun aku akan membuka. Sementara aku membuka pakaian sampai telanjang bulat, Tante memelorotkan celana dalamnya dengan posisi masih terlentang. Kini di balik baju tidur tipis itu nampak rambut-rambut halus yang menggemaskan itu. 

Belum sempat aku bergerak, ada lagi ulah Tante. 

Ditariknya gaun tidur tipis itu perlahan, memperlihatkan paha bulat itu. Ditarik lagi keatas sampai pusarnya nongol. Kelamin berambut halus dan perutnya terbuka terhidang di depanku. Luar biasa. Tante menyajikan strip tease show di depanku! Ada-ada saja Tante ini. 

Dengan senjata yang tegak keras aku menghampiri tubuh indah ini. 

Kucium rambut-rambut halus itu sebentar. Gemasnya aku. 

Aaaaaaaahhhh teriak Tante. 

Aku berpindah ke atas, kulumat bibirnya sambil meremas sebelah dadanya. Kutang itu perlu disingkirkan dulu seharusnya, tapi aku tak sempat. Tanganku sebelah lagi bergerak ke bawah. Eh, Tante sudah basah! Benjolan dan pintu itu licin. 

Hhhhhhhhmmmmmmmm.. Tante tak mampu melenguh karena bibirnya aku kunci dengan bibirku. 

Disingkirkannya tanganku yang sedang asyik di bawah, dipegangnya kelaminku, lalu diarahkannya ke pintu. Rupanya Tante ingin memulai sekarang. Mungkin sama dengan aku, sudah sama-sama terangsang lebih dulu sebelum bergumul. Aku terrangsang oleh bayanganku dan peragawati tadi, Tante terangsang entah oleh apa. 

Aku mulai masuk 

Aduhh! Pelan-pelan, To! Tante mengaduh, memang masukku tadi agak kasar. 

Maaf Tante, habis engga tahan sih..kataku tersengal. 

Kamipun saling menggenjot. Lucu kelihatannya kali ini. Tante masih mengenakan gaun tidur dan kutangnya, kelamin kami sudah saling pagut 

Hasilnya, seperti kemarin. 

Aku keluar lebih dulu, sementara Tante belum terpuaskan benar. Kentara dari pinggulnya yang masih mencoba menggoyang sambil kakinya menjepit pinggangku. 

Kembali aku kecewa. 

Kalau kelaminku sudah bergesekan dengan kelamin Tante, disamping rasa nikmat, juga rasa geli luar biasa. Jika sudah geli begitu, aku tak sanggup lagi menahan untuk jangan sampai ke puncak dulu. 

Kembali aku gagal memuaskan Tante. 

Kembali aku berusaha menetralkan suasana yang tak enak ini. 

Kuelus buah dada yang putingnya masih tegang itu dengan penuh perasaan, lalu kucium perlahan. Tante mengusap kepalaku. Kucium pipinya dengan mesra. 

Tante.. 

Hmmm 

Saya..engga.. 

Udahlah..Tante tahu. Kamu engga usah merasa apa-apa. Tante maklum kok. Kamu tadi lumayan, sudah ada kemajuan 

Tapi Tante kan belum  

Engga usah kamu pikirin. Tante mengerti katanya menentramkan sambil mengelus-elus dadaku. 

Saya engga bisa bertahan lama, Tante 

Sudah lumayan, kok. Tante tadi juga merasa nikmat. Kamu udah mulai pintar mengocok tadi 

Saya bisa merasakan Tante tadi belum puas 

Iya, memang wanita membutuhkan waktu yang lebih lama dibanding laki-laki. Tapi kamu tadi ada kemajuan dibanding kemarin 

Tak adil rasanya. Saya merasakan kenikmatan luar biasa, sedangkan Tante belum 

Sudahlah, To. Tak perlu kamu pikirkan. Tante mengerti 

Terima kasih Tante Kupeluk tubuhnya erat. Erat sekali. 

Diciumnya pipiku, lalu merebahkan kepalanya di dadaku. Aku mengelus rambutnya. 

Tubuhmu atletis sekali. Dadamu bidang katanya sambil tangannya menelusuri dadaku. 

Iya, Tante. Dulu saya kerja di kebun. Saya juga sering olahraga 

Tiba-tiba tangan Tante ke bawah menggenggam punyaku. 

Kelaminmu besar sekali 

Ah, masa Tante. Saya kira biasa-biasa saja 

Apalagi kalau lagi tegang. Kulirik punyaku, sudah agak surut. 

Tubuh Tante luar biasa balasku. 

Kalau lagi tegang keras dan panas komentarnya lagi masih tentang penisku, mengabaikan pujianku. 

Buah dada Tante indah sekali 

Ah, masa. Dibanding punya siapa pancingnya. 

Siapa saja Aku pura-pura terpancing. 

Berarti kamu sering lihat buah dada, ya Kubalikkan badannya. 

Besar, bulat, kenyal, putih, licin, halus lagi kataku sambil melihat dekat-dekat buah itu. 

Buah dada siapa yang kamu lihat tanyanya sambil menggoyang-goyang kelaminku yang masih berada digenggamannya. 

Cuma baru ini jawabku sambil mulai merabai permukaan dadanya. 

Jujur aja, To. Dada siapa yang pernah kamu lihat katanya lagi. Tante penasaran rupanya. 

Sungguh mati Tante. Cuma punya Tante yang pernah saya lihat 

Yang bener, To tangannya tidak menggenggam lagi, tapi mengelus kelaminku. 

Benar Tante 

Kok tahu bagus ? 

Saya hanya lihat punya teman-teman sekolah. Itupun dari luar 

Pernah kamu pegang ? Tangannya masih mengelus, aku mulai terangsang. 

Ih, engga lah, Tante. Bisa gempar, dong 

Jadi, tahunya punya Tante bagus, dari mana ? 

Pokoknya, dari luar, punya Tante paling besar Ujung jariku mempermainkan putingnya. Putting itu mulai mengeras. 

Tante 

Hmm ? 

Apa setiap buah dada ujungnya begini ? 

Begini gimana 

Panjang, mungil, tapi keras 

Mungkin. Punyamu mulai keras 

Aku seperti disadarkan. Memang aku sudah terangsang akibat percakapan tentang dada dan elusan Tante pada kelaminku. Aku mau lagi. Kenapa tidak ? Mumpung masih ada kesempatan. Oom Ton paling cepat besok siang pulangnya. Segera saja kukulum putting yang sejak tadi kupermainkan. 

Eeeeehhhhhmmmmmmm.. Tante melenguh panjang. 

Tanganku ke bawah mencari-cari di antara rambut-rambut. Basah di sana. Kugosok yang basah itu. 

Uuhmmmm.Aaahhhhhhh..Uuhhmmmmm desahnya agak keras, mengikuti irama gosokanku. Kelaminku diremas-remas. Enak. 

To Hhheeeehhhggh..sedap, To..Hhheeeeeghh 

Tante makin ribut, aku khawatir kalau sampai terdengar dari luar kamar. Ah, tak ada orang ini. Aku makin giat menggosoki tonjolan kecil di bawah sana. 

Tante makin ribut, menceracau tak karuan 

Gosok lagi. 

Teriak dia lagi. Akhirnya 

Udah, To.ampun..Ayo To, sekarang To, sekarang! 

Aku bangkit. Kelaminku yang sudah keras kupegang pangkalnya, kuarahkan. Tante membuka kakinya lebar-lebar. Demikian lebarnya sampai kedua lututnya ke atas, menyuguhkan kelaminnya yang membasah, tepat di depan kelaminku. 

Aku masuk. 

Kudorong perlahan. 

Oooohhh, To..sedapnya. 

Sudah tenggelam separoh. Kudorong lagi. 

Aduuuuhhhh, mamaaaa, nikmatnya teriaknya lagi. 

Kudorong lagi. 

Sudah masuk seluruhnya. 

Kurebahkan tubuhku menindih tubuhnya. Tanganku ke belakang punggungnya. Kudekap erat tubuhnya, lalu aku mulai menggenjot. Sedaaaaaaaapp. 

Bertumpu pada kedua lututku, aku menarik dan mendorong pinggulku. 

Nikmaaaaaaaaaattt. 

Entah kata apa saja yang keluar dari mulut Tante aku tak peduli. Terus saja menggenjot, naik-turun, keluar-masuk. 

Aku nikmati benar gesekan kelaminku pada dinding vagina Tante. 

Kadang selagi punyaku didalam, Tante mengikat pahaku dengan kakinya sambil memutar pantatnya. Kurasakan sentuhan seluruh relung kelaminnya pada kelaminku. 

Luar biasa sedapnya. 

Tohhehh.kamuhhehh..kok..hhehh..Tante mencoba bicara disela-sela nafasnya yang memburu. 

Keenaapaa . hheehh.. Taannteehhehh 

Kamu.koklama 

Baru aku menyadari, sudah puluhan kali kelaminku kugenjot keluar- masuk-putar, tapi aku tak merasakan geli seperti biasanya. Yang kurasakan hanya nikmat. Rasa geli yang tak bisa kutahan yang kemudian membuat aku ke puncak, kali ini tak kurasakan! Heran! 

Engga tahu.. Tante.. 

To, Oh my God..heeeehhhhhh 

EnakTante? 

Wooow.luar biasa 

Genjot dan genjot lagi 

Kamu..masihlama..To..? 

MasihTante. 

Memang aku belum merasakan geli menuju puncak 

Diam. dulu,.. To 

Aku menghentikan genjotanku. Posisiku masih di dalam. 

Tangan Tante memeluk erat punggungku, sementara kakinya mengikat pahaku. Lalu tubuhnya bergerak miring hendak merobohkan tubuhku. Aku bertahan, tak tahu maksudnya. 

Gantian, ToTante di atas. 

Baru aku tahu maksud gerakan Tante ini. Kuikuti gerakannya, tapi.. 

Jangan.sampailepasss 

Rupanya gerakan robohku terlalu cepat, sehingga kelaminku sedikit tercabut. Untung Tante cepat mengimbangi gerakanku, hingga punyaku masuk lagi. 

Sekarang kami sudah sempurna berbalik posisi. Tante yang menindihku. Hanya sebentar. Tante lalu perlahan bangkit mendudukiku. Kelamin kami tak terlepas. Tante mulai bergerak. Aneh, gerakannya maju-mundur! Rasanya lain pula, tapi sama sedapnya! Dengan posisi begini gesekannya terasa lain. Kadang diputar, seperti diperas. Kadang Tante jongkok, pantatnya naik-turun, sedap juga. 

Aaaahhhh..kamu..nakal teriaknya ketika dia berjongkok membenamkan kelaminku, aku mengangkat pantatku. 

Kedua tanganku diraih, dituntun ke dadanya. Kuremas dada yang tambah licin kena keringat. 

Entah sudah berapa lama akhirnya Tante capek juga. Dia rebahkan tubuhnya. Kupeluk. Kumiringkan, aku ingin di atas lagi. Tante menurut. Dengan hati-hati kami mengubah posisi, agar jangan terlepas. Aku berhasil. 

Kamuudah..pintar..pujinya. 

Dengan posisi di atas aku jadi bebas menggenjot. Lagi-lagi Tante teriak. 

Terus..To.., Tantehampir 

Terus. Tusukanku makin menggila. Teriakannya makin keras. 

Rasa geli datang, dimulai dari ujung penis, terus menjalar ke seluruh tubuh. Makin geli. Makin cepat aku menarik-tusuk. Kesemutanmengambang..melayang..dan. 

Aaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhh. 

Seeeerrr, denyut-denyut, seeerrr, bergetar, serrrrr, berguncang..seer. Entah sudah berapa kali seerr, yang jelas setiap kali keluar aku merasakan kenikmatan yang tak bisa kugambarkan dengan kata-kata. Begitu nikmat. Aku sampai lupa memperhatikan tingkah Tante. Badannya telah bergeser ke atas karena kudorong dengan tusukanku. Bantalnya bukan lagi di kepala, tapi di punggung. Sedangkan kepala terkulai, mata melihat ke atas, bibir terkatub rapat seluruh tubuh gemetaran. Teriakannya ? Tak perlu kuceritakan. Agak lama juga aku dan Tante bergetaran begini, merasakan puncaknya kenikmatan hubungan kelamin. 

Lalu, hanya nafas kami berdua yang terdengar, seolah berebut mengisap oksigen untuk mengembalikan enerji yang keluar. 

Lalu barangsur pelan, makin beraturan. 

Tante masih terkapar 

Aku lunglai di atas tubuhnya. 

Ini keempat kalinya aku bersetubuh dengan Tante. Yang terakhir inilah kurasakan sangat berbeda dibanding tiga kali yang terdahulu. Lebih nikmat, lebih memuncak, lebih lama, lebih banyak aku mengeluarkan airku, lebih bergetar, pokoknya ..susah diceritakan. Pengalaman baru tentang rasa nikmat. 

Dan lagi, mudah-mudahan pengamatanku tak salah, Tante begitu menggelepar, mengerang, teriak, berbeda dengan sebelumnya, Tante kali ini kelihatan selesai. Semoga begitu. 

Ooh..To., kamu hebat Diciumnya pipiku dengan gemasnya. 

Apanya yang hebat, Tante 

Kamu betul-betul lelaki tambahnya 

Memang dari dulu saya laki-laki. Ini buktinya Kusodorkan kelaminku, menusuk perutnya. 

Laki-laki yang jantan diremasnya penisku dengan gemas. 

Auu teriakku 

Toluar biasa.. Tak putus-putusnya ia memujiku. 

Enak engga tadi, Tante ? 

Wow. bukan main. Sangat! 

Kupeluk tubuhnya. Aku merasa bahagia sekali. 

Tante sayang.. Aku berbisik semesra mungkin. 

Agak kaget Tante memandangku, lalu tersenyum. Manis sekali! 

Ada apa yang ? Wuih, mesra banget. Tante memanggilku yang. 

Saya sayang Tante Kucium bibirnya. 

Hhmmmmmmm lenguhnya. 

Kalau lama, enak sekali ya Tante 

Kok kamu tadi bisa lama 

Engga tahu, Tante. Mungkin karena tadi ronde kedua 

Atau mungkin karena kamu udah mulai pandai 

Yang pandai gurunya 

Huuuu cibirnya sambil mencubit kontolku. Aku senang. 

Guruku yang cantik 

Dicubitnya hidungku. 

Dan berpengalaman godaku lagi. 

Aaah, udahlah, To 

Kami diam lagi. 

To. panggilnya tiba-tiba. 

Ya.sayang 

Jangan tinggalin Tante, Ya 

Oo, engga dong. Masa Tante yang jelita begini mau ditinggalin 

Tante serius, To 

Saya juga serius, Tante. Saya membutuhkan Tante. Saya ingin begini setiap hari, Tante 

Saya butuh kamu Nah ini baru pernyataan. Ini pernyataan baru. Tante membutuhkanku ? Bukankan ia punya suami ? 

Oom Ton gimana Tante 

Tiba-tiba wajah Tante berubah, agak sedih kulihat. 

Tante.ah engga. Pokoknya kita harus hati-hati, To. Ingat pesanku kan ? Tante juga senang kita bisa begini terus. Tapi hati-hati, ya ? 

Pasti, Tante. Saya akan hati-hati. Tapi Tante mau kan, tiap hari 

Nanti kamu bosan 

Saya sudah bilang, Tarto sayang Tante. Tarto butuh Tante. Tarto ingin menikmati setiap hari. Tadi Tante bilang membutuhkan Tarto. Maksudnya gimana Tante ? 

Iya.sama seperti kamu, Tante juga ingin setiap hari 

Klop kan ? Keinginan yang sama, saling membutuhkan, saling memuaskan, dan.saling menyayangi. Apakah ini yang dinamakan cinta ? Ya, apakah kami saling mencintai ? Aku memang tak ingin kehilangan Tante, tapi Tante sendiri bagaimana ? Apakah ia membutuhkanku karena mencintai keponakannya ini ? Atau karena aku baru saja memuaskannya ? Bagaimana dengan suaminya ? Jangan-jangan ia tak mendapatkan kepuasan dari Oom Ton ? Aku ingin mendapatkan jawaban dari pertanyaan terakhir ini, tapi mana berani aku menanyakan langsung kepada Tante. Ah, itu tak penting. Yang penting, aku sekarang punya kekasih yang luar biasa, yang bisa membuatku melayang-layang di puncak kenikmatan. 

Lelah benar aku malam ini. Bayangkan, malam ini dua kali aku bertempur. Terutama yang terakhir tadi, permainan lama yang betul-betul menguras tenagaku. Aku sekarang ingin istirahat. 

Masih agak sempoyongan aku bangkit mengumpulkan pakaianku. 

Mau ke mana To ? 

Saya ingin tidur, Tante 

Sudah tidur sini aja, temanin Tante 

Saya senang sekali Tante, tapi besok Oom kan pulang ? 

Paling cepat besok siang Aku memperhatikan Tante yang dengan malas bangkit. Tubuh wanita ini memang luar biasa. Aku benar-benar beruntung mendapatkannya. Masih telanjang bulat Tante berjalan menuju kamar mandi. Tak lepas mataku menatapnya. 

Kenapa, To Tante merasa aku tatap begitu. 

Tante memang indah kataku sambil bergantian menatap dada dan rambut bawahnya. 

Kamu memang nakal. Sudahlah, bersih-bersih dulu baru kita tidur 

Di dalam kamar tidur Tante yang luas ini ada kamar mandi yang luas pula. Ada dua wastafel cermin lebar, bath-tube, dan tempat untuk mengguyur (douce) yang berpintu kaca agak buram. 

Di bath-tube kami saling membersihkan, Tante menyabun tubuhku sementara aku mengguyur tubuhnya, lalu gantian. Ah, mesra sekali. 

Lalu berdua kami tidur berpelukan dibawah selimut yang hangat, tanpa pakaian. Tante yang punya ide begini. Enak juga. Jam dinding menunjuk waktu 11.32. Dua ronde permainan makan waktu hampir 3 jam. Pantas saja aku lelah. 

Dengan tergagap aku terbangun. Dimana aku in ? Tante masih ada di pelukanku. Kulihat sekeliling, ah aku tidur di kamar pribadi Oom Ton dan Tante Yani! 

Ada rasa enak di bawah sana. Ooh, Tante sedang asyik mengelus-elus penisku yang tegang. Setiap bangun pagi, tanpa dieluspun penisku memang tegang. Elusan ini yang membuat aku terbangun. Kulihat jam dinding, pukul 05.17. Ah , sudah pagi, aku harus siap-siap. Tapi Tante ini.. 

Tante memandangku, tersenyum, seperti biasa : manis. 

Punyamu udah keras, To Buah dada itu menyembul karena terpepet dadaku. Aku terangsang. 

Langsung saja aku raih buah indah itu. Putingnya sudah keras. Kami berpagutan. Aku ingin tahu kesiapan Tante pagi ini, tanganku ke bawah sana. Sudah basah rupanya. Mengingat waktu, aku ingin segera mulai. Tantepun paham. 

Kembali aku melakukan pertempuran panjang melawan Tante. 

Rasanya jalan ke puncak masih lama. 

Aku mempercepat pompaanku 

Belum juga. 

Aku terus melumat bibir Tante, mencegah kicauannya yang makin keras, khawatir terdengar Mar yang sangat mungkin sudah bangun. 

Ganti posisi 

Percepat lagi. 

Hampir 

Ubah posisi 

Akhirnya, aku makin yakin seperti yang Tante katakan, bahwa aku lelaki tulen, jantan, hebat. 

Pagi yang melelahkan sekaligus menyegarkan! 

Tante memberikan bukti, bukan hanya janji. Kami bersetubuh hampir tiap hari, kecuali kalau Tante senam. Waktu yang dipilihnya adalah siang hari, waktu saya baru pulang sekolah, di kamarku. Ini demi keamanan. Siang hari adalah saat yang paling aman. Saat Si Mar sedang sibuk bekerja di belakang, Si Luki bermain dengan pengasuhnya di rumah sebelah, dan saat Oom Ton belum pulang kantor. Siang hari memberikan Tante cukup waktu untuk membersihkan diri, menghilangkan bekas. 

Aku jauh dari bosan, seperti yang dikhawatirkan Tante. Karena aku memang sangat menikmati hubungan ini. Faktor lain yang membuat aku tak bosan adalah kreativitas Tante. Seperti yang kukemukakan di awal tulisan ini, ada saja ide Tante untuk membuat kejutan untukku setiap berhubungan kelamin. Entah itu posisi berhubungan, atau acara pembukaan, tambahan ronde, dan lain-lain yang membuat aku merasa lain. 

Pernah sekali waktu ketika aku pulang sekolah, ia sudah siap di dipanku memakai selimutku sebatas dada dan tak memakai apa-apa lagi di balik selimut itu. Kejutan yang membuatku terbakar. 

Lain kali lagi ia memintaku masuk dari belakang. Bertumpu pada lututnya ia nungging, aku bermain sambil memegangi pantatnya yang bahenol itu. 

Saat yang lain lagi, kami bertempur di atas meja belajarku. Ia duduk di pinggiran meja membuka kaki, aku masuk sambil tetap berdiri. 

Pernah juga di kursi belajarku. Aku duduk di kursi yang dirapatkan ke dinding, ia duduk di atas pahaku berhadapan. Dengan posisi begini ia bebas memilih posisi tusukan kelaminku di vaginanya. Posisi atau gaya apapun, yang jelas membuat kami berdua menuju puncak bersamaan atau hampir berbarengan. 

Kejutan yang susah kulupakan serta merupakan pengalaman baru bagiku adalah seperti yang akan kuceritakan di bawah ini. 

Seperti yang sudah-sudah, pulang sekolah setelah ganti baju, aku langsung menemui Tante meminta jatah bersetubuh. Aku sebut jatah karena kalau malam hari Tante bukan milikku lagi, tapi jatah suaminya. 

Siang itu ruang tengah sepi, Tante mungkin ada di kamarnya, kulihat pintunya sedikit terbuka. Aku ingin masuk ke kamarnya, kali ini aku ingin main di kamarnya, karena sejak semalam 3 ronde itu aku tak pernah lagi making love di kamar itu, selalu di kamarku. Kuperiksa keadaan sekeliling dulu. Aman. 

Aku masuk kamarnya. Tante mengenakan kimono sedang mengikat rambutnya. Kukunci pintu, kupeluk Tante dari belakang, menggerayangi. Tak ada apa-apa lagi di balik kimono itu. 

Hhmmmmm..sebentar ya yang, Tante mau mandi dulu 

Engga usah mandi juga Tante tetap wangi kataku terus menjelajahi tubuhnya. 

Entar biar segar. Sabar dulu ya.. Aku menghentikan aksiku. 

Saya ikut mandi Tante kataku bercanda. 

Ayolah, kita mandi bareng Tak kusangka Tante menganggapnya serius. Ayo, kalau begitu. 

Aku langsung bertelanjang, menuntun Tante memasuku kamar mandi. Tante membuka kimononya, bertelanjang bulat juga, masuk ke ruang douce. Tak bosan-bosannya aku memandangi tubuh indah ini, padahal hampir tiap siang aku menggumulinya. 

Ayo, To ajaknya. 

Kita main di sini Tante ? nakalku timbul. 

Hush, sekarang kita mandi dulu, kapan-kapan bolehlah 

Tanganku yang bersabun menggosoki dadanya. Di bagian putting sengaja kutekan-tekan. Tante juga menggosok dadaku dengan sabun. Lalu perutnya, dan ke bawah lagi. Tangan Tante juga ke bawah. Diusapnya dengan sabun rambut bawahku, kemudian dipegangnya batang kelaminku, digosok juga. Karuan saja batang itu membesar. 

Hiiiiii, bangunnya cepet bener Aku menikmati gosokannya. Tante benar-benar teliti, semua bagian dari alat vitalku itu dibersihkan dengan sabun lalu diguyur. Enak. 

Aku ikut-ikutan. Seluruh bagian kelaminnya aku bersihkan. Kalau aku lagi menggosok pintu kelaminnya, kulihat mata Tante merem-melek keenakan. 

Selesai mengeringkan badan aku langsung menubruk Tante. 

Heee, jangan disini To, ingat dong Oh ya. Siang begini terkadang si Luki suka masuk ke kamar, tentu diikuti si Tinah. Berbahaya. 

Aku berpakaian, hanya pakaian luar saja, pakaian dalam aku bawa, menyingkat waktu. 

Hiiiii, lucu. kata Tante mengomentari tonjolan di celanaku. Tantepun hanya memakai daster, tanpa pakaian dalam. 

Aku masuk kamarku duluan, langsung berbugil. Sejurus kemudian Tante menyusul, juga langsung bertelanjang bulat. Kami langsung bersatu, saling raba dan saling pagut. Kali ini mungkin tak ada kejutan yang dibuat Tante. Atau ya itu tadi, mandi dulu sebelum main. Betul juga kata Tante, lebih segar. 

Aku meringkik kegelian ketika Tante menciumi pusarku. Ini mungkin kejutannya, tak biasanya Tante begitu. 

Tapi, Tante terus ke bawah menciumi rambutku. Lebih kaget lagi, tangannya menggenggam kelaminku dan mulai menciumi barang yang sudah mengeras itu! Bukan main! Geli-geli nikmat. Bahkan.. 

Aaaaaaaahhhh aku mengerang ketika kepala penisku dimasukkan ke mulutnya! 

Luar biasa nikmatnya. Ini rupanya mengapa Tante begitu teliti membersihkan kelaminku waktu mandi tadi. 

Tante 

Tante seolah tak mendengar panggilanku, terus saja asyik melahap barangku. Tante sanggup memasukkan barang itu hingga separohnya. Sewaktu di dalam, jelas kurasakan lidah Tante ikut bermain menggelitiki penisku. Woooow sedapnya tak terkira .! 

Sungguh ini pengalaman baru bagiku. Nikmatnya terasa lain. Entah apa yang dirasakan oleh Tante. Kok mau-maunya ia melakukan ini. Aku sih keenakan. Aku perhatikan bagaimana ia sibuk mengeluarkan-memasukkan penisku, kepalanya naik-turun berirama. 

Aaaahhhhhhhhhmmmmmmmmssssshhhhhhhh..sed ap, .. Tante., Tante..pintar .sekali celotehku menahan nikmat. Bagaimana nanti kalau aku tak mampu menahan diri ? Masa aku menyemprotkan spermaku ke mulut Tante ? Ah, bagaimana nanti saja, yang penting sekarang.sedaaaaaaaaaap. 

Tiba-tiba Tante melepas makanannya, disapunya barangku dengan kain dasternya yang tergeletak di dipan. Aku merasa kehilangan sesuatu. Dikeringkan. Laludikulum lagi! Nikmaaaaat.. 

Dilepaskannya lagi, barangkali mau dilap lagi. Ternyata tidak, badannya digeser sehingga kaki Tante berpindah ke arah kepalaku. 

To, .. ayo cium, To..katanya terengah. Sejenak aku bengong tak mengerti permintaannya. 

Kamu cium ini katanya kemudian sambil menunjuk ke selangkangannya. Okey, Tante, toh aku sudah sering mencium rambut-rambut halusmu itu. Aku mulai mencium. 

Ke bawah lagi, dong To.. Ke bawah ? berarti disitunya ? Hal baru, kenapa tidak ? 

Kucium tonjolan kecil yang sudah keras itu. Asin rasanya. 

Aaaaaaaahhhhhhhh, sedap To, terus 

Kini lidahku yang menyapu-nyapu pintu dan tonjolan tadi 

Yaaaahhh. yaaaaaabegitu enak katanya sambil mulutnya menyergap lagi batang kelaminku. 

Ada cairan yang asin rasanya. 

Di kemudian hari aku baru tahu bahwa yang sedang aku dan Tante lakukan sekarang ini namanya posisi 69? 

Dalam mengulum ini Tante pintar sekali, banyak variasinya. Keluar-masuk, kadang menyedot-nyedot, bermain lidah, sesekali menggigit (aku langsung teriak). 

Akupun diajarinya bermain. Menggelitik lubang dengan lidahku, menggigit kelentitnya (pelan, tentu saja), menyapu bibirku ke bibirnya. 

Asyik juga bermain seperti ini. Masing-masing sibuk, masing-masing merasakan nikmatnya. 

Entah sudah berapa lama kami bermain begini. Untung saja aku berhasil menahan diri untuk tidak keluar. Aku sekarang memiliki ketrampilan baru untuk mengontrol diri, mengatur diri kapan saatnya keluar. Kalau tidak, masa aku menyiram mulut Tante dengan maniku. 

Sampai akhirnya. 

Ayo, To.sekarang.To. 

Aku memutar tubuhku, sementara Tante rebah terlentang membuka kakinya, siap menerima tusukanku. 

Aku masuk dengan gemas. 

Tante menerima dengan antusias. 

Untuk kesekian kalinya kami saling menggenjot. 

Bersama menuju puncak. 

Berbarengan menggelepar. 

Sudah itu 

Sama-sama lemas 

Sama-sama puas. 

Oh, betapa bahagianya aku. 

Kebutuhan lahir dan batin terpenuhi. 

Kurang apa lagi ? 

*** 

Tak ada yang kurang pada diri Tante. Cantik, putih, tubuh bagus, permainan di tempat tidur luar biasa, dan kreatif. Kreativitas Tante tercermin dari cara bersetubuh. Ada saja yang dilakukannya yang membuatku merasa bersetubuh dengan orang baru. Selalu ada hal baru dalam setiap permainannya. Sejak Tante memperkenalkan posisi 69?, aku selalu minta dikulum penisku sebagai acara pembukaan. Tante juga amat menikmati permainan lidahku di vaginannya. 

Seperti biasa sepulang sekolah aku mendekati Tante untuk melaksanakan tugas rutin, bersetubuh. 

Aku sudah membuka resleting celanaku, mengeluarkan penisku yang tegang di dekat Tante yang sedang duduk di tepi ranjang, masih berpakaian lengkap, di kamar Tante yang sudah kukunci. Yah, semacam pemberitahuan bahwa aku sudah siap. Tapi tante menyambut dengan dingin, tak seperti biasanya. Ia hanya mengelus-elus. Ketika dengan kurang ajar aku mendekatkan kelaminku ke mulutnya, ia hanya mengecup lembut kepalanya, tidak dikulum seperti biasanya, paling-paling hanya menggenggam. 

Tante engga bisa sekarang, To 

Kenapa Tante ? 

Tante lagi itu.. 

Lagi apa, Tante ? 

Lagi mens. 

Mens ? Apa itu Tante ? 

Kamu engga tahu ? 

Bener, Tante. Saya sungguh engga tahu Memang aku tidak tahu. 

Begini, setiap bulan wanita yang sudah dewasa mengalami masa menstruasi. Wanita yang normal pasti mengalami 

Lalu Tante memberiku kuliah tentang menstruasi itu. Bahkan ditunjukkannya kepadaku celana dalamnya yang berbalut itu. 

Kalau begitu, besok saja ya, Tante pertanyaan bodoh memang. 

Engga bisa To. Masa mens biasanya sekitar seminggu. Tapi kalau Tante sekitar 4 - 5 hari. 

Wah, menunggu 4 - 5 hari, mana tahan ? 

Tapi Tante, saya ingin  

Engga, To. Sabar aja ya, yang 

Aduh, pusing juga aku, keinginan sudah sampai ke kepala. 

Bagaimana kalau begini saja Tante.. Kataku sambil menempelkan penisku ke bibir Tante, minta dikulum. 

Engga bisa juga, To. Itu namanya kamu egois. Kamu bisa puas, tapi kalau Tante terangsang, gimana ? Benar juga kata Tante. 

Maafkan saya, Tante. Saya sungguh-sungguh belum tahu kataku sambil memeluknya dengan mesra. 

Engga apa-apa, To. Tante maklum 

Dimasukkannya penisku, celana dalamku dibetulkan letaknya, lalu ditutupnya resleting celanaku. Mesra sekali. 

Awas, ya. Jangan cari sasaran lain katanya. 

Kucium kedua belah pipi Tante, dengan mesra juga. 

Engga dong, Tante. Emangnya apaan. 

Ternyata ada yang belum aku ketahui tentang wanita 

Sekarang masalahku, mana bisa aku menunggu 4 - 5 hari tanpa bersetubuh, setelah hampir tiap hari menikmati. 

Pulang sekolah agak kaget aku mendapati Tante duduk di sofa, membaca. Kucium pipinya. 

Engga senam, yang ? 

Engga, lagi banyak-banyaknya 

Apanya yang banyak ? 

Ah, kamu. Ya mens-nya Aku mengerti. Tapi berarti hilang juga kesempatanku siang ini menyatroni mBak Mar. Paling tidak aku harus menunggu 2 hari lagi, jadwal senam Tante berikutnya, atau menunggu sampai Tante bersih. 

Malamnya, terkantuk-kantuk aku menunggu Oom Ton dan Tante masuk kamar. Pukul 10.15 mereka masih asyik menonton TV. Aku masuk kamar duluan, gelisah. Setengah jam berikutnya kudengar TV dimatikan, lampu tengah juga, lalu kudengar suara pintu ditutup dan dikunci. 

*** 

Sengaja aku datang ke sekolah lebih pagi. Hari in ada ulangan Fisika dan aku merasa belum siap. Di rumah aku tak bisa konsentrasi belajar, ingatanku ke Tante melulu. Apalagi sekarang udah beberapa hari aku tak bersetubuh, pusing aku, mana bisa belajar di rumah. Pagi ini kesempatan terakhirku untuk belajar Fisika menghadapi ulangan nanti. Belum banyak kawan yang datang, cuma ada Tono, Edi dan Rika yang lagi ngrumpi. Dito belum nongol. Aku ambil bangku paling belakang, mojok, lalu mencoba berkonsentrasi. Lumayanlah dalam setengah jam aku bisa memecahkan soal-soal yang kuperkirakan akan keluar nanti. Juga beberapa rumus sempat masuk ke otakku, sampai seseorang datang menghampiriku dengan senyuman yang amat manis. Yuli memang manis, apalagi kalau senyum. Masih ingat dengan Yuli, pembaca ? Yuli teman sekelasku yang kugambarkan badannya biasa-biasa saja, dadanya menonjol wajar dan wajahnya manis. Akhir-akhir ini kami makin akrab, sebatas dalam pelajaran lho! Sering saling meminjam buku catatan, diskusi soal-soal PR, atau cuma ngomongin guru-guru. Makin dekat kurasakan Yuli makin menarik, dadanya makin menonjol aja. Aku sudah berada di pelukan Tante sih, jadi aku kurang memperhatikan Yuli. Entah ini hanya ge-er saja, kulihat Yuli begitu ceria kalau berdekatan denganku. 

Rajin bener. belajar Fisika ya..? tegurnya sambil duduk di sebelah kananku. 

Ah engga. Justru karena aku males, baru sempet belajar sekarang sahutku 

Pinjam catatan Matematiknya dong Tar 

Matematik ? Kan entar ulangan Fisika 

Iyyaa. Tapi kemarin gua engga sempet nyatet jawaban soal kemarin 

Aku ulurkan buku Matematik, sambil memgang tangannya. Yuli membiarkan tanganku meremas tangannya, meskipun kemudian dia tarik tangannya, without any words. Tanda penerimaan. Tangannya halus bener .. Lalu dia dengan serius memelototi catatanku itu. Anak ini memang serius banget kalau belajar. Mataku tak lepas memperhatikannya. Dia mungkin tahu aku melihatnya, tapi pura-pura tidak tahu. Ah .. Ini dia. Di sela-sela kancing bajunya, aku sempat mencuri keindahan sebelah buah yang tumbuh di dadanya. Hanya sedikit sih, tapi cukup membuatku berdiri. Apalagi daging itu terlihat sedikit naik-turun seirama tarikan nafasnya. Ah seandainya ..khayalanku melayang tinggi. Kuperiksa keadaan sekeliling. Masih sepi, memang masih pagi sih. Hanya ada 2 kawan yang tadi, lagi asyik menulis. Sekaranglah waktunya! Toh 2 teman tadi menghadap ke depan kelas, tak akan melihat bila aku menggarap Yuli. 

Segera saja tangan kananku merangkul bahu Yuli. Tak ada reaksi. Aksi kuteruskan dengan memegang dagu dan menariknya. Mata Yuli sedikit membelalak, agak kaget mungkin, tapi tak ada tanda-tanda penolakan. Ah. bibir merah membasah yang menggairahkan. Kucium bibirnya. Dan  Yuli membalas ganas ciumanku..! 

Tanganku mulai membuka kancing baju putih itu, lalu empat jariku menyusup ke balik BH-nya. Halus, padat, dan lumayan besar. Aku meremas. Yuli melenguh. Jariku mencari-cari putingnya. Mengeras. Tangannya kepangkuanku. Meremas juga. Sambil masih berciuman, aku melirik dua temanku tadi, mereka masih tak acuh sibuk sendiri. Aman! 

Bibirku menelusuri lehernya yang licin, terus kebawah. Kancing bajunya sudah terbuka semuanya. Kulepas baju seragamnya, lalu kudorong Yuli hingga rebah di bangku sekolah! 

Aku menindihnya hingga tubuh kami lenyap dari pandangan teman-teman tadi kalau mereka menengok ke belakang. Kuciumi habis-habisan kedua bukit perawan itu. Aku yakin bukit kembar ini belum tersentuh oleh pendaki manapun. Keras, dan padat. Aku tak sanggup menahan lagi. Walaupun pakaianku masih lengkap nempel di badan, tapi meriamku sudah nongol tegak dari rits celana, siap. Kusingkap rok abu-abu itu jauh-jauh ke atas. Kupelorotkan celana dalam krem-nya 

Amboi  bulu-bulu halus, merata di seluruh permukaan kewanitaanya.. Luar biasa.. Masa aku kerjain di sini, di kelas ? Biar saja. Kalau nanti ketangkap basah gimana ? Peduli amat. Kalau sudah begini, mana bisa delay, apalagi cancel. Lagi pula Yuli sudah merintih-rintih sambil membuka pahanya agak lebar. We got the point no return! 

Mulai sekarang ? Ya, tunggu apa lagi. BH-nya masih nempel. Biar saja, tak ada waktu lagi. Kutempatkan penisku ke tempat yang layak. Menyapu-nyapu sebentar di seputar pintu-basahnya, lalu mulai menusuk. 

Uuuuhhhhhh .. Yuli melenguh. 

Mentok. Padahal baru kepalaku yang tenggelam. Tusuk lagi dengan menambah tekanan. 

Aaaahhhhh .pelan ..pelan ..sakiiit Desahnya pelan dan terbata-bata. 

Buset! Susah bener. Vagina yang satu ini sempit benar. Apa betul, Yuli masih perawan .? Mungkin juga. Sebab biasanya kalau sama Tante Yani tusukan begini sudah mampu mencapai dasar. 

Aku tusuk lagi lebih kuat, bahkan sekuat tenagaku. Dan .. 

Heh! ngelamun aja!kudengar suara agak membentak. Suara Yuli! 

Aku tersadar. 

Aku kembali ke alam nyata. 

Kembali dari lamunan nakal. 

Lamunan bersetubuh dengan gadis yang duduk di sebelahku ini. 

Gadis yang baru saja mengagetanku! 

Ah.sialan. Kenapa aku begini ? 

Gara-gara mengintip sedikit buah Yuli, aku jadi melayang.. 

*** 

Hari berikutnya aku kurang beruntung. Tante ada di rumah mengajakku ngobrol. Hanya ngobrol. Sayang sekali tubuh molek ini belum bisa dipakai. Sembulan dada bagian atas Tante dan sedikit belahannya cukup membuatku kepingin. 

Tante panggilku dengan suara serak 

Hmm ? 

Saya pengin, Tante 

Kamu itu, engga sabaran, engga pernah puas 

Bukan begitu, Tante. Saya puas, puas sekali. Cuma ketagihan, habis enak sih. Udah biasa setiap hari 

Sabar, dong katanya sambil menggenggam selangkanganku. 

Eh, udah keras.. katanya lagi. 

Iya, Tante. Saya siap setiap saat kataku meniru iklan 

Dasar.! Dua hari lagi 

Lama bener.. 

Besok siangnya lagi, ada kejutan baru untukku. Tidak bersetubuh sih, tapi menyenangkan. 

Tante sedang duduk di sofa menyulam. Begitu datang aku langsung menyingkirkan kain sulamannya, lalu kucium pipi dan kemudian bibirnya. Aku langsung tahu bahwa dibalik gaun merah jambu, warna kesukaannya, Tante tak memakai BH. 

Mandi dulu sana, To 

Udah bisa, Tante ? tanyaku cerah. 

Ih, kesitu aja pikiranmu. Belum, belum bersih jawabnya sambil menuntun tanganku ke bawah perutnya. Masih ada pembalut di sana. 

Jadi, gimana dong Tante kuremas dadanya yang tak berkutang. 

Pokoknya kamu mandi dulu 

Aku mandi dan mengganti baju dengan penuh harap, barangkali ada kreativitas baru dari Tante. 

Aku keluar kamar. Ini dia kejutannya. Tante masih duduk di situ, hanya kancing gaunnya telah dibuka sampai perut, mempertontonkan sepasang buah dada yang mengagumkan. Luar biasa. Berani benar Tante ini, bertelanjang dada di ruang tengah. Jelas belum bisa bersetubuh, tapi kelakuan Tante ini menandakan ada permainan apa lagi nih. 

Langsung saja kuserbu buah dada itu. 

Eeeeehhhhmmmmmm Dengan gemasnya aku mengacak-acak buah indah itu dengan mulut dan tanganku. 

Belum puas aku bermain dengan dada, Tante mendorongku sampai aku berdiri di depannya. Lalu.Tante membuka kancing jeans-ku! 

Tante Si Mar nanti.. 

Engga ada, lagi pergi 

Dibukanya resleting celanaku, diturunkannya celana dalamku, lalu dikeluarkannya penisku yang langsung tegang, digenggam pangkalnya, terus diciumi kepala-nya, lalu masuk mulutnya! 

Ooooohhh, nikmat sekali permainan baru ini. Suasana baru. Bayangkan. Di ruang tengah, berdua masih berpakaian, aku hanya mengeluarkan kelaminku, Tante mengulumnya dengan bertelanjang dada! Oh, indahnya dunia ini. 

Ooohhhhhhhhh, Tante, sedaaaaappp. 

Kepala Tante bergerak maju-mundur, sangat perlahan. Terasa sekali bibirnya menjepit dan bergerak menelusuri permukaan penisku. 

Tante..Tanteenaaaaaaaak, Tante.. 

Tante terus saja. Tanganku dituntun ke buah dadanya. Aku sampai lupa diri tak berbuat apa-apa pada Tante. Habis sedap sekali sih! 

Kedua tanganku meremasi sepasang buah kenyal itu. Tante terus bekerja. Geli, Tante! 

Ya, geli. Aku hampir ke puncak. Entah mengapa kali ini aku cepat mendaki. Mungkin karena pintarnya bibir dan lidah Tante merayapi permukaan kulit kelaminku, atau karena suasana yang aneh ini. 

Aku tak mampu menahan lebih lama lagi. 

Tante rupanya tahu kalau aku hampir sampai, ia mempercepat gerakannya. Bagaimana kalau keluar, aku tak tega kalau sampai menumpahi mulut Tante dengan spermaku. 

Segera..ya..segera sampai. 

Dilepasnya kulumannya, tangannya yang memegang sapu tangan secepat kilat menutupi kelaminku dan digenggam. 

Aaaaaaaaaahhhhhh sambil berteriak aku muncrat. Sedaaaaaaap. 

Tante meremas. 

Muncrat lagi, enak, meremas lagi, muncrat, nikmat, remas, sedap, muncrat, remas. 

Beberapa detik aku terbang, kakiku goyah, lalu mendarat ditubuh Tante. Kucium mulutnya. Masih ada muncratan lagi, tertampung di saputangan. Ada lagi, makin sedikit.. 

Beberapa saat aku masih menubruk Tante, ia masih menggenggam dengan saputangan. 

Terima kasih, Tante 

Enak, To ? 

Sedaaaaaaap, Tante. Tapi lebih nikmat ke sini jawabku sambil memegang benda yang masih berpembalut itu. 

Masih pusing ? 

Hilang, Tante. Lepas sudah Keteganganku memang lepas. 

Tante sendiri, gimana dong, Tante ? 

Engga apa-apa. Ini kan cuma membantu kamu 

Kupeluk lagi Tante lebih erat. Aku makin sayang saja sama Tanteku ini. 

Terima kasih, Tante. Tarto makin sayang sama Tante kataku jujur. 

Sudah, cuci dulu sana. Ih, banyaknya. 

Iya, habis sudah tiga hari engga keluar.. 

*** 

Sejak peristiwa penguluman di ruang tengah kemarin itu aku jadi makin berani kurang ajar kepada Tante. Seperti siang ini. Waktu Tante sedang duduk membaca di ruang tengah, aku mendekatinya dari belakang dengan kelaminku sudah kukeluarkan, terjulur kutempelkan di pipi Tante. 

He, ngawur kamu.! Tante kaget. Ditariknya punyaku. 

Aauuu aku teriak. 

Masukkin, engga aman! 

Iya Tante, saya tahu. Cuma bercanda 

Di hari berikutnya Tante membalas. 

Sewaktu aku sedang makan siang sendiri, Tante mendekatiku, sangat dekat sehingga perutnya hanya berjarak beberapa senti dari pipiku. Kucium bawah perutnya. Lalu Tante meraih tanganku, dimasukkan ke balik gaunnya, langsung vaginanya terpegang. Tak ada celana dalam di balik gaun Tante. 

Sudah bersih, Tante ? 

Sudah.. 

Kuangkat gaun itu sehingga rambut yang menggemaskan itu nampak. Aku langsung tegang, berarti siang ini bisa. Aku langsung berdiri meninggalkan makanku, memeluknya. 

Tunggu dulu kata Tante sambil mendorongku terduduk kembali. 

Kali ini Oommu dulu, ya.. Katanya sambil meninggalkanku masuk ke kamarnya. Kurang ajar! Oom Ton ada di kamar. Seharusnya aku tahu, mobilnya ada di garasi. Tante masih sempat melihatku sambil tersenyum, sebelum ia mengunci kamar. 

Aku makin tegang ketika setengah jam kemudian lamat-lamat mendengar suara erangan Tante dari kamar.. 

Aku masuk kamar, tak tahan di situ. 

Tante sudah selesai mens-nya, seharusnya siang ini ia milikku. Tapi Oom Ton merebutnya. Merebut ? Memang Oom Ton pemilik sah. 

Aku gagal mencoba berkonsentrasi membaca Fisika, besok ulangan. Bayangan Tante disetubuhi suaminya yang muncul. Ah, sialan.. 

Setelah mencoba menyadari posisiku, aku jadi agak tenang. Aku kan hanya kemenakannya yang dibantu, lahir dan batin, kenapa musti sewot ? Kelaminku mulai surut. 

Tapi itu tak lama. 

Tiba-tiba Tante masuk, langsung mengunci pintu kamarku. Disodorkan buah dadanya ke mulutku. Buah itu masih berkeringat, juga wajahnya. Tak peduli. Aku serbu dada itu, masih duduk di kursi belajarku. Kelaminku langsung membesar lagi. Tante dengan tergopoh-gopoh membuka resleting celanaku, mengeluarkan isinya yang sudah keras menjulang. Ia melangkah naik ke pahaku. Mengarahkan kelaminku ke vaginanya, dan.blessss aku langsung masuk! Gila! Tanpa pemanasan dulu Tante langsung main. Di kursi lagi. Untung aku cepat siap. Jadilah kami berkudaan di kursi. Tante semangat sekali nampaknya. Dengan posisi berpangku berhadapan ia di atas, Tante leluasa mengeksplorasi penisku. Aku lebih pasif. Hanya kadang-kadang saja menusuk, soalnya berat, harus mengangkat tubuhnya dengan pinggulku. 

Edan! Setengah jam yang lalu aku mendengar Tante mengerang di kamarnya bersama Oom Ton, sekarang ia berkudaan denganku, sementara suaminya (mungkin) sedang pulas di kamar sebelah! 

Seakan ia tak ada puasnya. Atau jangan-jangan ia belum puas dengan suaminya lantas melanjutkan di sini ? Hanya Tante yang tahu. Betapa trampilnya ia menggenjot. Vaginanya begitu menjepit dan mengurut penisku, berulang-ulang. Begitu rupa ia menstimulasi kelaminku, membuat aku cepat naik. Geli sekali. Makin cepat dia, makin geli aku. Tiba-tiba tangannya mencekram kepalaku kuat sekali. Tubuhnya bergetar hebat, mengejang. Di dalam sana berdenyut-denyut. Bahuku digigitnya. Getaran tubuhnya makin hebat, lalu mendadak berhenti menggenjot. Mengerang. Tante sedang melayang di puncak.. 

Akupun hampir sampai. Aku sekarang yang menggenjot. Tante teriak. Vaginanya menjepitku teratur menandakan Tante telah orgasme. Aku tak peduli, sebab aku belum, cuma hampir sampai, terus menggenjot. Tante masih mencekeram erat, secara pasif mengikuti gerakan tusukanku yang naik-turun, laluakupun mengejang, melepas. Heran, Tante mengerang lagi, seharusnya aku yang teriak. Tante ikut menikmati ejakulasiku. 

Sejurus kemudian kami diam, masih berpelukan, Tante belum mencabut. Hanya nafas kami berdua yang masih berkejaran. 

Tante hebat aku membuka percakapan 

Apanya yang hebat, justru kamu yang hebat. Tante tadi kan duluan 

Ah, kita hampir bersamaan kok tadi 

Jadi apa maksudmu hebat 

Tante bisa dua kali berturutan 

Ooh itu, engga juga sih.. 

Tadi saya mendengar, waktu Tante sama Oom 

Ah, masa.? 

Iya, Tante mengerang, saya jadi ngiri. 

Kan kamu dapat juga 

Itulah makanya Tante bisa dua kali 

Kamu juga bisa dua kali, waktu malam itu. 

Iya, tapi kan ada jarak waktu 

Sebenarnya Tante tadi cuma sekali 

Yang benar, Tante. Barusan Tante kan sampai puncak.. 

Iya. Cuma itu. Sama kamu 

Tadi sama Oom.. aku mulai menyelidik tentan hubungan Oom dan Tanteku ini. 

Tante diam saja. 

Kok diam, Tante aku benar-benar ingin tahu. 

Ini kan masalah Tante dengan Oom-mu, rahasia dong 

Please, Tante, cerita dong. Tante kan isteri ku juga buah dadanya kucium, putingnya masih keras. 

Kamu engga usah tahu 

Ayolah, Tante 

Tante diam lagi agak lama. Lalu. 

Sama Oommu Tante belum sampai .. Kaget juga aku. Jadi, tak berhasil orgasme dengan suaminya lalu melanjutkan denganku. 

Ah masa, Tante 

Itulah kenyataannya, To. Oom-mu engga bisa memuaskan Tante 

Mungkin inilah sebabnya, Tante tiap siang tak menolak aku setubuhi, bahkan menikmati. 

Pantesan 

Pantesan apa ? tanya Tante 

Tadi Tante langsung masuk, engga pemanasan dulu 

Tante tadi senewen, To. Ada rasa menggantung, ada yang harus dituntaskan 

Untung saya tadi udah siap 

Sory ya To 

Engga apa-apa, Tante. Saya tadi juga puas. Cuma lebih nikmat kalau pemanasan dulu 

Kamu harus mulai terbiasa begini, To. Seperti yang Tante bilang dulu, Tante butuh kamu. Jangan kaget kalau tiba-tiba Tante pengin. Tante harus mencapai orgasme. Kalau tidak Tante bisa gila.. 

Saya siap, Tante, Betul. Kapanpun Tante butuh saya, silakan saja Tante. Saya juga menikmatinya, Tante. Tanpa pemanasanpun saya engga apa-apa. Tadi saya bilang begitu, itu hanya akan lebih nikmat kalau dengan pemanasan. Kalau tidakpun engga apa-apa 

Syukurlah, To. Pemanasan gimana yang kamu inginkan, To ? 

Seperti inilah Tante jawabku sambil menciumi dadanya. 

Itu kalau kita sempat. Kalau kaya tadi, gimana ? tanyanya lagi. 

Kan saya siap, Tante 

Iya sih. Maksud Tante supaya kamu lebih nikmat, kamu perlu pemanasan 

Yang biasanya kita lakukan sudah dengan pemanasan kan. Cuma tadi saja, yang tidak jawabku sekenanya. Pertanyaan Tante sulit kujawab. 

Waktu kamu denger Tante sama Oom tadi, kamu gimana 

Saya terangsang, Tante 

Okey, Tante ada ide buat pemanasan kamu, To. Tapi ide gila, mungkin 

Silakan, Tante. Saya senang sekali. Tante kreatif, saya menikmatinya 

Jangan kaget, ya. Kamu tahu kamar si Luki ? 

Tahu Tante kamar Luki bersebelahan dengan kamar Tante. 

Disitu kan ada pintu yang tembus ke kamar Tante 

Saya engga perhatikan, Tante 

Kalau kunci pintu itu Tante cabut, kamu bisa lihat ke kamar Tante dari lubangnya.kamu ngerti apa yang Tante maksud ? 

Belum, Tante 

Lubang kunci itu lurus ke tempat tidur.. 

Amboi. Berarti, kalau aku mengintip lewat lubang itu, aku bisa lihat kejadian tempat tidur Tante. Hubungannya dengan pemanasan, berarti.hebat, ide yang hebat. Kucium bibir Tante dengan gemas. 

Ide brilian! Setuju banget tante! kataku gembira. 

Ntar dulu, setuju apa ? 

Aku akan mengintip Tante sama Oom, sebagai pemanasan 

Kamu cerdas. Menurut kamu ini gila, engga 

Engga! Saya mau Tante. Kita coba nanti malam ya.? 

Semangat banget 

Pengalaman baru Aku sangat ingin melihat bagaimana Tante melayani Oom, bagaimana permainan Oom Ton! 

Tante diam lagi. Hanya sekejap, lalu. 

To, Tante ingin main sama kamu di tempat terbuka kaget lagi aku. Tempat terbuka ? Aneh. Ini sih hebat banget. Aku ingat kemarin, Tante mengulumiku di ruang tengah. Nikmat. 

Ide Tante memang hebat-hebat. Saya suka Tante. Tapi aman engga ? 

Itu masalahnya 

Kita cari kesempatan, Tante. Pasti nikmat deh 

Tante pelan-pelan bangkit, melepas. 

Eeeeeeeeeehhhhhhhhh lenguhnya mengiringi pencabutan ini. 

Di pintu kamarku Tante nengok kanan-kiri sebelum keluar. Aku ke kamar mandi. 

Selesai dari kamar mandi aku lihat kamar Luki, kosong. Luki sedang dibawa pengasuhnya keluar. Pelan-pelan aku masuk, hati-hati pintunya kukunci. Ini dia pintu penghubung tadi. Aku mengintip. Tak melihat apa-apa, kuncinya masih menggantung. Aku kecewa. Kuncinya hanya bisa dicabut dari arah kamar Tante. Ia harus membantuku. Aku mencari Tante, lagi di kamarnya. Lebih baik aku makan dulu sambil menunggu Tante keluar. 

Benar, Tante keluar, segar sekali nampaknya. 

Tante, cabut dulu kuncinya, saya mau coba bisikku. Tante tersenyum, masuk lagi ke kamarnya. 

Dari lubang kunci di kamar Luki aku bisa melihat dengan jelas dari arah kaki, Oom sedang tidur pulas, hanya bercelana tidur. Kubayangkan, dari arah bawah ini aku akan bisa lihat kelamin mereka berdua, baik posisi biasa, Tante di bawah, atau Tante di atas. Kecuali kalau mereka memutar posisi dengan kakinya ke arah bantal, aku hanya bisa melihat kepala mereka, paling-paling dada Tante. 

*** 

Malam itu sekitar pukul 10, aku sudah berada dalam kamar Luki yang sudah pulas. Dari lubang kunci aku lihat mereka sedang membaca. Hanya sekali-sekali mereka bicara. Oom Ton mengenakan pakaian tidur lengkap, Tante memakai daster. Aku menyadari sebenarnya berbahaya aku disini. Bisa saja tiba-tiba Oom membuka pintu ini untuk melihat anaknya. Jadi setiap Oom bangkit, aku harus siap-siap. Kalau Tante sih, aku engga perlu bereaksi. Tegang juga aku. 

Ah, ternyata Tante juga berpakaian lengkap. Sekarang aku bisa dengan jelas melihat celana dalam merah jambu itu, karena Tante mengangkat sebelah kakinya. Kecil kemungkinannya mereka akan main malam ini. Setengah jam aku capek menunggu, Oom mematikan lampu baca, lalu tidur. Kamar itu walaupun hanya diterangi lampu tidur, tapi cukup jelas aku bisa melihat tubuh mereka. 

Dengan kecewa aku kembali ke kamar dan tidur. 

Esok siangnya, ketika kami baru saja melaksanakan tugas nikmat dan masih terlentang berdua tanpa busana, kutanyakan pada Tante tentang semalam aku tak jadi menyaksikan pertunjukan Tante dan Oom main. 

Yaa.itulah To, Oom-mu memang jarang meminta, paling dua kali atau bahkan cuma sekali seminggu. Makanya Tante butuh ini jawabnya sambil mencekal kelaminku. 

Kenapa engga Tante yang minta 

Ah, Tante kan melayani Oom-mu 

Tak ada salahnya Tante yang mulai 

Betul, memang. Tapi, sering Tante malah kecewa. Oom-mu kan hobinya kerja, jadi mungkin capek. Lebih baik Oom-mu yang mulai, itu artinya dia betul-betul butuh 

Sayang, memiliki badan sebagus ini tak optimal dimanfaatkan kataku sambil mengelus buah dadanya. Tak bosan-bosannya aku pada buah kembar yang indah ini. 

Sekarang sudah optimal 

Ya. Dan sayalah yang beruntung 

Tante juga beruntung punya kamu 

Kamipun berpelukan erat. Kalau sudah begini, aku bisa lupa semuanya. Lupa pada Yuli, Rika, atau mBak Mar. 

Aku berguling, jadi menindihnya. 

Pahaku mendesak di antara pahanya. 

Penisku mencari-cari. 

Dan.aku masuk lagi. 

Heeeeh! Tante teriak kaget. 

Aku mendorong. 

Eeeeeeeehhhhhh lenguhnya. Sekarang ia tak kaget lagi. 

Aku menarik dan mendorong. 

Aku menikmati. 

Tante juga. 

Aku tak ingat bahwa ia tanteku. 

Tante lupa bahwa aku kemenakannya. 

Bahkan lupa bahwa kami berdua manusia. 

Begitu gilanya kami bermain, kami lebih mirip hewan. 

Hewan yang sedang menikmati reproduksi. 

Reproduksi bukan untuk mendapatkan keturunan, cuma untuk kenikmatan. 

Dan..kenikmatan kami dapatkan secara bersamaan. 

Gila! Sesiang ini kami telah dua kali bersetubuh! 

Memang edan. 

Edan kamu, To komentar sesudahnya. 

Supaya optimal, Tante.. komentarku juga. 

Kurasakan bagian dalam vaginanya berdenyut-denyut meremas penisku. Permainan yang melelahkan. Aku jadi lemas, penisku jadi pegal. Pegal-pegal nikmat .!

DIarsipkan di bawah: Saudara, Seks Keluarga, Setengah Baya, Tante Girang | yang berkaitan: aroma nikmat, aroma vagina, bau sesaudara, bau tante, BH, buah dada, bugil, cd, celana dalam, cerita panas, cerita seks, cerita seru, cerita sesaudara, cerita tante, dada montok, gairah nafsu, gairah sesaudara, gairah tante, haus seks, keringat basah, kisah seks, klitoris, liang vagina, memek basah, ML, ngentot, orgasme, paha mulus, pantat seksi, payudara, puting susu, seks bebas, sensasi seks, sesaudara, sesaudara seksi, setubuh, susu kencang, tante, tante girang, tante seksi, Tante Yani, telanjang | Tidak ada komentar  

Permainan Seru. Non Citra
Ditulis pada Maret 10, 2008 oleh andanicitra 
Kisahku yang satu ini kejadiannya sudah cukup lama, Sejak aku menyerahkan tubuhku pada Tohir, sopirku, dia sering memintaku melakukannya lagi setiap kali ada kesempatan, bahkan terkadang aku dipaksanya melayani nafsunya yang besar itu.

Ketika di mobil dengannya tidak jarang dia suruh aku mengoralnya, kalaupun tidak, minimal dia mengelus-elus paha mulusku atau meremas dadaku. Pernah malah ketika kedua orang tuaku keluar kota dia ajak aku tidur bersamanya di kamarku. Memang di depan orang tuaku dia bersikap padaku sebagaimana sopir terhadap majikannya, namun begitu jauh dari mereka keadaan menjadi berbalik akulah yang harus melayaninya. Mulanya sih aku memang agak kesal karena sikapnya yang agak kelewatan itu, tapi di lain pihak aku justru menikmatinya.

Tepatnya dua minggu sebelum ebtanas, aku sedang belajar sambil selonjoran bersandar di ujung ranjangku. Ketika itu waktu sudah menunjukkan pukul 23.47, suasananya hening sekali pas untuk menghafal. Tiba-tiba konsentrasiku terputus oleh suara ketukan di pintu. Kupikir itu Mamaku yang ingin menengokku, tapi ketika pintu kubuka, jreenngg.. Aku tersentak kaget, si Tohir ternyata.

Ih, ngapain sih Bang malam-malam gini, kalau keliatan Papa Mama kan gawat tahu

Anu Non, nggak bisa tidur nih.. Mikirin Non terus sih, bisa nggak Non sekarang.. Sudah tiga hari nih? katanya dengan mata menatapi tubuhku yang terbungkus gaun tidur pink.

Aahh.. Sudah ah Bang, saya kan harus belajar sudah mau ujian, nggak mau sekarang ah! omelku sambil menutup pintu.

Namun sebelum pintu tertutup dia menahannya dengan kaki, lalu menyelinap masuk dan baru menutup pintu itu dan menguncinya.

Tenang saja Non, semua sudah tidur dari tadi kok, tinggal kita duaan saja katanya menyeringai.

Jangan ngelunjak Bang.. Sana cepet keluar! hardikku dengan telunjuk mengarah ke pintu.

Bukannya menuruti perintahku dia malah melangkah mendekatiku, tatapan matanya tajam seolah menelanjangiku.

Bang Tohir.. Saya bilang keluar.. Jangan maksa! bentakku lagi.

Ayolah Non, cuma sebentar saja kok.. Abang sudah kebelet nih, lagian masa Non nggak capek belakangan ini belajar melulu sih ucapnya sambil terus mendekat.

Aku terus mundur selangkah demi selangkah menghindarinya, jantungku semakin berdebar-debar seperti mau diperkosa saja rasanya. Akhirnya kakiku terpojok oleh tepi ranjangku hingga aku jatuh terduduk di sana. Kesempatan ini tidak disia-siakan sopirku, dia langsung menerkam dan menindih tubuhku. Aku menjerit tertahan dan meronta-ronta dalam himpitannya. Namun sepertinya reaksiku malah membuatnya semakin bernafsu, dia tertawa-tawa sambil menggerayangi tubuhku. Aku menggeleng kepalaku kesana kemari saat dia hendak menciumku dan menggunakan tanganku untuk menahan laju wajahnya.

Mmhh.. Jangan Bang.. Citra nggak mau! mohonku.

Aneh memang, sebenarnya aku bisa saja berteriak minta tolong, tapi kenapa tidak kulakukan, mungkin aku mulai menikmatinya karena perlakuan seperti ini bukanlah pertama kalinya bagiku, selain itu aku juga tidak ingin ortuku mengetahui skandal-skandalku. Breett.. Gaun tidurku robek sedikit di bagian leher karena masih memberontak waktu dia memaksa membukanya. Dia telah berhasil memegangi kedua lenganku dan direntangkannya ke atas kepalaku. Aku sudah benar-benar terkunci, hanya bisa menggelengkan kepalaku, itupun dengan mudah diatasinya, bibirnya yang tebal itu sekarang menempel di bibirku, aku bisa merasakan kumis pendek yang kasar menggesek sekitar bibirku juga deru nafasnya pada wajahku.

Kecapaian dan kalah tenaga membuat rontaanku melemah, mau tidak mau aku harus mengikuti nafsunya. Dia merangsangku dengan mengulum bibirku, mataku terpejam menikmati cumbuannya, lidahnya terus mendorong-dorong memaksa ingin masuk ke mulutku. Mulutku pun pelan-pelan mulai terbuka membiarkan lidahnya masuk dan bermain di dalamnya, lidahku secara refleks beradu karena dia selalu menyentil-nyentil lidahku seakan mengajaknya ikut menari. Suara desahan tertahan, deru nafas dan kecipak ludah terdengar jelas olehku.

Mataku yang terpejam terbuka ketika kurasakan tangan kasarnya mengelusi paha mulusku, dan terus mengelus menuju pangkal paha. Jarinya menekan-nekan liang vaginaku dan mengusap-ngusap belahan bibirnya dari luar. Birahiku naik dengan cepatnya, terpancar dari nafasku yang makin tak teratur dan vaginaku yang mulai becek. Tangannya sudah menyusup ke balik celana dalamku, jari-jarinya mengusap-usap permukaannya dan menemukan klitorisku, benda seperti kacang itu dipencet-pencet dan digesekkan dengan jarinya membuatku menggelinjang dan merem-melek menahan geli bercampur nikmat, terlebih lagi jari-jari lainnya menyusup dan menyetuh dinding-dinding dalam liang itu.

Ooohh.. Non Citra jadi tambah cantik saja kalau lagi konak gini! ucapnya sambil menatapi wajahku yang merona merah dengan matanya yang sayu karena sudah terangsang berat.

Lalu dia tarik keluar tangannya dari celana dalamku, jari-jarinya belepotan cairan bening dari vaginaku.

Non cepet banget basahnya ya, lihat nih becek gini katanya memperlihatkan jarinya yang basah di depan wajahku yang lalu dijilatinya.

Kemudian dengan tangan yang satunya dia sibakkan gaun tidurku sehingga payudaraku bugil yang tidak memakai bra terbuka tanpa terhalang apapun. Matanya melotot mengamat-ngamati dan mengelus payudaraku yang berukuran 34B, dengan puting kemerahan serta kulitnya yang putih mulus. Teman-teman cowokku bilang, bahwa bentuk dan ukuran payudaraku ideal untuk orang Asia, kencang dan tegak seperti punya artis bokep Jepang, bukan seperti punya bule yang terkadang oversize dan turun ke bawah.

Nnngghh.. Bang desahku dengan mendongak ke belakang merasakan mulutnya memagut payudaraku yang menggemaskan itu.

Mulutnya menjilat, mengisap, dan menggigit pelan putingnya. Sesekali aku bergidik keenakan kalau kumis pendeknya menggesek putingku yang sensitif. Tangan lainnya turut bekerja pada payudaraku yang sebelah dengan melakukan pijatan atau memainkan putingnya sehingga kurasakan kedua benda sensitif itu semakin mengeras. Yang bisa kulakukan hanya mendesah dan meremasi rambutnya yang sedang menyusu.

Puas menyusu dariku, mulutnya perlahan-lahan turun mencium dan menjilati perutku yang rata dan terus berlanjut makin ke bawah sambil tangannya menurunkan celana dalamku. Sambil memeloroti dia mengelusi paha mulusku. Cd itu akhirnya lepas melalui kaki kananku yang dia angkat, setelah itu dia mengulum sejenak jempol kakiku dan juga menjilati kakiku. Darahku semakin bergolak oleh permainannya yang erotis itu. Selanjutnya dia mengangkat kedua kakiku ke bahunya, badanku setengah terangkat dengan selangkangan menghadap ke atas.

Aku pasrah saja mengikuti posisi yang dia inginkan, pokoknya aku ingin menuntaskan birahiku ini. Tanpa membuang waktu lagi dia melumat kemaluanku dengan rakusnya, lidahnya menyapu seluruh pelosok vaginaku dari bibirnya, klitorisnya, hingga ke dinding di dalamnya, anusku pun tidak luput dari jilatannya. Lidahnya disentil-sentilkan pada klitorisku memberikan sensasi yang luar biasa pada daerah itu. Aku benar-benar tak terkontrol dibuatnya, mataku merem-melek dan berkunang-kunang, syaraf-syaraf vaginaku mengirimkan rangsangan ini ke seluruh tubuh yang membuatku serasa menggigil.

Ah.. Aahh.. Bang.. Nngghh.. Terus! erangku lebih panjang di puncak kenikmatan, aku meremasi payudaraku sendiri sebagai ekspresi rasa nikmat

Tohir terus menyedot cairan yang keluar dari sana dengan lahapnya. Tubuhku jadi bergetar seperti mau meledak. Kedua belah pahaku semakin erat mengapit kepalanya. Setelah puas menyantap hidangan pembuka berupa cairan cintaku, barulah dia turunkan kakiku. Aku sempat beristirahat dengan menunggunya membuka baju, tapi itu tidak lama. Setelah dia membuka baju, dia buka juga dasterku yang sudah tersingkap, kami berdua kini telanjang bulat.

Dia membentangkan kedua pahaku dan mengambil posisi berlutut di antaranya. Bibir vaginaku jadi ikut terbuka memancarkan warna merah merekah diantara bulu-bulu hitamnya, siap untuk menyambut yang akan memasukinya. Namun Tohir tidak langsung mencoblosnya, terlebih dulu dia gesek-gesekkan penisnya yang besar itu pada bibirnya untuk memancing birahiku agar naik lagi. Karena sudah tidak sabar ingin segera dicoblos, aku meraih batang itu, keras sekali benda itu waktu kugenggam, panjang dan berurat lagi.

Aaakkhh..! erangku lirih sambil mengepalkan tangan erat-erat saat penisnya melesak masuk ke dalamku

Aauuhh..! aku menjerit lebih keras dengan tubuh berkelejotan karena hentakan kerasnya hingga penis itu tertancap seluruhnya pada vaginaku.

Untung saja kamar Papa Mamaku di lantai dasar dan letaknya cukup jauh dari kamarku, kalau tidak tentu suara-suara aneh di kamarku pasti terdengar oleh mereka, bagaimanapun sopirku ini termasuk nekad berani melakukannya di saat dan tempat seperti ini, tapi justru disinilah sensasinya ngeseks di tempat yang berbahaya. Dengan gerakan perlahan dia menarik penisnya lalu ditekan ke dalam lagi seakan ingin menikmati dulu gesekan-gesekan pada himpitan lorong sempit yang bergerinjal-gerinjal itu. Aku ikut menggoyangkan pinggul dan memainkan otot vaginaku mengimbangi sodokannya. Responku membuatnya semakin menggila, penisnya semakin lama menyodok semakin kasar saja, kedua gunungku jadi ikut terguncang-guncang dengan kencang.

Kuperhatikan selama menggenjotku otot-otot tubuhnya mengeras, tubuhnya yang hitam kekar bercucuran keringat, sungguh macho sekali, pria sejati yang memberiku kenikmatan sejati. Suara desahanku bercampur baur dengan erangan jantannya dan derit ranjang. Butir-butir keringat nampak di sejukur tubuhku seperti embun, walaupun ruangan ini ber-ac tapi aku merasa panas sekali.

Uugghh.. Non Citra.. Sayang.. Kamu emang uenak tenan.. Oohh.. Non cewek paling cantik yang pernah abang entotin Tohir memgumam tak karuan di tengah aktivitasnya.

Dia menurunkan tubuhnya hingga menindihku, kusambut dengan pelukan erat, kedua tungkaiku kulingkarkan di pinggangnya. Dia mendekatkan mulutnya ke leher jenjangku dan memagutnya. Sementara di bawah sana penisnya makin gencar mengaduk-aduk vaginaku, diselingi gerakan berputar yang membuatku serasa diaduk-aduk. Tubuh kami sudah berlumuran keringat yang saling bercampur, akupun semakin erat memeluknya. Aku merintih makin tak karuan menyambut klimaks yang sudah mendekat bagaikan ombak besar yang akan menghantam pesisir pantai.

Namun begitu sudah di ambang klimaks, dia menurunkan frekuensi genjotannya. Tanpa melepaskan penisnya, dia bangkit mendudukkan dirinya, maka otomatis aku sekarang diatas pangkuannya. Dengan posisi ini penisnya menancap lebih dalam pada vaginaku, semakin terasa juga otot dan uratnya yang seperti akar beringin itu menggesek dinding kemaluanku. Kembali aku menggoyangkan badanku, kini dengan gerakan naik-turun. Dia merem-melek keenakan dengan perlakuanku, mulutnya sibuk melumat payudaraku kiri dan kanan secara bergantian membuat kedua benda itu penuh bekas gigitan dan air liur. Tangannya terus menjelajahi lekuk-lekuk tubuhku, mengelusi punggung, pantat, dan paha.

Tak lama kemudian aku kembali mendekati orgasme, maka kupercepat goyanganku dan mempererat pelukanku. Hingga akhirnya mencapai suatu titik dimana tubuhku mengejang, detak jantung mengencang, dan pandangan agak kabur lalu disusul erangan panjang serta melelehnya cairan hangat dari vaginaku. Saat itu dia gigit putingku dengan cukup keras sehingga gelinjangku makin tak karuan oleh rasa perih bercampur nikmat. Ketika gelombang itu berangsur-angsur berlalu, goyanganku pun makin mereda, tubuhku seperti mati rasa dan roboh ke belakang tapi ditopang dengan lengannya yang kokoh.

Dia membiarkanku berbaring mengumpulkan tenaga sebentar, diambilnya tempat minum di atas meja kecil sebelah ranjangku dan disodorkan ke mulutku. Beberapa teguk air membuatku lebih enakan dan tenagaku mulai pulih berangsur-angsur.

Sudah segar lagi kan Non? Kita terusin lagi yuk! sahut Tohir senyum-senyum sambil mulai menggerayangi tubuhku kembali.

Habis ini sudahan yah, takut ketahuan nih, kataku.

Kali ini tubuhku dibalikkan dalam posisi menungging, kemudian dia mulai menciumi pantatku. Lidahnya menelusuri vagina dan anusku memberiku sensasi geli. Kemudian aku merasa dia meludahi bagian duburku, ya ketika kulihat ke belakang dia memang sedang membuang ludahnya beberapa kali ke daerah itu, lalu digosok-gosokkan dengan jarinya. Oh.. Jangan-jangan dia mau main sodomi, aku sudah lemas dulu membayangkan rasa sakitnya ditusuk benda sebesar itu pada daerah situ padahal dia belum juga menusuk. Pertama kali aku melakukan anal sex dengan temanku yang penisnya tidak sebesar Tohir saja sudah sakit banget, apalagi yang sebesar ini, aduh bisa mampus gua pikirku.

Benar saja yang kutakutkan, setelah melicinkan daerah itu dia bangkit dengan tangan kanan membimbing penisnya dan tangan kiri membuka anusku. Aku meronta ingin menolak tapi segera dipegangi olehnya.

Jangan Bang.. Jangan disitu, sakit! mohonku setengah meronta.

Tenang Non, nikmati saja dulu, ntar juga enak kok katanya dengan santai.

Aku merintih sambil menggigit guling menahan rasa perih akibat tusukan benda tumpul pada duburku yang lebih sempit dari vaginaku. Air mataku saja sampai meleleh keluar.

Aduuhh.. Sudah dong Bang.. Citra nggak tahan rintihku yang tidak dihiraukannya.

Uuhh.. Sempit banget nih dia mengomentariku dengan wajah meringis menahan nikmat.

Setelah beberapa saat menarik dan mendorong akhirnya mentok juga penisnya. Dia diamkan sebentar penisnya disana untuk beradaptasi sekalian menikmati jepitannya. Kesempatan ini juga kupakai untuk membiasakan diri dan mengambil nafas.

Aku menjerit kecil saat dia mulai menghujamkan penisnya. Secara bertahap sodokannya bertambah kencang dan kasar sehingga

tubuhku pun ikut terhentak-hentak. Tangannya meraih kedua payudaraku dan diremas-remasnya dengan brutal. Keringat dan air

mataku bercucuran akibat sensasi nikmat di tengah-tengah rasa perih dan ngilu, aku menangis bukan karena sedih, juga bukan

karena benci, tapi karena rasa sakit bercampur nikmat. Rasa sakit itu kurasakan terutama pada dubur dan payudara, aku

mengaduh setiap kali dia mengirim hentakan dan remasan keras, namun aku juga tidak rela dia menyudahinya. Terkadang aku harus

menggigit bibir atau bantal untuk meredam jeritanku agar tidak keluar sampai ke bawah sana.

Akhirnya ada sesuatu perasaan nikmat mengaliri tubuhku yang kuekspresikan dengan erangan panjang, ya aku mengalami orgasme

panjang dengan cara kasar seperti ini, tubuhku menegang beberapa saat lamanya hingga akhirnya lemas seperti tak bertulang.

Tohir sendiri menyusulku tak lama kemudian, dia menggeram dan makin mempercepat genjotannya. Kemudian dengan nafas masih

memburu dia mencabut penisnya dariku dan membalikkan tubuhku. Spermanya muncrat dengan derasnya dan berceceran di sekujur

dada dan perutku, hangat dan kental dengan baunya yang khas.

Tubuh kami tergolek lemas bersebelahan. Aku memejamkan mata dan mengatur nafas sambil merenungkan dalam-dalam kegilaan

yang baru saja kami lakukan, sebuah hubungan terlarang antara seorang gadis dari keluarga kaya dan terpelajar yang cantik dan

terawat dengan sopirnya sendiri yang kasar dan berbeda kelas sosial. Hari-hari berikutnya aku jadi semakin kecanduan seks,

terutama seks liar seperti ini, dimana tubuhku dipakai orang-orang kasar seperti Tohir, dari situlah aku merasakan sensasinya.

Sebenarnya aku pernah ingin berhenti, tetapi aku tidak bisa meredam libidoku yang tinggi, jadi ya kujalani saja apa adanya. Untuk

mengimbanginya aku rutin merawat diriku sendiri dengan fitness, olahraga, mandi susu, sauna, juga mengecek jadwal suburku

secara teratur. Dua bulan ke depan Tohir terus memperlakukanku seperti budak seksnya sampai akhirnya dia mengundurkan diri

untuk menemani istrinya yang menjadi TKW di Timur Tengah. Lega juga aku bisa lepas dari cengkeramannya, tapi terkadang aku

merasa rindu akan keperkasaannya, dan hal inilah yang mendorongku untuk mencoba berbagai jenis penis hingga kini.

DIarsipkan di bawah: Pembantu, Sopir/Satpam | yang berkaitan: Andani Citra, aroma nikmat, aroma vagina, bau wanita, BH, buah dada, bugil, cairan vagina, cd, celana dalam, cerita panas, cerita seks, cerita seru, cerita wanita, dada montok, gairah nafsu, gairah wanita, haus seks, keringat basah, kisah seks, klitoris, liang vagina, memek basah, ML, ngentot, orgasme, paha mulus, pantat seksi, payudara, puting susu, seks bebas, sensasi seks, setubuh, susu kencang, telanjang, wanita, wanita seksi | Tidak ada komentar  

Pengalamanku Menik
Ditulis pada Maret 9, 2008 oleh indostories 
Siang itu cuaca mendung menambah dingin dalam kamarku, kulangkahkan kakiku menuju kamar mandi. Masih terbayang pijatan majikanku tadi siang, begitu takut, aneh dan juga nikmat, terus terang ini pengalamanku yang pertama dimana tubuhku dijamah tangan laki-laki. Rasa yang menjalar di semua pori-pori kulit, kurasakan keanehan yang terjadi dalam tubuhku yang berujung pada suatu kenikmatan. Aku bingung dan bertanya-tanya, apakah yang terjadi dalam diriku? Ketika di dalam kamar mandi, betapa kagetnya aku, kulihat celana dalamku dalam keadaan basah, padahal tadi tidak merasa ingin buang air, kenapa basah? Setelah aku cium ternyata tidak berbau, air apa yang keluar? 

Sebelum kulanjutkan ceritaku ini, perkenalkan namaku Menik, umurku menginjak 18 tahun dan aku anak bungsu dari lima bersaudara yang kesemuanya wanita. Kakak-kakakku juga bekerja sebagai pembantu rumah tangga, ibuku sudah tiada sejak aku berusia dua tahun, sehingga ayahku menikah lagi tetapi tidak mempunyai keturunan. Ketika kakak-kakakku pergi merantau, tinggal aku bersama ayah dan ibu tiriku di desa terpencil pantai utara Jawa Tengah. Sejak setahun lalu aku bekerja pada sebuah keluarga muda dengan satu orang putri yang baru berusia dua tahun. Majikan perempuanku yang kupanggil ibu adalah seorang karyawati, sedang majikan laki-lakiku seorang pegawai negeri sebuah instansi pemerintah. Kehidupan di dalam rumah tangga majikanku dapat dikatakan harmonis, itu yang membuatku kerasan tinggal bersama mereka. Ibu majikan seorang wanita yang baik, begitu pula dengan suaminya. 

Hari Sabtu dimana ibu bekerja, sedang bapak setiap Sabtu dan Minggu libur. Di rumah tinggal bapak, aku dan anaknya. Aku merasa tidak enak badan sejak hujan-hujanan kemarin waktu aku pergi ke pasar. padahal malam harinya aku sudah minum obat, tetapi hingga pagi hari ini aku merasa sakit disekujur tubuh. Walau begitu tetap kupaksakan diri untuk bekerja, karena sudah kewajibanku sehari-hari dalam keluarga ini. Setelah anaknya tidur, kurebahkan diriku di kamar. Cuaca mendung bulan November, setengah terpejam sayup-sayup kudengar bapak memanggil namaku, tetapi karena badan ini terasa berat, aku tak sanggup untuk bangkit, sampai bapak datang ke kamarku. Bapak terkejut melihat kondisiku, dihampirinya aku dan duduk ditepi ranjang. Aku berusaha untuk bangkit walau kepala ini seperti dibebani ribuan batu, tiba-tiba tangan bapak menyentuh dahiku kemudian merengkuh bahuku untuk memintaku tiduran kembali. Bapak bilang kalau tubuhku demam, kemudian dia memijit keningku, mataku terpejam menikmati pijitan itu, terasa sakit di kepala dan lemas sekujur tubuhku. Setelah beberapa saat bapak menyuruhku untuk telungkup, akupun menurutinya. Kuraskana kain bajuku disingkap ke atas oleh bapak, kemudian tali pengait behaku dicopotnyanya. Aku terkejut, tetapi karena lemas aku pasrah saja, kurasakan pijitan bapak dipunggungku. Disinlah awal keanehan itu terjadi. Walaupun kondisi demam, tetapi perasaan itu tetap saja kurasakan, begitu hangat, begitu damai, begitu takut dan akhirnya begitu nikmat, mata kupejamkan sambil menikmati pijatan bapak. Umur bapak sudah tigapuluhan dan kuakui kalau bapak mempunyai wajah yang awet muda. Disaat aku merasakan pijitan bapak, tiba-tiba kurasakan resluiting celana pendekku di belakang diturunkan oleh bapak. Aku ingin berontak dan membalikkan badan, tetapi ditolak oleh bapak dengan mengatakan bahwa bagian bawahpun harus dipijat, akhirnya aku mengalah walau disertai rasa malu saat bapak melihat pantatku. Jujur, yang ada di dalam benakku tidak ada prasangka lain selain aku dipijit bapak. Setelah agak lama, bapak menyudahi pijitannya dan aku diberi lagi obat demam yang segera kuminum, bapak kemudian meninggalkan kamarku. Sebelum tidur kuputuskan ke kamar mandi untuk buang air kecil. Seperti yang telah aku ceritakan di atas, bahwa celana dalamku basah, dan ternyata bukan pipis. Aku raba dan rasakan ternyata berlendir dan agak lengket, aku tidak tahu hubungan basah ini dengan pijatan bapak tadi. Aku tak mampu berpikir jauh, setelah dari kamar mandi, kuputuskan untuk tidur di kamar. 

Sore hari gerimis turun, ketika aku tidur, siang tadi ibu majikan dan anaknya pergi kerumah famili serta menginap di sana karena ada hajatan, sementara bapak tinggal di rumah sebab besok Minggu ada acara di komplek. Setelah sesiang tadi aku tidur, kurasakan tubuhku agak mendingan, mungkin karena pengaruh obat turun demam yang aku minum tadi, sehingga aku berani untuk mandi walau dengan air hangat. Selesai mandi terdengar suara bapak dari ruang TV memanggil namaku, aku bergegas kesana. Bapak menanyakan keadaanku yang kujawab sudah baikan. kemudian bapak menyuruhku membuatkan teh hangat untuknya. Teh kubuat dan kuhidangkan di meja depan bapak, kemudian bapak menyuruhku duduk di bawah depan tempat duduk bapak, kuturuti perintahnya. Ternyata bapak sedang menikmati TV, kemudian bapak memegang pundaku serta memijit perlahan-lahan dan bertanya apakah pijitannya enak, kujawab enak sekali sembari tersenyum, sembari tetap memijat pundakku kami berdua membisu sambil menonton TV. Lama-kelamaan perasaan aneh itu menjalar lagi, aku merasakan sesuatu yang lain, yang ku tak paham perasaan apa ini, kurasakan sekujur bulu tubuhku mermang. Tiba-tiba kurasakan hembusan nafas di samping leherku, aku melirik, ternyata wajah bapak telah sampai di leherku, aku merasakan getaran-getaran aneh yang menjalar kesemua tubuhku, aku tidak berontak, aku takut, tetapi getaran-getaran aneh itu kurasakan begitu nikmat hingga tanpa kusadari kumirngkan kepalaku seakan memberi keleluasaan bapak untuk mencmbunyanya. Tak terasa aku memejamkan mata dan menikmati setiap usapan bibir serta lidah bapak di leherku. Getaran itu kini menjalar dari leher terus turun ke bawah, yang kurasakan tubuhku melayang, tidak mempunyai beban, terasa ringan sekali seolah terbang. Otakku seakan buntu, tidak dapat berpikir jernih, yang kutahu aku mengikuti saja karena pengalaman ini belum pernah aku rasakan seumur hidup, antara takut dan nikmat. Tangan bapak masih memijat pundakku sementara dia masih mencumbui leherku, tak lama kemudian kurasakan tangan itu meraih kancing baju depanku dan membukanya satu persatu dari atas ke bawah. Setelah semua kancing bajuku terlepas, kembali tangan bapak memijat bahuku, semua itu aku rasakan dengan melayang-layang, perlahan tapi pasti kedua tangan bapak menyentuh ke dua payudaraku, aku kaget. Kedua tanganku lalu memegang tangan bapak, bapak membisikkan supaya aku menikmati saja pijitannya, tanganku akhirnya terlepas dari tangan bapak. Lagi-lagi kurasakan sesuatu getaran aneh, hanya getaran ini lebih dahsyat dari yang pertama, payu daraku diremas tepatnya daripada dipijit, walau masih memakai bh. Kemudian tangan bapak kembali kepundakku, ternyata diturunkannya tali bhku, perlahan-lahan diturunkan sebatas lengan, sementara ciuman bapak masih di leher, kadang leher kiri, kadang leher kanan. Aku melayang hebat, dimana kedua tangan bapak meraih payudaraku dari bagian atas turun ke bawah, sesampai di putingku remasan berubah menjadi pilinan dengan jari, aku sempat membuka mata, tetapi hanya sesaat, getaran aneh berubah menjadi sengatan. Sengatan kenikmatan yang baru ini kualami, dipilin-pilinnya kedua putingku, tak sadar ku keluarkan desahan pelan. Secara tidak kusengaja, tangan kiriku meraba celana dalamku sendiri, kurasakan gatal disekitar kemaluaku, ternyata kemaluanku basah, aku tersentak dan memberontak. Bapak kaget, kemudian menanyakan ada apa, aku tertunduk malu. Setelah didesak aku menjawab malu, kalau aku ngompol. Bapak tersenyum dan berkata bahwa itu bukan ompol, lalu bapak berdiri dan membimbingku duduk di sofa. 

Bapak menanyakan padaku, yang kujawab bahwa ini pengalamanku yang pertama, kemudian bapak mengatakan ingin memberi pengalaman selanjutnya dengan catatan supaya aku tidak menceritakan pengalaman ini pada siapa saja. Aku hanya mengangguk dan menunduk, tak berani kutatap mata bapak karena malu. Di luar hari sudah berganti malam, gerimis pun berubah menjadi hujan, tetapi aneh, hawa di ruang TV berubah menjadi hangat, apakah ini hanya perasaanku saja? Sementara aku duduk di sofa, bapak malah jongkok dihadapanku. Aku rikuh dan menundukkan kepalaku. Tiba-tiba bapak maju menuju payu daraku dan menciuminya, seperti bayi menetek ibunya. Aku berkata malu, tetapi di jawab bapak untuk menikmati saja. Sengatan itu kembali menyerangku ketika ciuman bapak berubah menjadi jilatan dan kuluman di putingku, aku kembali terpejam dan mengerang, tak kusadari tanganku berada di kepala bapak, mengelus dan sedikit menjambak rambut bapak. Aku tidak kuat menyangga tubuhku, perlahan dan pasti tubuhku terjatuh di sofa, bapak membetulkan posisiku sehingga tiduran disofa. Kemudian jilatan bapak berlanjut diperutku, sementara tangan kiri bapak di payudaraku, tangan kanan meraba dari betis naik ke paha serta menyingkap rok yang kukenakan. 

Aku sudah kehilangan akal sehat, hanya bisa diam dan menikmati setiap jilatan dan elusan bapak. Aku terkejut pada saat jilatan bapak sampai ke celana dalamku, aku mengatakan bahwa itu kotor dan pesing, tetapi dengan sabarnya bapak menenangkanku untuk tetap saja menikmatinya. Aku hanya terdiam dan pasrah, di antara takut dan malu serta rasa nikmat yang tak kuduga sebelumnya. Perlahan bapak membuka rok serta mencopot celana dalamku dan menciumi rambut kemaluanku, Takut bercampur geli berkecamuk di dalam dadaku, kurapatkan kedua pahaku menahan geli, tetapi keanehan terjadi lagi, lama kelamaan tanpa kusadari kedua pahaku membuka dan semakin lebar. Posisi ini memudahkan bapak untuk mencumbu lebih dalam. Tiba pada bagian tengah atas kemaluanku, kurasakan ujung lidah bapak menyengat yang lebih dahsyat lagi, tanpa kusadari kunaikkan pantatku ke atas ke bawah, aku meracau tidak karuan, sukar kulukiskan dengan kata-kata perasaan ini. Kurasakan dunia gelap dan berputar, sayup-sayup kudengar suara kecipakan di sekitar selangkanganku, hingga ada suatu desakan dari dalam kemaluanku, desakan itu tak dapat kutahan, sesuatu yang akan meledak keluar, seperti bila ingin pipis, tetapi ini lebih dari itu. Tanganku tak dapat kukendalikan, kujambak rambut bapak sambil menekan kepalanya pada kemaluanku. Aku melonjak, mengjan. menahan, meracau, tiba-tiba sesuatu itu keluar dari dalam kemaluanku, kemaluanku basah bahkan banjir kurasakan aku ngompol 

Setelah itu tubuhku lemas, keringat membanjiri tubuhku, tulang-tulangku terasa lepas dari tempatnya perasaan apa ini? antara nikmat kebelet pipis dan lemas Kulihat bapak tersenyum dan mengelus rambutku, bapak menanyakan apa yang aku rasakan. Kubalas dengan tatapan yang bertanya-tanya, tetapi aku tidak dapat berkata-kata, diantara nafasku yang masih memburu, aku hanya tersenyum dan memandangnya sayu. 

Bapak berlutut di sampingku, melepas sarungnya, meraih tanganku dan membimbingnya untuk memegang tengah celana dalamnya, kuturuti, kuraba dari luar celana dalam bapak, ini pun pengalaman pertamaku memegang kemaluan laki-laki. Kurasakan sesuatu menonjol keras ke atas di tengahnya, bapak menikmati elusanku dan kuliirik mata bapak setengah terpejam. Tak lama, dia menurunkan celana dalamnya, sesaat kuterpekik melihat benda yang baru kali ini kulihat. Bapak mengajariku untuk mengurut benda itu dari atas ke bawah, aku geli memegang benda itu, empuk tapi keras keras tapi lentur Bapak membangkitkanku dari rebahan, kemudian menyuruhku untuk menjilat benda itu, karena tadi bapak sudah menjiltati kemaluanku, apa salahnya kalo sekarang aku menjilati kemaluannya, pikirku. Pertama memang kujilati benda itu, lama-kelamaan kumasukkan benda itu ke dalam mulutku, aku ingat masa kecilku ketika menjilati es krim. Benda itu berdenyut-denyut di dalam rongga mulutku, aku merasa aneh tetapi senang, seperti anak keci mendapat makanan kesukaannya. Tiba-tiba bapak mengerang sambil menarik kepalaku, benda itu berkeduk hebat, aku heran ada apa ini, tetapi benda itu tak dapat kulepaskan, karena kepalaku ditahan tangan bapak, kemudian kurasakan suatu cairan terasa di mulutku yang akhirnya daripada tersedak, cairan itu kutelan habis, terasa amis gurih sedikit asin. Kulihat bapak mendengus, seperti habis lari jauh, nafasnya tersengal-sengal. Dia tersenyum dan memelukku, aku merasa damai dalam pelukannya. 

Bapak mengajakku ke kamar mandi, sebelum kami masuk, bapak melucuti sisa pakaianku dan juga pakaiannya. Aku merasa heran, aku menurut tanpa ada perlawanan, mungkin karena nikmat yang baru saja pertama kali aku dapat. Di dalam kamar mandi, bapak memandikanku, bapak mengagumi bulu-bulu yang tumbuh di ketiak dan selangkanganku dan berpesan agar aku tetap memelihara dan melarang memotongnya. Pada saat bapak menyabuniku, getaran-getaran aneh menyerangku lagi. Geli bercampur nikmat menyelimuti seluruh tubuhku, sehingga tak terasa aku mulai mendesis lagi, bapak bilang bila aku tidak tahan keluarkan saja erangan itu, tapi aku malu. 

Setelah aku selesai disabuni, bapak menyuruhku menyabuninya, dengan rasa takut-takut kusabuni punggung sampai kakinya, pada giliran tubuh bagian depan, kulihat kemaluan bapak yang tadinya lemas tampak kokoh berdiri. Bapak mengatakan enak disabuni olehku, dia meraih wajahku dan mencium mulutku, aku merasakan getaran semakin hebat ketika lidah bapak bermain di dalam rongga mulutku, aku hanya terdiam dan menikmati permainan lidah bapak, perlahan kuimbangi permainan lidah bapak dengan lidahku sendiri, kami saling berpagutan. Bapak membimbing tanganku untuk menyentuh kemaluannya yang masih terbalut sabun, aku merasakan licin serta mengocoknya. Payudaraku pun menyentuh dada bapak yang licin oleh sabun, terasa mengeras di kedua putingku, kami berpelukan berciuman dan saling bergesekan aktivitas ini menimbulkan gelinjang kenikmatan yang tiada tara bagiku. Setelah tubuh kami berdua tersiram air dan bersih dari sabun, bapak menyuruhku untuk menghadap wastafel setengah menunduk sembari kakiku direnggangkannya, bapak jongkok membelakangiku dan mulai menjilati pantatku, aku menengok ke belakang dan bapak hanya tersenyum. Pada saat lidah bapak menyentuh dan mempermainkan duburku, aku tersentak dan sedikit mengangkat kakiku, kurasakan kegelian bercampur dengan kenikmatan, aku mendesis, kemaluanku basah dan lengket, sehingga tangan kiriku tak sadar meraba daging bulat kecil yang mengeras di tengah kemaluanku sembari mengosok-gosok dan menekannya, secara naluri bagian itu yang kurasakan dapat memberi kenikmatan yang tiada terkira. Tak lama berselang aku berasa ingin pipis lagi. Tangan kananku mencengkeram erat bibir wastafel, mengerang hebat, tangan kiriku kutekan kuat pada benjolan kenikmatanku, aku meladak lagi, nafasku memburu tidak karuan, sesaat aku merasa lemas dan seakan hilang pijakan tempatku berdiri. Bapak menangkapku kemudian membopongku menuju kamarku. 

Direbahkannya diriku di tempat tidur, bapak duduk di tepi tempat tidurku sembari mengelus rambutku, tersenyum dan mengecup keningku, hatiku tentram, nafasku mulai teratur kembali. Setelah semuanya kembali normal bapak merebahkan dirinya di sisiku, tanpa bicara, bapak meraba payudaraku, serta menjilatinya. Getaran-getaran itu datang kembali menyerangku, aku menggelinjang serta mengeluarkan suara-suara desisan, kuremas kepala bapak sembaru kutekan ke arah dalam payudaraku. Bapak naik ke atas tubuhku, menyodorkan kemaluannya untuk kujilat lagi, kuraih dan kukulum kemaluan bapak seperti layaknya menjilati es krim, bapak memaju-mundurkan pantatnya sehingga kemaluan bapak keluar masuk dalam mulutku. Aku menikmati keluar masuknya kemaluan bapak di dalam mulutku. setelah beberapa saat, bapak melepaskan kemaluannya dari mulutku. Bapak menggeser tubuhnya, kedua pahaku di kesampingkannya, perlahan-lahan kemaluan bapak didekatkan pada kemaluanku sambil berkata bila terasa sakit aku harus bilang. Pertama menyentuh kulit luar kemaluanku, aku agak tersentak kaget, mulailah rasa sakit itu timbul setelah kemaluan bapak mulai sedikit demi sedikit memasuki vaginaku. Aku menjerit kesakitan yang kemudian diikuti dengan dicabutnya kemaluan bapak, bapak mencium bibirku sembari membisikkan kata supaya aku menahan rasa sakit tersebut sembari mempermainkan lidahnya di dalam mulutku. Kemudian bapak mulai menusuk lagi, walau kemaluanku sudah basah total. tapi rasa sakit itu tak terkira, aku tak sanggup mengaduh karena mulutku tersumbat mulut bapak. Tak terasa air mataku meleleh menahan sakit yang tak terkira, kedua tanganku mencengkeram erat pinggang bapak, Akhirnya kemaluan bapak menembus lubangku diusapnya air mataku, kemaluan bapak masih tetap tertancap dalam lubangku. Bapak berhenti menggoyang, setelah dilihatnya aku agak tenang, mulailah bapak memaju-mundur kemaluannya lagi secara perlahan, aku sempat heran, rasa sakit itu berangsur hilang digantikan dengan nikmat. Aku merasa kemaluanku berkedut-kedut dengan sesuatu benda asing di dalamnya, sementara itu air lendirku juga sudah membasahi liang kemaluanku, sehingga rasa sakit itu hilang tergantikan oleh kenikmatan yang sukar dikatakan. Tidak begitu lama kemudian aku merasa ingin pipis kembali, aku peluk bapak, aku naikkan pantatku seolah ingin menelan semua kemaluan bapak. Aku kejang, aku melenguh panjang, aku menggigit pundak bapak, sesuatu yang nikmat aku rasakan lagi, dunia berputar-putar, semua terlihat berputar, sungguh kejadian ini nikmat sekali. Aku terhempas lemas setelah aku mengalami apa yang baru aku alami, rasa sakit sudah hilang. Bapak menghentikan aktifitas seakan memberi kesempatan diriku untuk menikmati puncak kenikmatan yang baru saja kualami. Setelah beberapa saat, dengan kemaluan yang masih mengacung ke atas, bapak mencabut kemaluannya dan menyerahkannya kedalam mulutku lagi, aku kulum kemaluan bapak, tak lama kemudian bapak melenguh dan cairan itu kembali mendera mulutku, karena pengalaman tadi, semua cairan itu aku telan tanpa tersisa sedikitpun. Bapak merebahkan tubuhya disampingku, dan mengucapkan terima kasih, dia mengatakan bahwa perawanku telah hilang. Aku tercenung kulihat ke bawah, sprei tempat tidurku ternoda merah darah perawanku, tetapi aku tidak menyesal, karena hilang oleh orang yang aku kagumi sekaligus aku sayangi, Aku tidur di dalam pelukan bapak, kami kelelahan setelah mengarungi perjalanan puncak kenikmatan bersama, dalam tidurku, aku tersenyum bahagia, kulirik bapak, dia terpejam sembari tersenyum juga. 

Seperti kebiasaanku sehari-hari dalam rumah tangga majikanku ini, aku bangun pada pukul 5, kulihat bapak masih tertidur lelap, kami masih dalam keadaan bugil, karena semalam tidak sempat berpakaian karena kelelahan. Aku turun dari tempat tidur, selangkanganku masih berasa perih seakan benda tumpul panjang itu masih mengganjal di dalam lubangku. Dengan agak tertatih aku menuju kamar mandi, kubersihkan seluruh tubuhku beserta lendir-lendir yang mengering bercampur bercak darah di sekitar kemaluan dan bulu-buluku, sembari mandi aku bersiul gembira. Kuraba lubang kemaluanku, masih terasa sisa-sisa keperihan di dalamnya, aku mengerti sekarang, dimana perbedaan antara air seni dengan lendir hormon yang keluar dari kemaluanku bila dirangsang, Aku tersenyum geli memikirkan kebodohanku selama ini. 

Selesai mandi, aku membereskan rumah seperti kewajibanku sehari-hari, setelah itu aku buatkan segelas kopi panas dan kubawa ke kamarku, dimana bapak masih terlelap di sana. Perlahan kuletakkan kopi di atas meja, aku melangkah ke arah tempat tidur, kuperhatikan wajah bapak yang tertidur. Betapa tenang, betapa damai, betapa gantengnya, perlahan kuusap pipi bapak serta kubelai rambutnya, dengan sedikit takut kucium sudut bibir bapak. Pandanganku menyapu dada bapak, kemudian turun ke salangkangannya yang tertutup selimut, kulirik benda asing yang semalam telah memaksa masuk ke dalam lobangku. Aku tersentak kaget, walau tertutup selimut kulihat jelas benda itu tegak berdiri mengeras, ku usap perlahan sembari tertawa geli dalam hati. Perlahan kusingkap selimut itu, sekarang terpampang jelas benda itu dimana pantulan cahaya lampu menerpa ujung kepala kemaluan bapak yang seperti helm itu. Kudekatkan wajahku ke benda itu agar terlihat lebih jelas lagi, perlahan kugenggam, kukocok, kujilati dan kumasukkan ke dalam mulutku. Bapak bergerak perlahan, aku terkejut dan berhenti mengulumnya, tetapi bapak melihat padaku dan menyuruh untuk meneruskan aktivitasku, kembali kuulangi kuluman kemaluan bapak sembari tersenyum, dielusnya rambutku sembari kudengar erangan bapak. 

Bapak bergeser sedikit, tangannya meraih pantatku serta menyingkapkan dasterku ke atas, perlahan diusapnya belahan dalam pantatku, dengan tangan kanan kuraih tangan bapak di selangkanganku, ternyata kemaluanku sudah basah kembali. Aku pun kembali terangsang dengan usapan tangan bapak di kemaluanku, sedikit kugoyang pantatku kekiri dan kekanan tanpa melepaskan kulumanku pada kemaluan bapak. Beberapa saat kemudian, bapak meminta untuk menghentikan aktifitasku, bapak bangkit dari tempat tidur, dan menyuruhku untuk menunggi di tepi tempat tidur. Dari arah belakang, perlahan bapak memasukkan kemaluannya ke dalam lubangku, aku heran, gaya apa lagi yang bapak berikan untukku, kuraih bantal untuk mengganjal kepalaku, sementara dari belakang, bapak memaju-mundurkan pantatnya. Sensasi baru kurasakan, dengan posisi yang belakangan kuketahui bernama doogy style itu, seakan dapat kuatur jepitanku pada kemaluan bapak. Aku merasa ingin pipis lagi, kugigit bantal sembari mengerang dahsyat, otot-ototku kakiku mengejang sampai ke arah pantat, sedikit kujinjitkan kakiku, kucoba bertahan semampuku, kujambak speri di sampingku. Aku tak tahan lagi, dengan kedutan-kedutan hebat, jebolah pertahananku, aku teriak dan mendesis kugigit bantal sekeras-kerasnya, pantatku berkedut-kedut ke atas bawah, aku lemas, aku jatuhkan tubuhku ke atas kasur sembari nafasku haru memburu. Kulihat bapak tersenyum ke arahku, kemaluannya semakin berkilat akibat lendirku tertimpa cahaya dari luar kamar. Kuraih kemaluan bapak, kukocok-kocok sembari aku mengatur nafasku, tangan bapak merengkuh rambutku, diusap-usapnya kepalaku, diciumnya keningku. Setelah nafasku teratur, kuraih kemaluan bapak dan kukulum lagi, tidak berapa lama, bapak mengejang dan mengeluarkan cairan dari kemaluan bapak yang kutelan habis tanpa bersisa. 

Bapak kemudian pergi mandi, sementara aku kembali kekesibukanku hari ini yaitu memasak. Pukul delapan pagi, kulihat bapak selesai mandi dan bersiap untuk menghadiri acara komplek. Setelah berpamitan padaku, aku meneruskan memasak, hari ini kubuatkan masakan spesial untuk bapak, semua bahan telah tersedia di dalam kulkas yang kubeli hari Jumat kemarin di pasar. 

Pukul 12 siang, bapak kembali dari acara di komplek, aku sedang menonton acara TV setelah selesai masak, kemudian bapak menyuruh membuatkan es teh manis untuknya, aku bergegas pergi ke dapur untuk membuatkan pesanan bapak. Di saat aku sibuk mengaduk gula, tiba-tiba dari arah belakang bapak memelukku, aku tersentak karena melihat bapak tidak mengenakan pakaian selembar pun. Tanpa bicara, dicumbuinya diriku dari belakang, aku menggelinjang kegelian, diusapnya leherku dengan lidah bapak sampai ke telingaku dan digigit-gigitnya daun kupingku. Aku tersentak kegelian, tanganku menyenggol teh yang sedang kubuat, gelas jatuh dan air di dalamnya tumpah membasahi dasterku. Tanpa memeperhatikan peristiwa itu, bapak melahap mulutku dengan ciuman-ciuman ganasnya, aku terpengarah tidak siap, sedikit kehabisan nafas melayani ciuman bapak. Dengan tidak melepas ciumannya, tangan bapak mencopot dasterku, kemudian dengan terburu-buru, dilepasnya beha dan celana dalamku, aku hanya pasrah menghadapi kelakuan bapak. Sedikit membopong, didudukannya aku di atas meja makan, kemudian bapak melebarkan selangkanganku serta menjilati kemaluanku. Dengan berpegang pada tepi meja, aku menggelinjang keenakan, kurasakan sapuan-sapuan lidah bapak dikemaluanku sebagai sensasi yang tiada duanya. Mungkin karena sebentar lagi aku merasa akan datang bulan, sehingga nafsu yang ada dalam diriku sedang dalam puncak-puncaknya. Aku pipis lagi, kujambak rambut bapak dengan tidak sungkan lagi, kutekan kepala bapak ke dalam kemaluanku, kurasakan lidah bapak menembus di dalam lobangku, aku menjerit tertahan, meledaklah kenikmatanku, bapak menyedot habis semua lendir nikmatku sampai tuntas serta menjilati rambut lebatku. Dengan menahan posisiku, bapak berdiri dan memasukkan kemaluannya ke dalam lobangku, perlahan tapi pasti kemaluan bapak masuk. Aku membisikkan sesuatu ke bapak, aku mengatakan bila ingin merasakan semprotan cairan bapak di dalam rongga kemaluanku, bapak menanyakan apakah aku subur atau tidak, aku jawab bila dalam dua atau tiga hari ke depan akan datang bulan. Setelah bapak mendengar pengakuanku, dia tersenyum dan semakin bersemangat untuk menusukan kemaluannya di lobangku. Ternyata bapak lama juga mengalami puncak, kebalikannya dalam diriku, aku merasakan suatu kedutan nikmat lagi dan berasa ingin pipis kembali. Aku peluk bapak, kucium bibirnya, sementara kedua kakiku menjepit pinggang bapak. Dengan berpangku pada tepi meja makan, bapak bertambah kencang volume memaju - mundurkan kemaluannya di dalam lobangku. Aku terpekik, aku menjerit, aku mendekap erat-erat tubuh bapak, kurasakan ledakan kembali menyerang dalam lubang kenikmatanku. Sementara bapak kulihat semakin cepat dan berkata bila kita berdua akan mencapai puncak secara bersama-sama. Tapi aku sudah tidak tahan lagi, aku mengerang mengejang kugigit bibir bapak, ternyata demikian pula dengan bapak. Kami berdua mencapai puncak tinggi bersamaan, kurasakan cairan hangat bapak dan cairanku menyatu di dalam lubang kemaluanku. Aku berkedut, bapak berkedut, kami semakin erat berpelukan, peluh membanjiri seluruh tubuh, jepitan kakiku di pinggang bapak, diimbangi pelukan tangan bapak di tubuhku, kami berdua sesak, kami berdua klimaks, kami berdua memejamkan mata sesaat tidak peduli dengan sekitar. 

Sampai pada suatu ketika, ibu mengunjungi orang tuanya di lain propinsi, ibu berangkat dengan anaknya menggunakan kereta Api sementara bapak tidak ikut karena tidak dapat cuti. Ibu pergi sekitar lima hari. 

Pagi hari sesuai dengan tugasku sehari-hari, aku mengepel ruangan, sengaja kulepas bh dan celana dalamku, aku hanya mengenakan daster saja tanpa dalaman. Kulihat kamar majikanku masih tertutup pintunya, kuketuk pintu dengan maksud ingin mengepel kamar majikanku, kemudian bapak membukakan pintu, aku masuk dan langsung mengepel, sementara bapak masuk kekamar mandi yang terletak juga di lama kamar majikanku. Sengaja agak berlama-lama mengepel dengan maksud memancing reaksi bapak, kutarik dasterku lebih agak ke atas, sehingga kedua pahaku terlihat jelas. Pancinganku mengena, bapak keluar dari dalam kamar mandi dan mengomentariku bahwa pahaku tampak putih mulus, kubalikkan badan sengaja menghadap ke arah bapak, dengan posisiku mengepel akan terlihat jelas kedua payudaraku yang tak tertutup beha. Bapak tersenyum menghampiriku dan berkata bila aku sengaja memancing dirinya, kubalas senyuman bapak dengan berkata memang aku sengaja, karena aku ingin disetubuhi bapak lagi. Kulihat bapak menurunkan sarungnya, yang ternyata juga tidak mengenakan celana dalam, terlihat kemaluan bapak sudah berdiri tegang. Setelah pamit untuk mencuci tanganku, kuhampiri bapak, aku elus kemaluan itu, bapak duduk ditepi tempat tidur, sementara aku jongok di antara kedua paha bapak, perlahan tapi pasti, kemaluan bapak aku cium dan kumasukkan kedalam mulutku. Terdengar desisan bapak, sementara tangan kiriku menyentuh kemaluanku, ternyata sudah basah, terus kuelus perlahan kemaluanku. 

Bapak merengkuh bahuku, menarik supaya aku berdiri, dan memposisikan aku jongkok di atas kemaluan bapak. Dengan perlahan kuturunkan pantatku dan dibantu dengan tangan bapak untuk mengarahkan kemaluannya menuju lobang kemaluanku, pertama agak susah untuk masukkan kemaluan bapak, kucoba memasukkannya sedikit demi sedikit. Setelah posisi dan kedalaman kemaluan bapak sudah pas, mulailah kuturun-naikan pantatku, tangan bapak tidak tinggal diam, diarihnya dasterku untuk dilepas, kemudian diremas-remaslah kedua payudaraku. Lama-kelamaan aku merasakan sengatan yang luar biasa, kupercepat goyanganku, kugesek-gesek kemaluanku, dan tak lama kemudian aku tak sanggup lagi menahan kebelet pipisku, kupeluk bapak dengan posisi masih tertancap kemaluan bapak, jebolah pertahananku, aku kebanjiran lagi. Kami bertukar posisi, aku sekarang di bawah, ditepi ranjang, sedang bapak berdiri di sisi ranjang, Sebelum bapak memasukkan kemaluannya dia bertanya kapan aku mens, kujawab kira-kira lima hari lagi aku mens. Setelah tahu jawabanku, bapak segera mengangkat kedua kakiku dan perlahan memasukkan kemaluannya kedalam kemaluanku, digoyangkannya pantat bapak maju-mundur, sensasi kemasukan kemaluan bapak di dalam kemaluanku terulang lagi, aku merasa terangsang lagi, kubantu dengan menggoyangkan pantatku. Aku klimaks lagi, tetapi bapak mengajak untuk bersama-sama karena beliau juga sudah hampir. setelah beberapa saat kutahan, akhirnya jebol lagi pertahananku, kulihat hampir bersamaan pertahanan bapak juga jebol, akhirnya kami dapat mencapai klimaks secara bersamaan. Lama posisi kemaluan bapak tertancap dalam kemaluanku, akupun tidak dapat berbuat apa-apa karena nikmat, setelah beberapa saat kami terdiam, baru dicabutlah kemaluan bapak. Kami berdua mandi bersama layaknya suami istri, aku bilang kepada bapak bila aku sayang kepadanya, dijawab dengan senyuman bapak. Setiap hari semenjak kepergian ibu, kami selalu memadu kasih, tetapi jelas setelah bapak kembali dari kantor. Kadang di kamarku, di kamar bapak, di dapur, di ruang belakang, bahkan pernah di garasi dan di dalam mobil. Hatiku senang, tentram, hingga ibu pulang dari luar kota. 

Hingga suatu malam aku tidak dapat tidur, udara sangat panas sehingga membuatku kegerahan, kucopot beha dan celana dalamku, hingga hanya memakai daster saja, kondisi seperti ini membuat aku menjadi terangsang. Kugosok-gosok kemaluanku dan kuraba-raba payudaraku sambil membayangkan kejadian-kejadian yang kulalui bersama majikan laki-lakiku. Tiba-tiba aku mendengar suara desahan dari kamar tidur majikanku, aku keluar dan jongkok di bawah jendela mendengarkan desahan-desahan nikmat kedua majikanku, letak kamar majikanku tidak jauh dar kamarku, hanya dibatasi oleh gudang. Aku terdiam mendengarkan kegiatan di dalam kamar majikanku, kutaksir posisi ibu di atas tubuh bapak. Suara-suara itu membuat tegang seluruh tubuhku, kuraba selangkanganku dengan tangan kanan, sementara tangan kiriku meremas payudaraku. Aku terhanyut, mataku terpejam membayangkan kenikmatan itu, tanpa terasa gosokan tangan kanan di kemaluanku semakin cepat, dan jari tengahku sudah masuk kedalam kehangatan kemaluanku, terasa melayang diriku. Tak lama datanglah klimaks, posisiku sudah selonjor kenikmatan, sementara suara-suara di dalam kamar juga tambah seru, tak lama kudengar bapak dan ibu telah mencapai klimaks, kemudian hening. 

Aku terhuyung kembali ke kamarku dan berbaring di tempat tidurku, nafasku masih tersenggal, sisa-sisa kenikmatan masih terasa, aku melap kemaluanku dengan celana dalamku. Setelah nafasku teratur, kurasakan hatiku sakit, cemburukah aku. dadaku bergejolak, seakan tidak rela bila kedua majikanku bersetubuh. Perasaan ini tidak boleh jawab hati kecilku, tetapi perasaanku tidak dapat dibohongi, aku telah jatuh cinta kepada bapak majikanku. Pikiranku bergejolak, antara logika dengan perasaan, yang aku rasa tidak akan mencapai titik temu, bagaimanakah ini? 

Akhirnya kuputuskan untuk keluar dari pekerjaanku, semula ibu menahan dengan menjanjikan gajiku dinaikkan, tetapi aku menolak, kukatakan bahwa aku akan mencari pengalaman di tempat lain. Malamnya bapak mengintrogasiku, menanyakan kenapa aku pindah dari keluarga itu. Aku bilang bila aku mulai menyukai dan mencintai bapak serta tidak rela bila bapak berdua sama ibu, bapak sendiri tidak dapat berbuat apa-apa, kemudian ia mencium pipiku lama sekali, tak terasa menetes air mataku. Besoknya aku pergi dari rumah itu, bapak memberiku uang tujuh kali gajiku, untuk modal katanya yang pasti tanpa sepengetahuan ibu. Sebetulnya berat hatiku meninggalkan keluarga ini, tetapi hati kecilku memberontak, terhadap orang yang aku sayangi. Keputusanku sudah bulat, mungkin nanti suatu saat aku mendapatkan jodoh yang juga menyayangiku seperti bapak. 

DIarsipkan di bawah: Bapak/Om, Setengah Baya | yang berkaitan: aroma nikmat, aroma vagina, bapak tiri, bau gadis, BH, buah dada, bugil, cd, celana dalam, cerita gadis, cerita panas, cerita seks, cerita seru, dada montok, gadis, gadis belia, gadis seksi, gairah gadis, gairah nafsu, haus seks, keringat basah, kisah seks, klitoris, liang vagina, memek basah, Menik, ML, ngentot, orgasme, paha mulus, pantat seksi, payudara, puting susu, seks bebas, sensasi seks, setubuh, susu kencang, telanjang | Tidak ada komentar  

Sensasi Inah dan Mbak Asti
Ditulis pada Maret 9, 2008 oleh antoniman 
MENGHANGATKAN HUJAN 

Bangun tidur sore itu tidak membuat Anton menjadi bugar, seperti layaknya orang bangun tidur. Bayangkan dua malam begadang di puncak Merapi. Sebagai anggota pencinta alam, kampusnya ditugaskan untuk mencari beberapa anak SMK pendaki yang hilang di Merapi. Cuaca buruk begini nekat mendaki gunung, kutuknya dalam hati. Di dekapnya kedua kaki mengusir dingin di atas bangku teras depan kosnya, cuaca hujan rintik-rintik. Memang cuaca bulan Desember membuat segalanya menjadi basah, termasuk beberapa potong celana jeans belelnya yang kemungkinan hanya di bulan Desember ini bertemu dengan yang namanya air, dua potong CD pun ikut basah akibat dicucinya tadi pagi. Benar-benar hari yang menyiksa bagi Anton, sudah dingin cuaca tanpa CD pula. Sepotong kain sarung yang lumayan kering cukuplah menghangatkan tubuh cekingnya sore itu. 

Tempat kost Anton cukup strategis, walaupun bangunan peninggalan Belanda, tetapi letaknya terpisah dari perkampungan, karena dikelilingi oleh tembok tinggi. Ibarat memasuki sebuah benteng pada jaman dahulu, letak kamar kos-kosan disekeliling bangunan utama yang di jadikan sekolah negeri. Suasana sekitar kos-kosan memang sedang sepi penghuninya banyak yang pulang kampung, maklum liburan Desember. Sementara sebagian kamar dijadikan asrama sekolah yang juga kosong ditinggal penghuninya liburan, praktis Anton merasa sebagai penjaga kosan, umpatnya dalam hati. 

Mas jamu mas sapa tukang jamu gendongan membuyarkan lamunan Anton. Eh embak ujan-ujan ngagetin orang lagi ngelamun aja sewot Anton. Masnya ini lho ujan-ujan kok ngelamun tuh jemuran gak diangkat tanya mbak jamu sambil berjalan menghampiri beranda di mana Anton duduk. Emang sengaja mbak sekalian kena air jawab Anton sekenanya. Lho kan sayang udah di cuci tapi kehujanan kata mbak jamu keheranan. belum kok, belum di cuci elak Anton. Lha kok aneh protes mbak jamu, sekalian dicuciin sama ujan saut Anton. Dah laku jamunya mbak? tanya Anton di sela-sela gerimis. Yah belum banyak sih, makanya mbok dibeli mas jamunya pinta mbak Jamu memelas. Emang jualan jamu apa aja sih mbak selidik Anton sambil membenahi sarungnya. Ya macem-macem, ada galian singset, sari rapet, kunir asem, sehat lelaki, pokoknya banyak deh, dan semuanya hasil meracik sendiri lho mas bangga mbak jamu sembari membersihkan air di sekitar kaki dan kainnya. Kalo badan pegel-pegel, jamunya apa mbak? tanya Anton, Ada tolak angin seru mbak jamu. Ah kalo aku biasa di kerokin mbak, kalo minum jamu doang kurang marem kata Anton. Mbaknya bisa ngerokin saya? goda Anton, Emang situ mau saya kerokin kerling mbak jamu malu-malu. Anton hanya tersenyum saja. Ngomong-ngomong namanya siapa sih mbak tanya Anton. Saya Inah mas jawabnya tersipu. Kalo di perhatikan manis juga nih cewek mana putih lagi kulitnya, gumam hati Anton. Kalo mas siapa namanya? tanya Inah membuyarkan lamunan Anton. Saya Anton mbak jawab Anton gugup. Keduanya bersalaman, gila alus juga nih cewek tangannya, bathin Anton. 

Gimana mas Anton, mau saya kerokin? tantang Inah memancing. Bener bisa ngerokin nih? tanya Anton antusias. Boleh jawab Inah senyum. Tapi jangan di sini ya, bawa masuk aja sekalian bakulnya mbak kata Anton sambil bangkit berdiri menyilahkan Inah masuk ke dalam kos-kosan. Wah kos-kosannya bagus ya mas, ada ruang tamunya segala, ini kamar siapa aja mas kok ada tiga? selidik Inah sembari meletakkan bakulnya di pojok dekat bufet. Kamar temen, cuman mereka pada pulang kampung, tinggal saya sendiri jaga kos jawab Aton. Kamar mas Anton sebelah mana tanya Inah, Itu mbak, paling pojok, paling gelap kata Anton. Ih ngeri ah gelap-gelapan goda Inah genit. Gak pa pa kok aku dah jinak canda Anton sembari mengajak Inah menuju ke dalam kamarnya. Kok sepi mas? selidik Inah sembari melihat ke kiri kanan. Rumah sebelah juga pulang kampung sekeluarga, makanya sepi jawab Anton. Kamar mandinya di mana mas, aku mau cuci kaki dulu tanya Inah. Itu di depan kamarku jawab Anton sembari membereskan tempat tidurnya yang berantakan. 

Anton merebahkan badannya telungkup di atas kasur tanpa dipan, sementara Inah mengambil minyak gosok serta uang benggol untuk kerokan. Mbak, jangan pake minyak ah aku gak tahan bau dan panasnya cegah Anton. Trus pake apa dong mas? tanya Inah bingung. Anton berdiri menuju meja rias, diambilnya sebotol Hand Body dan di berikannya kepada Inah. Pake ini aja mbak.. wangi lagi senyum Anton. Kemudian Inah mengambil posisi duduk di sebelah Anton, disingkapkannya kain batik yg dikenakannya sehingga tampaklah betis mulus Inah. Wah mulus juga, mana banyak bulu halusnya nih tukang jamu sorak hati Anton. Tangan yang menempel di punggung Anton juga dirasa lembut dan halus oleh Anton. Umurnya berapa mbak tanya Anton memecah keheningan mereka berdua. Dua enam bulan besok mas jawab Inah. Beda dua tahun di atas dong dengan saya kata Anton sembari meringis kesakitan. udah rumah tangga mbak? kejar Anton. Pisahan mas, suami saya kabur gak tanggung jawab kata Ginah. Lho kenapa? sambung Anton penasaran. Kecantol janda sebelah kampung ungkap Inah cuek. Waduh laki-laki bodoh tuh sela Anton sembarangan. Emangnya kenapa mas? penasaran Inah. Gimana gak bodoh, punya istri manis, putih dan sintal kayak gini kok di sia-siakan rayu Anton. Ah mas Anton bisa aja jawab Inah masuk dalam perangkap Anton, sembari mencubit pinggang lelaki itu. Eh geli ah mbak jerit Anton sedikit mengelinjang. Laki-laki kok gelian ceweknya cantik tuh goda Inah. Nggak cuman cantik tapi banyak juga mbak sombong Anton. Huh dasar laki-laki cemberut Inah. Mbak tadi jamunya apa aja? tanya Anton kemudian setelah adegan kerokan di punggungnya selesai. Kalo buat kondisi mas Anton sekarang minum Sehat Lelaki jawab Inah, Kasiatnya apa aja mbak? kejar Anton. Selain ngilangin masuk angin, supaya badan gak lemes dan mudah loyo jawab Inah. Mudah loyo? maksudnya apa? tanya Anton kemudian. Ih masnya ini lho kayak gak tau aja jawab Inah malu-malu. Anton memutar badannya, sekarang dia telentang menghadap Inah yang masih duduk terpaku, Sungguh saya gak tau mbak aku Anton. Inah memalingkan wajahnya, terlihat semu merah di pipi Inah yang menambah manis rona wajahnya. Itu lho buat pasangan suami istri kalo mau melakukan hubungan jawab Inah tersipu. Hubungan? hubungan apa? tanya Anton dengan muka bloonnya. Ahhh mas Anton ini lho ya hubungan suami istri jawab Inah sembari mencubit lengan Anton. Bagi yang punya pasangan kalo kayak aku gimana? siapa pasanganku ya? kerling Anton menantang Inah. Inah sendiri membuang mukanya, tetapi Anton menangkap semu merah di wajah Inah. 

  

KHASIAT RAMUAN SEHAT LELAKI 

Inah bangkit mengambil bakul yang tertinggal di ruang tamu, sekembalinya dia bertanya lagi kepada Anton, Jadi nggak jamu Sehat Lelakinya mas? tanyanya kepada Anton. Sini dulu dong jawab Anton sembari tangannya mempersilahkan Inah untuk duduk di sampingnya lagi. Kalo aku jadi minum terus bereaksi buat membuktikannya gimana kalo jamu buatan mbak itu benar-benar berkhasiat goda Anton. Ya sama pacarnya dong maunya sama sapa? pancing Inah gantian. Gimana kalo sama mbak aja soalnya pacar yang mana juga bingung aku tembak Anton sekenanya. Jangan ah entar kedengeran sama tetangga lho jawab Inah tanpa nada penolakan. Kemudian Inah mengambil botol dari bakul dan meracik ramuan Sehat Lelaki. Anton bangkit dari tidurnya kemudian mendekati tempat Inah duduk, dibelainya kepala gadis itu dengan lembut. Jangan mas genit ah entar aku teriak lho ancam Inah jinak-jinak merpati. Teriak aja paling gak ada yang keluar orang ujan-ujan begini pada males orang keluar tantang Aton. Kemudian belaian Anton turun ke pipi Inah terus ke leher jenjangnya. Masss geli ahh.. entar tumpah nih gelasnya ancam Inah. Kamu cantik lho mbak kok bodoh sekali ya bekas suamimu itu rayu Anton, Soalnya janda itu kaya mas sementara aku kan cuma orang desa yang gak punya apa-apa jawab Inah sembari memberikan gelas berisi ramuan jamu kepada Anton. Nih minum dulu ramuannya ditanggung ces pleng jawab Inah tanpa di sadari. Hee berarti mau dong ngebuktiin khasiatnya tembak Anton setelah meminum habis ramuan jamu tersebut. Eh ya nggak gitu nyobanya gak sama aku elak Inah merasa di tembak Anton. Sekarang pijitin bagian depannya dong mbak, khan gak imbang kalo cuma belakangnya aja yang di garap pinta Anton. Depannya minta di kerok sekalian mas? tanya Inah. Nggak usah di kerok pijitin aja kata Anton. 

Pijitan Inah di dada Anton, kembali membuat pemberontakan adiknya di dalam sarung. Tangan kanan Anton kembali meraba pipi halus Inah, wanita itu terdiam. Kemudian Anton menelusuri rabaan mulai turun ke leher Inah, perlahan tapi pasti dibukanya kancing kebaya Inah, Inah menoleh ke samping, dadanya bergemuruh, dirasakan semua bulu kuduknya berdiri, sensasi ini telah lama ia rindukan, semenjak bercerai dengan suaminya setahun lalu, tidak ada tangan laki-laki lain yang menyentuh tubuh sintalnya. Anton merasakan deru nafas Inah yang mulai tidak teratur, dalam hati Anton bersorak kena lo sekarang! Dirabanya bukit kembar satu persatu. Anton tidak mau terburu-buru, diraba dengan bra yang masih terpasang. Rona wajah Inah semakin nyata, Masss jaaangaannnn mass nanti dilihat orang erang Inah sembari menahan gejolak dalam dirinya tanpa menepis tangan Anton. Anton tidak menjawab, perlahan di bukanya kebaya Inah mulai dari pundak. Inah mencoba untuk menahan tangan Anton, kemudian Anton bangkit dari tidurannya, Inah memiringkan wajahnya seolah takut berhadapan dengan wajah Anton yang tinggal beberapa senti lagi darinya. Anton meraih dagu wanita itu, perlahan dipalingkan wajah Inah tepat dihadapannya, kemudian Anton mendekatkan bibirnya mengecup bibir Inah, Wanita itu menolak, tetapi hanya sesaat, kedua tangan Anton memegang pundak wanita itu dan dilanjutkannya mengecup bibirnya, bergetar bibir wanita itu dirasa menambah nafsu Anton, perlahan dibukanya bibir itu dan dikulumnya lidah wanita itu, terlihat Inah mulai menikmatinya sambil memejamkan mata. Kedua tangan Anton menurunkan kebaya yang dipakai Inah, tanpa perlawanan lagi. Sembari mereka saling berpagutan, dicarinya pengait bra di punggung wanita itu dan berhasil dibukanya, perlahan diturunkannya tali di atas pundaknya ke samping dan turun ke bawah. Anton terhenyak tanpa melepaskan pagutannya, bukit kembar wanita itu masih kencang, bulat dan mengacung putingnya menantang, kemudian dirabanya kedua bukit itu disertai erangan kecil Inah. Masss aku takuuutt erang Inah. Sssstttt enggak pa pa kok nikmatin aja ya sayang ujar Anton menenangkan wanita itu. 

Kemudian Anton mengambil tangan kiri Inah yang kemudian diletakkannya di atas sarung tepat di senjata Anton. Mass gak pake celana dalam ya? tanya Ginah sembari mengelusnya dari luar sarung. Anton hanya tersenyum, kemudian diapun berusaha untuk melepaskan kain yang masih dikenakan Inah. Setelah kain terlepas Anton tidak dapat menahan gelinya, Kamu juga gak pake daleman ya? tanya Anton dengan geli. 

Memang rata-rata tukang jamu itu tidak memakai celana dalam mas jawab Ginah ketus, giliran Anton yang kaget dan melongo Gila!!! Perlahan ditatapnya wajah Inah, perlahan tapi pasti tangan Anton merenguh bahu wanita itu dan perlahan-lahan merebahkannya ke lantai. Anton mulai meraba kedua bukit kembar Inah, sementara wanita itu memalingkan wajahnya menghindar tatapan Anton, di pegangnya tangan Anton tetapi tidak bermaksud untuk melarang. Anton memang pandai memanjakan wanita, walau dirasa tubuh wanita itu sedikit berbau ramuan jamu, tidak mengurangi nafsu Anton untuk kemudian menjilatinya. Dimulai dari leher jenjang wanita itu, kemudian perlahan turun pada dua bukit kembar, kembali lidah Anton menyelusuri gundukan bukit itu satu persatu yang diakhiri dengan sedotan diujung putingnya. 

Terdengar erangan wanita seperti kepedesan, kedua tangannya telah beralih ke rambut gondrong Aton dengan sedikit jambakan. Lidah Anton meneruskan gerilyanya, turun ke arah pusar Inah, terlihat Inah demikian menikmatinya, kegiatan yang tidak pernah dilakukan suaminya dahulu, karena suaminya hanya memaksa bila ingin dipenuhi kebutuhan sahwatnya tanpa Inah merasakan nikmatnya berhubungan insan berlainan jenis. 

Tangan Anton kembali meremas bukit kembar Inah, sementara jilatan Anton telah mendekati sasaran di sarang kenikmatan Inah. Luar biasa bulu kemaluan Inah demikian lebatnya, menambah sensasi tersendiri buat Anton. Eh masss mau ngapaiiinn? selidik Inah di atas sana. 

Anton tidak menjawab, tangan kanannya berusaha menyingkap bulu lebat Inah untuk menemukan kenikmatan gadis itu. Jangan masss kotooorrr achhh erang Inah menahan gejolak yang untuk pertama kali dirasakan sensasi itu. Anton hanya melirik ke atas, dilihatnya mata wanita itu terpejam kenikmatan. Masss ediaaannn uenakeee ssshhh aaahhh emmmhhh masss jerit tertahan Inah sembari menjambak rambut Anton. Lidah Anton menemukan klitoris Indah, dijilat, dipluntir dan sesekali dihisap lembut, sehingga tak lama membuat Inah kelojotan. 

Masss gak kuaaat mauuu pipp pisss teriak Inah sambil berusaha menyingkirkan kepala Anton dari kemaluannya. Anton menolak dan semakin kuat membenamkan wajahnya kedalam kemaluan Inah. Tak lama kemudian Anton merasa kalau kepalanya sedikit sakit akibat jepitan paha Inah, tetapi di tahannya, karena Anton tahu bahwa wanita ini mengalami orgasme yang teramat hebat dan dahsyatnya. Achhh emmmhhh masssssssss acchhh jerit tertahan Indah mengiringi orgasme yang baru sekali ini dialaminya, seolah copot semua persendian di tubuhnya. Sensasi apa ini, yang tak mampu dicapai oleh pikirannya, karena tidak pernah di dapat dari mantan suaminya dulu. Inah terkapar kelelahan, 

Anton memeluknya, dielusnya rambut dan pipi Inah, sementara Inah kehabisan nafas, seakan habis puluhan kilometer dia lari 

  

POSISI DOGIE STYLE 

Gimana rasanya mbak? tanya Anton beberapa saat kemudian setelah Inah terlihat telah dapat mengatur nafasnya. Masss tadi itu rasanya seperti apa ya? tanya Inah kebingungan disela nafas yang masih tersengal. Sssst sudah tak usah diungkapkan pokoknya dirasain aja ya jawab Anton menenangkan Inah. Beberapa saat kemudian Inah telah normal kembali pernafasannya dan bangkit duduk di samping Anton. Kok mas gak jijik sih nyiumin pepekku tanya Inah yang membahasakan kemaluannya dengan pepek. Anton tidak menjawab, malah dia bertanya pada Inah Inah bener belum pernah merasakan seperti tadi ya? Bener mas, soalnya suami Inah itu Peltu jawab Inah. Peltu??? emangnya suami Inah itu aparat? goda Anton. Bukan nempel metu jawab Inah tersipu. Ha ha ha tawa renyah Anton. Inah sudah tidak malu-malu lagi, perlahan tangan kanannya meraih senjata Anton yang masih tegak berdiri, Mas punyanya kok panjang begini ya tanya Inah sembari mengelus senjata Anton. Anton tersenyum, diberinya ruang untuk Inah dapat sepenuhnya menikmati senjata Anton. 

Kemudian perlahan dan agak ragu, Inah mendekati senjata Anton ke wajahnya, matanya melirik Anton seakan meminta persetujuan Anton, Anton tersenyum dan mengangguk. Dengan tidak buru-buru, dimasukkannya kepala senjata Anton ke dalam mulut Inah, Anton terpejam merasakan sensasi bibir Inah sembari mengelus rambut wanita itu, luar biasa katanya tidak mempunyai pengalaman, 

tetapi dalam urusan sedot-menyedot rupanya Inah juga jagonya, bathin Anton, mungkin ini yang dinamakan bakat alam, tanpa dipelajari sudah berjalan secara naluri. 

Anton masih bermain dengan pikirannya, sementara Inah mengulum senjatanya. Sosok Inah di mata Anton seolah tidak bedanya dengan cewek-cewek kencannya, tetapi Inah mempunyai nilai plus. Di samping Inah hanya seorang tukang jamu, tetapi dalam merawat tubuh tidaklah kalah dengan cewek kuliahan, Kulit Inah putih bersih dengan bulu-bulu halus di sekujut tubuhnya, ketiak yang tidak dicukur tetapi rapi memberi kesan tidak jorok, sementara bulu kemaluan yang lebat sampai ke belakang. Anton terhenyak melihat Inah terbangun dari kulumannya di senjata Anton. Kenapa mbak? tanya Aton, Pegel mas mulutku, habis gede banget sih senjatanya senyum Inah malu-malu. Oke, sekarang mbak tiduran, aku masukin ya senjataku ke pepek embak kata Anton. Tanpa perlu menjawab, Inah merebahkan tubuhnya memasang posisi, kemudian Anton mulai menusukkan senjatanya kedalam kenikmatan Inah. 

Auuu pelan-pelan ya masss masukinnya maklum dah lama gak di pake? meringis Inah merasakan moncong senjata Anton memasuki lubang pepeknya. Setelah di rasa cukup masuk dan menyesuaikan di dalam lobang kenikmatan Inah, mulailah Anton memaju-mundurkan senjatanya. 

Ssshhh enaaak masss terusss yang dalammm massserang Inah keenakan. Anton mulai berkeringat, walau udara di kamar sebetulnya cukup dingin, mungkin karena jamu yang diminum tadi sudah bereaksi. Gila nih lobangnya mbak adikku kamu jepit pake apa sih mbak kata Anton disela aktifitasnya memaju mundurkan senjatanya, Ah mas Anton ini lho.. sempet-sempetnya bercanda enggak kok mas barangku enggak ada alatnya cuman bisa njepit aja bangga Inah. Ini yang dinamakan orang Empot Ayam ramuan Madura khan ada jamunya juga mbak kata Anton. Iya mas aku rajin minum juga cuman gak tau namanya apa soalnya itu jamu warisan nenekku yang memang masih ada keturunan Madura jawab Inah sembari merasakan sensasi kembali. 

Accchhh masss aku moo pippiisss lagiii aahhh untuk kedua kalinya Inah melenguh panjang, pertanda telah sampai orgasme nya yang kedua. Dijepitnya pinggang Anton dipeluknya dada Anton, seolah mau melumat tubuh kurus Anton, Anton sedikit meringis merasakan jepitan kaki Inah dan pelukan tangan Inah di tubuhnya, tetapi Anton mengerti akan kenikmatan Inah, maka dibiarkannya wanita itu menjepit tubuhnya. Setelah beberapa saat Anton memberi waktu untuk Inah mengembalikan nafas liarnya, ia berinisiatif untuk merubah gaya, disuruhnya Inah untuk nungging membelakanginya, Anton melakukan dogy style. Inipun sensasi lain yang dirasakan Inah, baru dengan Anton ini ia merasakan indahnya persetubuhan. 

Anton pun merasakan sensasi lain dari jepitan lubang Inah, dengan posisi ini, lubang kemaluan Inah semakin dirasakan sempit, sedikit mengalami kesulitan bagi Anton untuk memaju-mundurkan senjatanya, walau lubang Inah sudah sedemikian basahnya akibat orgasme Inah tadi. Tangan Anton memegang pinggul Inah, sedangkan Inah memeluk bantal sembari mengerang kenikmatan, tusuk yang dalammm masss ssshhh. Akhirnya Anton memacu semakin cepat dengan tujuan untuk mencapai puncak kenikmatan bersamaan, kali ini. Masss pippiiisss lagi nihhh akuuu desak Inah, sabar sayang mas juga mau keluar nihhh ayuuukkk aaahhh Naaahhh lenguh Anton. demikian juga Inah yang semakin liar memeluk serta menggigit sarung Aton, aaacchh emmmhhh enghhh masss 

Keduanya terkapar di kasur dengan deru nafas yang saling berlomba, Inah memeluk Anton, Anton membelai rambut lurus Inah. Mereka saling mendekap, berpagutan, disela deru nafas mereka berdua, hujan deras di luar. Tetapi di dalam kamar telah terjadi kehangatan yang dahsyat. Mbak, gimana rasannya dengan gaya kayak barusan tadi? tanya Anton memulai pembicaraan. Sungguh mas, baru kali ini saya merasakannya dan ternyata luar biasa, seperti pengen mengulang terus dan terus jawab lugu Inah. ha ha ha kayak iklan aja nih gelak Anton. Kalo mas Anton udah berapa cewek yang mas Anton puasin? selidik Inah sembari memainkan puting susu Anton, Hemm berapa ya jawab Anton seolah berpikir, tau ah saking banyaknya. dasar laki-laki buaya geram Inah sembari mencubit dada Anton. Trus kebanyakan cewek-cewek itu juga puas mas? tanya Inah sedikit cemburu, seperti jawabanmu bila kamu di tanya sama orang, pasti jawabannya Luar Biasaaa jawab Anton geli sembari mencubit mesra hidung Inah. Mas Anton gak punya cewek yang diseriusin ya? kejar Inah lagi, mana ada yang bisa serius dengan aku kebanyakan cewek yang deket sama aku juga paling-paling minta dipuasin nafsunya elak Anton. Nakal ya mas Anton ini gemes Inah sembari mencubit senjata Anton. Ha ha ha memang itu yang mereka inginkan.. kebanyakan mereka nggak kangen sama aku,,, tetapi kangen sama burungku ha.. ha ha canda Anton sambil terkekeh renyah. tapi suatu saat nanti pasti lah aku cari pendamping yang setia mungkin seperti kamu mbak selain manis, putih, pintar memijit dan piawai dibidang jepit-menjepit aku Anton sembari memeluk dan mengelitik payudara Inah. Gombal jawab Inah sembari berusaha melepaskan diri dari dekapan kelitikan Anton yang sengaja menyenggol payudaranya. 

  

SENSASI BIBIR BAK MANDI 

Mas aku ke kamar mandi dulu ya, lengket rasa sekujur tubuh nih pinjam handuknya boleh mas? tanya Inah sembari bangkit menuju kamar mandi, Tuh di depan kamar mandi handukku warna merah jawab Anton. Memang diakui Anton bahwa jamu ramuan mbak Inah memang terbukti khasiatnya, Anton merasa cairan yang dikeluarkannya begitu banyak dan kental, serta pegal-pegal di badannya seketika hilang tak dirasa. Entah membayangkan sensasi apa yang ada dalam tubuh Inah, Anton merasa senjatanya bangkit berdiri kembali, gila nih jamu dah minta jatah lagi adik gua. Anton bangkit dari tidurannya dihampirinya Inah yang sedang berada di kamar mandi, lho kok gak ditutup pintunya mbak? tanya Aton geli dan melihat Inah sedang jongkok mengguyur air di sekujur tubuh mulusnya. Katanya gak ada orang makanya gak aku tutup pintunya, lho kok sudah mengacung lagi mas senjatanya? goda Inah sembari melihat kemaluan Anton yang tegak berdiri. Iya nih tanggung jawab lho mbak gara-gara jamunya nih adikku minta jatah lagi protes Anton. Aduh kacian sini-sini mbak angetin bujuk Inah sembari meraih kemaluan Anton dan segera dikulumnya. 

Ahhh sssttt enak mbak lenguh Anton sembari mengelus rambut Inah, slruuup slruup ck..ck..ck.. bunyi mulut Inah terganjal kemaluan Anton. 

Setelah beberapa saat dirasa cukup oleh Anton, dipegangnya pundak Inah, dibimbingnya Inah untuk berdiri, kemudian diputarnya tubuh Inah membelakanginya, dengan tubuh basah Inah, Anton memeluk Inah dari belakang. Dicumbunya leher wanita itu dan dijilatnya rambut kalong Inah, sementara kedua tangannya menyusup dari bawah ketiak Inah dan menuju kedua bukit kembar Inah. Inah merasa tersanjung, diangkatnya kedua tangannya dan dipegangnya kepala Anton sembari melenguh kegelian Masss ennaaakk ssshhh geliii masss Puting susu Inah mengencang, mengeras disela jemari Anton. Dia memang lelaki hebat yang bisa memanjakan wanita kagum hati Inah serasa melambung ke langit ke tujuh belas Mbak coba membungkuk sedikit pegangan di bibir bak mandi kakinya direnggangkan sedikit ya sayang pinta Anton yang dituruti Inah dengan sedikit bingung. Kemudian Anton jongkok di belakang Inah, kedua tangan Anton meraba pantat Inah dan membelahnya layaknya membelah durian tetapi perlahan dengan perasaan. 

Kemudian Inah menjerit kecil, setelah dirasa ada benda basah tetapi hangat menyentuh lubang duburnya, ditengoknya kebelakang, ternyata Anton sedang bermain lidah di lubang duburnya. Inah kaget, tetapi menikmati sensasi lain yang tak kalah luar biasanya, Inah merasa geli yang tidak tertahan tetapi nikmat, dengan tidak sengaja Inah menggoyang-goyangkan pantatnya ke kiri dan ke kanan karena kegelian. Ceplak cepluk bunyi lidah Anton menjilati lubang dubur Inah yang diselingi turun ke arah lubang kenikmatan Inah yang sudah terlanjur banjir. Tanpa di sadari Anton, tangan kanan Inah berpindah ke selangkangannya sendiri, dipijitnya klitoris Inah sendiri. Masss enaakk masss emmmhhh  erang Inah sembari menggigit bibir. Kemudian Anton bangkit berdiri, diciumnya bibir Inah dari samping sembari berkata Enak mbak emmmhhh, Enaakkk masss jawab Inah malas. Kemudian Anton kembali ke belakang Inah, 

perlahan tapi pasti dimasukkannya kemaluan Anton ke lobang kenikmatan Inah. Ssshhh masss yang dalaaamm yahhh rintih Inah masih dengan posisi setengah terbungkuk. Plok plok plok bunyi suara maju mundur Anton memompa yang mengenai pantat Inah membuat suasana menjadi semakin panas., sekarang dengan bercampurnya lendir kenikmatan Inah dan air dari bak mandi, dirasa Anton tidak begitu sulit seperti tadi di kamar tidur. 

Hujan di luar kosan masih deras sehingga erangan Inah tidak begitu terdengar, kalah dengan derasnya hujan yang turun di atas kamar mandi yg tertutup seng. Irama jatuhnya hujan di atas seng, teriakan nikmat Inah semakin menambah irama Anton dalam memacu tusukan senjatanya pada lubang kenikmatan Inah, Inah semakin liar bergoyang, ke kiri ke kanan, ke atas bawah, kadang membuat gerakan memutar seolah memeras kejantanan Anton. 

Masss Inahhh nyampeee lagiii masss ssshhh aaahhh lenguh Inah mencapai klimaksnya. Anton menarik erat pinggul Inah, didorongkannya kemaluan Anton ke dasar lubang Inah semakin dalam sembari ditahan di dalamnya sembari dirasakan beberapa kedutan liang kenikmatan Inah yang berkontrasi meluapkan gairah orgasmenya, benar-benar empot ayam nih cewek sorak hati Anton, Inah KO keempat kalinya. 

Dicabutnya batang kemaluan Anton, dan sekarang posisi bergantian. Anton duduk di tepi bak mandi, sementara Inah jongkok di hadapan Anton. Kemudian Inah memasukkan kemaluan Anton ke dalam mulutnya, 

mengulumnya dan memaju-mundurkan batang kemaluan Anton. Inah marasa kondisi Anton tak lama lagi mendekati klimaks, Inah mau memberi service dengan tetap mengulum kemaluan Anton serta membiarkan Anton mengeluarkan orgasmenya didalam mulutnya, dan achhh ssstttt mmmbaaakhh aagghhh aku keluaaarrr dengus Anton mencapai puncak, sembari memegang kepala Inah serta mengacak-acak rambutnya, senjata Anton tetap di dalam mulut Inah, hingga tetes mani terakhir dan langsung ditelannya. Sensasi luar biasa dirasakan Anton sembari melihat bagaimana Inah mengulum penisnya seperti seorang anak kecil mendapat sepotong es krim kesukaannya. Setelah beberapa saat, di sela nafas yang muali teratur, Anton bertanya kepada Inah Enak mbak?, he-eh asin tapi gurih mas senyum Inah puas sembari membersihkan sisa sisa lendir dengan lidahnya di sekitar batang kemaluan Anton dan menelannya. 

Baru ini pula aku merasakan sperma laki-laki, ternyata gurih ya mas ya pengakuan Inah sembari terus mengelus dan memijit batang kemaluan Anton. Setelah selesai keduanya membasahkan tubuh masing, saling menggosok, meraba dan membersihkan cairan sabunnya. 

  

KULUMAN BONUS 

Keluar dari kamar mandi, Inah menuju meja rias di dalam kamar Anton, sementara Anton berjalan ke dapur guna memasak air untuk membuat teh manis hangat. Sesekali diliriknya Inah dari dapur ke dalam kamar, Inah duduk membelakangi Anton sembari mengeringkan rambut dengan handuk tanpa sehelai benang pun menutupi tubuh sintalnya. Melihat pemandangan itu, Anton terpana dari tempatnya membuat teh, gila perfect banget tuh body batin hatinya, orang gak akan nyangka bahwa tukang jamu memiliki body yang aduhai, apalagi barangnya bisa memijit pula mungkin karena setiap hari berjalan dan membawa beban di punggung, yang tanpa disadari sudah merupakan olah raga sex masih dalam pikiran Anton melihat pemandangan Inah dari belakang. 

Mbak nih teh hangatnya aku cuman bikin satu buat kita berdua ya biar tambah mesra bukannya pelit lho canda Anton sembari membawa teh hangat yang diletakkan di atas meja rias. Anton meraih kursi dan duduk di sebelah meja rias yang sedang dipakai Inah untuk mengeringkan rambut, dipandanginya Inah dari sisinya duduk. Ah mas kok ngeliatin Inah terus sih Inah kan malu celoteh Inah manja sembari mencubit pipi Anton. Anton hanya tersenyum dan mendekati bibir wanita itu serta mengecupnya dengan mesra. Ketika Inah menyisir rambutnya, otomatis siku tangannya terangkat ke atas dan memperlihatkan ketiak Inah yang ditumbuhi bulu tetapi tidak lebat sehingga tidak memberi kesan jorok. Anton meraih ketiak Inah, dielusnya bulu-bulunya, gak pernah dicukur ya mbak. Mana sempet mas gak ada waktu ngurusin diri bela Inah. 

Anton kembali memperhatikan Inah menyisir rambutnya, begitu pandangan Anton ke bawah, dilihatnya payudara Indah bergoyang ke kiri kanan, menambah pemandangan menjadi panas kembali. Mbak adikku bangkit lagi nih bisik Anton sembari memberi kode liwat tatapannya ke arah kemaluannya. Ihhhh tuh kan baru percaya sama ramuan jamuku gemas Inah sembari mencubit dan mengelus kemaluan Anton. Gimana kalo mau minta jatah lagi harap Anton, Aduh khan udah mandi mas, lagian aku capek banget nih sampe berasa copot semua tulangku mas elak Inah. Tetapi Inah bangkit dan berjongkok di depan Anton, Ya deh ini tanggung jawabku aku kulum lagi aja ya mas kasian klo gak bisa tersalur jawab Inah memberi solusi. 

Anton hanya tersenyum sembari melihat lagi Inah mengulum kemaluannya, dielusnya rambut Inah. Inah memang cepat bisa, sedotannya membuat Anton tidak dapat bertahan lama, dan memang ini yang dimaui Anton, karena ia berpikir bila hanya dia yang bermain tidaklah terlalu nyaman. Mbak achhh jerit Anton mengiringi orgasmenya kali ini yang seperti tadi langsung ditelan habis Inah. 

Kok cepet keluarnya sekarang mas? tanya Inah tersenyum. Sengaja, habis klo main sendiri gak enak lah rasanya, makanya aku kosentrasi supaya cepet keluar bela Anton. He he he khan masih ada besok lagi mas kata Inah sembari membersihkan kemaluan Anton dengan tisu yang berada di atas meja tersebut, sembari mencium mesra pipi Anton. 

Udah tidur sini aja mbak, aku kelonin deh rayu Anton melihat Inah mulai memakai bra kain dan kebayanya setelah dia membersihkan diri di kamar mandi sekali lagi. Endak ah mas gak enak sama teman kos saya jawab Inah mengelak ajakan Anton. Tapi besok kalo saya kangen sama mas.. boleh ya saya main ke sini pinta Inah memelas, Oke aja kalo pas saya ada di kosan, biasanya sih suka keluyuran jawab Anton seenaknya. Sekarang saya tinggalin lagi jamunya ya mas, siapa tau ada yang butuh kehangatan mas Anton lagi he he he canda Inah setelah dia selesai memakai semua pakaiannya sembari mengangkat bakul berisi jamunya. Berapa semuanya mbak? tanya Anton sembari membuka dompet untuk membayarnya. Sudah mas saya kasih gratis soalnya saya sudah dapat kepuasan yang selama ini gak saya dapetin tolak Inah halus, Yang bener nih mbak mosok dah disuruh ngerokin sama ngelonin kok gak mau di kasih uang sih? protes Anton. Alaaahh saya tau kantong Mahasiswa paling juga recehan doang isinya ha becanda lho mas serius kok mas aku yang terima kasih mas Anton bisa mengerti perasaan wanita, salam aja ya mas buat temen kencan mas yang lain goda Inah sembari pamitan keluar kamar. Eh sebentar mbak! seru Anton setelah memakai kain sarungnya kembali, Inah berhenti, kemudian Anton mendekati Inah memeluk wanita itu dan memberi kecupan lembut di bibir Inah sembari menyelipkan sejumlah uang ke dalam bra Inah dan berkata Sekali ini jangan menolak ya mbak saya bersalah jika tidak memberi ini mohon jangan anggap sebagai imbalan jasa tetapi rasa sayang saya dan sebagai rasa terima kasih buat embak. Inah terpaku dan menatap Anton, tak dinyananya bahwa lelaki ini selain ganteng, pemberi kepuasan dan baik hati terhadap wanita, ah seandainya. Inah tidak mampu melanjutkan impiannya yang dianggap mustahil bagi dirinya, tak terasa menetes air mata harunya. Anton mengusap air mata Inah dan mengecup kening Inah, Sudah ya sayang gak usah nangis semoga besok kita bisa lebih panas lagi goda Anton menghibur Inah. Ma kasih ya mas pamit Inah meninggalkan kos-kosan Anton. 

Anton terpaku melepas kepergian Inah, hujan baru saja berhenti, waktu menunjukkan pukul sepuluh malam, gila dari jam lima sore tadi kita berdua main bathin Anton. Tetapi Anton merasa klo tubuhnya dalam kondisi puncak, dahsyat sekali ramuan mbak jamu tadi ya pikir Anton, besok kalau bertemu, aku akan minta lagi ah, pikir Anton sembari menutup pintu kos-kosan dan kembali ke kamarnya untuk tidur. 

  

LAMUNAN MBAK ASTI 

Siang permisi dik sapa suara wanita di luar sana, terdengar jendela kaca diketuk orang. Anton menggeliat dari tidurnya, didengar suara sayup-sayup, setengah malas diambilnya sarung untuk menutupi burung yang bangun mendahului tuannya. Sebentar mbak balasnya sembari membuka pintu kamar kosannya Ohhh mBak Asti ada apa mbak, pagi-pagi gangguin orang tidur canda Anton tersenyum melihat Asti, tetangga sebelah kosan Anton. Pagi? liat tuh matahari juga udah mau nyampe di atas kepala kaget Asti. Ah masa sih kirain masih subuhjawab Anton sekenanya. Ton mbak mau pinjem tali buat jemuran ada nggak? tanya Asti kepada Anton yang masih tampak belum sepenuhnya sadar. Tali jemuran buat gantung diri ya mbak ya goda Anton sembari menguap lebar sekali. Uh dasar pemalas dah siang bolong begini masih ngigo liat tu di luar matahari lagi mau keluar mumpung ada panas, mbak mau jemur cucian yang dari kemarin gak kering-kering gerutu Asti. Tiba-tiba Asti terkejut sembari memalingkan wajahnya yang berubah merona merah begitu dilihat sekitar selangkangan Anton tampak sesuatu benda mencuat layaknya tiang bendera. Anton menyadari perubahan wajah Asti serta seketika melihat ke bawah pas tepat di bawah pusarnya, Ups sori mbak sebentar saya pake celana dulu seru Anton sembari berlalu masuk ke dalam kamarnya. Dasar bujangan tapi lumaya gedhe juga punya tu anak dalam hati Asti tersenyum sembari membayangkan tonjolan di kain sarung Anton tadi. 

Anton memakai CD serta ke kamar mandi untuk sekedar cuci muka dan sedikit menyikat giginya, setelah itu kembali lagi dia menemui Asti di kamar tamu sembari membawa seutas tali jemuran di tangan kirinya. Nih mbak talinya mau di pasang sekarang? tanya Anton, Boleh deh sekalian minta tolong pasangin ya dik Anton. senyum Asti diselingi lirikan kecewa ke arah selangkangan Anton yang sekarang telah normal kembali. Wah nakal juga nih cewek, gerutu Anton melihat kerlingan mata Asti ke arah selangkangannya. Anton mengikat salah satu ujung tali jemuran di batang pohon pepaya, setelah itu dia menyuruh Asti untuk mengikat ujung yang lainnya di pagar kawat. Asti memakai daster tipis longgar tanpa lengan, sehingga dari arah samping Anton sedikit mengintip seputar daging kenyal Asti, karena letak Anya agak membelakangi sinar matahari, Anton melihat siluet body Asti tanpa bra dan hanya mengenakan G-string hitam. Perlahan tapi pasti, senjata Anton bereaksi, secepat kilat Anton membuang muka. Tak lama Asti masuk mengambil ember berisi jemuran dan mulai menjemur pada utas tali yang tadi dipasang bersama Anton, sementara Anton memandanginya dengan duduk di kursi pendek depan pintu kamar tamu Asti. Anton memperhatikan celah disekitar ketiak Asti yang terlihat kecoklatan. Asti adalah istri simpanan seorang pejabat Kotamadya, sementara Asti kos di sebelah kosan Anton bersama adiknya yang sedang pulang kampung. Dik Anton ngeliatin mbak terus ya? selidik Asti sembari melotot ke arah Anton, Ah tau aja mbak jawab Anton polos dan melengos. Sudah masuk sana tunggu mbak di ruang tamu aja, ada koran baru tuh di sana jawab Asti menetralisir rona merah wajah Anton. Anton berdiri dan berjalan malas ke dalam ruang tamu Asti, diraihnya koran dan diselonjorkan tubuhnya di atas sofa. 

Setelah semua pakaian terjemur, Asti menyusul Anton ke dalam ruang tamu sembari membawa segelas teh hangat dan diserahkannya kepada Anton. Makasih mbak jawab Anton sembari menghirup teh hangatnya. Ton semalem kok hot banget kedengarannyaselidik Asti tersenyum dan melirik nakal ke arah Anton sembari meletakkan pinggulnya di depan Anton. Anton bagai disambar petir atas pertanyaan Asti yang diucap perlahan tetapi bagai petir di telinga Anton. Koran yang dipegang Anton disentak sembari melihat ke arah Asti serta bermaksud menanyakan arti pertanyaan melalui sorotan matanya. Asti hanya tersenyum, diambilnya gelas berisi teh hangat, disruputnya perlahan sembari pandangannya mencuri ke arah Anton. Lho mbak denger? tanya Anton seperti kera kena tulup. Asti tersenyum, Sering mbak denger suara-suara aneh dari rumah sebelah, terutama kamar yang bersebelahan langsung dengan kamar mbak terang Asti. Oh itu kamar Bowo mbak kamarku masih beda dua kamar lagi dari situ bela Anton. Tetapi Bowo pulang kampung bersama Jaya khan? selidik Asti sembari melempar senyum penuh arti kepada Anton. He he he iya tinggal aku sendirian malem itu jawab Anton merasa tersudut sembari menggaruk rambut yang tidak gatal. Emangnya mbak Asti pulang jam berapa?, bukannya malam itu hujan deras mbak? kata Anton sembari mencari pembelaan diri. Yaa itu mbak rencana nginep di rumah temen, tiba-tiba temen mendapat interlokal kalo adiknya sakit, akhirnya mbak memutuskan untuk pulang, tapi hujan gak reda-reda setelah agak gerimis mbak panggil tukang ojek pas sampe jembatan timur sana hujan kembali menderas akhirnya tukang ojek mbak suruh aja langsung ke kosan jadi mbak pulang sampe basah kuyub deh, basah luar dalem jelas Asti kepada Anton. Pantesan gak pake pada dijemurin semua ya goda Anton. Ih sialan tau aja kamu, tetapi mbak pake G-string simpenan kalo mas Ary pas dateng lho bela Asti. Sama siapa malam itu dik Anton selidik Asti kembali seakan tak mau ketinggalan momennya menggoda Anton. Eenghh sama Inah mbak aku Anton. Haaaaa kamu main sama Inaahhh pekik Asti menutup mulut bengongnya, Emang kenapa mbak kok kaget tanya Anton tersenyum sinis kepada Asti. Inah tukang jamu itu kan Ton? tanya Asti seakan tidak menyangka atas pengakuan Anton. Inah juga manusia khan mbak dan jangan salah mbak Inah ternyata wanita paling hot yang saya alami selama ini bela Anton. Masa sih Ton kedengerannya emang hot banget sih malem itu mana ujan deres lagi kata Asti, kalo dibading sama teman kencanmu yang lain gimana Ton? sambung Astia penuh rasa penasaran. Putuuuuussss. gak ada yang bisa nyedot-nyedot kaya si Inah mbak. ha.. ha ha gelak Anton mengatasi penasaran Asti, tak tahan dicubitnya kaki Anton sembari memerah kedua pipinya. Inah pernah kasih mbak jamu ramuan buat mas Ary, cuman masih mbak simpen di kulkas karena mas Ary tampaknya gak doyan jelas Asti tanpa ditanya Anton. Haaaa masih ada gak mbak jamunya  pekik Anton kegirangan. Asti terheran melihat perubahan sikap Anton, emangnya kamu tau jamu apaan tuh? selidik Asti. Gara-gara jamu itu aku menjadi pria sejati mbak jawab Anton tertawa lepas. Masa sih Ton bisa bikin cowok perkasa? selidik Asti. Tadinya aku sendiri juga gak gitu percaya mbak, tapi aku mau nyoba asalkan bisa langsung dipraktekin jelas Anton. Ooohh pantesan terus kamu nyoba sama Inah ya karena gak ada lawannya ledek Asti paham. Itulah mbak tadinya hanya memandang sebelah mata sama Inah, jujur aja mbak aku aja agak males-malesan mau mainnya, tetapi setelah main aku kayak kena pelet pingin ngerasain lagi tubuh Inah aku Anton. Wah jangan-jangan kamu dipelet si Inah Ton curiga Asti. Jelas aku kepelet mbak bayangin aja rasa senjataku dijepit barangnya Inah seperti empot ayam jawab Anton mematahkan kecurigaan Asti. Bisa seperti empot ayam beneran dik barangnya si Inah? penasara Asti sembari melotot kepada Anton. Yah gitu deh ledek Anton. Sialan nih anak, ngerjain aku aja batin Asti, diraihnya bantal di kursi dan dilemparkannya ke arah Anton diiringi derai gelak tawa Anton. Anton kemudian meneruskan membaca koran, sementara Asti melamun. 

  

ERANGAN MBAK ASTI 

Asti menerawang jauh pandangannya ke arah depan ruang tamunya, Anton melirik dari sebelah halaman koran yang dibacanya sambil diangkat, sehingga Asti tidak melihat arah pandangan mata Anton, Anton tersenyum melihat Asti melamun. Mbak mas Ary dah berapa lama enggak dateng? tanya Anton memecah lamunan Asti. Ditariknya nafas dalam-dalam, Tauk dik katanya dines keluar negeri sampai 3 bulan keluh Asti. Waduh gimana urusan ranjang didalam kelambu tuh mbak goda Anton. Mbak selama ini pake alat kok dik jawab Asti enteng. Apa enaknya pake benda mati kayak gitu ledek Anton, Eh mbak beli yang pake vibrate lho dik, jadi bisa gerak-gerak bela Asti. Tetep aja monoton gerakannya jawab Anton meledek Asti lagi. Mbak buat Anton aja deh jamunya si Inah daripada gak diminumpinta Anton, trus entar sama siapa musuhnya dik? pancing Asti. Siapa aja yang mau soalnya lagi jomblo nihjawab Anton seakan tau pancingan Asti. Asti bangkit berjalan menuju lemari es, membuka handle sembari setengan membungkuk mencari jamu tersebut. Anton disuguhkan pemandangan indah pinggang dan pantat Asti yang terkena imbas sinar dari dalam lemari Es, dan hanya bisa menelan ludahnya saja. Kemudian Asti memberikan gelas berisi jamu dan langsung dihabiskan Anton tanpa menunggu lama lagi, Asti hanya tersenyum melihat kelakuan Anton sembari berkata dalam hati bahwa anak muda ini memang urakan, tetapi baik hati dan yang lebih gemes lagi adalah gonta ganti pasangan tidurnya, sembari melirik kain sarung tepat di tengah selangkangan Anton dan membayangkan isi yang terkukung di dalamnya, tiba-tiba Asti merasa ada sesuatu yang basah keluaar dari kemaluannya ups. 

Gimana rasanya dik? tanya Asti, pahit lah jawab Anton sembari menyruput sisa teh manisnya tadi untuk menghilangkan rasa pahit jamu itu. Asti bangkit dari duduknya, memandang ke arah Anton sembari tersenyum penuh arti, dibalikannya badannya kemudian menuju kamar tidurnya sembari memegang kedua bongkah pantatnya yang seksi. Anton mengikuti dengan pandangan kedua bola matanya, wah mancing lagi nih cewek. tetapi Anton tidak terbawa oleh pancingan Asti sementara dibiarkannya Asti dengan pikirannya sendiri, sementara Anton kembali membaca koran sembari menunggu reaksi jamu yang telah tandas diminumnya. 

Dik dik Anton terdengar suara dari kamar Asti, Ya mbak jawab Anton tetap tidak beranjak dari duduknya. Kesini sebentar dong suara Asti agak manja, Ya jawab Anton masih diam membaca. Diiikkkk terdengar lagi suara Asti dari dalam kamarnya. Dengan malas Anton bangkit dan berjalan ke arah kamar Asti, Ada apa sih mbak tanya Anton sembari melihat Asti tiduran membelakanginya. Tolong tutup dong pintu depan dik nanti setelah itu kemari lagi ya jawab Asti tanpa merubah poisi tidurnya. Anto berjalan menuju ruang tamu kemudian menutup serta mengunci pintu utama, setelah itu Anton kembali ke kamar Asti, didekatinya wanita itu dan duduk di pinggir tempat tidurnya, udah saya tutup mbak pintunya jawab Anton sembari meraih pundak Asti yang kemudian dipijitnya. Ssshhh enakkk dik Atooon ssshhh desah Asti menggelinjang, Kemarin main ujan-ujanan sih masuk angin deh kata Anton menganalisa sendiri. Mmmhhh ssshhh erang Asti tanpa menjawab komentar Anton. Aku buka dasternya ya mbak ya biar langsung kerasa di kulit pijitanku pinta Anton, terserahlaaahhh jawab Asti malas. Kemudian Aton menarik tali daster dipundak kanan-kiri Asti serta menurunkannya, sementara Asti agak terangkat sedikit tubuhnya memberi keleluasaan Anton untuk menurunkan dasternya, Anton menurunkan sebatas pinggangnya, kemudian mulai memijat lagi. Benar dugaan Anton sebelumnya tadi bahwa Asti tidak mengenakan bra, tampak kulit coklat manis punggung Asti yang masih kencang di usianya ke 29 tahun tanpa anak. Anton memijat dari atas punggung hingga sekitar pinggang, pijatannya membuat Asti mendesis keenakan, ssshhh ennaakkk Toonnn ssshhh. 

Anton yang ahli dalam memanjakan wanita-wanitanya, ia mengerti sedikit masalah pijat memijat, ilmunya didapat ketika dia mengikuti kursus sebagai pecinta alam di kampusnya. Sedikit demi sedikit urat-urat Asti yang dirasa mengganjal atau menggrenjel di pijatnya sehingga menjadi lemas dan normal kembalidengan tak lupa sedikit sentuhan pada tonjolan daging payudara Asti. Perlahan ditariknya sisa daster yang tersisa di pantat Asti, Wanita itu membantu melancarkan aksi Anton dengan menaikkan pantatnya ke atas. 

Tanpa melepas G-string wanita itu, Anton kembali memijat bongkahan pantat Asti yang bulat, segar dan indah. Perlahan diusap dan dipijitnya bongkahan itu sehingga menimbulkan reaksi yang besar buat Asti, erangan wanita itu semakin sering diselingi deru nafas yang memburu, ssshhh toonnn jangan siksa mbaaakk dooonggg Anton memijit dengan kedua jempolnya tepat ditengah masing-masing bongkahan pantat kiri dan kanan, diyakini akan membangkitkan gairah sex wanita, terbukti semakin liar gerakan Asti diselingi erangan-erangan serta rintihannya. 

Perlahan pijitan Anton turun ke paha, naik lagi ke pangkal paha, membuat Asti semakin menggelinjang tak berdaya. 

Kemudian Anton membalikkan tubuh Asti, pandangan mata mereka beradu, Anton melihat pandangan Asti yang pasrah dengan mata hanya setengah terpejam menahan sesuatu yang akan meledak. Kamu hebat Ton, bikin mbak terbuai dan penasaran. Anton memijat kening wanita itu, gerakannya menurun hingga keleher terus menurun hingga kebukit kembar wanita itu, Asti meraih tangan Anton dan menekan tangannya bila mendarat di kedua payudaranya seakan ingin mengatakan agar Anton meremasnya. Anton tanggap dengan reaksi Asti, perlahan diremasnya kedua payudara Asti, kedua mata wanita itu terpejam merasakan kenikmatan. Anton mendekatkan wajahnya ke puting serta mengulumnya. Aahhh hisssaaap yang kuaaat diiikkk pinta Asti kesetanan sembari menjambak rambut Anton. Anton memainkan pilinan lidahnya di puting serta seskali menghisap serta menggigit lembut puting tersebut. 

Perlahan jilatan Anton turun ke pusar, tangan kirinya menyingkap penutup tengah G-string kemudian jilatan Anton mendarat pada bukit berbulu lebat milik Asti. Tanpa melihat dapat dipastikan lidah Anton menemukan tonjolan daging bulat sebesar kelereng di tengah-tengah lebatnya hutan Asti. proses ini membuat Asti menggelinjang disertai rintihan tertahan, tekan yang kuat tooonnn hisaapp mmmhhhgghh erangnya. Anton memainkan lidahnya di tonjolan daging kecil tersebut dengan sesekali digigitnya seperti tadi ia mempermainkan puting wanita tersebut. 

Tak lama berselang Asti mengalami puncak orgasme yang diidamkannya beberapa hari terakhir ini, dengan menjambak dan menekan keras kepala Anton ke vaginanya ia berteriak Aagghhh ssshhh aku sampeee tooonn agghhh erangnya. Asti mencapai klimaksnya, sementara Anton menjilat habis tuntas cairan kenikmatan Asti tanpa bersisa sedikitpun, sungguh nikmat rasanya, pikir Anton. 

  

PERMAINAN DILDO 

Anton terpaku memandangi Asti yang sedang berpacu dengan nafasnya, ia melihat betapa wanita itu terpuaskan oleh jilatan Anton yang selama ini hanya didapat dari dildo miliknya. Perlahan Asti membuka matanya dan menatap Anton, Anton mendekati wajah wanita itu, lalu dikecupnya bibir wanita itu, kecupan itu mendapat respon dari Asti, keduanya terlarut dalam pagutan dalam. Tangan Anton meraba payudara Asti, sementara Asti membuka CD Anton dan memainkan penis Anton, Asti mendorong tubuh Anton dengan tangan kanannya, Anton menjauh, setelah itu Asti bangkit dari tidurnya dan tangan kirinya masih di penis Anton. Perlahan didekatinya penis Anton dan mulailah wanita itu mengulum penis Anton. Anton agak mundur sedikit memberi ruang buat Asti untuk mengulum penisnya.
Lima hingga sepuluh menit berlalu tanpa ada tanda Anton akan orgasme, pengaruh jamu dari Inah telah menunjukkan khasiatnya, sehingga sekarang agak lama mampu bertahan untuk menunda orgasmenya. Asti bangkit lagi dan tampak kelelahan, Anton menyadari keadaan Asti, perlahan diciumnya bibir Asti serta direngkuhnya pundak Asti dan menidurinya kembali, Anton naik ke tempat tidur, memegang kedua kaki Asti dan posisi di antaranya. Perlahan diarahkannya penis Anton memasuki lubang vagina Asti, sementara wanita ini pasrah dan hanya menuruti setiap gerakan Anton. Auw pelan-pelan tonnn punyamu kering lagi tuh. protes Asti merasakan perih karenna gesekan kepala penis Anton yang dirasa kering memasuki mulut lubang vaginanya. Anton mengambil ludah dari mulutnya dan melumurkannya di kepala penis, setelah itu perlahan diarahkannya penisnya kedalam lubang Asti, sshhh masuk toonnn yang dalem ya sayang ooohhhh hgghhh 

Perlahan namun pasti Anton mulai memaju-mundurkan penisnya di dalam lobang vagina Asti, sss sss hhh au au au hegghhh aaahhh mmmhhh racau Asti sembari tangannya merentang dan meremas sprei kasurnya. Toonn mmhhh aaakkuuu nyammppee lagii niihhh rintih Asti. Nikmati dan keluarkan semua isinya mbak saran Anton kemudian sembari menambah frekuensi maju mundurnya penis, dan akhirnya Asti meraih serta memeluk erat Aton serta mendekapkan kakinya ke pantat Anton sambil meregang puncak orgasmenya. Ahhhh.mmmhhh aaahhhgghh..hhh jeritnya, dengan posisi ini penis Anton semakin tertancap dalam di lubang vagina Asti. Untuk beberapa saat mereka terdiam dengan posisi masih berpelukan erat, hanya nafas keduanya yang terdengar saling berpacu. Ton kamu belum klimaks ya..? tanya Asti kemudian, Belum mbak nah kan sekarang baru ngerasa keampuhan jamunya Inahpuji Anton lanjut. Sini mbak sedot aja dan keluarin di mulut mbak ya Ton tawar Asti. Anton kemudia berdiri dan menyerahkan sepenuhnya batang penisnya yang masih tegak berdiri, bantuin mbak dong biar kamu cepet keluarnya ya Ton harap Asti dan dijawab dengan anggukan Anton. Kemudian Asti memasukkan kemaluan Anton ke dalam mulutnya, dihisap, dimaju mundurkan penis Anton di dalam mulutnya. Anton konsentrasi, semua perasaanya dicurahkan ke dalam penisnya sembari tangan kanan mengelus rambut Asti dan tangan kirinya meremas payudaranya, tak lama kemudian, mbaakkk sshhh Antooon nyampeee nihhh heggghhh.. acchhh. mmmmpphh erang Anton dan Crooot crooot crooott tumpahlah sperma Anton di dalam rongga mulut Asti yang disedot habis sampai tak bersisa dan ditelannya air kenikmatan Anton. 

Hhhhh. enak mbak gak ada yang belepotan ke kasur puji Anton kemudian, mmmmhhh siapa dulu Ton kata Asti memuji dirinya. Wah mbak Asti jago dalam urusan BJ yah gimana mas Ary gak mlintir tuh sama sedotan mbak Asti puji Anton. Bisa aja kamu manja Asti sembari mencubit mesra penis Anton yang terlihat mengecil. Mbak kenapa gak dari dulu aja panggil aku bila mas Arynya gak ada tanya Anton, Iiihhh kamu kayak gak tau siapa Anton itu cibir Asti. He he.. he gitu deh tawa Anton sembari menggaruk rambut gondrongnya. Mbak aku mau mainin dildonya ya kata Anton sembari meraih dildo di atas meja rias Asti. Untuk siapa ton kamu mau nyobanya? tanya Asti penasaran. Coba nungging deh mbak aku masukin dari belakang kayaknya mbak Asti masih mau nambah orgasme lagi mumpung punya mbak masih basah kuyub tuh goda Anton. Tanpa menjawab Asti kemudian bangkit dan mengambil posisi doggie, perlahan dihidupkannya dildo di tangan Anton dan memasukkannya ke dalam lubang vagina Asti. Asti melenguh lagi, direbahkannya bahunya ke kasur, sementara tangan kanannya meremas payudara kirinya dan tangan kanannya meremas serta memijat klitorisnya sendiri. Anton dengan perasaan mamaju mundurkan dildo itu ke dalam liang vagina Asti. Mmmmpphh kerasan dikit dik Anton.. maju mundurinnya sshhh mmmhhhh. rintih Asti keenakan. Anton mempercepat gerakan dildo di dalam rongga vagina Asti sembari senyum dikulum, pikirnya dildo ini tak lebih panjang dari punyanya sendiri. Sementara dilihatnya Asti memejamkan matanya menikmati gesekan dildo di dalam vaginanya, Anton mengambil posisi berdiri membelakangi Asti, perlahan dan pasti dimasukkannya batang penis yang sudah berdiri tegak ke dalam vagina Asti sebagai pengganti dildo tanpa sepengetahuan Asti. Mmmmhhh,,, teruusss yang dalam dikkk achhhgghh erang Asti tanpa mengetahui bahwa posisi dildo telah tergantikan oleh penis Anton. Dikkkk mbakkk keluar lagi nihhh. sebentar lagiiii aaahhh.. mmmhhh erang Asti meracu. Anton juga memacu kocokan penisnya di belakang Asti, dimaju mundurkan batang kemaluannya di dalam lobang Asti, disodoknya dalam-dalam batang penisnya di rongga wanita itu. Tak lama kemudia Asti melenguh panjang aaaccchhh nyampeeee tooonnn, Acchh mmmhhh. ssshhhhh mmmgghhh Asti mencapai puncak orgasme lagi. 

Asti pun ambruk didepan Anton berpacu deru nafas wanita itu, sampai akhirnya Asti kemudia bangkit dan bertanya kepada Anton, kok tadi bisa penismu ton yang menusuk mbak, bukannya tadi kamu pake dildo tanya Rita penasaran dan dipuncak orgasmenya tadi sempat melirik ke arah Anton, He he he iya mbak.. tadi sewaktu aku tusukkan dildo ke lubang mbak, eh punyaku tegang lagi, sementara mbak merem aku ganti saja dildonya dengan punyaku sendiri he he he jawab Anton. Huuu dasar Anton Anton kata Asti sembari mengacak-acak rambut Anton, yang dengan segera ditariknya badan Rita dan berdua mereka bergumul di kasur. Tapi lebih enakan punyaku khan sayang ujar Anton sembari mengelus wajag Asti, He eh Ton enakan punya kamu serunya sembari mengecup bibir Anto. Kamu sendiri udah tegang lagi ya Ton, berarti memang jamunya si Inah bener-bener berkhasiat tinggi ya kata Asti sembari mengelus penis Anton yang tegak berdiri serta masih belepotan cairan Asti sendiri. 

  

IDE MANTAB 

Disaat mereka bercumbu, tiba-tiba terdengar tetesan air hujan, dik jemuranku belum diangkat sebentar aku angkatnya dulu ya pekik Asti sembari bangkit berdiri dan langsung menyambar dasternya. Anton hanya tersenyum melihat tingkah Asti, dibaringkannya tubuhnya sembari mengelus penis yang masih tetap tegak berdiri sembari berkata dalam hati, memang hebat jamu si Inah gimana kabarnya tu cewek, kok dah dua hari ini gak keliatan jualan ya. Sembari berbaring, diraihnya lagi dildo Asti, diperhatikannya serta ditekan tombol on, bergerak-geraklah barang itu, hmmm barang kayak begini kok disenangi Asti ya pikirnya enakan juga punya gue bangga hatinya. Diluar hujan turun semakin deras, sementara Asti telah kembali masuk sambil membawa ember berisi pakaian yang setengahnya sudah kering, Anton menoleh ke pintu kamar, dilihatnya Asti sedang menunduk menaruh ember membelakanginya serta kembali menjemur pakaiannya tetapi di dalam ruang tamu, tampak bongkahan pantat Asti yang pasti tidak ber CD di balik baju dasternya. Anton bangkit berdiri dan berjalan menghampirinya, dengan mesra dibelainya bongkahan pantat Asti dari belakang. Seksi ya mbak apalagi tanpa CD di dalamnya puji Anton di sela rabaannya, Hmmm pingin lagi ya tanya Asti tetap dengan kesibukannya menjemur kembali pakaiannya. Anton menyingkap daster Asti dari bawah, kemudian ia jongkok di belakang Asti, perlahan dirabanya pantat itu sembari mencari pangkal paha wanita itu dan menjilatnya. Asti tetap dengan aktifitasnya, tetapi ditambah deru nafas yang sekali-sekali terdengar mirip orang kepedesan ssshhh ssshhh 

Kemana arah Asti berjalan, Anton terpaksa mengekor di belakangnya, sampai Asti di tepi jendela samping pintu utama kosnya. Sedang asiknya dia dicumbu Anton dari belakang, Asti melihat bayangan orang berjalan dengan menggunakan payung di depan halaman kosnya, ssstt dik tuh cewekmu liwat katanya, siapa mbak tanya Anton tanpa merasa perlu berdiri melihatnya. Belum sempat Asti menjawab, orang tersebut telah menyapanya Sore mbak Asti beli jamunya ndak? Endak mbak makasih kok hujan-hujan jualan mbak? tanya Asti kemudian. Iya nih kemarin gak enak badan baru sekarang jualan lagi nggg masnya sebelah itu ada gak ya mbak? tanya Inah sembari menunjuk ke kosan Anton. Ada kok pintunya kan di bukak tunggu aja, paling sebentar lagi kembali kata Asti ngawur. Anton yang mendengar percakapan tersebut hampir tidak dapat menahan ketawanya, dicubitnya pantat Asti, akibatnya Anton mendapat tendangan kebelakang dari kaki Asti. Yo wis aku tunggu di terasnya ya mbak kata Inah pamit sembari menghampiri teras kosan Anton. Tuh kamu di tunggu pacar di rumah Ton kata Asti kemudian. Wah lagi enak-enaknya ada yang ganggu lagi kata Anton pura-pura sewot. Alaaaaahhh orang diajak enak kok di tolak sindir Asti setengah cemburu. Anton seketika menjadi tidak enak hati, diperas otaknya untuk mengatasi masalah ini, sayang keduanya merupakan kenikmatan yang mahal harganya ditambah dengan jarang terjadi. Anton berdiri mengambil CD serta sarungnya di dalam kamar, perlahan senjatanya mulai mengkerut kembali. 

Anton masih bingung, diraihnya dildo di atas tempat tidur Asti, diperhatikannya tiba-tiba muncul ide gila dikepalanya, bila Asti dapat dipuasinya, sementara Inah juga telah terpuasi kemarin, gimana kalau malam ini kolaborasi antara Asti dengan Inah seperti layaknya Asti tadi, ditusuk dengan dildo dan dengan penis Anton. Yup Anton tinggal merayu Asti, kemudian dipanggilnya Asti ke kamar. Mbak sini sebentar deh panggil Anton, lho kamu kok masih di sini tuh dah ditunggu cewek kamu jawab Asti masih dengan nada cemburunya. Mbak Asti pernah gak main bertiga? tanya Anton, Asti mengerutkan alisnya maksudmu? Pernah ngalamain main bertiga nggak mbak? lanjut Anton berhati-hati, Belum dik jawab Asti masih kebingungan. Gimana kalau malam ii kit coba main bertiga mumpung kosan lagi sepi dan juga mencoba suasana baru ujar Anton sembari merayu Asti sembari membelai payudara Asti yang tampak masih ingin minta jatah lagi, Udahlah gak usah dipikir lagi daripada nanti mbak cuman ngedenger orang main aja rayu Anton kemudian. Sejenak Asti terdiam, dan kemudian caranya Hmmm kena nih cewek aku rayu jerit hati Anton. Caranya gini aku main dulu sama Inah pintu gak aku kunci kira-kira setengah jam kemudian mbak Asti masuk terus udah lah gimana nanti aja ya kata Anton menjelaskan strateginya. Mmmm iya juga sih.. daripada nanti mbak cuman desahan serta erangan kalian berdua boleh juga mbak coba untuk ikut gabung tapi bener Ton kalo kosan sepi? ragu Asti dengan pandangan bertanya. udah aku cek kok pada pulang kampung lagian anak sekolah khan liburan semesteran sepi deh nanti mbak nyusul dengan kondisi pake daster seperti sekarang ya  kata Anton meyakinkan keragu-raguan Asti. Iyaaaa cepet sana kamu nemuin si Inah nanti mbak dengerin dari sini dan nanti mbak putuskan kapan mbak akan nyusul ya, Siiippp aku tunggu ya mbak kata Anton penuh kemenangan. Tak lama Anton berpamitan, dia melalui jalan samping karena bila liwat pintu depan, Anton khawatir akan terlihat Inah keluar dari rumah Asti, hujan masih turun dengan deras, sehingga memungkinkan untuk sedikit membuat gaduh dengan membuka pintu samping yang terbuat dari seng. 

  

INAH YANG PINTAR 

Di bawah hujan Anton setengah berlari, hari merambat gelap, di depan pintu Anton menjumpai Inah sedang tersenyum memandang kedatangannya. Aduh dari mana mas hujan-hujan begini.. mana gak pake baju lagi? tanya Inah setengah memekik, Abis dari kamar mandi di sana jawab Aton sembari menunjuk ke arah timur. Dah lama mbak masuk yuk ajak Anton sembari mempersilahkan Inah untuk memasuki kosannya. Inah membuntuti Anton dari belakang, setelah menaruh keranjang berisi jamunya, Inah duduk di kursi ruang tamu. Gimana badannya mas udah segeran dong tanya Inah membuka percakapan. He eh masuk ke kamarku aja yuk mbak.. di sini masih dingin, lagian asik ngobrol di kamar kan kata Anton sembari menarik tangan Inah, udah.. keranjangnya biar di situ aja, wah lumayan laku tuh jamunya keliatannya udah mau habis. Alhamdulillah mas mau pulang sekalian mau nengok mas Anton saut Inah tersenyum manis. Lho kok adiknya dah bangun mas, masak dari wc tadi.. sekarang masih berdiri tegak sindir Inah sembari menunjuk ke sarung Anton. Lelaki itu kaget, segera ditengoknya selangkangannya sambil tersipu, habis dingin-dingin begini pengennya nafsu melulu jawabnya. Gak tau aja barusan sedang hot-hotnya meraba bongkahan pantat Asti. Inah duduk di kursi dekat meja rias kamar, sementara Anton dengan cueknya melepas sarung dan CDnya, tanpa risi dihadapan Inah ia berjalan ke dapur membuatkan teh hangat manis untuk Inah. Inah hanya tersenyum geli melihat kelakuan Anton yang dianggapnya terlalu cuek. Inah bangkit berdiri untuk pergi ke kamar mandi, karena letak kamar mandi bersebelahan dengan dapur, ia berpapasan dengan Anton yang sedang menuangkan air hangat ke gelas dan mengaduknya. Mas..aku pipis dulu ya pinta Inah tanpa menunggu jawaban Anton, Anton melihat Inah dari belakang, karena Inah tidak menutup pintu kamar mandinya. Bongkahan pantat Inah mengkilat tertimpa cahaya lampu kamar mandi, sebentar kemudian Anton mendengar derasnya air kencing Inah jatuh ke lantai, Anton memperhatikannya sembari membatin, bagus juga pantat mbak jamu ini. Setelah dibersihkan Inah berdiri dan menurunkan kainnya, tetapi dilarang Anton. Di copot aja kainnya biar gak ribet bongkar pasangnya, Inah tersenyum dan menuruti perintah Anton, BHnya sekalian gak mas ledek Inah sembari melirik Anton. Tanpa menunggu komentar Anton, Inah sudah melepas baju serta behanya, tinggal Anton yang masih berdiri terpaku melihat Inah bugil. 

Inah mendekati Anton, direngkuhnya leher Anton, kemudian detempelkannya bibirnya ke bibir Anton, tampak sekali kerinduan Inah akan ciuman, rabaan serta cumbuan Anton. Anton membalas tidak kalah ganasnya, diangkatnya satu kaki Inah dan ditumpangkannya disamping pinggang, mereka melepas rindu dengan berciuman mesra. Dijilatnya leher Inah diiringi desahan Inah dan rabaan tangan wanita itu di belakang punggung Anton. Kemudian Inah jongkok di depan Anton, dengan tidak sungkan lagi diraihnya penis Anton untuk dikulum layaknya anak kecil yang rindu akan es lilin kegemarannya. Anton tersenyum melihat tingkah Inah. Setelah beberapa saat, Inah berdiri dan kembali mencium bibir Anton, dirabanya payudara Inah sebelah kiri dengan tangan kiri, diremas sembari memainkan putingnya. Inah mendesah keenakan, sembari menggesek-gesekan kemaluannya pada penis Anton. Diangkatnya kedua paha Inah, seolah menggendong anak kecil Anton membawa Inah ke dalam kamar, ditidurkannya Inah dan dijilatinya kedua payudara Inah. Inah menggelinjang keenakan. diraihnya kepala Anton dan diacak-acaknya rambut lelaki itu. Giliran sesampai lidah Anton pada kemaluan Inah, Inah memekik, Acchhh.. masss jilat yang dalam masss ssshhh Anton memainkan lidahnya pada klitoris Inah, dengan diiringi gerakan dan racauan gadis itu tanpa perduli lagi sekelilingnya, sluuuurrrp sluuuurrrppp ccek ccekk. terdengar decakan lidah Anton beradu dengan vagina Inah yang telah banjir. Acchhhh.. achhh mmmmhhh ssshhh aahhh masss jerit histeris Inah. Di luar sana sepasang telinga sedang mendengar desahan itu ya Asti telah sampai di kamar tamu Anton setelah mengunci pintu kosannya. Sengaja Asti diam di ruang tamu, untuk menunggu saat yang tepat untuk dia masuk ke kamar Anton. Diraba selangkangannya dari luar daster yang dikenakannya, digosok-gosok dengan lembut, terasa hangat dan lembab, sementara tangan yang sebelah lagi meremas pelan payudara yang diakhiri dengan penenganan di putingnya. Asti resah sendiri, diaturnya nafas yang mulai memburu agar tidak terdengar dari dalam kamar. tetapi merintihpun jelas tidak akan terdengar karena kondisi di luar hujan deras. Setelah dirasa cairan vaginanya basah, Asti memasukkan dildo ke dalam lubang vaginanya dan memaju-mundurkannya. 

Tiba-tiba Inah menjerit tanda klimaksnya, masss accchhh hheggghhh ssshhhh aaahhh erang Inah. Anton memasukkan lidahnya kedalam rongga vagina Inah, dirasa tersedut-sedut lidahnya didalam lubang itu. Inah mendekap erat kepala Anton. Inah terkapar dalam kepuasan yang tiada terkira, nafasnya memburu, klimak ini yang dia ridui sejak dua hari yang lalu. Anton bangkit dan merengkuh tubuh Inah, diciumnya kening dan rambut Inah. Mas hghh enak tenan yo. heghh  ujar Inah diselingi nafas yang tersengal. Di ruang tamu, Asti pun mencapai klimaks oleh dildo sembari tiduran di kursi tamu, sementara tangan satunya masih meremas payudaranya. Sial wanita itu klimaks di lidah Anton, sementara aku hanya dengan alat sialan ini, gerutu Asti seolah menertawai dirinya sendiri, kembali Asti mendengarkan adegan selanjutnya. 

Mbak sekarang aku yang tiduran ya mbak Inah di atasku pinta Anton kepada Inah, Gimana caranya mas? tanya Inah bingung dengan instruksi Anton. Anton merebahkan tubuhnya di kasur, perlahan ia membimbing Inah untuk jongkok di atasnya, Inah paham sembari tersenyum, kemudian diraihnya penis Anton dan perlahan dimasukkannya ke dalam liang vaginanya. Inah menurunkan pinggulnya, perlahan batang penis Anton tertutup masuk ke dalam vagina Inah, kemudian Inah menarik dan menurunkan pinggulnya lagi, gerakan itu lama kelamaan menjadi sering. Aton memegang payudara Inah yang jatuh menggelantung, sementara tangan Inah meraih kaki Aton di belakang sana. Inah merasakan sensasi baru dalam bersetubuh, ia merasa dapat mengatur klitorisnya pada penis Anton. Posisi Inah membelakangi pintu kamar Anton sementara Anton menghadap pintu kamar. Tiba-tiba Anton melihat sosok Asti di depan pintu sembari menempelkan telunjuknya di bibir, Anton mengerti kode itu dan ia tetap meremas payudara Inah, sementara Inah yang tidak menyadari akan kehadiran Asti, tetap cuek dengan goyangan atas bawahnya di penis Anton sembari memejamkan mata menikmati gesekan sensasi itu. Perlahan Asti mendekati mereka berdua dan melihat gelinjang Inah di atas Anton, Asti mengambil posisi duduk mensejajari posisi Inah, Anton melirik Asti dan memberi kode liwat kerlingan matanya ke arah Inah, Asti tersenyum simpul. 

  

PENGALAMAN BARU INAH DAN ASTI 

Walaupun Inah tidak melihat kehadiran Asti, lambat laun secar naluri Inah merasa ada sepasang mata asing sedang memperhatikannya, setengah sadar dibukanya mata Inah. Bagai petir di siang bolong. Inah terkejut melompat dari tubuh Anton dan langsung meraih apa saja di sekitarnya, guna menutupi tubuh bugilnya, kemudian Inah beringsut ke sebelah Anton sembari melotot ke arah Asti, dilihatnya Anton hanya tersenyum, sementara pandangan dialihkannya kearah Asti, Asti juga tersenyum manis ke arahnya. Hai mbak Inah sapa Asti kenapa gak ngajak-ngajak aku sih. Inah bingung serta mencoba meminta penjelasan kepada Anton dengan memandanginya. Kenapa sayang jawab Anton sembari merengkuh kepala dan mengelus rambut Inah, Mbak Asti mau gabung dengan permainan kita kamu setuju nggak? Inah terdiam takut, bibirnya rapat, matanya nanar menatap keduanya bergantian, selimut selain menutup tubuh bugilnya, sebagian untuk menutup mulutnya. tubuhnya meringkuk di sudut kasur, tangan satunya sibuk menutup bagian tubuhnya jangan sampai terlihat polos. 

Kemudian Anton bangkit, dihampiri Asti yang duduk di ujung kasur, dipagutnya bibir wanita itu. Asti membalas tidak kalah hotnya, kemudian Anton melepas daster Asti, sekarang gantian Inah menyaksikan pemandangan ganjil di depannya. Tubuh Asti terlihat polos setelah daster yang dikenakannya dicopot Anton, sehingga terlihat menggantung dua payudara mengkalnya, sementara mereka berdua berpagutan, tangan kanan Anton meraih vagina Asti, Astipun tidak tinggal diam, segera diraihnya penis Anton dan dikocokkannya dengan tangan kanannya, Inah hanya diam terpaku. kemudian Anton kembali berbaring di kasur, sementara Asti merangkak di atas Anton, setelah jongkok mengangkangi kemaluan Anton, diraihnya penis pemuda itu, perlahan dan pasti dibimbingnya penis Anton memasuki vaginanya, posisi Inah digantikan Asti. Anton menoleh ke arah Inah dan berkata, ayo mbak kita gabung dalam permainan ini Semula Inah ragu tetapi tak lama dia pun mulai bergerak, lamban dia merangkak ke arah Anton dan memandangi Asti yang dibalas dengan senyuman. Perlahan Inah mendekati Anton. Anton merengkuh tubuh Inah, kemudian ditariknya pantat Inah dan didekati ke arah wajahnya, dibukanya lebar selankangan Inah dan Anton mulai menjilati vagina Inah. Asti meraih payudara Inah yang tentu saja satu nomer di bawah Asti besarnya, sementara tangan Inah masih memegangi selimut tadi. Inah merasakan sensasi lagi di daerah vaginanya akibat jilatan Anton, Asti masih sibuk menaik-turunkan vaginanya di batang penis Anton sembari tangannya meremas buah dada Inah. Setelah sensasinya kembali, Inah tidak malu-malu lagi, segera tanggannya juga meraih payudara Asti dan meremasnya, akhirnya keduanya berlomba mendesis keenakan. Tak berapa lama Asti melenguh panjang sembari memegang pundak Inah, orgasemnya tercapai. acchhh ssshhh mmeemggghhh auuccchh aku sampeee tonnn hegghhh Inahpun menyusul Asti, segera dibenamkannya vaginanya ke muka Anton, Anton mengalami sedikit kesesakkan, tetapi diapun tau kalau wanita ini akan mengalami orgasmenya, achhh masss Inaaahhh.. jugaaa.. mmmmgghh aaucchhh erang Inah kemudian. sssrrt sssrttt.. ssrttt cairan nikmat Inah jatuh kedalam mulut dan hidung Anton. Kedua wanita itu terkapar. Anton bangkit dan mengangkang di antar kedua wanita tersebut, dikocoknya penisnya, sebentar kemudian, heggghh crooottt crooottt crooottt keluarlah sperma Anton diantara wajah dua wanita tadi yang disambut dengan mulut terbuka dan menelannya hingga habis. 

Mereka bertiga berpacu dengan deru nafas di atas kasur kelelahan, sementara hujan di luar masih deras. Anton diantara kedua wanita tersebut, tangan kirinya membelai wajah Asti, sementara tangan kanannya membelai rambut Inah. Sementara kedua wanita di sisi Anton saling menghadap ke tengah, tangan kiri Asti membelai dada Anton dan tangan kanan Inah mengusap penis Anton yang mulai terkulai lemas. Gimana sayang sensasi bertiga ini? tanya Anton kepada Asti. Nakal kamu ya Ton jawab Asti sembari memencet mesra hidung Anton. Kalo kamu gimana mbak rasanya? tanya Anton kepada Inah, Inah tidak menjawab, wajahnya merona merah, sembari tersenyum dibenamkannya wajahnya ke leher Anton sembari mengecupnya. Asti bangkit dari pelukan Anton sembari bertanya kepada Anton. Dik punya sesuatu untuk di makan nggak? Ada mbak jawab Anton cuma harus di masak dulu itu di bawah lemari dapur masih ada beberapa bungkus Indomie. Mari mbak saya bantu masaknya ya ujar Inah sembari bangkit dan menyusul Asti ke dapur. Anton tersenyum geli melihat kedua wanita bugil kompak itu di dapur. Anton pun bangkit berdiri menyusul keduanya di dapur, di buatnya lagi teh hangat untuk mereka bertiga. Di dapur terlihat pemandangan menggelikan di mana tiga mahluk bugil berlainan jenis sedang sibuk. 

Mereka bertiga duduk kembali di dalam kamar dengan kondisi yang masih tetap bugil, sembari menikmati Indomie rebus mereka bercengkerama. mbak Inah sudah berapa kali main dengan dik Anton? tanya Asti memulai pembicaran. Inah terpengarah kaget wajahnya tersipu malu, sembari melirik ke arah Anton, baru dua kali ini kok mbak Asti jawab Inah Polos. Ohhh lumayan juga ya aku aja baru malam ini merasakannya balas Asti. Aku juga baru sekali ini main dengan dua wanita sekaligus canda Anton mencairkan rasa malu kedua wanita itu. Huuu dasar laki-laki jerit Asti sembari mengacak-acak rambut Anton. Tapi kalian puas semuanya khan bela Anton. hi hi hi lucu juga ya kita bertiga ini udah gede-gede masih bugil inget waktu masih kecil mandi di kali sama temen-temen dulu tawa Inah geli. Mereka bertiga tertawa bersamaan. 

  

SATU RANJANG TIGA INSAN 

Anton selesai makan duluan, kemudian dia duduk serta mengambil sebatang rokok di atas meja dan menikmatinya, disusul Asti selesai makan, sementara Inah masih menyelesaikan makannya. Setelah Asti membereskan piringnya, di hampirinya Anton dan jongkok di depannya, tangan kiri Asti mulai mengelus serta mengocok penis Anton. Anton memberi ruang tangan Asti dengan merenggangkan kedua pahanya, dihisap dan dihembuskannya asap rokok diselingi kenikmatan elusan Asti. Perlahan dibukanya mulut Asti dan dilahapnya penis Anton, sementara Inah hanya memandang dari duduknya. Inah bangkit berdiri dan membawa piringnya ke dapur, segera ia kembali ke kamar, Inah pun jongkok di belakang Asti sambil memandang ke penis Anton di kuluman Asti. Tangan kanan Inah segera menjamah payudara Asti dan meremasnya, sementara tangan kiri Inah meraih klitoris Asti dan menggosoknya lembut. Asti mendesis nikmat disela kuluman penis Anton di mulutnya, tubuhnya digoyang-goyangkan ke kiri dan kanan menikmati remasan tangan Inah di selangkangannya. 

Anton memegang pundak Asti setelah rokoknya habis, dia bangkit berdiri. Sekarang mbak Inah duduk di kursi aku yang jongkok, sementara mbak Asti tiduran telentang di bawahku ya demikian instruksi Anton kepada dua wanita itu. Inah segera mengambil posisi duduk di kursi, sementara Asti tiduran telentang di bawah, kemudian Anton mengambil posisi mengangkang di atas Asti dan wajahnya disorongkannya ke selangkangan Inah. Tak lama berselang, Inah mendesis kenikmatan setelah vaginanya dijilati Anton, sementara di bawah, Asti masih sibuk mengulum penis Anton. Inah bergetar hebat, diraihnya kepala Anton dan dibenamkannya ke dalam vaginanya, Masss Inah nyampeee niiicchhh  erangnya mencapai klimaks. Anton mempercepat permainan lidahnya, sesekali dimasukkan lidah itu kedalam lubang kenikmatan Inah. Acchhh ssshhhmmmhhh rintih Inah lagi. 

Setelah Inah selesai dengan klimaksnya, Anton berdiri dan menyuruh Asti untuk bangun. Kemudian Anton memposisikan Asti untuk berlutut menghadap kursi, tangan Asti menyangga di bangku kursi dan Anton sedikit merenggangkan ke dua paha Asti. Anton berjongkok di belakang Asti, Inah menggenggam penis Anton dan mengarahkannya ke dalam lubang Asti. Setelah masuk, perlahan Anton memaju mundurkan penis di lobang Asti. Accchhh ssshhh terusss dikkk yang dalammm mmmhhh geram Asti merasakan penis Anton menusuk lubang vaginanya. Inah mendekati Anton di raihnya wajah laki-laki itu dan dicumbunya. Sembari berciuman dengan Inah, Anton memaju-mundurkan penisnya di lubang Asti. Asti pun mencapai klimak lagi tooonnn ssshhh mbak mau nyampeee niiihhh agrhhh Bentar mbak Anton juga mau sampe nih kita barengan aja ya jawab Anton sembar mempercepat gerakan maju-mundur penisnya. Dan Aachhh mbaakkk ayooo jerit Anton. Ssshhh iyaaa diikkk ssshhh arggghhh mmmhhh erang Asti kemudian. Sementara Inah menggosok-gosok vaginanya mendengar erangan Asti serta juga mencapai klimaks Aaarrhhhggg mmmhhh ssshhhhmmm 

Mereka terkapar lagi untuk yang kesekian kalinya, di luar cuaca dingin, tetapi di dalam kamar Anton terasa panas, apalagi ketiganya tampak terlihat bermandikan keringat. Entah sudah keberapa kalinya Anton orgasme hari ini, tetapi tetap saja tampak kental dan banyak, apa mungkin pengaruh dari jamu ramuan Inah, pikir Anton dan tidak terasa capek dirasakan badannya. memang benar-benar luar biasa jamu itu. 

Sudahlah nginep semua aja di kamarku ya malam ini? usul Anton kepada kedua wanita tersebut, sementara kedua wanita itu tidak menjawab, hanya gerakan lemah mereka saja yang mengungkapkan kesetujuan mereka atas saran Anton. Anton meraih selimut dan menutupi tubuh bugil mereka bertiga serta mematikan tombol lampu. Di tengah kegelapan mereka saling berpelukan di mana Anton di tengah diapit kedua wanita tersebut, di kecupnya kedua kening wanita itu sembari tersenyum penuh kemenangan. Di luar hujan mulai berhenti, menyisakan keheningan yang merangkak menuju ke larutnya malam. Ketiga insan manusia terlelap di kamar beraroma keringat dan birahi, senyum serta kepuasan menyertai wajah damai mereka bertiga, tanpa ada yang mengusiknya. 

DIarsipkan di bawah: Mbak Seksi, Muda Mudi, Partner Seks, Pesta Seks, Seks Bersama, Setengah Baya | yang berkaitan: aroma ketiak, aroma nikmat, aroma vagina, bau wanita, BH, buah dada, bugil, bulu ketiak, cd, celana dalam, cerita panas, cerita seks, cerita seru, cerita wanita, dada montok, gairah nafsu, gairah wanita, haus seks, Inah, jamu sehat, keringat basah, ketiak, kisah seks, klitoris, liang vagina, lubang vagina, Mbak Asti, memek basah, orgasme, paha mulus, pantat seksi, payudara, Pesta Seks, puting susu, rambut ketiak, seks bebas, seks maniak, sensasi seks, susu kencang, telanjang, tukang jamu, Tukar pasangan, wanita, wanita seksi | Tidak ada komentar  

Isteriku Swinger Pertama Kali
Ditulis pada Maret 9, 2008 oleh dimasamara 
Aku adalah suami yang punya kreativitas sex yang berlebihan, sering aku membayangkan istriku bercinta dengan banyak lelaki bersamaan dan aku menontonnya. Terkadang aku suka memancing mancing istriku, bagaimana kalau direalisasikanDia langsung cemberut dan marah marah. 

Karena aku sering bicara tentang itu, lama lama dia merasa biasa saja bahkan menimpali dengan ide ide yang nggak kalah gilanya. Tapi aku tahu dia cuma iseng saja. Pernah pada saat kami cerita yang horny horny, dia usul kalo cowoknya dia yang pilih. aku mau pa, tapi cowoknya aku yang pilih lho.pertama dia harus bersih dan aku nggak mau intercourse ! Padahal aku lebih suka kalo dia dilayani dengan pria berbatang besar. Lebih menggairahkan menurutku. 

Karena aku sering bicara tentang sex keroyokan, dia nggak keberatan kalau aku pakai dildo macam macam untuk melayani dia. Dimulai dari dildo seukuran batangku sampai dildo raksasa. Dan sudah dapat diduga dia nggak bisa menikmati dildo yang besar. Apa memang wanita tidak suka batang besar yapadahal .aku sangat bergairah kalo bercinta model begini. Dia juga mulai dapat menikmati dildo dildo tsb kecuali yang besar tadi, baru mau masuk, dia sudah protes, favoritnya adalah dildo imut yang bisa mebuat dia multiorgasme. 

Akhirnya ML keroyokan ini terlaksana ketika dia ulang tahun. Aku menawarkan hadiah apa yang dia inginkanDia ingin coba dildo getar model lainhmhmhm aku pikir ini kesempatan untuk nawarin pelayanan keroyokan tersebut. Aku bilang : Ma ngomong ngomong, daripada kamu bingung cari dildo baru, kita cari aja dildo hidup.lebih enak 

Maksudnya apa sih pa? istriku heran 

Ya kita coba aja cari cowok yang bisa nyenengin kamu, model batangnya bisa kita cari yang macem macem toh intinya sama dengan dildo yang kamu punya. Kataku santai.. 

Hmm mulai deh papanawarin yang aneh.kalo aku mau nanti awas kalo bingung sendiringgak boleh protes! katanya sengit.. 

Lho nggak papa kok ma, kan nggak ada intercourse, dan lagi ini untuk memuaskan kamu, kita cari cowok yang bersih , yang ganteng deh. 

Istriku tampak berpikir lama dan kali ini menjawab dengan suara yang bergetar. Tapi apa kamu nggak cemburu pa.Terus nggak papa aku diciumin cowok lain? . 

Aku jawab : kalau dicium di bibir tentu aku keberatan dong, intercourse juga aku saja yang boleh, tugas mereka cuma foreplay saja.yang penting kamu merasa nikmat dan nyaman. 

hmm, tapi aku takut kalo ketagihan , dan aku nggak mau dikasarindan bagaimana papa yakin kalo nggak ada intercourse hayoKalo ternyata aku terangsang terus cowok itu juga , gimana jaganya supaya nggak intercourse Ujar istriku. 

Hmmm..bener juga ya Kataku pura pura bego. Lah kamu sendiri kalo ada intercourse sama mereka mau nggak ? Kalo aku sih nggak keberatan sih selama mereka pake kondom, trus mainnya gak kasar dan yang terpenting kamunya mau dan bisa menikmati Kataku perlahan sambil melihat perubahan roman mukanya yang terkejut. 

ngggnggg.tapi sebenarnya kan rasanya sama kan pa? Tanyanya. Tergantung kalo ukuran berbeda ya tentu tidak sama, dan yang terpenting sensasinyaML dengan satu batang dengan dua batang tentu berbeda, kamunya bisa nikmati nggak?Ganti aku bertanya. 

hmmmjadi aku nanti ML sama papa terus sama orang itu?dua orang?kalo tiga orang rasanya juga beda lagi? ..Bener papa nggak keberatan?Tanyanya ragu. 

Nggak papa maaku malah terangsang kalo kamu ML dengan mereka Kataku dengan semangat. 

OKSuaranya tertahan sesaat seperti berpikir Dan kalo kamu memang nggak keberatanaku nggak mau kalo cuma satu orang ..nanggung.sekalian aja yang banyakbiar sekalian lain daripada yang lain bisiknya lirih.. Aku menjawab dengan semangat tinggi : Nggak papa maketagihan pun nggak papa kok. bagaimana ? aku carikan ya sayang 

Tapi paaku kan nggak mudah terangsangdan lagi ..aduhhh aneh rasanya ML dengan orang lain katanya ragu ragu. 

Sayang aku hanya dapat 2 gigolo,dan kuberi mereka pengarahan bagaimana nanti memuaskan istriku. Sengaja aku pilih ukuran batangnya berbeda beda., si Rudi yang katanya berbatang raksasa, sangat bangga dengan ukurannya. Jaminannya tidak ada wanita tidak puas dengan ukuran batangnya. Rata rata awalnya mereka takut, tetapi begitu masuk, mereka semua menjadi ganaswhhooo boleh juga sesumbarnya. 

Kami menyewa villa, dengan makan malam yang romantis, sengaja Rudi dan Andy aku undang untuk datang belakangan., mereka datang dengan memakai jas rapi dan tampak bersih dan rapi. Aku tunjukkan kepada istriku bahwa mereka nanti akan melayani dirinya. Istriku rupanya grogi dan tampak tidak nyaman. mmmm pa..gimana kalo kita batalkan saja acaranya bisiknya dengan suara gemetar. Santai aja maingat mereka akan melayani kamu dengan sebaik baiknya, mereka tidak akan memaksa, bahkan bersedia melakukan apa yang kamu perintahkan.dan mereka cakep cakep lho ma 

Iya sih memang cakeptapi..aduh gemeter nehh Katanya dengan takut takut 

Kamar tidur sudah aku siapkan dengan tempat tidur ukuran terbesar, tidak standar karena tempat tidur ini memang digunakan untuk hal hal khusus seperti ini. Rudi aku mintu menunggu diluar dan aku perintahkan Andy untuk masuk terlebih dahulu.. Andy memiliki tubuh paling atletis. Dengan sengaja dia membuka bajunya dengan tetap memakai CD yang sexy. Batangnya sih nggak terlalu besar, memang tugas dia hanya menjilat kaki , tangan dan punggung saja. 

Akupun mulai menanggalkan bajukudengan perlahan aku buka gaun sexy istriku, meloloskannya jatuh ke lantai. Paaku malu..badanku nggak bagus lagi. bisiknya. Jangan begitu ma, dimataku kamu adalah wanita paling sexy, dan kamu tahu apa kata mereka ketika melihat fotomuWow..istri om masih cantik sekali 

Jadi?jangan ragu sayang. bisikku juga sambil mulai mencium leher dan bibirnya. Aku tuntun dia menuju tempat tidur. Sementara Andi tersenyum mulai mendekati istriku dari belakang dengan mencium punggung dan pinggangnya, sedang aku mulai menjilat lembut puting susunya yang bergetar. 

Badan istriku yang ramping mulus dengan buah dadanya tidak terlalu besar, tetapi padat berisi, yang paling menggairahkan adalah putingnya yang merah muda dan kedua bongkahan pantatnya yang terlihat mulus menggairahkan serta gundukan kecil yang membukit yang ditutupi oleh rambut-rambut halus yang terletak diantara kedua paha atasnya terbuka dengan jelas. 

Kemudian kutarik istriku berdiri, dengan Andi tetap di belakangnya, kedua tangan Andi mulai menjelajahi seluruh lekuk dan ngarai istriku itu. Aku sempat melihat ekspresi wajah istriku, yang dengan matanya yang setengah terpejam dan dahinya agak berkerut seakan-akan sedang menahan suatu kenikmatan yang melanda seluruh tubuhnya dengan mulutnya yang mungil setengah terbuka, menunjukan dirinya menikmati benar permainan dari Andi terhadap badannya itu, apalagi ketika jemari Andi berada di semak-semak kewanitaannya, sementara tangan lain Andi meremas-remas puting susunya, terlihat seluruh badan istriku yang bersandar lemas pada badan Andi, bergetar dengan hebat. Aku tahu dia gemetar karena perasaannya masih belum bisa menerima, tetapi juga ada perasaan ingin.. 

Rudi aku minta segera masuk, dengan hanya memakai celana dalam saja. Rudi memiliki batang paling besar, aku sendiri belum melihatnya. Aku hanya minta dia bersiap siap saja andaikata istriku minta coitus. Dan Aku tekankan kepadanya untuk memakai kondom, jangan sekali kali menyentuh istriku tanpa kondom.. 

Aku rebahkan istriku ke tempat tidur lagi, tetapi kali ini agak diujung agar Rudi mudah menciumi bibir bawahnya. Sementara aku masih menciumi lembut bibir istriku, dan Andi masih merangsang istriku dengan mengigit gigit ujung payudaranya. Tampaknya istriku risih ketika Andi menjilat ujung putingnya yang merah muda itu tapi dia membiarkannya, mungkin dia merasakan sensasi yang hebat.ah papageli sshhaaahh gelimalu pa.. Tenang sayangenakkan.Tampaknya dia menikmati sekali ketika putingnya digigit dan dijilati dua laki laki. 

Istriku kini telentang di tempat tidur dengan kedua kakinya terlihat menjulur di lantai dan pantatnya terletak pada tepi tempat tidur, sehingga dia tidak bisa melihat dengan jelas bagian bawah tubuhnya yang sedang menjadi sasaran jilatan Rudi. Rudi mengambil posisi berjongkok di lantai diantara kedua paha istriku yang telah terbuka lebar. Rudi memang hebat, lidahnya panjang dan kasar sehingga dengan cepat istriku mengelepar. Aaaahh geli pagelijangan dicium yang bawahgeliahhsshkok enak ya paaneh ya paaku kok cepet terangsang sekali sekarangahhh..pa..padahal Cuma diciumin. 

Aku minta Rudi geser sedikit, dan segera aku arahkan batangku ke bibirnya. Aku tidak mau langsung karena istriku tidak suka kasar, dan aku gesek gesekkan dan sedikit memasukkannya pelan pelan..dan aku gerakkan pelan pelan., lalu aku cabut lagidengan terpejam istriku berbisk ke dekat telingaku, pa apa aku boleh raba dada bidang mereka?shhsshhboleh ya paRupanya istriku penasaran. 

Dengan tangannya yang gemetar dia menyentuh dada andi dan rudi. Aku tahu sebenarnya dia ingin menyentuh yang lain lebih jauh, tapi masih malu atau sungkan denganku. 

Rudi rupanya lebih kreatif dengan melepas cel damnya. Ups! rupanya dia tidak ngecap, dengan diameter 6cm dan panjang hampir 25cm, warna topinya merah muda, sangat besar juga untuk ukuran orang indonesia. Tampaknya meskipun cuma sebesar itu tidak mungkinlah bisa masuk ke vagina istriku, karena istriku mungil dengan tinggi Cuma 150 cm . Aku kuatir nanti istriku merasa seperti diperkosa. 

Sementara aku masih memompa dengan lembut, tangan istriku mulai turun keselangkangan Rudi dan terkejut ketika menyentuh batangnya. Pa! besar sekali punyanya aduuuhhh nanti jangan dipaksa masuk cepat cepat ya.pleaseaku ngeri..kok jauh lebih besar dari punyamu paaduh 

Aku lepaskan batangku dan Rudi kembali melumat vagina istrikuRudi pengalaman sekali, sehingga mudah menemukan titik rangsang istriku. Dan benar saja tubuh istriku bergetar hebat.dan kembali dia merintih aduhh pa gilagilaaaa.enak sekali.sekarang masukkan massukkan lagi shhhh.sambil mencari cari batangkuRintihnya Yang mana yang dimasukkan honey?hmm punya Rudi?Godaku. Aduh papa gitu deh.papa dulu lagi please.Rintihnya. 

Sementara Andi masih dengan setia menjilati payudara istriku yang menegang hebat.Aku masih menciumi bibirnya, sengaja aku tidak mau melepas bibirnya agar dia tidak malu dengan 2 anak muda ini. 

gimana ma kalo Rudi aja yang masuk.nggak papa kokKapan lagi kamu merasakan yang besarnggak akan sakit karena rudi tahu cara masuknyaBisikku.. Aku malu pamalussshhh bener nggak papa? nggak nyesel? ssshhhhbener? ..aaahhhgila enaaak banget Aku bisikkan lagi nggak papa sayang, nanti kalo sakit ya nggak usah dipaksapokoknya kamu nikmati aja. Lalu aku kode Rudi untuk bersiap siap.Jujur saja aku sebenarnya gemetaran ketika rudi mulai menyiapkan batangnya. Rasanya nggak terima batangnya yang besar menghangatkan vagina istriku. tapi disisi lain aku ingin melihat istriku bercinta dengan laki laki lainDari awal aku selau mengingatkan mereka untuk tidak kasar dan memaksa coitus kalau tiba tiba istriku tidak mau. Dan sekarang mereka sudah bersiap sipa untuk coitus, rasanya aku tidak mampu menghentikannya. Rasa ingin tahuku lebih besar dari rasa cemburuku. 

Terlihat Rudi memegang penis raksasanya itu, serta mulai di usap-usapkan dengan lembut di belahan bibir kemaluan istriku yang sudah sedikit terbuka, Ujung kemaluannya yang kasar menggosok gosok klitoris istriku, Aduhhh cemburuku luar biasa.! Sengaja Rudi menggosoknya cukup lama agar istriku bisa melihat kemaluannya yang besar. Dan memang benar istriku dengan mata yang terbelalak melihat ke arah senjata Rudi yang dahsyat itu, sedang menempel pada bibir vaginanya. Kedua tangan isteriku kelihatan mencoba menahan badan Rudi dan badan istriku terlihat agak melengkung, tampaknya dia kawatir kalau kesakitan. pantatnya dicoba ditarik ke atas untuk mengurangi tekanan penis raksasa Rudi pada bibir vaginanya, akan tetapi dengan tangan kanannya tetap menahan pantat istriku dan tangan kirinya tetap menuntun penisnya agar tetap berada pada bibir kemaluan istriku sambil mencium telinga kirinya, terdengar Rudi berkata perlahan, Tante, saya gosok gosok dulu yaabiar enak.ok?hmm bagaimana..enak ya.maaf yaa, kalo masuk sekarang, boleh ya?, terlihat kepala istriku hanya menggeleng-geleng kekiri kekanan saja, entah apa yang mau dikatakannya, dengan pandangannya yang sayu menatap ke arah kemaluannya yang sedang didesak oleh penis raksasa Rudi itu dan mulutnya terkatup rapat seakan-akan menahan debaran jantungnya. Bisiknya : Pa punya rudi jangan masuk dulu yaaduh jangan ya paaa ssshhh.terlalu besaraduh..besaaar sekaliii.ngeri Aku ciumi bibirnya Nikmati aja sayang nikmati aja.tadi kan punyaku sudah masukkjadi udah nggak terlalu sakit kan 

Rudi tanpa menunggu lebih lama lagi, segera menekan penisnya ke dalam lubang vagina istriku yang telah basah itu, biarpun kedua tangan istriku tetap mencoba menahan tekanan badan Rudi..Aku bisikkan lagi ke telingannya jangan tegang ma..santai aja.biarkan masukbiarkan masuk . Mungkin, entah karena tusukan penis Rudi yang mendesak desak atau karena ukuran penisnya yang sangat besar, langsung saja istriku berteriak merintih rintih , aahh.. , ssshh ya pelan-pelan begitu aja ya .pelan pelan sekali yaaaa. aahh., terdengar rintihan dari mulutnya dengan wajah yang agak menegang mungkin juga menahan rasa kesakitan. Kedua kaki istriku yang mengangkang itu terlihat gemetar. Kepala penis Rudi yang besar itu telah terbenam sebagian di dalam vagina istriku, kedua bibir kemaluannya menjepit dengan erat kepala penis Rudi, sehingga belahan kemaluan istriku terlihat terkuak membungkus dengan ketat kepala penis Rudi itu. Gila menggairahkan sekali! Aku dekati kemaluan isteriku dan kucoba merangsang klitorisnya dengan jariku. Kulihat kedua bibir kemaluan istriku tertekan masuk begitu juga clitoris istriku turut tertarik ke dalam akibat besarnya batang Rudi. Bagaimana sayanglebih enakkan sekarang? .nikmati ajabisikku dekat telinganyaIstriku mulai tersenyum. malu hhh..paa mulai agak enak paaduh mulai enak.enak pa enak paaaanggak papa niiih pakalo besaar ternyata enaak ya paaadduh.nanti kalo akuu ketagihan gimanaa pa..aaduhhh.Istriku mulai merintih dan meracaupadahal batang Rudi baru keluar masuk sebagian saja. 

Rudi menghentikan tekanan dan kocokan penisnya, sambil mulutnya mengguman, Maaf, tante, kalo saya kurang lembut. .., maaf yaa, tante!. 

aagghh, nggaaaak kokudah mulai agaaak enaktapijangan teerrlalu diiipaksakan. .., yaahh..masukkan pelan pelan lagi yaaa agak dalam yaa.aahh., istriku mencoba menjawab dengan badannya terus menggeliat-geliat, sambil merangkulkan kedua tangannya di punggung Rudi. 

Tante.., saya mau masukkan lagi, yaa, dan tolong katakan yaa, kalau tante masih merasa sakit, sahut Rudi dan tanpa menunggu jawaban istriku, segera saja Rudi melanjutkan tekanan penisnya ke dalam lubang vagina istriku yang terhenti itu, tetapi kali ini kocokannya dilakukannya dengan lebih cepat. 

Secara lembut tapi pasti, penis raksasa itu menguak dan menerobos masuk ke dalam sarangnya. Ketika penis Rudi telah terbenam hampir setengah di dalam lubang vagina istriku, terlihat dia telah pasrah saja dan sekarang kedua tangannya tidak lagi menahan badan Rudi, akan tetapi sekarang kedua tangannya mencengkeram dengan kuat pada tepi tempat tidur. Rudi menekan lebih dalam lagi, kembali terlihat wajah istriku meringis menahan sakit dan nikmat, kedua pahanya terlihat menggeletar, tetapi karena istrikutidak mengeluh maka Rudi meneruskan saja tusukan penisnya dan tiba-tiba saja, aahh, Rudi melenguh sambil menekan seluruh berat badannya dan pantatnya menghentak dengan kuat sehingga membuat tempat tidur tersebut bergoyang dengan keras. 

Pada saat yang bersamaan terdengar keluhan panjang dari mulut istriku, Aduuh paaa..aahh.., sambil kedua tangannya mencengkeram tepi tempat tidur dengan kuat dan badannya melengkung ke depan serta kedua kakinya terangkat ke atas menahan tekanan penis Rudi di dalam kemaluannya. Rudi mendiamkan penisnya terbenam di dalam lubang vagina istriku sejenak, agar tidak menambah sakit istriku sambil bertanya lagi, Tante.., sakit, yaa? Tahan dikit yaa, saya goyang pelan pelan kok ..sebentar lagi akan terasa nikmat dijamin deh !, bisiknya ditelinga istriku. Istriku dengan mata terpejam hanya menggelengkan kepalanya sedikit seraya mendesah panjang, aagghh.. ., paaasudah pa.aduhh sudahhh pleasesakit.sakit.terlalu besaaaraah, Kulihat air mata mulai menetes di sudut matanya. Cepat cepat lalu Rudi menciumi payudara istriku dengan ganas. Terlihat pantat Rudi bergerak dengan cepat naik turun, sambil badannya mendekap tubuh mungil istriku dalam pelukannya. Semakin lama semakin cepat.terkadang batangnya dikeluarkan dari vagina istriku, kemudian dihunjamkannya lagi. Membuat istriku melenguh dan merintih berkepanjangan. 

Tak selang lama kemudian terlihat badan istriku bergetar dengan hebat dari mulutnya terdengar keluhan panjang, Aaduuh , oooohh, ssshh.. ., sshh paa! Aku..ahhh..akuahhh.aku..akhsshhhoohhh , kedua kaki istriku bergetar dengan hebat, melingkar dengan ketat pada pantat Rudi, dengan mata yang membeliak dan tubuh menghentak hentak istriku mengalami orgasme yang hebat dan berkepanjangan. Selang sesaat badan istriku terkulai lemas dengan kedua kakinya tetap melingkar pada pantat Rudi. Dengan tersenyum Rudi tetap melakukan goyangan goyangan memutar dengan lembut , kali ini dia tidak menekan, karena dia tahu kalo si wanita orgasme, si cowok harus mengikuti gerakan pinggul wanita tersebut .aah, suatu pemandangan yang sangat erotis sekali. 

Kemudian Rudi mulai melepaskan dirinya dan bergeser ke samping, dia memberi kesempatan kepadaku untuk mendekati istriku. 

, bagaimana sayangenakkan batangnya Rudi? Sakiittt? ..hmmm bisikku lagi. 

Dengan memukul mukul dada bidangku, istriku berbisik malu malu tapi dengan nada protes : Kenapa nggak bilang bilang paaakalo enaknya luar biasa seperti ininikmat banget sayang 

.bisa orgasme paa nikmatbetul kata papa, kalo besar enak ya enak sekali..sekarang pengen sama punya papa ya, kasihan kan papa belum keluarPipinya bersemu merah, malu 

Aku benar benar terangsang hebat melihat pemandangan tadi, dengan segera aku masukkan batangku ke vaginanya yang super basah ituya ampun gara gara batang rudi yang besar tadi batangku masuk tanpa gesekan lagi. aaahh hunjamkan pa hunjamkan passhhh Istriku memang bisa multi orgasme, dan malam ini aku benar benar ingin membuatnya puas dengan orgasme tidak terbatas. : Nggak terasa ya ma? bisikku. Terasa kok paterasamemang kurraaang. tapiii nikmaat . Maka dengan sedikit tenaga kuserudukkan saja rudalku itu menerobos liang vaginanya. Aaghh, mata istriku terpejam, sementara bibirnya digigit. Tapi ekspresi yang terpancar adalah ekspresi kepuasan. Aku mulai mendorong-dorongkan penisku dengan gerakan keluar masuk di liang vaginanya. Diiringi erangan dan desahan istriku setiap aku menyodokkan penisku, melihat itu aku semakin bersemangat dan makin kupercepat gerakan itu. Bisa kurasakan bahwa liang kemaluannya semakin licin oleh pelumas vaginanya. 

Ahh, ahh, istriku makin keras teriakannya. 

Ayo paaa, terus. 

Enakkk, eeemm, mm!. 

Tubuhnya sekali lagi mengejang, diiringi leguhan panjang, Uuhhhh ma aku keluar ya yaah, aku perlu bertanya pada dia 

keluarkan paaa ,keluarkan.mm sshh 

Dengan satu sodokan keras, aku dorong pinggulku kuat-kuat, sambil kedua tanganku memeluk badan istriku dengan erat dan penisku terbenam seluruhnya di dalam lubang kemaluannya dan saat bersamaan cairan spermaku menyembur keluar dengan deras di dalam lubang vagina istriku. Badanku tehentak-hentak merasakan kenikmatan orgasme di atas badan istriku, sementara cairan hangat maniku masih terus memenuhi rongga vagina istriku, tiba-tiba badan nya bergetar dengan hebat dan kedua pahanya menjepit dengan kuat pinggulku diikuti keluhan panjang keluar dari mulutnya, aagghhaahhh !, saat bersamaan istriku kembali mengalami orgasmenya dengan dahsyat kali ini yang kedua. Gila luar biasa enak dan menggairahkan sekali 

Dengan terenyum Rudi kembali mendekati istriku, gimana tante kalo saya puaskan lagi.Istriku terperanjat Lholagi aku kan sudah orgasme dua kali pa tanyanya sambil memandang bimbang kepadaku . Lho makalo lagi kan kamu bisa berkali kali orgasmenya Kataku. 

 Tapitapi mmm.. oklah kita coba lagitapi kali ini agak cepat yakalo pelan kurang rasanya Bisiknya 

Istriku kembali melirik padaku sambil menggigit bibir bawahnyaaku tahu dia masih ingin tapi malu kepadakumatanya nanar memandang penis Rudi yang masih berdiri tegak itu..Tanpa menunggu jawabannya aku minta Rudi segera memasang kondomnya. Kali ini aku ingin three somedan Rudi mulai mendekatkan penis raksasanya ke vagina istriku lagi. 

Kini aku akan menyaksikan bagaimana Rudi mempermainkan tubuh mungil istriku, Tante..bagaimana kalo kali ini saya agak kasar tapi tetap nikmat kokdijamin dehhh.. 

Istriku hanya mengangguk, mungkin dia juga ingin merasakan bagaimana bercinta dengan sedikit kasar.. 

pa..gimana paaanggak papa? Nanti ..nggak seret lagi lho tanyanya dengan suara yang bergetar  kan aku sudah bilang honey..nikmati aja. 

Dengan memegang pinggang istriku, Rudi langsung memasukkan penisnya dalam dalam.Dan istriku sama sekali tidak menolakGerakan Rudi terlihat mulai sangat kasar, hilang sudah lemah lembut yang pernah dia perlihatkan. Mulai saat ini Rudi mengerjai istriku dengan agak brutal dan kasar. Istriku benar-benar dipergunakan sebagai objek seks-nya. Dia ganjal pantat istriku dengan bantal 2 tumpuk sehingga lubang vaginanya yang lebih tinggi tampak merekah dengan lelehan sperma milikku. Batangnyanya benar benar dihunjamkan dengan hentakan hentakan kasar dan gila. luar biasa cepat.. Aku sangat takut kalau-kalau Rudi menyakitinya, tetapi dilihat dari ekspressi muka dan gerakan istriku ternyata tidak terlihat tanda-tanda penolakan dari pihak istriku atas apa yang dilakukan oleh Rudi terhadapnya. Bahkan tangannya mencengkeram erat pantat Rudi seakan takut kalo Rudi menghentikan hentakan gilanya.. Luar biasapemandangan ini sungguh menggairahkan. Aku benar benar terangsang hebat 

Aku bisikkan kepadanyahoney kita threesome ya.dengan segera aku arahkan batang ku kemulutnya untuk di kulum. Aaahhh nikmat sekali.Kami merubah posisi doggy style dengan Rudi tetap dibelakang dan batangku tetap dimulut istriku 

Aku berbisik lagi mengusulkan bagaimana kalau Andi bergantian dengan Rudi memasukkan batangnya dari belakangbiar nggak jadi obat nyamuk. 

Aduh pamalu paaaaaahh tapi iya paaa nggak papanikmat kokpelan pelan yaa Dan bertiga batang kami bergiliran masuk ke vaginanya.Bahkan kami mencoba memasukkan berurutan. Andi bagian pertama, aku kedua dan Rudi ketiga. Istriku memandangku dengan sayu tapi bibirnya sedikit tersenyum karena merasa nikmat sekali melihat tingkah kami yang bergantian menggilirnya dengan cepat. Aaahhaaahh lebih cepatlebihh cepatgantiangantiannnnyang besar,.yang besar..aaahh.kurang cepat pakurang cepat.. 

Tampaknya dia sudah tidak terlalu malu lagi 

Tante , rudi ingin memberi sensasi lain neehh mau ya. Istriku memandangku lagi masih meminta pertimbangan. Aku kedipkan matakuits ok.. honey 

Dengan segera Rudi menggendong istriku. Istriku terlihat seperti anak kecil dalam gendongan Rudi. Kaki istriku terlihat merangkul pinggang Rudi, sedangkan berat badannya disanggah oleh penis Rudi. 

Rudi berusaha memompa sambil berdiri dan sekaligus berusaha mencium istriku yang segera aku ingatkan untuk tidak melakukan itu. 

Pantat istriku terlihat merekah dan tiba-tiba Rudi memasukkan jarinya ke lubang pantat istriku. Ohh! Jangan. Mendapat serangan yang demikian serunya dari Rudi, badan istriku terlihat menggeliat-geliat dalam gendongan Rudi. Suatu pemandangan yang sangat seksi. jangan kuatir tantenikmati aja 

Ketika Rudi merasa capai, istriku diturunkan dan Rudi duduk pada sofa. istriku diangkat dan didudukan pada pangkuannya dengan kedua kaki istriku terkangkang di samping paha Rudi dan Rudi memasukkan penisnya ke dalam lubang kemaluan istriku dari bawah aku bisa melihat penis raksasa Rudi memaksa masuk ke dalam lubang kemaluan istriku yang kecil dan ketat itu. Vaginanya menjadi sangat lebar dan penis Rudi menyentuh paha istriku. Kedua tangan Rudi memegang pinggang istriku dan membantu istriku memompa penisnya secara teratur, setiap kali penis Rudi masuk, terlihat vaginanya ikut masuk ke dalam dan Ketika penisnya keluar, terlihat vaginanya mengembang dan menjepit penis Rudi. Mereka melakukan posisi ini cukup lama. Sementara istriku mengerang dengan hebat dan berbisik...nikmat panikmatsekalissshhhaduhnikmat. 

Kemudian Rudi mendorong istriku tertelungkup pada sofa dengan pantat istriku agak menungging ke atas dan kedua lututnya bertumpu di lantai. Rudi kembali akan bermain doggy style. Ini sebenarnya adalah posisi yang paling aku sukai. Dari belakang pinggul istriku, Rudi menempatkan penisnya diantara belahannya dan mendorong penisnya masuk ke dalam lubang vagina istriku dari belakang dengan sangat keras dan dalam, semua penisnya amblas ke dalam vagina istriku. Jari jempol tangan kiri Rudi dimasukkan ke dalam lubang pantat. istriku setengah berteriak, aagghh!, badannya meliuk-liuk mendapat serangan Rudi yang dahsyat itu. Badan istriku dicoba ditarik ke depan, tapi Rudi tidak mau melepaskan, penisnya tetap bersarang dalam lubang kemaluan istriku dan mengikuti arah badan istriku bergerak. 

Istriku benar-benar dalam keadaan yang sangat nikmat, desahan sudah berubah menjadi erangan dan erangan sudah berubah menjadi teriakan, oohhm. .., aaduhh panikmaatt. Rudi mencapai payudara istriku dan mulai meremas-remasnya. Tak lama kemudian badan istriku bergetar lagi, kedua tangannya mencengkeram dengan kuat pada sofa, dari mulutnya terdengar, Aahhpaa, aahhpa kok nikmat paaa, sshh, ssshh!. istriku mencapai orgasme lagi yang ke empat kalinya, saat bersamaan Rudi mendorong habis pantatnya sehingga pinggulnya menempel ketat pada bongkahan pantat istriku, penisnya terbenam seluruhnya ke dalam kemaluan istriku dari belakang. Sementara badan istriku bergetar-getar dalam orgasmenya, Rudi sambil tetap menekan rapat-rapat penisnya ke dalam lubang kemaluan istriku, pinggulnya membuat gerakan-gerakan memutar sehingga penisnya yang berada di dalam lubang vagina istriku ikut berputar-putar mengebor liang vagina istriku sampai ke sudut-sudutnya. 

Gerakan pantat Rudi bertambah cepat dan ganas memompa dan terlihat penisnya yang besar itu dengan cepat keluar masuk di dalam lubang vagina istriku, tiba-tiba, Oohh , oohh!, dengan erangan yang cukup keras dan diikuti oleh badannya yang terlonjak-lonjak, Rudi menekan habis pantatnya dalam-dalam, menekan pinggul istriku ke sofa, sehingga penisnya terbenam habis ke dalam lubang kemaluan istriku, pantat Rudi terkedut-kedut sementara penisnya menyemprotkan spermanya di kondom di dalam vagina istriku, sambil kedua tangannya mendekap badan istriku erat-erat. Dari mulut istriku terdengar suara keluhan, Sssh, sshh, hhmm., hhmm!, merasakan semprotan tertahan di dalam liang vaginanya. Sebenarnya ini tidak ada didalam kontrak bahwa Rudi boleh ejakulasi diadalam tubuh istriku. Tetapi pemandangan menggairahkan ini membuatku tidak kuasa memprotesnya. Aduh maaf om..aku keluarkan di dalamhabis tante sexy banget.istri om cantik sekalicantik sekali 

Setelah berpelukan dengan erat selama beberapa detik, Rudi kemudian merebahkan diri di atas badan istriku yang tergeletak di sofa, tanpa melepaskan penisnya dari vagina istriku.. 

Aku datangi tubuh mereka berdua yang masih menyatu bagaimana honey nikmat ya. 

aduh paa. bikin malu ajamemang nikmat kok paterima kasih ya sayangaku puas sekali malam ini.. 

Rudi segera mencabut batangnya tetapi segera dilarang oleh istriku biarkan didalam Rudmasih enak..jangan dicabut dong selain itu juga malah sakit kalo dikeluarin. 

Ma ini baru namanya four some lhocuma Andy ikut nggak terlalu lama, 

Dengan berbisik lembut istriku berkata :Paa nggak papa ya. kalo lain kali kita BCT ( ini istilah kami untuk bercinta) seperti ini lagi.ternyata batang besar Rudi memang enaktapi besok besok pake 2 batang besar nggak papa yaaku pengen yang lebih lama lagi.istriku merengek 

OK honey besok pagi biar Rudi memanggil teman temannya. 

Rudi &Andy aku suruh pulang karena tugas mereka sudah selesai sambil mengingatkan kalo jam 10 pagi Rudi datang lagi sambil membawa 2 orang temannya. Dua hari ini aku akan memuaskan istriku 

Saya ada 2 teman yang memang agak kecilan dibanding punya saya, tapi mereka lebih ahli dari Andi. Bagaimana om bisa saya ajak mereka? Tanya Rudi. OK lah tapi mereka tetap harus memakai kondom kalo bercinta dengan istriku Syaratku. Nggak masalah om, Cuma efeknya mereka akan bermain lebih lama 

Pagi pagi aku ajak istriku mandi, kali ini dia bener bener jadi ratu , aku gosok tubuhnya dengan lembutaku ciumi bibir dan payudaranya di dalam bath-up. Paaa..? Apa papa nggak nyesel.aku malu banget lho.tanyanya Ayolah ma jangan begituini kan ulang tahunmuaku undang mereka jam 10 pagi ini lagi bagaimana .? 

hhhm kok lagi siiihh Wajahnya kemerahan menahan malu. Lho kan enak kan sayang..Bisikku. tapi batang mereka besarkalo sering sering .kan bisa nggak rapet lagi .paaaa.nanti kalo kamu nggak terasa jangan nyesel lho ya. 

Lhhho kamu apa lupa kalo bisa mencengkeram.Coba nanti terapkan ke Rudipasti dia nggak bakalan tahan lama 

Hmm. nggak papa pa aku cengkeram punya mereka? sambil matanya berkedip kedip. 

Lho nggak papa kalo kamu merasa enakbisikku lagi 

. iya sihhhenak enak sekali malahKatanya meringis malu sambil menggelendot manja 

Sebenarnya aku paling senang kalo mereka bisa bergantian cepat masuknyagimana gitu rasanyakelihatan sexy banget..tapi harus gantian yang besar dan yang kecil.lebih enaksangat enak tepatnyaaahh jadi malu pa.sambil menutup kedua wajahnya dengan handuk. 

Selesai mandi aku minta istriku memakai lingerie merah sexynya dengan stocking hitam menerawang.hm istriku memang sangat matang dan sexy meski usianya 32 tahun 

Tak berapa lama Rudi datang bersama 2 rekannya, Max, Charles..mereka memperkenalkan diri. 

Bagaimana sayang..bisa kita mulai?sambil kucium lembut bibir istrikummpphhh tapi mereka nggak boleh kasar kasar yaaa. katanya 

Max diikuti Rudi segera mengambil inisiatif melepas bajunya,,tampaknya mata istriku kagum melihat batang batang mereka, nafasnya mulai memburu aku gemetaran pa.aduhh 

Dengan berjongkok diantara kedua kaki istriku, max mulai menciumi dan menjilat bulu bulu halus vagina istriku, sementara Rudi mencium pantat istriku dari belakang. Aargh pa..aku nggak kuat kalo berdiri.nikmattistriku mengerang pelan. Paha istriku bergetar lembut ketika lidah max menjilati bukit mungil berbulu itu. Terengah engah istriku meremas rambut kepala max dengan satu tangan, perlahan menekan, memaksa pria itu menjelajahi seluruh permukaan vaginanya dan menjerit kecil ketika klitorisnya tersentuh lidah kasar Max. Max terlihat sibuk menjilati bagian kecil yang menonjol itu, menekan nekan dengan lidahnya dengan sesekali digigitnya, mendenguskan nafas hangat kedalam liang panas membara tersebut. Istriku kembali menjerit tertahan..: ssshh aahh !!! Sementara tangan satu menekan kepala Rudi untuk lebih dalam menciumi belahan pantatnya. Aku masih bermain lidah dengan istriku serta membelai lembut rambutnya. Charles mulai mendekati payudara istriku dan meloloskan tali lingerie dari tangan kiri istriku. Dengan lembut mulai menggetarkan ujung payudara istriku. Dengan cepat istriku menggelegak panas, nafasnya mulai memburu..Luar biasa ..! istriku berdiri dengan 2 laki laki berjongkok di sela sela pahanya, ditambah satu lagi menjilat jilat putingnya, permainan ber empat ini benar benar merangsangku 

Kembali aku rebahkan istriku di tempat tidur. Sambil berbisik aku tanyakan Gimana ma kalo Max mulai masuk.nggak papa ya.? Istriku mengangguk lemah sambil masih memejamkan matanya Paa aku berdenyut denyut neeh bisiknya 

Max mulai melepas CD nya danya ampun..batangnya ternyata tidak lebih kecil dari milik Rudikali ini malah melengkung keatas. Istriku masih menggeliat mengeliat menahan geli diatas sprei satin pink dengan mata terpejam karena Charles masih sibuk menjilati payudara dan perut istriku 

Perlahan Max membuka lebar paha istriku dan sedikit mengangkatnya, menempatkan dirinya diantaranya dan mulai mendekatkan batang kerasnya ke kemaluan istriku, aku ingatkan dia untuk mengenakan kondomnya. 

Istriku segera meraih dan menuntunnya ke lubang kewanitaannya aahh besar sekali paDengan cepat kelakiannya yang menegang segera melesak kedalam tubuh istriku. Max segera melakukan pekerjaannya dengan baik, mendorong, menarik kejantanannya dengan cepat. Gerakannya cukup ganas mengimbangi isriku seperti hendak meluluh lantakkan tubuh putih istriku yang menggeliat kegelian itu. 

Aaahhh paaa nikmattarghhteruuss. Tak kenal ampun batang Max menghunjam berkali kali menerobos masuk deep inside. Istriku menjerit jerit nikmat menyuruh Max lebih keras lagi bergerak. Max mengerahkan tenaganya untuk memenuhi permintaan istriku. Otot otot bahu dan lengannya kelihatan menegang dan berkilat kilat karena keringat, pinggangnya bergerak cepat dan kuat bagai piston lokomotif . Suara berkecipak terdengar setiap kali tubuhnya menekan dalam vagina istriku, ramai sekali. Aaah papaa ahh ssh aahh pa..enak paa. 

Wajah Max mulai memerah, aku tahu dia akan ejakulasi, aku ingatkan dia untuk tidak mengeluarkan di dalam. Dengan segera Charles menggantikan posisinya, untung batang Charles berukuran sama dengan milik Max, Ceepat masukkancepaattt, istriku merintih minta agar batang Charles segera masuk. Dengan goyangan lebih cepat, batangnya menghunjam keras ke vagina istriku. Karena tenaganya belum terpakai maka hentakan pinggang Charles bergerak cepat luar biasa, mengeluarkan kecipak lebih ramai. 

Paaa enak paaahh, istriku mulai orgasme 

Aku lihat bibir vagina istriku memerah keluar masuk karena besarnya batang batang anak muda ini. Ketika wajah Charles mulai bersemu merah dengan cepat Max kembali menggantikan. Dengan tenaga barunya, Max kembali memasukkan kejantanannya ke dalam vagina istriku sambil berbisik kepadaku Om ..istri om hebat sekali, belum pernah saya dan Charles melayani wanita yang kuat seperti istri om.Biasanya mereka sudah orgasme dulu sebelum kami ejakulasiTapi istri om ini luar biasa.Dan maaf.. vaginanya bisa meremasmembuat kami nggak bisa lama lamaoohh oohh maaf..maaf saya keluarTanteaduh tantemaaf nikmat sekali. Max rupanya ejakulasi, aku pelototi dia karena mengeluarkan didalam. Enak aja!Dengan muka bersalah Max mencabut perlahan batangnya. Dengan cepat Charles giliran memasukkan batangnya agar tidak ada jeda. Jeda ini akan membuat mood istriku turun.. 

Aku masih sibuk mencium bibir istriku agar dia tidak bisa melihat jelas wajah kedua gigolo itu,, bahaya dongbisa bisa nanti dia bercinta denganku tapi membayangkan Max dan Charles. Aku bisikkan ketelinganya. enak manikmat ya apa kamu nggak pengen mengoral batangnya Rudi?tanyaku 

Boleh pagak papa? Kepingin juga siihhkalo besar rasanyaaa gimana yahhh.nggak papa pa? ..tapi pakai kondom lho yaaahh..aahh Jerit istriku ketika max terlalu dalam menghunjamkan batangnya. Rupanya anak muda ini keenakan..sontoloyo maaf omenak sekaliistri om luarbiasa aahhluar biasa ..aaahh Erang Charles. 

Aku kasih kode Rudi untuk memasang kondom rasa buahnya. Bagaimanapun aku nggak mau istriku mengoral batang orang lain tanpa kondom. Perlahan dia dekatkan batang raksasa ke mulut istriku. Dengan ragu ragu istriku memandangku Go a head.. kataku. Dengan perlahan mulut mungilnya melahap batang itu. mphh.mmphaahh istriku mengambil nafas Besar sekali pa.nggak cukup.Dengan perlahan tangan Rudi kembali memegang kepala istriku dan mulai menekan ke arah batangnya. 

Mphhh.mph.mphh.. Mata Rudi terbeliak keatasKurang ajarkeenakan juga anak ini.Gerakan istriku bertambah cepat, tangan kecilnya giat mengocok batang raksasa itu. 

om..OmCharles boleh masuk dari belakang? Pasti istri om keenakan deh. Tanpa menunggu persetujuanku. Charles mulai menghunjamkan batangnya ke vagina istriku dengan gaya doggy stylenya. 

Wow luar biasameliihat istriku digilir habis habisan oleh 2 anak muda inibenar benar menggairahkan. 

Rupanya Rudi tidak bisa menahan kenikmatannyadengan cepat dia mengerang, ejakulasi didalam mulut istriku.Untung dia memakai kondomEh Wajah Charlespun dengan cepat bersemu merah.. aahhohh.Kali ini dia juga ejakulasi.Aduh tantenikmat nikmataahhtante hebat sekaliahh menggigit sekali aahh Istriku semakin liar dan ganas, mengelepar gelepar, bergoyang ke kiri dan kekanan. Paa sekarang papacepat paa.ayo paa.puaskan aku.pleasemasukkan punya papaayo pa. 

Segera aku memberi kode agar kedua anak muda ini berhenti dan secepatnya pergi karena sekarang gilirannku. kalian..pulanglah 

Aku hunjamkan batangku. nggak terasa ya sayang. bisikku Aduhh panggak papa..tapi lebih nikmataahhaahhAku masih bisa melayaninya cukup lama.Istriku memang hebat 

terima kasih ya sayangini kado terindah yang pernah kamu berikan ..aku puas sekaliBisiknya. 

Pada hari ke tiga ke tika kami santai di dalam whirpool, iseng aku tanya lagi ke istriku, 

Gimana ma nggak kepingin lagi?tanyaku 

lagi?Hmm masak terus terusan sih pa.nanti aku ketagihan lhoo..Kata istriku sambil memijit mijit punggungku.. kok jadi papa sih yang kepingin teruskenapa sih pa? 

Entahlah maaku juga heranseharusnya aku kan cemburu kamu digilir anak anak itutapi aneh,,aku kok malah terangsang berat ketika Rudi meniduri kamugilamenggairahkan sekali aneh ya ma.Kataku. 

Aduh papa kok gitu sihIstriku merengut. 

coba gini ma aku pengen tahu fantasi liar apa yang kamu inginkan.aku pengen tahu.ayo dong ceritakanhoneyDesakku. 

Ah papa ini aneh aneh aja.Istriku mencoba menghindar ayolah maaku nggak marah kok.. 

Bener nih nggak marah?..nanti aku ceritapapa bisa pingsan gimana hayo.ucapnya lagi 

Woo memangnya seberapa heboh sih ma.aku penasaran. 

Ok..bener lho ya nggak boleh marah kalo aku bicara jujurhabis papa mendesak sih. Katanya masih ragu ragu menjelaskan. 

Sebenarnya aku bener bener menikmati yang kemarin ituluar biasa deh cumakalo pake kondom rasanya panas sekalijadi mengurangi kenikmatannya. Padahal sebenarnya aku pengen hmmcoba kalo banyak batang yang masuk enak kali ya kadang pengen juga cobain anal asal batangnya gak besar besar amat. Sambil matanya ragu ragu memandangku Hayo kaget ya pa.! 

kaget khan..!? 

Terus terang aku terkejut juga dengan kejujurannya tapi aku tetap bilang : ah itu kurang heboh. 

Habener pa..kurang heboh? !.Teriaknya. 

Ok ok aku lebih jujur sekarangSebenarnya aku ingin merasakan semprotan sperma di dalam, karena rasanya lebih enak lebih terasaapalagi kalo banyak batang yang nyemprot di dalam. Pengen juga ngrasain mandi sperma.kayak apa ya rasanya.Juga nelen sperma anak anak muda itukatanya orang orang obat awet muda sih katanya malu malu. Jadi aku kepinginnya bener bener sex party pabanyak orang menggilirku liar, dari depan ,belakang,..rasanya gimana gitu.Aduh aku kebangeten yamaaf ya pa..kalo aku aneh aneh..Cuma aku kuatir juga kalo anak anak itu gak bersih 

Aku bener bener terkaget kaget mendengar fantasinya. Aku coba untuk tenang menjawab meskipun getaran suaraku tidak mampu menutupi keterkejutanku. Hmm boleh juga fantasimu.. nanti aku bisa minta anak anak itu check up dulu secara keseluruhan. Mungkin 5 orang aja cukup ya mamasak mau nambah lagi?Tanyaku. 

Hmmm sebenarnya aku pengen coba berapa yahmmm. berapa yahmmm bagaimana kalo 10 orang pakan tadi aku pengen sex party yang liarkepingin melihat cowok cowok itu berebut menyetubuhiku, memasukkan batangnya.. Katanya lebih pelan lagi sambil menunduk malu. 

Aku segera kontak Rudi untuk menyiapkan semuanya, paling tidak perlu 3 hari untuk check up terlebih dahulu untuk memastikan mereka semua bersih. Aku minta satu orang yang berbatang kecil untuk jaga jaga siapa tahu istriku ingin mencoba anal. Rudi juga memberi masukan bahwa dia kenal teman keturunan bule dengan orang hitam. Batangnya luar biasa besar. Memang kalo masuk ke vagina istriku pasti tidak bisa tapi mungkin untuk variasi masuk masuk sedikit mungkin istriku suka. 

Akhirnya kami melaksanakan ML keroyokan ini di Finna hotel. Kebetulan ruang tengahnya luas , tanpa sekat sekat model strudio. Kamar mandi, dapur semua menyatu dalam satu ruangan. Rasanya cocok sekali kalo diadakan variasi sex party disini, apalagi cuaca pegunungan yang dingin sangat mendukung. 

Istriku aku minta memakai lingerie nya yang paling sexy. Ahhh istri om badannya bagusbenar benar menggairahkanbener nih om, kami boleh meniduri tanpa kondom.? soalnya tante hebat kalo mencengkeramEh ..John..kamu belum cobain sih dijamin kamu nggak bakalan kuat deh sama tante inikomentar Rudi. 

Kalian boleh menggilir istriku tapi aku nggak mau kasar, biar istriku yang pegang kendali. 

Istriku mulai menarik tubuh Rudi dan John sambil memandangku seakan minta ijin. 

Sementara cowok cowok yang lain mulai meloloskan baju bajunyaHmmm jujur saja aku gemetaran melihatnya bayangkan istriku akan digilir habis habisan oleh sepuluh cowok yang pasti kuat kuat tenaganya. Berapa lama untuk menyelesaikannya?3 jam, 4 jam? ah sepertinya lebih kuatkah istriku selama itu?Tapi ini semua permintaannya. Dan aku juga sangat menikmatinya. 

Jari istriku mulai menyentuh dada bidang anak anak muda itu, sambil sesekali diciumnya ujung putingnya. Sontak batang Rudi dan John mermbesar dengan gagahnya.Dengan lembut tangan istrku mulai meremas rermas batang kedua lelaki ini dengan kedua tangannya. Tante ..tante saya rangsang dulu yaRudi mengambil inisiatif, dengan segera kepalanya menuju ke belahan paha istriku. Sementara John mulai meloloskan lingerie istriku serta mulai menciumi payudaranyaSsshh aaahhpageli pa..Setiap lekuk payudara istriku yang indah, dijelajahi oleh lidah John dengan nafsu. 

Om , kami berdua gabung yakata Max dan Charlessambil mendekatkan batang mereka ke tangan istriku. Dengan gemas istriku mulai mengocok keduanya dengan penuh gairah. Empat laki laki ini mulai menikmati tubuh istriku. 

Rudi memang ahli merangsang klitoris, dengan cepat istriku terbakar, kedua pahanya melebar dengan bibir vaginanya kemerahan karena digigit gigit ooleh RudiTubuh istriku bergetar hebat, sambil merintih rintih Rudrud tolong masukkan dikit yapaaanggak papa ya patanpa kondom.nggak papa ya pa.rintih istriku menatapku sayu. Kulihat keringat mulai menetes di lehernya, dada, perut dan pinggangnya. 

Namun Tampaknya rudi sengaja membuat istriku penasaran, sabar tantesabarini Max mau muasin duluKata Rudi. Max kembali menciumi ujung pitung merah muda istriku, Ohhh Maxdigigit..ya digigit seperti ituaah nikmattaaahh..esah istriku. Cukup lama Max membenamkan wajahnya ke buah dada istriku dengan gigitannya yang ganas membuat garis garis merah diseluruh payudara istriku. 

Rudi menggosok gosokkan kepala penisnya ke bibir kemaluan istriku, sengaja dia menggosok gosokkan ke klitorisnya sehingga membuat istriku menggelinjang hebat. Aduh Rud jangan digosok terusaahhmasukkan.akh..uhIstriku terengah engahPerlahan tapi pasti penis Rudi mulai menyelusup kedalamkali ini istriku tidak menahan dengan tangan sehingga dengan cepat Rudi bisa mempompa . .Perlahan tapi pasti batang rudi dengan cepat memenuhi rongga rongga vagina istriku. Dan seperti yang kuduga, kehebatan daya cengkeram vaginanya membuat anak muda ini merem melek. aduh tante kenapa bisa begini enak.aduh Hentakan Rudi semakin cepat dan kepala istriku bergoyang kekanan kekiri membuat rambut semakin awut awutan sehingga wajahnya tampak sexy. Tidak sampai sepuluh menit gerakan pinggul Rudi bertambah liar dan dengan teriakan Rudi menghunjamkan batangnya dalam dalamohh,ohh.tante hebat sekalioohh.saya keluuar tanteohh 

Dengan cepat Charles mengganti posisinya, batangnya dicoba digosok gosokkan kekiri kekanan, kadang dimasukkannya sedikit, dicabut lagi, digendongnya tubuh istriku , berat badannya membuat penis tersebut dengan cepat menerobos masuk aahh.ah, istriku menggeliat liar karena posisi tersebut membuat batang Charles menghunjam dalam dalam. Charles memompa dengan gerakan sangat liar sehingga yang terdengar hanya erangan istriku dan suara hunjaman batangnya yang berkecipak keras, tidak sampai 10 menit dia sudah ejakulasi, berganti lagi dengan John, Rudi lagi, Max, Gunawan, Tony, Ferry, Hadi.. 10 laki laki ini dengan cepat silih berganti menggilir istriku..sehingga istriku terengah engah dibuatnya.luar biasaRudi berbisik kepadaku omTante hebat sekali, dia bisa orgasme berkali kali.luar biasa.barusan tante minta saya masukkan 2-3 kali lagi. Aduhh batang saya sudah sakittapi nggak papa kok omsaya harus bisa benar benar memuaskan tante. 

Beberapa laki laki ini sempat menyetubuhi 2- 3 kali..aku hitung sudah 16 kali sperma mereka memenuhi vagina istriku. Tampak sperma mereka mengalir luber keluar dari vagina istriku ketika batang mereka bergantian menghunjam. Beberapa kali John ingin meng anal dari belakang, tapi dipelototi istriku john jangan merusak suasana.aaa ya aahhsini aku oral aja.ok? .mmpphhmmpphh..oohh. Dan dengan cepat sperma John menyembur ke wajah istriku. Gunawan, Tony dengan cepat memasukkan batangnya kemulut istrikuAku pikir istriku protes..Tapi aku dengar dari erangannya tampak sekali kalo istriku menikmati. Hm hm mpphh mpphh..mphh.enaakkmmphh. Beberapa cowok yang belum dapat giliran terpaksa swalayan. 

Robert dengan George mengoocok keras batang masing masing, dengan wajah sudah bersemu merah tampak mereka menahan semburan sperma mereka sendiri. Tante, mau keluar niihh. Jadi ditelan nggak Te? Sambil mengarahkan kedua batang mereka dekat dengan bibir istriku. Ketika mulut istriku membuka, cepat sekali sprema mereka berdua muncrat bergantian masuk kedalam mulut istriku, hamper membuatnya tersedak karena banyaknya.Kedua batang itu dengan cepat disedot dan dibersihkan oleh lidahnya, .tampak sekali istriku menikmatinya. Aaahh tante hebat sekali.setelah ini kami masukkan yaIstriku hanya mengangguk angguk. 

Tante bagaimana kalo punya Robert juga masuk? nggak papa kankita coba? tanya Rudi kepada istriku, Seperti yang aku jelaskan tadsi Robert keturunan bule dan orang hitam sehingga batangnya super sekali, kecoklatan mengkilat. 

Aduh bisa sobek dong. istriku merinding ya enggak lah Tankan udah licin banget, kita coba yuk.Rayu Rudi. Dengan tenang Robert mendekatkan penisnya ke vagina istriku Coba Tante buka lebar lebar biar tidak sakit masuknya. Ya ampun aku lihat batang Robet ini luar biasa. Dengan batangnya, Robert mencoba membuka bibir vagina istriku dengan menekannya sedikit, semula aku pikir istriku akan menjerit, tapi anehnya begitu ditekan, batang itu cukup mudah masuknya. Mungkin karena sudah licin oleh banyaknya sperma di dalamnya. Eeegghhh.eegghh hhkk.hkkk Hunjaman batang Robert benar benar tidak bisa membuat istriku tidak bisa bernafas..Karena saking besarnya batang itu tidak masuk seluruhnya ke dalam vagina istriku karena sudah mentok Paaahheeekkenak paaaaduhh hegghh..aku orgasme paaa aduhh nikmaatt. Sementara 3 teman Rudi tampaknya sudah tidak sabar ingin segera menghunjamkan batangnya ke liang kenikmatan istriku ke dua kalinya. 

Terlihat dari sela sela kemaluan istriku mengalir sperma puluhan laki laki ini, ketika Rudi menggilir yang ke 19 kalinya tapmpak sperma sperma itu luber menggenang di sprei karena vagina istriku sudah tidak cukup. Om dari tadi kok melihat saja, kenapa tidak gabung om Jujur saja aku shock melihat istriku digilir habis habisan oleh anak anak muda ini. Aku nggak menduga kalo istriku bisa mengimbangi permainan mereka bahkan bisa menikmatinyabayangkan. menikmatinya..! 

. Akhirnya aku mendekati istriku sambil berbisik bagaimana masakit ya tanyaku. Aduh pa nikmat sekali.enak sekaliPapa dari tadi belum lho.Aduuh sorry ya pa kelupaan.. 

Aku masukkan pelan pelan .. karena sudah licin, mudah sekali batangku masuk ke dalam vagina istriku..ya ampuuun super basah..Aku coba pompa..setiap aku tekan, bersamaan sperma yang ada di dalamnya menyembur keluar..aaahh sexy bangetDi perut, payudara dan mulut mungil istriku penuh sperma dengan bau yang khas. 

adduuh pa becek sekali ya. pelan aku sodok vagina istriku, semakin lama semakin cepat. kamu nggak capek ma.digilir habis habisan beginiTanyaku kuatir Capek pa tapi nikmat sekalicapeknya gak terasaaahhh Sambil sesekali membersihkan sperma yang berlelehan dibibirnya. 

Sambil menggenjot pelan aku diskusikan ML keroyokan ini, untuk mengetahui seberapa puas istriku. 

Lalu tadi kenapa kok nggak mencoba anal.tanyaku. Habis John terlalu kasar memasukkannya, mungkin kalo pelan pelan aku bisa menikmati..adduhh paa..dihunjam dong sayangkurang keras 

pinta istriku. Hmmm rupanya batang mereka membuat batangku jadi nggak terasa ya ma.hmm?tanyaku tersenyum. 

Tetap beda pa memang nggak terasa tapi perasaan tetap lebih enak.bagaimanapun juga aku pengen mengakhirinyanya dengan batang punya papa 

Tapi papa gak menyesal? maaf ya pa.bisik isteriku. 

Menyesal? ya enggak lah ML keroyokan ini membuatku panas dingin dan terangsang habis habisanRasanya memang aneh melihat istri sendiri disetubuhi habis habisan oleh anak anak muda initapi entahlahaku juga menikmatinya..sangat menikmatinya malahan 

Tampaknya ML keroyokan 3 hari berturut turut benar benar membekas di benak istriku. Tidak sampai seminggu ketika kami sedang bermesraan di kolam renang belakang rumah, dia mulai memancing pembicaraan kearah itu. 

Pa..dildo yang gede kemarin kapan kapan bisa kita coba lagi dehhmungkin kali ini aku bisa nikmati..Sambil kepalanya menunduk melihat ke permukaan air. 

Hhmm dildo yang mana?yang idup apa yang mati?Kataku sambil senyum senyum menggoda. 

Ah papa inikok ngomongin itu lagi seh, jadi inget deh sama mereka..Katanya tersipu sipu. 

Kenapa maudah kepengen lagi neh? Apa perlu kita panggil lagi..?Tawarku. 

Nggak ah..! Kok papa nafsu banget sih?!Dengan wajah dicemberutkan, padahal aku tahu istriku kepingin lagi. 

Iya deh, nanti malem kita panggil mereka, kamu pengen siapa kali ini?Aku tersenyum senyum.. 

Um..umaduh kok disuruh milih sih..siapa aja ok kok, tapi kalo sama Rudi lagi boleh.? Tanyanya 

Lho kok Rudi terusapa hebatnya si Rudi ini?tanyaku ganti. 

. Um soalnya dia kalo bermain lidah gila eh.hebat lho pabisa membuat aku geli geli enak gitu..Katanya malu malu Dan satu lagi punya dia enak sekalicara masukkannya pinter diagila enak bangetbikin ketagihan,.. padahal penisnya gila..gede banget lhoaku kan nggak suka kalo terlalu gede..tapi punya Rudi ini lain..aduh aku ngomong apaan sihpapa ini bikin malu aja.. Katanya dengan wajah yang merah padam karena malu dan agak horny. 

OkOK jadi cuma sama Rudi aja.? pengen sama satu orang saja.?Tawarku lagi.. 

hm..hm.. memangnya boleh nambah lagi? Nggak papa? Bener neeh boleh? Hmmm Kalo bolehkalo boleh cowoknya yang banyak bagaimana..hayo..? Sebenernya.aku pengen banget coba apa tuh yang bahasa jepang? buka buka? tanyanya lirih, dengan mata masih melihat ke air 

Apa ma? Bukabukkake?tanyaku ragu ragu. 

Ehiya yabukakke kali yaeh iya pa bukkake..Dia lebih yakin kali ini. 

Ups !! bukkake? .wwhhhooobener neeeh?Kamu udah tahu artinya bukkake? bukkake itu nggak Cuma ML keroyokan lagi seperti kemarin ma.pertama harus bener bener kuat ML,karena nanti akan bercinta dengan buanyak lelaki.nggak Cuma 10 orang, tapi bisa lebih dan tidak ada rangsangan ke ceweknya, karena ceweknya diharapkan terangsang dengan banyaknya batang yang masuk silih berganti lho artinya begini, mereka datang, berbasa basi lalu langsung bugil bersama sama, dan kamu ada ditengah tengah mereka dan digilir gila gilaan, bisa di anal juga lho !! Belum lagi nanti yang belum dapat giliran akan swalayan dan menyimpan spermanya digelas besar, lalu kamu akan diminta meminumnya habis, setelah itu dimandiin sama sperma itu juga terus digilir habis habisan lagi..Lha kamu apa nggak pingsan?  Tanyaku heran dengan nafsunya yang mendadak meledak ledak 

Mata istriku berkedip kedip mendengarkan uraianku.mmmtapi apa itu bukan perkosaan namanya? 

Bukan..karena yang meminta disini yang ceweksi cewek yang minta untuk dipuaskan dengan cara itu..aku jelaskan lagi. 

Hmmm its sound sexy.Katanya dengan senyum malu malu. nnggggjujur aja ya pa kadang sih aku membayangkan kalo digilir habis habisan seperti itu rasanya gimana gitu. Penasaran banget dehkayaknya kok enak banget. Memang siihhh bisa panastapi kalo pake lubricant kan nggak sakit kan yaCuma menurutku syarat utamanya kan mereka harus yang sexy dan kali ini besar batangnya yang standar ajahmhhm gimana pa .gila gilaan ya akunggak papa ya pa please..kok jadi kepingin banget ya.Tapi aku juga nggak mau kalo papa nonton aja seperti kemarinMalu dong kalo Cuma ditonton gitu, dan lagi aneh rasanya kalo papa nggak ikutan main. Jadi nanti begitu sekitar 4 cowoklah yang selesai, papa menyetubuhiku.yalalu cowok 4 lagi selesaipapa lagigimana pa kalo gitu?Tanyanya. Hmaku kemarin nggak ikutan terus terang karena keasyikan nontonnya.gila eh..kamu sexy banget lho ma 

Kataku.. uh maunya.papa terangsang ya kalo aku digilir orang orangtanyanya setengah merajuk.. 

Sebenarnya aku terkaget kaget mendengar keinginannya. Bukkake adalah cara bercinta yang hanya ada di Jepang. Alkisah jaman dulu Jepang pernah diperintah oleh Ratu yang tidak memiliki anak karena mandul, Cuma ketika itu belum dikenal apa itu mandul, sehingga si Ratu rutin mengadakan kegiatan bukakke untuk memuaskan dirinya dan berharap dengan bersetubuh dengan banyak pria dapat membuatnya hamil. Saat ini secara diam diam, kegiatan ini dikembangkan lagi di Jepang. Cukup banyak wanita wanita kaya yang mengadakan acara ini. Tapi ini kata cerita, bener nggaknya gak tahulah. Mungkin juga ada versi yang lain. 

Hmmm, masalahnya cari cowok sebegitu banyak dan bersih tidaklah mudah. Harus ada undangan khusus jauh jauh hari. Dan kamu harus menyiapkan fisikmu lho. Agak terguncang juga aku mendengar permintaannya. Kalo disetubuhi keroyokan beginiwaduhagak keberatan juga rasanya. Takutnya kalo istriku ketagihan, susah lho 

Ok aku cari informasi dulu ke Rudi kalo itu memang maumu. Segera Aku kontak Rudi untuk membicarakan hal ini ke teman temannya 

Cukup kaget juga si Rudi mendengar permintaanku .Woo bukkake?hmbener nih bukake?ya bisa juga om, jumlah orangnya sih terserah om  wow bukake? ..sexy banget..! Rupanya Rudi masih belum percaya. Ok bisa saya carikan, Cuma saya perlu waktuada sih perkumpulan teman teman yang biasa bukake. Cuma sulit sekali untuk masuk ke mereka, Karena exclusive sekali dan mereka semua rata rata executive muda. Jumlahnya kira kira 20 anak muda. Bisa sampe pagi lho om..belum lagi kalo ada yang sampe 3 kali, minim dua kali deh..apa tante kuat bener?Harus bener bener horny untuk bisa menikmatinya. 

Aku utarakan ke istriku penjelasan dari Rudi tadi sambil aku lihat ekspresi wajahnya. 

Hah ada yang bisa sampe tiga kali?jumlahnya sampai 20 lelaki..? hiii gimana ya rasanya, kan capek banget Istriku agak merinding, tapi aku tahu dia penasaran. 

uuuhh bisa hancur ini badan.sakit nggak ya pa.hmmm tapiiiitapi kok aku pengen coba ya pa.Bisiknya tertunduk.Cuma ..sama papa boleh gak? .karena.karenaaa sebenarnya aku memang sudah sejak dulu mbayangin disetubuhi rame rame gitu. Hmmm.. melihat batang yang menerobos berkali kali dan banyak sekali kayaknya sih bener bener membuatku melayang layang dehaduh aku udah gila ya pa.tapi aduh kepengeeeen banget deh.boleh ya papleaseeeekatanya kembali dengan wajah memerah 

Akhirnya 3 hari kemudian kami rencanakan sex party di rumah saja karena rumah villa kami luas sekali.aku letakkan 2 kasur besar berdempetan di ruang tengah agar 20 orang ini muat. Hmm ini dua kali dari yang kemarin. Padahal dengan 10 orang aja istriku nggak bisa berjalan, katanya vaginanya panas selama 3 hari. Tapi efeknya luar biasaKetika kami bercinta, istriku bisa orgasme sampai 5 kaliSedang aku hanya bisa ejakulasi 3 kali. Tapi istriku masih belum puas, dia ingin bisa orgasme tidak terbatas. Dan dia tidak perduli mau ada berapa puluh batang yng bisa menghangatkan vaginanya. 

Cepat sekali Rudi datang dengan 20 orang temannya, rata rata mereka sangat muda dengan penampilan trendy dan berbadan bagus om ada baiknya tante minum obat perangsang sedikit agar nggak terkuras habis tenaganya, bagaimana.? Dan lagi kalo nggak horny banget nanti malah rasanya seperti diperkosa. Tanya Rudi agak kuatir.. 

hhhmmm, ya kalian jangan kasar kasar dong.. bagaimana honey apa kamu setuju.?Tanyaku lho Rud, kamu ini gimana.aku pengen juga ngrasain yang agak kasar kasar gituMemang kalo diawal ya yang lembut dong..tapi nanti kalo aku sudah horny.batang kalian boleh hunjamkan dalam dalam.jadi sebenarnya nggak perlu obat dehh tapi bolehlah aku pakai ajasiapa tahu ada sensasi lain yaKata istriku. 

Istriku memang cantik dan sexy, begitu keluar kamar dengan lingerienya, anak anak muda ini terpana. Dengan segera mereka merubung seperti kumbang melihat bunga mekar merah merekah 

Dengan perlahan mereka menuntun ke tengah tengah tempat tidur. Tangan tangan mereka dengan gemas mulai meraba tubuh istriku yang sexy, meremas, mencium 

Aku usulkan coitusnya nanti tidak dengan menindih istriku karena akan menghabiskan tenaga istriku, jadi anak anak muda ini harus berdiri. Ini juga membuat mereka cepat keluar karena tujuannya bukan lamanya bertahan tapi cepatnya keluar agar segera bisa bergantian sehingga istriku bisa puas melihat pergantian yang cepat ini.. 

Untuk ML pertama tentu saja harus om sendiri dongkata Rudi. Benar honey ..papa dulu ya.Bisik istriku. 

Aku buka semua pakaianku, dengan perlahan aku dekati istriku yang sedang diraba oleh mereka.. Aku ciumi bibirnya lembut, payudaranya yang ranum..bibir bawahpinggangnyapunggungnyaaahhh sebentar lagi anak anak muda ini akan menyetubuhi istriku habis habisan pikirku.hm gila juga .Dengan memejamkan mataistriku kelihatan menikmati sekali permainan ini. Aahh papa..ahh enak seka li..ahhh.terima kasih ya pa.ini sudah aku inginkan dari duluterima kasih ya pa..Bisiknya. 

Aku tidurkan istriku ke kasur lebar dibawahnya sementara sekitar 10 lelaki bersiap siap mengelilingi kami sambil mulai mengocok ngocok batangnya bersiap siap untuk melanjutkan penetrasi bergantian begitu aku selesai. Dengan pandangan bergairah istriku melihat sekelilingnya seakan tidak sabar menunggu batang batang yang beraneka ukuran tenggelam menghangatkan vaginanya. 

Perlahan aku gosok gosokkan batangku ke permukaan vaginanya, dia tampak kegelian, kakinya mulai naik keatas melingkar ke pinggangku, artinya dia sudah ingin aku segera memasukkan batangku. Kemudian perlahan aku mulai .masukkan batangku, hm vaginanya sudah lembab, tampaknya istriku mulai terangsang. aahh kok enak mahmm kamu jepit yauhhh enak sekali honeyuuhh.. Rintihku. Aku mulai mempercepat goyangan dan hunjamanaah papaenak pa.uhuhhh aahnikmatErang istriku. 

coba ma sekarang dari belakang ya. Aku kedipkan Rudi untuk memulai juga. 

Tante saya mulai yabagaimana kalo kita coba felatio.kata Rudi sambil mendekatkan batangnya ke mulut istrikuhmmmsudah gak sabar nehhh istriku tersenyum sambil meremas remas pelan batang Rudi yang berukuran raksasa itu, Panggak papa aku kulum punya Rudi tanpa kondom?bisiknya kuatir kalau aku keberatan. 

Hmmyanggak papa dehkamu pengen banget ya maya deh nggak papaKataku sebenarnya keberatan. 

Perlahan istriku mengocok penis Rudi yang mengkilat itu, pelan sekali istriku menciumi & menjilati ujung penis Rudi sambil sesekali digigit gigitnya karena gemas, lidahnya mulai menari nari di pangkal batang, menurun ke buah pelir dan dijilatinya dengan lahap sekali. Jilatan lembut istriku mulai kembali keujung penis dan dengan tidak sabar istriku cepat melahap batang tersebut dalam dalam..mphmpphh.mphh.. Dengan ganas ia melumat batang Rudi, meskipun mulut mungilnya tidak cukup menyedot batang raksasa itu tapi wajahnya benar benar dibenamkan ke penis Rudi.hhm tampaknya istriku ketagihan dengan batang Rudi karena dia mulai tidak memperhatikan batangku yang memompa cepat ini. Ma.. lupa neeh sama punyakukok erangannya nggak pas sama masuknya batangkuprotesku 

mmmphhhaahhlho nggak lho pa..aduh papa jangan gitu dong. Istriku buru buru menarik batang Rudi dari mulutnya aduh maaf pa abis terlalu enak sihhh Katanya malu. Iya deh ganti batang yang lain aja kalo gitu Sambil tangannya meraih batang terdekat. 

Aduh menggairahkan sekali, posisi ini hebat sekali.semakin cepat aku memompa vagina istriku. 

Aaahhh rupanya karena terlalu terangsang, aku tidak cukup kuat untuk tidak ejakulasi,ah maaa aku mau keluar.mau keluaroohh..ohhaku nggak bisa menahan dan spermaku menyembur nyembur di dalam vaginanya. 

Aku kode anak muda dibelakangku untuk memulai permainannya. Rudi menarikbatangnya dari mulut istriku. Sekarang dibalik lagi ya tanteitu tuhh..anak anak udah siap. Bisik Rudi. 

Begitu istriku membalik badan, dengan cepat anak muda belakangku tadi menghujamkan batangnya. Hei..santai ajajangan terburu buru Aku peringatkan mereka. 

Ohhhh..oohhhhahhh.oouhhh istriku menjerit, tampaknya ia terkaget kaget juga dengan serangan mendadak ini. Tapi dengan cepat pula istriku bisa menyesuaikan. 

Pinggul istriku bergoyang goyang seirama dengan hentakan hentakan batang anak muda ini.. uufffuhh..uhhenak pa..enak..aduh..kok enak banget sihsshhsshhhahhBisik istriku mulai menikmati 

Sssiiapanamamu?uuffufff.Tanya istrikuAndre tante Ujar Andre Aaah Andre,kurang cepat dong Ndre.aaagggh.Tante jepit ya Andre segera mempercepat gerakannya. Dan benar saja tidak sampai 3 menit, Andre sudah semburat.. oohhhohh..tante enak sekali..ohohhhbagaimana bisa menjepit beginiaahhoh.oh.ohhaduh Tante saya mau keluar neehhh..oh..oh ooohhkeluar..ohh!Teriak Andre sambil menghentak hentak dalam dalam batangnya. 

Dengan cepat lagi, teman dibelakangnya mengganti posisinya. Saya Victor tantesaya masukkan sekarang ya Kata Victor tidak sabar. Rupanya Victor belum berpengalaman karena batangnya tidak berhasil masuk. Vickenapa tidak masuk masuk..ahayo dong Desah istriku. 

Maaf Tantemaaf..saya belum pernah.saya belum pernah mainKatanya malu dengan wajah memerah.Lho jadi kamu masih perjaka?ya jangan langsung masuk dongsini sini .Istriku menarik penis Viktor didekatkan ke mulutnya Tante felatio dulu yaenak kokBisiknya Dengan cepat batang Viktor masuk seluruhnya ke mulut istriku sehingga membuat Viktor membeliak matanya. Istriku memang ahli mengoral, setelah puas bermain main dengan batang tersebut, dengan lembut tangan istriku membimbing batang viktor ke vaginanya. Nah coba ditekan pelan plan ya Viclalu kamu pompa keluar masuk Kata istriku sabar sambil memandangkuPa..cowok ini masih perjaka.bisik istriku tersenyum sambil mengedipkan matanya 

Hmmm.. Victor rupanya cepat belajardengan perlahan gerakannya semakin cepat. Istriku menggodanya dengan sengaja menjepit batangnya. Benar saja, mulut Victor mulai meracau keenakanhehehe Cuma 10 kali goyangan, spermanya sudah menyembur Ohtante.aahhTeriak Victor. 

Tidak terasa sudah 10 lelaki yang menindih dan menikmati tubuh istrikuDony adalah yang paling kasar menyetubuhi istriku, dia menekuk kaki istriku kearah perutnya sehingga tubuh mungilnya melengkung, Tangan kirinya memegang kedua kaki istriku kemudian tangan kanannya menekan nekan batang raksasanya dan dipukul pukulkan ke bibir vagina istriku sehingga menimbulkan suara kecipak yang erotis sekali. Istriku menggeliat geliat kegelian,Tante kalo saya kasarin dikit bagaimana?belum pernah ngrasain kan?Dicoba ya. Kata Dony, Karena istriku sudah terangsang berat dia hanya melenguh dan merintih rintih sambil mengangguk anggukkan kepalanya pelan. 

Kemudian Kepala penis Dony yang besar dicoba keluar masukkan dengan cepat ke vagina istriku yang memerah dan sedikit merekah itu, Setelah mengocok agar vagina istriku terbiasa, kemudian batang besarnya menghunjam dalam dalam dengan kasar, posisi ini menyebabkan batangnya menghunjam tanpa rintangan sama sekali, Hunjaman Dony tidak cepat tetapi berjarak, cuma setiap hunjamannya sangat keras dan dalam, membuat tubuh istriku bergetar dan menjerit jerit kecil berulang kaliah gila menggairahkan sekali. Kedua tangan istriku meremas tempat tidur karena menahan hunjaman yang kuat tersebut, kedua matanya sudah membeliak ke atas, rintihannya sudah bukan lenguhan lagi tetapi lebih tepat seperti suara yang tertahan hekkhekk. Hekk Sebenarnya lebih tepat dikatakan Dony memperkosa habis habisan istriku, aku tahu Dony sudah ejakulasi terlihat dari pinggulnya yang tiba tiba bergetar, tapi dia sengaja tidak menghentikan goyangannya, entah tenaga super apa yang dia miliki. Hebatnya meski sangat kasar, istriku bisa orgasme berkali kali sambil berteriak teriak ketika penis Dony menghajar vaginanya. Hmm Pinggul Dony sudah bergetar yang ketiga kalinyagila hebat sekali dia 

Kemudian Dony minta dua temannya memegangi kedua kaki istriku dan memintanya membuka lebar lebar. Terlihat bibir kemaluan istriku yang merekah merah dengan lelehan sperma dipinggir pinggirnya, 

Maaf om supaya masuknya lebih mantap lagi, coba lihat..tante keenakan kan Kata Dony. Kembali Dony menhujamkan dalam dalam dan memompanya dengan penuh semangat membuat tempat tidur berderit, berayun ayun naik turun karena saking kerasnya Dony menhentakkannya. : aahh sakitah. Isteriku benar benar menjerit jerit kesakitan sampai aku meminta Rudi agak mengurangi hentakannya. 

aduh jangan keras keras menghujamnya Aduhhtapi jangan berhenti nggak papa .nggak papaenak kokhunjamkan lagi Donayoyang kerasenakenakenak..hekhek kurang cepat.Rintih istriku. Deritan tempat tidur dan kecipakan vagina istriku yang makin cepat benar benar membuatku seperti terhipnotis. Mata istriku terbeliak kebelakang, dengan makin melebarkan kedua pahanya, membuat batang Dony yang besar benar benar menghajar vaginanya. 

Sementara anak anak muda yg swalayan dari tadi karena menunggu giliran menyemprotkan dan mengumpulkan sperma kereka kedalam gelas besar dan gelas kecil.. 

Ok ok..stop duluteriak Rudikita ganti acaranya 

Ah kenapa berhentierang istriku 

Dengan membawa gelas kecil, Rudi menempelkan gelas tersebut ke vagina istriku. Dengan jarinya , dia membuka perlahan bibir labia kekiri dan kekananooooh rupanya mereka akan memasukkan kumpulan sperma itu ke vagina istriku. Uhh.. terlihat vagina istriku sudah penuh dengan sperma para lelaki itu. Karena tidak cukup, terlihat sperma sperma itu meleh ke pahanya..wo becek sekali.. Kemudian gelas yang besar disorongkan kemulut istrikuyang dengan segera diteguk istriku seperti orang kehausan karena terburu buru menelannya, sperma sperma itu meleleh dari ujung bibirnya..Sementara Dony kembali mengenjot tubuh istriku dari bawah. 

Adduhh pa menggairahkan sekalienak pa.hmmm ..rasanya agak asinMulut istriku belepotan sperma dan meleleh ke leher, pipi, dahi, buah dadanya yang berguncang guncang karena hentakan donyuuufff merangsang sekali 

Bagaimana omtante kelihatan sexy yamenggairahkan tepatnya..nggak heran deh kalo temen temen semangat. Tanya Rudi.. Ok Don, gentian dongcepet dikeluarin, temen temen gak sabar neehhh Teriak Rudi 

Kemudian Roni, Acan, Danny, menggilir istriku dengan kocokan batang yang cepat sekali. persetubuhan cara itu cepat membuat si cowok ejakulasi tapi juga membuat si wanita bisa orgasme berkali kali..dan istriku masih tidak tampak lelah karena posisi doggy style memang tidak membuat wanita capek, Cuma resikonya karena dari belakang pantat istriku kelihatan montok menbuat anak anak muda` ini berebut menyetubuhinya. 

Tante kita coba bersamaan dengan anal yaRayu Rudi.. enggak sakit Rud? Tapi jangan kasar kasar yaPinta istriku. 

Dengan posisi women on top, Cowok yang lain mulai memasukkan batangnya. Ya ampunMana cukup 2 lubang istriku dikerjai seperti itu. Dick, punya kamu duluKata Rudi karena tahu kalo batang Dicko nggak terlalu besar. Biar tante bisa menikmati omAlasannya. 

Perlahan batang Dicko mulai menekan lubang anal istriku, sengaja diberi lubricant agar mudah masuk dan tidak sakit. Sementara Hardy dibawah menggerakkan batangnya perlahan lahan. Dicko mulai memasukkan kepala penisnya pelan sekali. aah..aahh.sshh..sshuhh.. geli paRintih istriku. 

Lebih saya tekan ya tante. Dicko menambah tekanannya dan Hardy juga mulai memasukkan lebih dalam. Nahh ..udah masuk semua khanayo Har kita gerakkan bergantian. Untuk permainan seperti ini tidak`bisa kedua batang menekan bersama sama ke vagina karena tidak akan cukup. Dengan bergantian akan memberi sensasi nikmat yang luar biasa kepada si wanita. Dan benar saja istriku melenguh dan merintih, bergerak gerak liar karena gesekan batang batang itu membuatnya kegelian tetapi nikmat. Adduhh paaageli paaa aduhenak ..enak.. ahh uuhh.. heeekheeekkk.. Dick jangan keras keras hekkahhAgak cepatdong.lebih cepat..ayo kurang cepat..ohah ah.. Teriak istriku 

Posisi Dicko yang setengah berdiri benar benar membuat batangnya menancap dalam 

Paaa.. kok nikmat panikmat paaaahh.aku akumau keluar..paaku orgasme pa.aku.aduh kok enak sekali ya..ah .ahErang istriku tersendat sendat karena saking nikmatnya, akhirnya dia menjeritaah oh! dengan mata yang membeliak kebelakang dan dengan tubuhnya yang menghentak hentak dan bergetar hebat, rupanya istriku mengalami orgasme yang luar biasa.. 

Sekarang istriku sudah menyerah mau diapain juga karena dia sudah mengalami multy orgasme yang berlebihan. Dan itu membuatnya lemas sekali. Dengan leluasa anak anak muda ini kembali bersemangat menyetubuhi istriku gantianRupanya tidak seperti yang aku perkirakan ,dimana aku pikir mereka hanya menyetubuhi 2 kami ternyata ada yang 4 kali !!!Maaf om, tubuh tante sexy sekalisaya nggak bosan bosan menyetubuhinyahabis bisa menjepit sih Apalagi karena vaginanya licin kena sperma, membuat anak anak ini lebih cepat mengocok vagina istriku, aku coba terapkan 4 lelaki selesai, batangku masuk..ohh..ternyata memang enak sekali kalo licin begini. Saking bertubi tubinya persetubuhan ini sehingga membuat bibir labianya menjadi kemerahan. 

Jam 3 pagi permainan ini selesai dengan sudah menggeleparnya semua lelaki yang gila gilaan menyetubuhi istrikuya ampun 7 jamminimal masing masing 2 sampai 3 kali, sehingga 20 lelaki tersebut menyembur 67 kali..karena vagina istriku sudah tidak cukup, mereka menyemburkan keseluruh tubuh istriku sehingga dari rambut hingga pahanya penuh sperma. Sprei tempat tidur menjadi lengket semua dipenuhi sperma anak anak muda ini. 

Ma bagaimana rasanyahm matanyaku. Istriku membuka matanya perlahan lahan sambil tersenyum nikmat panikmat sekali.. tak terkirakan rasanyaluar biasa nikmat.Belum pernah aku mendapat kenikmatan seperti ini.enak sekali pamau deh setiap hari kayak gini. 

Tante, bagaimana kalo kita bersihkandimandiin yaKemudian.. Rudi, dan Hardy membersihkan istriku di kamar mandimenggosok gosoknya dengan lembut.. 

Sambil mengobrol dengan Viktor aku menunggu mereka keluarhmmm lama sekali mandinya. Aku mendatangi menegok mereka. 

Ya ampun ..! masih bisa bisanya mereka berdua menyetubuhi istriku di bath updidalam air..makanya mandiin aja kok lama sekali.Sambil berdiri di shower mereka bergantian menghunjamkan batangnya dari belakang. eh..maaf om..Tante kelihatan menggairahkan kalo basah beginijadi kepingin nihh, tante juga pengen nyoba sambil mandi ya Tan .Kata Rudi minta persetujuan istriku. 

Istriku tersenyum malu :Aduuhhh maaf pasensasinya kalo di air kok lain gitu.jadi pengen nyoba hmmm enak paayo gabung juga paRud kamu cabut dulu dongKata istriku merasa nggak enak. Aduh tante nanggung neehsaya keluarkan dulu ya Kata Rudi sambil mempercepat goyangannya. Tangannya mencengkeram erat pinggul istriku sambil sesekali tangannya meremas buah dada istriku. ah enak Rudenakbentar ya pabentar dulu ya pa lagi enak nehnanggung ah uhh..uhh..uh..kurang menghunjam Rudhunjam dong.Rintih istriku Semakin kasar Rudi menghunjamkan batangnya sampai tubuh istriku terangkat angkat. Suara kecipakan batang di dalam vagina istriku terdengar sexy sekali. Dengan siraman shower dan gerakan liar tubuh istriku yang menggelora terlihat menggairahkan sekali. Aku memandangnya dengan takjub. Aahhh tante mau keluar nih Desis Rudi. Dengan cepat Rudi menarik batangnya dan istriku langsung jongkok di depan penisnya. Rudi mengocok batangnya dengan cepat danmuntahlah sperma hangatnya ke mulut dan wajah istriku. Lidah istriku menari nari diseluruh permukaan penis Rudi yang berlepotan sperma. Hmmm enak Rudenakkeluarin lagi dong Istriku meminta. :Aduh tante saya gak enak dengan om dongdari tadi kita ML terusberapa kali hayohmmm 5 kali ya Rudi berkata lemas. 5 kali?lho bukannya baru 3 kali?Tanyaku. 

Aduh pa sori..tadi sebelum mandi, kita sempat ML di meja dapurQuick sexenak juga lho paRudi hebat..aku sempat orgasme tadi meski singkatKata istriku tersenyum senyum. Terus abis dari situ, kita ML lagi depan TV.habis aku nggak mau kalo Rudi buru buru melepas batangnya.biar masuk terusya Rudy a. Ya ampun istriku bener bener ketagihan dengan batangnya rudi. 

Ayo pa..sekarang giliran papaayo dong pacapek ya.Desak istriku. 

Hmmm boleh juga..Aku merebahkan diriku di bathup, istriku segera duduk diatasku dengan batang yang masuk menghunjam dalam dalam, kemudian dia kembali mengkaraoke penis rudi. Gila..ternyata di air sensasinya bener bener lain.. 

Ketika keluar dari kamar mandi istriku sudah tidak bisa berjalan karena kelelahan, Rudi menggendongnya menuju tempat tidur.Tante istirahat dulu yabagaimana Tantepuas enggak?Tanyanya.. 

Puas Rudpuas sekali.nikmat sekali.Trims ya..kamu hebat deh.Istriku memberi ciuman bibir ke Rudi. Hmm bikin cemburu aja. Honey jangan gitu dongaku cemburu neeh Protesku. 

Maaf ya pajadi lupa diri neeh Kata istriku memohon pengertian. 

Eee karena sudah pagi kami pulang dulu om:Kata Rudi hmmmm yang lain boleh pulang tapi Rudi disini dulu dongaku masih pengen sekali lagi rengek istrikuYa ampu nggak capek ma? Ok Ok tanyaku 

Istriku sudah tidak malu malu lagi dengan menarik Charles dan Rudi, memaksa mereka memciumi bibir bawahnya. Dany dan max sudah berebut menciumi putting susu istriku yang merah muda itu. Sedang aku berciuman mesra dengannya Panikmat sekali malam inishhhaahh geliaku boleh ya menciumi bibir mereka merekatanyanyaTanpa menunggu persetujuanku, mulutnya langsung menciumi bibir Rudi dan Charles dengan nafsu. 

Rudmasukkan sekarang Rudsudah berdenyut denyut lagi neehh.aarrrghh paksanya..Iya tantesaya juga sudah kepingin masuk lagi dari tadi habis kalo habis mandi begini tambah kelihatan sexy seehh 

Lho kalian ini kok main tancep aja.pake dulu kondomnya dong..Kan mama tadi baru mandi..kan kotor lagi.Protesku. 

Nggak usah ya paaku pengen tanpa kondompleaseaku pengen pakalo pake kondom sakiittt.ohh Maxjangan digigit dong !!! 

boleh ya papleasepleaseRud masukkan`Rudayocepat..aah istriku memohon.Oklahitu artinya vaginamu bakalan penuh sperma lagi lho..Aku mengingatkan. 

Nggak papa pamalah jadi pelumas jadi nggak sakitTapi kalian antri saja ya..aku minta satu orang jangan lama lama, langsung ganti yang lain ah ah geli. 

Rudi segera mengarahkan batang raksasanya ke bibir bawah istrikuTantesaya masukkan ya.langsung yaaahh oohh WaduhRudi langsung mengocok batangnya dengan kecepatan luar biasa sehingga membuat tubuh istriku ikut tertarik naik turun mengikuti keluar masuknya penis Rudi. 

Rupanya istriku masih ingin melanjutkan ML dengan Rudi, sementara aku sendiri sudah kecapekan dan tertidur di depan TV. Jam 4 pagi aku sedikit terbangun gara gara jeritan kecil istriku.dengan terkantuk kantuk aku melihat istriku masih asyik berdoggy style dengan Charles hm rupanya mereka sudah menemukan posisi favorit dimana istriku menungging kemudian Charles menghunjamkan batangnya dengan posisi berdiri jadi tidak dengan bertumpu dengan lututnya. Posisi ini benar benar bisa bertahan lama karena posisi laki laki tidak dibuat lelah dan menghunjam dalam sekali. 

Pagi Pagi ku cari istrikuhmmm dia tertidur di atas tubuh Rudi dengan batang Rudi masih menancap, sementara mulutnya juga masih mengoral punya Charles, ya ampunn, bisa bisanya dia tertidur dengan posisi seperti ini. Badanku terasa lengket semua, segera aku mandi agar lebih segar. 

Keluar kamar mandi, istriku masih tertidur, terlihat olehku Randi sedang sibuk onani dibelakang tubuh istriku sambil sesekali batangnya digosok gosokan ke bibir vagina istriku yang masih basah kemerahan itu dengan pelan pelan, tampaknya Randi tidak ingin membuat istriku terbangun..Aku berdehem ketika melewatinya..Eh ommaaf ..tante kelihatan sexy sekali..kemarin saya juga baru sekalimasih kepingin sori om gak ngomong ngomong kata Randi agak sungkan dengan aku 

Randymasukin aja ya.Bisik istriku yang rupanya terbangun karena mendengar suara kaget Randy.. 

Dengan nyengir, batang Randy menekan perlahan vagina isteriku. Karena masih basah dengan mudah batang itu menyelusup kedalam diiringan helaan nafas Randy yang kelihatan lega setelah diijinkan penetrasi. 

Hhhhh..istriku bener bener ingin menikmati pesta ML ini dengan sepuas puasnya. Whats next?aku belum tahu karena permainan ini menurutku udah yang terheboh. Apa ada lagi yang lebih heboh dari ini semua?Rasanya nggak ada dehhh 

Jam sepuluh istriku terbangun dan mengajakku mandi, dia ingin pelukan di bath up sambil ngobrol2. Pathanks yamalam ini luar biasa bagikugila puas banget.kata istriku sambil mengelus ngelus dadaku. honey jujur aja aku agak shock melihat cara bercintamuwow..ganas danbinal sekali.apalagi ketika doggy style..wwooowwnggak sakit ya ma? tanyaku. 

Aduh papa perhatian banget sihpapa keberatan yahabis kan aku udah ngingetin kalo aku ketagihan bisa bahaya lho.tapi kata papa nggak papa..gimana seehhh..Kalo doggy style aku nggak capek..malah batang mereka bisa mentok masuknyalebih enak istriku merajukIya nggak papa kok..papa juga ikutan puas kokCuma sering merasa ditinggal aja.tapi bener nggak papalihat kamu menggelepar gitu menggairahkan banget. 

Pa gimana kalo kapan kapan kita buat sex party yuk. Kata istriku sex party bagaimana?tanyaku heran. 

Ya sex party pakai orang yang banyakaku coba ML dengan banyak orangkalo perlu nggak usah dibatasijadi bisa seratusan dehhiiii gimana ya rasanya kata istriku dengan semangat. 

Waduh kok gila gilaan begini sih ma kataku kaget. Nanti wajahku ditutup pabiar orang orang nggak tahu siapa aku, jadi nanti pake penawaran siapa mau bercinta tapi yang kilat, harus pake kondom dan dalam 5 menit harus sudah ejakulasi. Akupenasaran mampu ML dengan berapa orang sihJadi nanti bukti kondomnya harus dipamerin lho.

DIarsipkan di bawah: Gigolo, Partner Seks, Pesta Seks, Seks Bersama, Suami Istri | yang berkaitan: aroma nikmat, aroma vagina, bau wanita, BH, buah dada, bugil, cd, celana dalam, cerita panas, cerita seks, cerita seru, cerita wanita, dada montok, gairah nafsu, gairah wanita, Gigolo, haus seks, istri maniak, keringat basah, kisah seks, klitoris, liang vagina, memek basah, orgasme, paha mulus, pantat seksi, payudara, Pesta Seks, puting susu, seks bebas, seks maniak, sensasi seks, susu kencang, telanjang, Tukar pasangan, wanita, wanita seksi | Tidak ada komentar  

Pengorbanan Wati
Ditulis pada Maret 9, 2008 oleh dimasamara 
Sepertinya aku harus mengubur dalam-dalam impianku untuk menjadi satu-satunya perempuan dengan gelar MBA di kampung ini. Sia-sia sudah semua jerih payah selama masa kuliah dulu. Semuanya berawal dari datangnya musim kemarau yang berkepanjangan tahun lalu. 

Untuk mengembangkan usahanya, Abah telah mendapatkan kredit yang lumayan besar dari sebuah bank swasta. Semula, Abah tidak mengalami kesulitan untuk membayar cicilan kreditnya karena hasil yang diperoleh Abah dari perkebunannya yang luas dan modern sangat berlimpah. Karena itulah Abah dapat mengirim aku ke Jawa untuk kuliah di sebuah universitas terkemuka di negeri ini. Namu, musim kemarau berkepanjangan tahun lalu telah menghancurkan semuanya. Semua tanaman di ladang dan kebun Abah mati kekeringan. Karena stress, Abah terkena stroke dan aku pun harus membatalkan niatku untuk melanjutkan kuliah di tingkat S2. 

Semakin hari kondisi Abah tambah menurun. Kami sekeluarga harus menjual barang-barang berharga kami untuk biaya pengobatan dan membayar cicilan kredit ke bank. Pada bulan ke-enam, kami sudah tidak punya apa-apa lagi yang dapat kami jual, sementara rumah dan lading sudah diagunkan Abah ke bank untuk mendapatkan kredit sehingga tidak mungkin kami menjualnya. 

Sebulan yang lalu, beberapa orang petugas bank datang menagih pembayaran cicilan kredit yang sudah tidak lagi dapat kami bayar selama tiga bulan. Mereka mengancam akan menyita rumah dan lading apabila kami tidak dapat melunasi tunggakan pembayaran dalam waktu dua minggu. Kami hanya bisa menangis, memohon belas kasihan orang-orang bank itu. Namun, mereka hanya petugas rendahan yang tidak memiliki wewenang besar, sehingga mereka tidak dapat membantu kami. 

Di tengah kekalutan, datang seorang laki-laki paruh baya yang bersedia membantu kami. Dia adalah salah seorang terkaya di kampung kami, yang juga sekaligus merupakan saingan usaha Abah. Kami mengenal pria ini sebagai Pak Kusrin. Semua hutang-hutang kami dibayar lunas oleh Pak Kusrin pada hari itu juga. Kami semua sangat senang dan berterima kasih pada Pak Kusrin, karena tanpa dia, kami mungkin harus tinggal di kolong jembatan atau emperan toko. 

Malam itu Pak Kusrin datang ke rumah kami dan aku menemani Mak untuk menemuinya. Tak disangka, ketika Mak pergi menengok Abah di kamar, Pak Kusrin mengatakan hal yang tidak pernah terlintas di pikiranku. 

Kamu sadar, kan  Wati, Utang abah kamu besar sekali. Saya harus mengeruk tabungan untuk melunasinya. Tentunya saya tidak mau itu dianggap amal jariah. Saya harus mendapatkan sesuatu. Saya ingin mendapatkan kamu, Wati, kata Pak Kusrin. 

Ma . Mmaa maksud Pak Kusrin, bapak mau mengambil saya sebaga istri? tanya ku terbata-bata. 

Wati  Wati Kalau saya mengambil kamu sebagai istri, maka hubungan utang piutang di antara kita akan hilang. Saya tidak mau itu. Saya bilang kan tadi saya ingin mendapatkan kamu, tubuh kamu persisnya. Saya ingin menikmati tubuh kamu sampai saya anggap utang itu lunas, kata Pak Kusrin sambil menyeringai. 

Begitu mendengar keinginan Pak Kusrin, Mak langsung meminta Pak Kusrin pergi dari rumah kami, namun Pak Kusrin membalas ucapan Mak dengan mengatakan bahwa dial ah yang sebenarnya berhak untuk mengusir kami dari rumah ini. Pak Kusrin benar dan kami tidak punya alasan lain untuk membantahnya. Aku dan Mak menangis sambil berpelukan. Namun aku sadar bahwa dengan merelakan tubuhku, aku akan dapat menyelamatkan kedua orang tuaku yang sangat aku sayangi. Karena itu, aku mengiyakan permintaan Pak Kusrin. 

Malam itu, Pak Kusrin menjadi lelaki pertama yang menyetubuhi aku. Aku merelakan keperawananku untuk membayar utang Abah. 
Di sini, di kamar ini, untuk pertama kalinya aku melayani laki-laki. Pak Kusrin bahkan tidak mau repot-repot menghabiskan uang untuk menyewa kamar hotel untuk menikmati tubuhku. Begitu aku mengiyakan niatnya, dia meminta aku bersiap-siap di kamarku sambil menunggu obat kuat yang diminumnya bereaksi. Aku masih duduk di ujung tempat tidur ketika Pak Kusrin masuk ke kamarku. Dia langsung menghampiri aku tanpa peduli bahwa dia membiarkan pintu kamarku terbuka lebar dan kemudian membelai rambutku. Tiba-tiba dia membuka retsleting celananya dan mengeluarkan kontolnya yang sudah tegang. Aku terkesiap. Itu adalah kali pertama aku melihat kontol, dan kontol itu ada di depan wajahku. 

Pak Kusrin meminta aku mengulum kontolnya. Dengan tangan gemetar aku memegang kotol Pak Kusrin dan memasukkannya ke mulutku. Air mataku berlinang. Betapa tidak, aku yang berpendidikan tinggi ini pada akhirnya terpaksa harus mengulum kotol laki-laki tua. Pak Kusrin menjambak rambutku dan memaksa aku untuk mengocok kontolnya dengan mulutku. Meski sempat tersedak, aku berusaha untuk menyenangkan lelaki tua bangka ini. Pak Kusrin menikmati layananku sambil mendesah dan mendesis. Setelah beberapa menit berlalu, kotol Pak Kusrin menjadi semakin tegang dan Pak Kusrin memegang kepalaku dengan kedua tangnnya sambil mendorong kontolnya ke dalam mulutku. Dia mencapai klimaks dan air maninya menyembur keluar di dalam mulut ku. Karena kepalaku tertahn kedua tangan Pak Kusrin, aku terpaksa menelan peju yang keluar agar aku tetap bisa bernafas. Sebagian peju Pak Kusrin meleleh keluar dari mulutku ketika Pak Kusrin menarik keluar kontolnya dan tumpah membasahi bajuku. 

Kemudian Pak Kusrin meminta aku membuka semua pakaian yang aku kenakan. Pak Kusrin menjadi lelaki pertama yang pernah melihat aku telanjang bulat. Dia memandangi tubuh mulusku sejenak dan meminta aku rebah di atas tempat tidur, sementara dia melucuti pakaiannya sendiri. Dia naik ke atas tempat tidur dan kedua tangannya mulai mengeranyangi dadaku. Dia meremas payudaraku dengan lembut sambil memainkan pentilnya. Aku terdiam bagaikan patung. Aku berusaha untuk mengabaikan rasa geli yang tidak pernah aku rasakan sebelumnya pada buah dadaku. Salah satu tangannya meraih ke selangkanganku dan membelai lembut memekku. Sementara itu, dia memainkan lidahnya pada salah satu payudaraku. Aku begitu marah pada diriku sendiri karena aku seharusnya tidak menikmati apa yang dia lakukan pada tubuhku, namun aku tidak kuasa menahannya. Pak Kusrin telah memberikan sensasi yang tidak pernah aku rasakan sebelumnya. Sensasi yang membuat aku melambung ke awing-awang. 

Tanpa sadar aku membuka lebar-lebar kedua pahaku dan mengerak-gerakkan pantatku. Pak Kusrin membuka bibir memekku dan dengan jari-jarinya dia mulai menggosok-gosok itilku dengan lembut. Mulutnya tak henti-hentinya menyedot pentil buah dadaku. Tubuhku sudah di luar kendaliku sendiri karena nafsu birahi telah menguasaiku. Kini aku yang mendesah dan mendesis. Perlahan-lahan kepala Pak Kusrin berpindah dari dadaku, turun ke perutku dan akhirnya dia menempatkan kepalanya di selangkanganku. Kini dengan lidah dan bibirnya dia melahap memekku. Habis sudah pertahananku. Aku kini bahkan menyodor-nyodorkan memekku sambil memembelai dan sesekali merenggut rambutnya. Sensasi yang tak pernah aku rasakan itu begitu indah dan nikmat. 

Melihat aku sudah sangat terangsang, Pak Kusrin berhenti dan mengambil posisi di antara kedua pahaku. Kontolnya dia gesek-gesekkan ke itil dan lubang memekku. Aku yang sudah dikendalikan nafsu justru mengangkat pantatku sehingga ujung kotol Pak Kusrin menyodok masuk ke lubang memekku. Aku tersentak. Sensasi yang aku rasakan ternyata jauh lebih nikmat sehingga tanpa sadar aku memohon Pak Kusrin untuk cepat-cepat memasukkan kontolnya ke memekku yang sudah basah oleh cairanku endiri dan liur Pak Kusrin. 

Masukin, Pak  Masukin . Aku sudah gak tahan lagi, kataku. 

Hehehehe  Siapa tadi yang menagis tersedu-sedu gak mau melayani aku? Hahahaha  Nih, aku kasih . katanya sambil melesakkan kontolnya ke lubang memekku yang masih sempit. Agak sakit sedikit, kamu tahan ya  

Ahhhhhhh  Shhhhhhh . Enakkk Pak, kataku. Separuh kotol Pak Kusrin kini sudah masuk ke dalam memekku. Dia mengerakkan pingulnya maju mundur dengan perlahan. Aku meracau dilanda kenikmatan yang timbul karena gesekan dinding memekku dengan kotol Pak Kusrin. Tiba-tiba Pak Kusrin mengigit leherku dan menyentak pinggulnya maju sehingga kontolnya masuk semuanya ke memekku. 

Aaaaauuu . Sakit . Pak! aku tersentak. Selaput daraku kini sudah tembus di dorong kotol Pak Kusrin. Namun rasa pedih di leher dan rasa kaget karena digigit secara tiba-tiba membuat aku tidak terlalu merasakan pedih yang timbul karena sobeknya selaput daraku. Pak Kusrin cuma terkekeh. 

Gimana? Gak terlalu sakit kan memek kamu?
Enggak Pak, tapi pelan-pelan keluar masuknya. Masih agak nyeri 
Kemudian Pak Kusrin mulai melakukan gerakan memompanya. Awalnya perlahan-lahan dan kemudian semakin cepat. 

Ahhhhh Watiiiii . Nimaaat bangeeeet ..  kata Pak Kusrin.
Aku tidak menjawabnya. Aku terlalu sibuk menikmati persetubuhan itu dan sesekali aku mengangkat pantatku untuk menyambut tusukan kotol Pak Kusrin di memekku. Aku merangkul dan membelai-belai punggung Pak Kusrin. Aku sudah memperlakukan Pak Kusrin seperti seorang suami. Pak Kusrin mempercepat gerakannya dan aku pun semakin melambung ke angkasa. Aku merasakan dorongan yang sangat kuat di bagian rahimku yang membuat aku seperti mengejan. Seluruh otot-otot di tubuhku mengejang. Memekku berdenyut-denyut. 

AAAAAAAAAAH . AAAAAAAAAAAAAHHHHHHHHHHHHHH  aku menjerit keras ketika aku mencapai orgasme pertamaku. Hal yang semula aku lakukan karena terpaksa untuk menyelamatkan martabat orang tuaku ternyata begitu nikmat. Mungkin ini adalah kompensasi yang diberikan Tuhan atas pengorbananku. Tubuhku begitu rileks setelah puncak kenikmatan bersetubuh itu aku capai. Aku terbujur di atas tempat tidur sambil meresapi setiap sensasi yang aku rasakan. 

Pak Kusrin yang belum mencapai klimaks tidak terlalu suka dengan kondisi memekku yang sangat basah serta tubuhku yang lemas tanpa reaksi. Dia mencabut kontolnya dari memekku dan berganti posisi. Dia menempatkan kontolnya di antara kedua buah dadaku. Dia memegang buah dadaku dengan kedua tangannya sehingga kontolnya terjepit kedua benda lembut tapi kenyal itu. Lalu dia menggerakkan pinggulnya dan memperlakukan celah di antara kedua buah dadaku seperti yang dia lakukan pada memekku. Aku yang masih lemas karena orgasmeku hanya terdiam memandangi kepala kotol Pak Kusrin yang timbul tenggelam dari celah itu. Setelah beberapa menit Pak Kusrin mempercepat gerakkannya dan akhirnya air maninya menyembur membasahi wajah, leher dan payudaraku. Dia pun ambruk di sisiku sambil mengatur nafasnya. 

Bukan main! Asyik sekali yang barusan itu . kata Pak Kusri sambil kembali mengenakan pakaiannya. Mulai hari ini sampai batas waktu yang aku tentukan nanti, kita akan sering melakukannya. Kamu harus siap kapan pun saya ingin menyelipkan kotol ini di memek kamu, sambungnya sambil berjalan meninggalkan aku yang terbujur lemas di atas tempat tidur. 

Begitu aku sadar tentang apa yang telah terjadi, air mataku menitik keluar. Aku tidak menyesali pengorbananku, namun aku menyesali mengapa aku begitu menikmati persetubuhan itu. Aku merasa jijik pada diriku sendiri, tetapi aku tidak bisa memungkiri bahwa kenikmatan yang aku dapat dari persetubuhan itu memang begitu indah. Aku bahkan tidak menyeka mukaku yang berlumuran air mani Pak Kusrin yang bercampur air mataku. 

Mak yang rupanya sempat menyaksikan detik-detik terakhir persetubuhanku dengan Pak Kusrin dengan setengah berlari menghambur masuk ke kamar dan menghampiriku Watiiii  Maafkan Mak dan Abah ya nak. Karena kami kau harus melakukan ini, kata Mak sambil membersihkan wajah. Leher dan dadaku dari air mani Pak Kusrin dengan sapu tangan yang diambilnya dari meja riasku. (Aku masih menyimpan sapu tangan bernoda air mani Pak Kusrin itu dan sesekali aku menciumi aroma laki-laki yang samar-samar masih tersisa di sana). Aku hanya diam mematung di atas tempat tidurku, tak mapu untuk berkata apa-apa. Mak menutup tubuh telanjangku dengan selimut dan menyuruh aku untuk tidur. Aku pun terlelap sampai pagi. 

Sebelum pergi meninggalkan rumah kami, Pak Kusrin sempat menaruh beberapa lembar uang ratusan ribu di atas meja riasku. Aku pergunakan uang itu untuk biaya pengobatan Abah dan makan sehari-hari. Sejak saat itu, aku telah menjadi gundik pemuas nafsu birahi Pak Kusrin untuk waktu yang aku pun tidak tahu berapa lama. 

Pagi tadi, ketika aku kembali dari pasar, aku bertemu Pak Kusrin di tengah jalan. Dia sedang berdiri sambil mengobrol dengan Pak Jono, sopirnya. Rupanya Pak Kusrin sedang meninjau pembuatan sumur bor di tengah ladangnya. Jalan di desa kami memang tidak pernah terlalu ramai, sehingga Pak Kusrin bisa memarkir mobilnya di bahu jalan tanpa menghalangi orang yang lalu lalang. Pak Kusrin menyapaku dan meminta aku untuk berhenti sebentar. 

Wah baru selesai belanja rupanya  kata Pak Kusrin. 

Ya, Pak  Untuk makan siang dan makan malam Abah dan Mak nanti, jawabku. 

Sini kamu. Aku kepingin sarapan dulu, katanya sambil menarik tanganku untuk mendekatinya. 

Menyadari posisiku yang lemah, aku tidak berani melawan. Begitu aku berdiri di sampingnya, Pak Kusrin membuka retsleting celananya dan aku mengerti apa yang dia mau. Aku berjongkok dan mulai mengulum kontolnya. Sambil terus mengawasi orang-orang yang sedang membuat sumur bor, Pak Kusrin menikmati sarapan pagi yang sedang aku berikan. Aku pegang kontolnya dan aku gerak-gerakkan kepalaku maju mundur sehingga kepala kontolnya keluar masuk dari mulutku. Sesekali aku jilati ujung kontolnya sambil beristirahat. Pak Kusrin begitu menikmatinya sehingga dia mengerang, mendesis bahkan kadang bergumam tidak jelas. Suaranya membuat orang-orang yang sedang membuat sumur bor menoleh ke arah kami. Malu juga rasanya ditonton orang, walau hanya cuma beberapa kepala saja. 

kotol Pak Kusrin sudah begitu tegang dan keras. Dia meminta aku berdiri dan melepas celana dalamku. Semula aku menolak. Masak di sini sih, Pak  Kan gak enak ditonton orang, kataku. Tenang saja  Ayo cepat buka, katanya sambil mengocok-ngocok kontolnya dengan tangannya sendiri. Aku angkat rokku dan aku copot celana dalamku dengan hat-hati agar memekku tidak terlihat oleh orang-orang di lading atau Pak Jono yang berdiri tidak jauh dari kami, setelah itu aku lipat dan taruh di keranjang belanjaanku. Pak Kusrin meminta aku berdiri di samping mobil dan menaruh kedua tanganku di atas kapnya. Pak Kusrin kemudian berdiri di belakangku dan menyingkap bagian belakang rokku. Pantatku yang telanjang terasa dingin diterpa angin. Aku malu sekali karena pantatku bisa dilihat oleh banyak orang sekarang. Akan tetapi bayangan akan disetubuhi di udara terbuka dan disasksikan orang banyak membuat aku agak terangsang. Pak Kusrin sempat tersenyum begitu dia menyentuh memekku dari belakang, karena memekku ternyata sudah cukup basah. 

Wah sudah basah nih, sudah kepingin ya? katanya. Baguslah, coba bungkukkan badanmu sedikit biar saya gampang masuk, sambungnya. Aku mnegikuti keinginannya. Badanku aku bungkukkan sedikit sehinga pantatku agak menonjol ke belakang. Kakiku dilebarkan. Akhirnya, hal itu pun terjadilah. kotol Pak Kusrin masuk ke dalam memekku yang masih sempit ini. Pak Kusrin masih agak kesulitan menembus lubang di selangkaganku. Pelan-pelan dengan dibimbing tangannya kotol Pak Kusrin akhirnya melesak masuk. Badanku agak bergetar begitu aku merasakan gesekan kotol Pak Kusrin pada dinding-dinding dalam memekku. Perlahan-lahan Pak Kusrin mulai menggenjot kontolnya keluar masuk memekku. 

Ahhhhh .. Aaaaahhhhhhh . Aaaaaaahhhhhhh. desahku pada setiap tusukan. Aku menggoyang pinggulku untuk mengimbangi genkotan Pak Kusrin. Shhhhhhh . Yeeeeeaaahhhhhh  Aaaaaaahhhh  aku terus mendesah. 

Nikmat sekali  Goyang terus, Wati  Yaaaa  Kayak gituuuuu  Uuuuuuuhhhhhhh .. kata Pak Kusrin. Tangan Pak Kusrin memegangi pinggangku setiap kali dia mendorong kontolnya masuk ke memekku. Sesekali dia meremas buah dadaku dari balik baju. 

Sensasi bersetubuh di pinggir jalan dengan beberapa orang yang menyaksikannya sangat luar biasa buat aku. Aku merasa seperti wanita jalang yang hanya punya satu tujuan hidup: seks. Aku sangat menikmati persetubuhan itu sehingga tanpa sadar aku mengeleng-gelengkan kepalaku sambil terus mendesah, mendesis dan bahkan berteriak. Kenikmatan itu sudah mengambil alih kendali atas tubuhku. 

Lebih cepat, Pak . Lebih cepat .. Yeeeeeaaaaaahhhh . Shhhhh . Genjot lebih cepaaaaat . Aku sudah mau keluar  Pak Kusrin pun memenuhi permintaanku. Kontolnya bergerak lebih cepat keluar masuk memekku. Aku merasa sudah hampir mencapai orgasme. Tubuhku mengejang dan melengkung ke belakang hingga berhimpitan dengan tubuh Pak Kusrin. 

Aku mau keluar Pak . Aku mau keluaaaaarrrrr . AAAAAHHHHH . AAAAAAAAHHHHHHHH ..AAAAAAHHHHHHHHHHH . Aku berteriak melepaskan semua rasa ketika orgasme meledak-ledak di dalam tubuhku. Orang yang lewat dan para tukang yang sedang bekerja di lading membuat sumur bor mengalihkan perhatian mereka ke arah kami berdua. Aku sudah tidak peduli lagi. Kenikmatan seksual ini jauh lebih berharga bagiku. Sesaat setelah tubuhku kembali melemas, Pak Kusrin mencabut kontolnya dari memekku dan meminta aku melakukan oral lagi. Hanya beberapa menit saja aku mengulum, mengenyot dan menjilari kotol Pak Kusrin hingga akhirnya kotol itu menumpahkan air mani kental berwarna putih. Sebagian air mani itu membasahi bajuku dan rambutku. Lalu aku menjilati sisa air mani dari kotol Pak Kusrin hingga bersih. 

Setelah itu aku membenahi rok dan bajuku dan minta ijin Pak Kusrin untuk pulang. Celana dalam sengaja tidak aku pakai lagi. Di sepanjang jalan, ada beberapa orang yang menoleh ke arahku ketika berpapasan. Aroma air mani segar yang tumpah di bajuku mungkin yang menarik perhatian mereka. Aku terus bejalan tanpa mempedulikan mereka. Sesampai di rumah aku memberika belanjaanku kepada Mak yang bingung melihat ceceran air mani di bajuku. Tapi dia tidak banyak tanya. Selitas aku melihat air matanya berlinang. Aku pun tidak peduli. Kalau memng aku harus menjadi budak seks Pak Kusrin untuk menolong orangtuaku, mengapa tidak sekalian saja aku menikmati setiap persetubuhan yang aku lakukan. Bagaimanapun, aku toh harus melakukannya . 

Hari ini aku kembali membawa Abah ke rumah sakit untuk melanjutkan pengobatannya. Syukurlah, dokter bilang kondisi Abah sudah banyak kemajuan. Aku menyempatkan diri ketika sedang berada di rumah sakit untuk mengunjungi dokter kandungan. Aku minta pada dokter itu untuk memasangkan spiral di rahimku. Semula dokter menganjurkan aku untuk mengurungkan niatku, namun dengan sedikit kebohongan dia pun bersedia melakukannya. Aku katakana pada dokter itu bahwa aku sedang menyelesaikan kuliah S2-ku. Kehamilan pasti akan sangat mengganggu. Entah aku dapat ide dari mana untuk mengarang cerita bohong itu. Dengan spiral di rahimku, aku tidak akan takut lagi persetubuhanku dengan Pak Kusrin berakhir dengan kehamilan. 

Setelah beberapa hari tidak menyentuh tubuhku, sore tadi Pak Kusrin bertandang ke rumah. Aku tahu apa maksud kedatangannya dan aku pun sudah menyiapkan diriku untuk kembali melayaninya. Bayangan akan kenikmatan orgasme membuat aku menjadi bergairah. Aku sambut Pak Kusrin di pintu depan dan menyilakannya duduk di ruang tamu. Setelah menghidangkan secangkir teh, aku menemani Pak Kusrin berbicang-bincang sebentar. 

Wati, kita ngewek di taman belakang sana yuk  kata Pak Kusrin. Sudah lama kan kita gak ngewek. Terserah Bapak saja  Saya kan gak bisa nolak, jawabku pasrah. Pak Kusrin bangkit dari kursi tamu dan menarik tanganku untuk mengikutinya ke taman belakang rumah. Taman di belakang rumah tidak terlalu terbuka. Pagar sampingnya lumayan tinggi, tetapi bagian belakangnya sengaja hanya dipagari dengan pohon perdu setinggi pinggang yang selalu dipangkas rapi. Di taman itu, ada beberapa buah kursi taman dari batu tanpa sandaran serta sebuah meja batu besar. Di sekelilingya ditumbuhi berbagai tanaman hias dan bunga. Ah, bersetebuh di udara terbuka, membayangkannya saja aku sudah terangsang. Tanpa disentuh pun, memekku sudah basah . 

Pak Kusrin meminta aku menanggalkan semua pakaianku. Dia agak kaget melihat ternyata aku sudah tidak memakai celana dalam. Setelah tidak ada benang sehelai pun yang menempel di kulitku, Pak Kusrin meminta aku duduk di pinggir meja batu besar. Dia juga mencopot pakaiannya, sehingga kami pun berdua bugil seperti bayi baru lahir. Dia berjongkok di hadapanku dan mengangkat kedua kakiku. Ternyata dia ingin menciumi dan menjilati memek dan itilku. Ssssshhhhhh . Yahhhhhhhhhh .. Itilnya, Pak  Itilnya  Yahhhhhh . Ohhhhhhhhhhhh  kataku sambil terus mendesis menikmati setiap sapuan lidahnya di itilku. 

Setelah memekku benar-benar basah, Pak Kusrin duduk di salah satu kursi batu dan meminta aku duduk di pangkuannya. Dengan mudah kontolnya masuk ke memekku ketika aku menurunkan pantatku. Dengan bertumpu pada pundak Pak Kusrin aku bergerak naik turun sehingga kotol Pak Kusrin bergerak bebas keluar masuk memekku. Sebentar saja aku sudah tenggelam dalam kenikmatan birahi. Aku terus mendesah dan mendesis. Ternyata Pak Kusrin sangat menyukai tingkahku setiap kali dia menyetubuhiku. Istrinya atau wanita lain yang sering dia setubuhi biasanya hanya diam saja menerima segala perlakuan Pak Kusrin. Desahan dan teriakanku membuatnya lebih bergairah. Sambil duduk seperti itu, itilku selalu bergesekan dengan jembut Pak Kusrin yang kasar setiap kali aku bergerak turun. 

Setelah bermain dengan posisi duduk selama beberapa puluh menit, Pak Kusrin meminta aku rebah di meja batu besar dan dia pun menyodokkan kontolnya ke memekku sambil berdiri. Kedua kakiku dilipat ke atas dan ditopang oleh kedua tangannya. Dengan begitu, memekku menjadi menyembul ke atas dan lebih keras menjepit kotol Pak Kusrin. Aaaaahhhhhh  Ini baru enaaaaaakk . Kata Pak Kusrin sambil terus menggenjot pinggulnya. Genjot yang kuat, Pak . Ayo  dong . Kataku memberi semnagat. Satu tanganku menjulur ke bawah untuk meraih itilku sendiri. Sambil terus menikmati setiap tusukan kotol Pak Kusrin di lubang memekku, aku menggosok-gosok dan memilin-milin itilku. Sementara tangan yang satu lagi aku pergunakan untuk memilin-milin pentil buah dadaku. 

Tanpa sadar mulutku terbuka lebar mendapatkan kenikmatan rangsangan itu. Ahhhhhh  ahhhhhhh . Ahhhhhh .. ahhhhh . Keluar dari mulutku setiap kali Pak Kusrin menyodokkan kontolnya. Kocok yang cepat, Pak  Lebih cepat, lebih cepat . Tolong, Pak  Kocok lebih cepaaaattt .. Aku sudah mau keluaaaarrrr Ahhhhhh  seperti yang sudah-sudah Pak Kusrin pun memenuhi permintaanku. Dia menarik dan mendorong kontolnya lebih cepat. Ergesekan kotol Pak Kusrin dan memekku mengeluarkan bunyi berdecak-decak. Tubuh kami sudah bermandi keringat. Entah pada sodokan yang keberapa aku pun mencapai orgasme. AAAAAAHHHHHHHHHHHHHH  AHHHHHHHHHHHHHH . AAAAAAAAAAAAAAHHHHHHHHHH .. EENNNNNNAAAAAKKKKKHHH !!! teriakku. Kakiku kaku menjulur ke atas dan pahaku mengatup. kotol Pak Kusrin tak bisa lagi bergerak. kotol itu berdenyut-denyut di dalam memekku dan akhirnya menyemburkan cairan kental memenuhi rahimku. AAAARRRRGGHHHHHH  Pak Kusrin pun berteriak sambil memancarkan cairan spermanya. WATIIIII . SAYA JUGA KELUARRRRR 

Pak Kusrin tertunduk lemas sambil bertopang pada meja batu dengan kedua tangannya. Kedua kakiku kini menjuntai lemas. Namun Pak Kusrin sepertinya sengja tidak mencabut kontolnya dari memekku. Bahkan dia beberapa kali mendorongnya agar masuk lebih dalam. Ketika kontolnya sudah benar-benar lemas lunglai, barulah Pak Kusrin mencabutnya dan rebah disampingku. 

Wati, kamu tadi menjepit kotol saya sehingga saya tidak bisa mencabutnya. Air mani saya tumpah semua di dalam memek kamu. Apa kamu sengaja agar kamu hamil? tanya Pak Kusrin. Tenang Pak. Aku sudah pasang spiral . Kecil kemungkinannya aku hamil, jawabku. Ohhhh  sukurlah. Aku agak kaget tadi, kata Pak Kusrin lega dan untuk pertama kalinya dia mencium keningku. 

Setelah merenggut keperawananku dan menyetubuhiku berulang kali, inilah kali pertama Pak Kusrin menciumku. Aku memegang wajahnya dan membelainya. Entah siapa yang memulai, kami kemudian berpagutan. Kami berciuman dengan lembut dan tidak tergesa-gesa. Indah sekali  Lima menit kami berciuman. Lidah kami bertemu dan bergelut di dalam mulutku. Karena ciuman itu Pak Kusrin dan aku kembali terangsang. 

Tangan Pak Kusrin kembali beraksi meremas payudaraku dan memainkan itilku secara bergantian. Sementara aku membelai dan mengocok kotol Pak Kusrin agar tegang kembali. Begitu kontolnya kembali tegang, aku mendorong Pak Kusrin agar rebah di atas meja batu dan aku naik ke atas tubuhnya. Dengan sekali sentakan, kotol Pak Kusrin kembali masuk ke memekku yang masih basah oleh air maninya tadi. Dan kami pun terhanyut kembali dalam gelombang birahi Desahan dan teriakan kenikmatan kembali keluar dari mulut kami. 

Sore itu, dua kali Pak Kusrin menumpahkan air maninya di dalam memekku dan dua kali pula aku menguyur kotol Pak Kusrin dengan cairan memekku ketika kami orgasme. Setelah puas, Pak Kusrin kembali berpakaian dan pamit pulang. Tak lupa dia menyelipkan beberapa lembar uang ratusan ribu di tanganku. Aku menerimanya. Aku butuh untuk pengobatan Abah, membayar listrik dan makan sehari-hari. 

Aku sengaja tetap tinggal di taman belakang, rebahan di atas meja batu, telanjang bulat. Air mani Pak Kusrin menetes keluar dari memekku. Mungkin aku sempat terlelap di atas meja batu itu, karena begitu aku tersadar tubuhku sudah tertutup kain batik. Mungkin Mak yang menyellimuti aku tadi. Aku pun bangkit dan pergi ke kamar mandi untuk memberihkan badanku dari keringatku dan keringat Pak Kusrin. Setelah itu, aku masuk ke kamar dan rebahan di atas tempat tidur hanya berbalut daster. Aku mencoba memutar kembali rekaman persetubuhan kami tadi dalam benakku. Nikmat sekali . Sejenak aku bisa melupakan semua kesulitan dan masalah yang membelit keluargaku.  Terima kasih, Tuhan 

Aku mendapat kabar dari Pak Jono tadi siang ketika dia membawakan satu kardus penuh berisi jamu-jamuan untuk wanita bahwa Pak Kusrin dan istrinya bertengkar hebat karena ada yang melaporkan kegiatan kami berdua di pinggir jalan tempo hari. Istri Pak Kusrin mengancam untuk mengajukan gugatan cerai, tapi Pak Kusrin cuma tersenyum saja mendengar ancaman itu. Aku sempat bingung ketika Pak Jono bilang terima kasih kepadaku. Ternyata setelah pertengkaran itu, istri Pak Kusrin sudah beberapa kali mengajak Pak Jono bersebadan. 

Saya sebenarnya berharap bisa ngewek sama Neng Wati, tapi itu kan gak mungkin. Tapi, dapat sering-sering ngewek sama Ibu saja saya sudah senang  Hehehehe  Buat selingan, Neng. Bosan juga sama yang di rumah, kata Pak Jono. 

Tadi sore Pak Kusrin datang berkunjung untuk mendapatkan pelayanan seperti biasa. Kali ini dia tidak pakai basa-basi lagi. Begitu aku duduk di sampingnya di sofa, dia langsung menyergap aku dan kami pun berciuman. Selama beberapa puluh menit bibir dan lidah kami bertautan. Sementara itu tangan Pak Kusrin terus bergerilya di setiap bagian tubuhku. Baju kami pun stu per satu lepas dari badan kami, sehingga kami berdua benar-benar telanjang seperti bayi yang baru lahir. 

Di sana, di atas sofa di ruang tamu, ketika sinar matahari sore masih menerangi ruangan itu, aku dan Pak Kusrin kembali terhanyut dalam panasnya gelora birahi. Tanpa mempedulikan bahwa kami dapat menjadi tontonan orang yang lewat di jalan depan rumah, kami terus bergelut di atas sofa yang kini mulai basah dengan keringat kami. 

Pak Kusrin mendorong tubuhku hingga rebah di sofa. Kedua kakiku diangkatnya, lalu disangga dengan bahunya. Perlahan-lahan dia mengarahkan kontolnya ke memekku. Aku membantu membimbing ujung kotol Pak Kusrin agar tepat sasaran. Sekali dorong, kotol Pak Kusrin pun menerobos masuk liang sanggamaku. Sambil memegang kedua betisku,Pak Kusrin mulai melakukan gerakan maju mundur sehingga kontolnya timbul tenggelam dalam memekku. Buah dadaku berguncang-guncang seirama dengan setiap sodokan kotol Pak Kusrin ke dalam memekku. 

Aku meraih sebuah bantal sandaran sofa untuk menyangga kepalaku. Dengan posisi begitu, aku bisa melihat gerakan kotol Pak Kusrin yang keluar masuk memekku. Setiap kali Pak Kusrin mendorong masuk kontolnya, memekku menjadi agak kempot dan ketika kotol itu ditarik keluar, memekku menjadi agak gembung. Aku sangat terkesan dengan apa yang aku lihat di selangkanganku. Semua itu membuat aku semakin terangsang. 

Kamu suka melihatnya, Wati? tanya Pak Kusrin sambil terus bergoyang. Ahhhhhh Iya, Ahhhhhhhhh .. tapi aku lebih suka rasanya. Ahhhhhh . Yeahhhhh . Sssssshhhh . Yeahhhhh . Ahhhhhhh . Jawabku di sela-sela desahan kenikmatan. Setelah sekitar sepuluh menit, kakiku terasa pegal. Pak Kusrin menekuk lututku sehingga sekarang pahaku bertumpu pada perut dan dadaku. Namun baru lima menit disodok dengan posisi seperti itu, gentian Pak Kusrin yang merasa pegal dan dia minta ganti posisi. Aku menyuruhnya berbaring di sofa dengan kedua kaki lurus di atas sofa. Aku naik ke atas tubuhnya dan menancapkan kontolnya kembali ke memekku. Aku merasa seperti seorang koboi yang sedang menunggang kuda. 
Oooooohh  yeahhhhhhh . Hussss . Hussssss, kakatu sambil bergaya seperti koboi. Ya  Goyang terus, Wati . Enak sekali . Teruuuuuss . Ujar Pak Kusrin sambil menggapai buah dadaku dan meremasnya. 

Aku terus menggerakkan pantatku naik turun sehingga kotol Pak Kusrin bisa terus bergesekan dengan dinding-dinding dalam memekku. Setiap gesekan memberi kami sensasi yang luar biasa dan tidak terbayang nikmatnya. Keringat semakin deras mengucur dari tubuh kami. Aku mempercepat gerakkanku karena kau merasa sudah hampir mencapai klimaks. Ahhhhh . Ahhhhhh  Ahhhhhh .. Aku sudah mau sampai, Pak . Aahhhhh . Ahhhh  kataku. Saya juga .. kata Pak Kusrin sambil menggerakkan pantatnya sehingga gesekan antara memekku dan kontolnya semakin cepat. Tak lama kemudian puncak itu pun tercapai. YEEAAAAHHHHH. AAAAAHHHHHHHHH .AHHHHHHHHHHH, kami pun berteriak bersamaan melepas semua rasa. Badanku mengejang dan menekuk ke belakang sehingga aku harus bertumpu pada kedua kaki Pak Kusrin yang juga menjadi kaku. Tubuhku bergetar hebat dan akhirnya aku tumbang dan rebah di atas dada Pak Kusrin. Nafas kami memburu cepat, secepat detakan jatung kami. 

Kami berpelukan dan kembali berciuman selama beberapa menit. Tangan Pak Kusrin mengelus-elus punggungku sementara aku terus berbaring di atas badannya. Aku biarkan kotol Pak Kusrin tetap di dalam memekku walaupun kotol itu sudah tidak lagi tegang. Aku ingin lebih lama merasakan kehadiran kotol itu di memekku. Ketika akhirnya aku bangkit berdiri, air mani Pak Kusrin yang bercampur cairan dari memekku sendiri merembes keluar dan mengalir di sisi dalam kedua pahaku. Aku duduk di sofa dan aku biarkan cairan kami itu membasahi sofa. 

Setelah berpakaian kembali, Pak Kusrin menghampiriku yang masih terduduk lemas di sofa dan telanjang bulat. Pak Kusrin mengecup keningku dan mengucapkan terima kasih atas kenikmatan yang baru saja dia dapatkan dari tubuhku. Sebelum melangkah keluar, Pak Kusrin seperti biasa mengeluarkan beberapa lembar uang ratusan ribu dari dompetnya. Kali ini uang itu dia gulung dan diselipkannya ke dalam memekku yang masih saja mengucurkan sisa-sia air maninya. 

Setelah hilang lemasku, aku raih pakaianku yang terserak di lantai dan berjalan masuk menuju kamarku sambil tetap telanjang. Setelah melempar pakaianku ke atas tempat tidur, aku ambil selembar handuk. Aku keluar kamar dengan handuk di tangan menuju ke kamar mandi. Di ruang makan, aku bertemu Mak. Aku berikan uang pemberian Pak Kusrin yang telah basah terkena air mani dan cairan memekku tadi ke Mak. Hari ini, uang yang kami butuhkan untuk makan itu benar-benar keluar dari memekku .

DIarsipkan di bawah: ABG, Daun Muda, Pemerkosaan, Sadisme | yang berkaitan: aroma nikmat, aroma vagina, bau gadis, BH, buah dada, bugil, cd, celana dalam, cerita gadis, cerita panas, cerita seks, cerita seru, dada montok, gadis, gadis belia, gadis desa, gadis dusum, gadis seksi, gairah gadis, gairah nafsu, haus seks, keringat basah, kisah seks, klitoris, liang vagina, memek basah, ML, ngentot, orgasme, paha mulus, pantat seksi, payudara, Pemerkosaan, puting susu, seks bebas, sensasi seks, setubuh, susu kencang, telanjang, Wati | Tidak ada komentar  

Setepuk Dua Latat
Ditulis pada Maret 9, 2008 oleh antoniman 
MULUSNYA TUBUH INDAH 

Siang menyengat kota Yogya, dengan langkah gontai Anton berjalan di koridor kampus menuju ruang administrasi. Dia harus mendaftar ulang hari ini, hingga jam 12 siang, bila ingin ikut KKN. Rambut setengah bahu dan tak pernah berrcumbu dengan sisir, tidak membuatnya risi di tiup angin kemarau siang itu. Siang Anton sapa suara lembut dari ruangan sebelah kiri tempatnya dia berjalan. Eh, siang nDah sapanya kepada asal suara tadi. Indah, teman seangkatan Anton, dengan otak brilliannya sekarang menjadi assistent dosen. Daftar KKN ya ton..? tanya Indah mengerlingkan mata bundarnya. Iya non, ikutan KKN juga? balas tanya Anton. Iya laah, kan aku panitia sambung manja Indah. 

Siapa tak kenal Anton, cowok urakan dengan dandanan semaunya tapi memiliki otak encer serta trik halus dalam memperlakukan wanita. Andai saja Anton rajin, mungkin sudah kemarin-kemarin lulus dia, pikir Indah, Tapi peduli setan liwatlah, yang penting, sebagai salah satu cewek yang mengagumi Anton, Indah tak begitu memperhatikan hal itu. Hatinya sedikit berbunga, mendengar kabar Anton ikut KKN, bukan karena ingin Anton segera menyelesaikan kuliahnya, terlebih Indah dapat berdekatan dengan Anton. Karena Indah sebagai assisten dosen, yang secara kebetulan dia bertugas mendampingi mahasiswa menlaksanakan KKN di suatu daerah terpencil, akan banyak kesempatan untuk mendekati Anton. Sosok Indah yang bertubuh sintal dengan dada membusung, rambut lurus sepinggang, ditambah tai lalat mampir dekat dagunya, menambah manis dan seksi. 

Singkat cerita sampailah rombongan KKN di daerah terpencil, setelah pembagian penginapan yang di putuskan dalam breafing di pendopo kelurahan, Anton berlima satu rumah dengan Indah. Semua itu telah diatur Indah sebagai panitia yang mempunyai wewenang dalam pembagian penginapan, mereka mendiami belakang rumah pak Lurah, sebagai gambaran, desa tempat KKN berupa perbukitan tandus dan jauh dari kota, sarana serta prasarana sangat minim, listrik belum ternjangkau. Satu-satunya sumber mata air berjarak 300 meter dari desa. Kegiatan sehari-hari KKN adalah memberi penyuluhan kepada masyarakat yang dilaksanakan sehari penuh, anggota KKN baru kembali ke penginapan sekitar pukul 9 malam. 

Satu bulan berlalu, Jumat sore setelah tugas selesai seharian, tiba giliran mahasiswa yang ingin pulang ke rumah masing-masing, anggota KKN mendapat cuti selama dua hari, yaitu Sabtu dan Minggu. Gimana Ton? kamu ikut pulang? tanya Indah pada Anton. Yah, liat aja lah. Kalo ada yang bayarin gue pulang, kalo enggak yah jaga posko, abis semuanya pada pulang jawab Anton sekenanya. Udah di sini aja nemenin aku kata Indah setengah berharap, sebagai panitia Indah tidak mendapat jatah cuti. Boleh, sapa takut? jawab Anton, Indah pun mengangguk sembari tersenyum lega. Ton, mau nggak temani aku ke sumber tanya Indah memelas kepada Anton. Sumber adalah tempat mata air di mana semua kegiatan mandi dan mencuci dilakukan anggota KKN. Indah ketinggalan teman-teman putrinya mandi tadi, sementara Anton cukup dua hari sekali mandi. Nggak takut sama aku? canda Anton, Emangnya kamu rabies ya? tanya Indah senyum di kulum. Wah rejeki nomplok nih, batin Anton, tak terasa celana jin sobek yang dikenakannya terasa sesak, terutama daerah selangkangannya. Ati-Ati lho nDah, jalan ma setan teriak Dini teman se kamar Indah sambil mengerlingkan mata ke arah Anton. Anton gemas, diambilnya batu kecil dan dilemparkannya ke arah Dini, awas ya kamu, entar malem aku grayangin ancam Anton. Hi hi siapa takut di gerayangin kamu, emangnya berani? tantang Dini. Udah ah, gak usah dilayanin, ayo nati keburu kemaleman di sana kata Indah sambil menarik lengan Anton. 

Kok sepi ya Ton, dan dingin pula daerah sini kata Indah sambil merapatkan tubuhnya ke Anton. Namanya aja hutan, ya jelas sepi dong jawab Anton. Kamu udah mandi Ton? tanya Indah. Ha ha ha kayak gak tau aku aja, rencana sih besok aja mandinya jawab Anton. Temenin aku mandi ya Ton? pinta Indah setengah berbisik, Gak usah di suruh lagi tuan putri, hamba siap melayani permintaan tuan putri gaya Anton berpantomim. Ihhh, genit, awas ya ujar Indah sambil mencubit pinggang Anton.
Keduanya berbugil ria masuk ke pancuran tempat untuk mandi, mereka berpelukan. Ton udah berapa wanita yang kamu gauli? selidik Indah. Ha ha ha sama kamu udah yang ke 1001 non canda Anton. Nakal aya kamu, apa sih yang membuat cewek tergila-gila sama kamu Ton? keja Indah sambil mencubit Anton dengan mesra. Mungkin mereka tergila-gila sama adikku ini kata Anton sembari memainkan penisnya yang mulai berdiri. Boleh aku kenalan sama adikmu? kerling manja Indah, Ati-ati lo, dia suka ngeludahin cewek goda Anton. Dipegangnya penis Anton dan dibelai mesra tangan halus Indah. Dingin ya Ton airnya kata Indah, Ah enggak anget kok jawab Anton sambil meraba selangkangan Indah. Ahhh Ton enak banget, daleman lagi dong sayaaang rintih Indah tanpa melepaskan tangannya dari penis Anton. Segera di sambarnya bibir Indah, mereka berciuman mesra, tangan Anton tidak berpindah dari selangkangan Indah. Tooonnn enak tonn nyampe niihh erang Indah. Tak berapa lama tubuh sintal Indah mengejang, dipeluknya Antoh erat-erat. Emmhh hhh hhh rintih Indah. Beberapa saat Indah mengatur nafas, kemudian ia jongkok di depan Anton, diraihnya penis Anton, diusap, kemudian perlahan dan pasti dimasukkan kepala penis Anton ke dalam mulut Indah. Ahh enak nDah, terus yang dalam rintih Anton. 

Setelah di rasa cukup, Anton meraih pundak Indah untuk berdiri, kemudian memutar tubuh Indah dan meminta indah untuk setengah membungkuk sambil berpegangan pada pancuran depan Indah, kemudian Anton membuka sedikit kaki Indah dimasukkannya penis ke vagina Indah dari belakang perlahan-lahan. Asshhh enak ton tapi pelan-pelan ya masuuknya, punyamu gede banget sih erang Indah. Pelan-pelan penis Anton maju, sampai melesak penuh ke dalam vagina Indah. 

Dimaju-mundurkan gerakan penisnya, kedua tangannya segera meraih payudara Indah yang menggelantung jatuh bak buah pepaya matang di pohon. Ssshhh Ton enak Ton Oh my god terus Ton aku nyampe lagiii rintih Indah keenakan. Aku juga nDah bentar lagi ngludah nih adikku, di keluarin di mana nDah tanya Anton. Kalo gitu sama-sama aja keluarnya Toonn enghhh keluarin di dalem aja dua hari lagi dapet kok eemmhhh gelinjang Indah. Semakin semangat Anton mendengar jawaban Indah, dipercepat gerakan maju mundurnya penis dalam lobang Indah. Toonnnn aku sammm pee niihh erang Indah. Sabar sayang aku.. juga nih buru Anton. dan Hmm mmm mm. tujuh semprotan sprema Anton menembus dinding vagina Indah. Ahh hhh hh Indah pun mencengkeram pancuran air, di naikkannya pantat serta di kejangkannya otot vagina seolah menjepit penis Anton. 

Mereka berdua terkapar lemas, diburu nafas yang menderu, bagai pelari yang mencapai garis finish. Diraihnya wajah Indah, dikecup bibir mungilnya, Gimana sayang, puas? tanya Anton kepada Indah. He eh enak sekali penismu, sampe sesak lobang vegi ku jawab Indah di sela nafas yang masih memburu. Kemudian mereka mandi dan saling menyabuni satu sama lain, Udahan yuk, aku di tunggu Kadek sama Maya di base camp kata Indah. Lho, nggak ada ronde ke dua nih? protes Anton. Sori sayang, aku janjian sama mereka, kami mau ke rumah pak Carik sergah Indah. Wah padahal adikku minta jatah lagi nih, rintih Anton memelas, Kacian kamu kata Indah sambil mengelus penis Anton yang sudah siap lagi untuk menembak, Maapin kakak ya, mmuuahh cium Indah pada penis Anton. Kakak harus tanggung jawab lho besok, kasian nih dedek canda Anton pada Indah. Kembali mereka berdua berciuman mesra, Udahan yuk, gak enak nih sama mereka desak Indah. Keduanya berpakaian dan bergandengan mesra kembali menuju rumah pak Lurah. 

  

SEDOTAN DINI 

Benar saja, sesampai di sana mereka telah di tunggu Kadek dan Maya yang ditemani Dini. Mandi apa dimandiin nDah? tanya Kadek menyindir. Ihhh mau tau aja emang si Maya gak kamu sabunin tadi balas Indah sambil melirik Maya di sebelah Kadek, yang dilirik salah tingkah dan mencubit Kadek. Hi hi jadi malu jawab Kadek sambil menutupi selangkangannya. Bagi mereka sudah tidak ada lagi tabu-tabuan, mereka saling mengerti karena hal tersebut sudah lumrah buat mereka, hanya mereka saling meledek saja. Duhhh kasian deh gue gak ada pasangannya sendiri protes Dini. Kamu sih Din kenapa Doni kamu suruh pulang tadi sore kata Indah. Iya ibunya sakit, sementara dia harus mengantar adiknya ke rumah pamannya jawab Dini. Setelah mengambil kebutuhan yang akan di bawa ke rumah pak Carik, mereka bertiga berpamintan kepada Anton, tinggalahAnton dan Dini di rumah pak Lurah. Udah ya, kalian berdua kita tinggal, jangan lupa beres-beres semua canda Indah. Enak aja lu, emangnya gua pembantu protes Anton. Ha ha ha lepas tawa Kadek, Maya, Indah dan Dini melihat tingkah sewot Anton. Udah sana pergi jangan lupa, pulangnya bawain martabak ya pinta Anton. Lu kira di kota, ada martabak. Entar deh gua bawain batu ledek Kadek. 

Din, kok elo gak ikut mereka sih? tanya Anton. Enggak ah, badan gue agak meriang nih jawab Dini. Nak Anton terdengar panggilan dari dalam rumah, Saya bu jawab Anton setengah berlari masuk ke dalam rumah. Ada apa bu? tanya Anton sopan kepada bu Lurah, Ini saya dan bapaknya mau pergi nengok famili di desa sebelah, katanya anak mereka sakit, nak Anton dan nak Dini jaga rumah ya jawab bu Lurah. Pak Lurah sudah berumur, mereka memiliki empat orang anak, sedang anak2 mereka telah berkeluarga dan pindah ke luar kota, sehingga tinggal mereka berdua yang mendiami rumah tersebut. Boleh bu, nanti saya jaganya kata Anton, Kemungkinan besar kami menginap nak Anton kata pak Lurah keluar dari dalam kamarnya. Baik pak, nanti saya jaga dan kunci semua pintunya jawab Anton. Ayo bu berangkat sekarang, mereka sudah menanti kita di sana ajak pak Lurah pada istrinya sembari menuntun sepeda kumbangnya ke luar halaman rumah. Selamat jalan dan hati-hati di jalan pak kata Anton berbasa-basi sembari melambaikan tangan ke arah bapak dan ibu Lurah. 

Wah, tinggal berdua nih goda Anton kepada Dini setelah melepas kepergian ibu dan bapak Lurah. Emangnya trus kenapa, kalo tinggal berdua? sungut Dini sambil menoleh kepada Anton. Ya nggak ngapa-ngapa jawab Anton menggaruk rambut yang tidak gatal sambil cengengesan. Mereka masuk ke dalam rumah, dan Dini ternyata telah menyiapkan makanan untuk mereka berdua. Udah makan belon lu? tanya Dini, Tadi si udah dapet camilan, tapi cuman adek gue, guenya sendiri belom jawab Anton berjalan menuju ke arah makanan yang tersaji. Camilan apaan, trus adek lo yang mana? gusar Dini bingung sembari mengambil nasi serta lauknya. Apemnya Indah, gurih dan legit canda Anton. Gila lu Ton emang tadi elo em-el ya ma Indah di pancuran? kejar Dini, He-eh kata Anton sambil ikut mengambil nasi dan lauknya. Gue heran sama Indah, dia tu cakep, bodynya lumayan, smart lagi, kok gak serius ya sama laki-laki tanya Dini, Biarin aja, emang orangnya kayak gitu cuek si Anton. Setelah mereka berdua selesai makan dan membereskannya, mereka duduk di ruang tamu yang hanya di terangi oleh lampu minyak, Dini mengenakan daster sementara Anton berkain sarung tanpa daleman Ton, gue mo nanya nih, boleh gak? tanya Dini, Tanya aja jawab Anton sambil membersihkan gigi dengan sebatang korek api. Gimana ceritanya em-el sama Indah tadi tanya Dini penasaran. Emang elo belom pernah Din? balas Anton bertanya. Udah sih, sama Doni jawab Dini. Terus ngapain elu tanya-tanya, kan elo sendiri dah pernah kata Anton, Yah sekedar pengen tau ceritanya aja ujar Dini, Kalo elu, dah berapa cewek yang lu rasain Ton? tambah Dini, Elu tu ya, nanyanya kayak polisi aja, entar pengen lagi sindir Anton yang merasakan penisnya perlahan bangkit lagi setelah mendengar penasarannya di Dini. Siapa takut balas Dini sambil berdiri berjalan menuju kamar. Wah horny tu cewek, mana malam tambah dingin lagi, yang tadi belum tuntas, pikir Anton sambil meraba penisnya yang mulai tegang terbalut kain sarung. 

Anton bangkit dan berjalan menuju kamar Dini. Seperti rumah-rumah desa sekitarnya, kebanyakan kamar tidur tidak berdaun pintu, jadi hanya ditutup dengan sehelai kain saja. Din elu horny ya? tanya Anton sambil menyibakkan kain penutup pintu kamar. Gue gak enak badan nih, badan gue meriang jawab Dini mengalihkan pembicaraan sembari duduk memegangi lehernya. Mau gue pijitin Din? tawar Anton. Tanpa menunggu jawaban Dini, Anton melangkah maju mendekati Dini serta mulai memijat pundak Dini. Nah bener, situ agak sakit Ton kata Dini sambil meringis kesakitan. Tenang aja non, gue pinter kok mijitin, elu tu masuk angin nih ujar Anton sambil terus memijat. Dasar wanita, tak mau terus terang kalo dirinya butuh kehangatan, ejek Anton dalam hati. 

Terasa gumpalan daging di selangkangan Anton bertambah keras, membuat gundukan di sarungnya. Pundak Dini terlihat berkilat di terpa cahaya lampu tempel, membuat pemandangan indah, di tambah daster yang dikenakan Dini terbuat dari bahan halus dan agak rendah. Sedikit bergetar Anton, begitu disadarinya bahwa Dini tidak mengenakan bra, walau suasana remang-remang oleh lampu tempel, tetapi rabaan tangan Anton tidak menemukan seutas talipun sebagai tanda keberadaan bra. Pijatan Anton sesekali turun ke punggung Dini, kemudian naik lagi ke pundak, Dini mengerang keenakan. 

Setelah beberapa saat, timbul pikiran nakal Anton, ditempelkan ujung penisnya ke punggung Dini, sementara ke dua tangannya memijat bahu depan, Ton adek lu keras tu di punggung gue sindir Dini. Perlahan-lahan pijitan Anton turun menyusuri leher ke bawah hingga menyentuh payudara Dini. Dini tersentak, kemudian memegang tangan Anton. Anton berpikir kalo Dini akan marah, tetapi ternyata tangan Dini malah membimbing tangan Anton untuk meremas kedua payudaranya. Rupanya sedari pertama Dini bertanya kepada Anton tentang kejadian dengan Indah di pancuran tadi, membuat Dini terangsang. Emmm enak Toonnn terusss remas keduanyaa shsss rintih Dini sembari mendongakkan kepalanya. Situasi ini tidak disia-siakan Anton, segera disambarnya leher jenjang Dini, dicumbunya leher Dini sesekali dijilatinya. Esss Toonnn enaakk sayang erang Dini, sementara tangan kanan Dini meremas rambut gondrong Anton. Tangan kiri Anton meraih tangan kiri Dini, sementara tangan kanannya tetap meremas payudara kiri Dini. Dibimbingnya tangan kiri Dini untuk mengelus penis tegangnya yang masih terbalut sarung tanpa celana dalam. Sss Toonn punya lu gede yahhh erang Dini sambil mengelus penis Anton. 

Kemudian Anton menyetop aktivitasnya, dia berdiri dan menghadapkan Dini ke posisinya, diturunkannya sarungnya serta disodorkannya penis tegangnya ke wajah Dini, diraih penis itu serta mengulumnya, Anton mendesis sambil memegangi kepala Dini, Ohhh yesss Din terus sedottt yang dalam sayangg yahhh keluh Anton. 

Lima menit berlalu, Anton kemudian berjongkok di depan Dini, mengangkat kedua kaki Dini dan meletakkannya di tepi ranjang. Diciumnya kedua belah paha dalam Dini naik hingga ke tengah selangkangan Dini yang masih terbalut celana dalam. Dihirupnya dalam-dalam sembari sediki gigitan di sekitar vagina Dini, kemudian perlahan tapi pasti, Anton mulai menanggalkan celana dalam Dini. Ssshhh ayo sayang jilati lubangku gatal rasanya pinta Dini setengah memaksa Anton. Kecipak kecipak bunyi lidah Anton beradu dengan vagina Dini yang telah banjir pelicin, dan tak lama kemudian Dini mengejan, dijepitnya kepala Anton dengan kedua belah pahanya, dijambaknya rambut Anton sembari menenkan kepala Anton ke dalam vaginanya. Tooonnn. gue keluaaarrr sssssshhh kejang Dini. Di luar terdengan orkestra hewan malam yang menambah romantisnya orgasme Dini, ditelannya air kenikmatan Dini oleh Anton. 

Setelah bersih, Anton merangkak naik dan mencumbu bibir Dini. Memang beda antara Dini dengan Indah, tetapi masing-masing mempunyai ciri sendiri-sendiri yang sayang untuk dilewati pikir Anton. Mereka berciuman agak lama, sembari tangan Anton meremas payudara Dini, setelah dirasa cukup, Anton berdiri diantara ke dua paha Dini, perlahan diarahkannya penis ke arah vagina Dini, tangan Dini pun membantu dengan memegang dan mengarahkannya ke dalam liang kenikmatan Dini. 

Setelah dirasa pas, mulailah Anton memaju-mundurkan senjatanya di liang Dini. Toonn punya lu gede amat sesek nih lobangku rintih Dini. 

Sebetulnya lebih sempit Indah dibanding Dini, batin Anton, keseringan ditembak Doni rupanya. Tak begitu lama, Dini memuntahkan orgasme keduanya, menambah becek liang senggama Dini. 

Anton pun mencabut senjatanya dari lobang Dini dan bertanya , Gimana sayang enak gak adik gue? Gila lu ya Ton gue udah dua kali ngecrot elu belon apa-apa jawab Dini. Kalo sama barangnya Doni, enakan mana? kejar Anton. Mmmm sama enaknya cuman punya lu bikin lobang gue seret banget dan juga lamaan elo Ton imbuh Dini. Oke non sekarang elo bangun trus nungging ya instruksi Anton, Kemudian Dini bangkit dan mulai nungging membelakangi Anton, setelah di rasa cukup, perlahan Anton kembali menusukkan pisang ambonnya ke dalam lubang Dini tak lupa sedikit mengelap vagina Dini yang memang over oleh cairan. Mulailah Anton memaju-mundurkan penisnya di lobang Dini, waktu terus berjalan, kemudian Dini tak tahan lagi, menggeleparlah dia untuk ketiga kalinya, Damn Toonnn gue kalaahhh lagiii ehhhhh erang Dini. Gila elo ya, lama banget gak keluar-keluar kata Dini sembari masih terengah-engah. 

Oke oke posisi lo tetep aja nungging ya non kata Anton, Eh elo mau ngapain Ton? tanya Dini penasaran. Perlahan ditusukkannya penisnya ke lubang dubur Dini, Ton sakit dong protes Dini. Tenang aja non, enak kok, lagian gue pelan-pelan deh masukkinnya sergah Anton. Errghh pelan pelannn dong Tonn kata Dini masih kesakitan. Iya ini juga pelan-pelan masukinnya bela Anton. Perlahan tapi pasti, sedikit demi sedikit, masuklah penis Anton ke dalam dubur Dini, karena cairan yang dikeluarkan Dini banyak sehingga tidak perlu lagi menambah cairan untuk memuluskan jalannya penis Anton memasuki dubur Dini. Dua tigakali masuk, akhirnya lancar juga jalannya penis Anton di dubur Dini, sementara Dini sendiri sudah bisa menikmati sensasi gesekan penis Anton di lubang duburnya, keluarlah erangan Dini lagi. Sssshhh enak juga ya ton puji Dini. Nikmatin aja ya sayang gue juga dah pengen sampe nih kata Anton. Rupanya Dini gak mau kalah, tangan kanannya menggosok kelentitnya sendiri sementara Anton memompanya di liang Duburnya. Tak lama kemudian terasa di lobang Dini, penis Anton menegang, dipercepatlah gerakan tangan Dini pada kelentitnya. Anton melenguh panjang, Ahhhh keluaarrrr Dinnn teriak Anton, dan crot crot di dalam lubang Dini. Dinipun sampai pada puncak keempatnya, ditekannya kuat-kuat jari-jari tangannya pada kelentitnya. Gue juga. toooonnn lenguh Dini. 

  

SEDOTAN LAYAKNYA VACUM CLEANER 

Berdua tergeletak kelelahan, Gila elo ya Ton pantesan cewek-cewek pada kesengsem ama pisang lo puji Dini pada Anton. Padahal guenye biasa-biasa aja loh, mereka-mereka aja yang tergila-gila ma adik gue aku Anton. Indah juga dong tadi di pancuran? kejar Dini mendesak Anton lagi. Kali tanyain aja sama dia besok jawab Anton sekenanya. Dasar buaya buntung ujar Dini sambil meremas mesra penis Anton. Mereka saling berpelukan diantara deru nafas kelelahan mereka, Anton memainkan jarinya di puting payudara Dini, Doni sering ngedot pentilmu ya Din tanya Anton. Iya dia kayak anak kecil yang ngedot ama ibunya jawab Dini. Tetek lo gede juga ya Din sering di sedot Doni lanjut Anton. Resek lu ah, namanya juga tetek, keseringan di sedot jadi gede lagi ketus Dini. Tapi mantab non rayu Anton. 

Ton adik lo bangun lagi tuh kata Indah yang sedari tadi tangannya mengelus penis Anton. Tanggung jawab lo dia pengen muntah lagi deh kayaknya jawab Anton seenaknya. Ya udah sini, gua isepin aja ya tawar Dini, Lho emangnya kenapa gak dimasukin aja ke vegi elu Din tanya Anton. Vegi gua ngilu ngebayangin dimasukin ma adik lu alasan Dini. Tanpa menunggu protes Anton lagi, Dini segera bangkit dan mengulum penis Anton maju mundur, sedangkan Anton tidak jadi protes dan menikmati saja isapan Dini di penisnya. Ternyata Dini pintar memainkan mulut dalam mengulum penis, terbukti tak berapa lama kemudian keluarlah mani Anton. Dinnn gila ya sedooootann elu gw mo nyampeee. niiihhh erang Anton. Dan crooot crooot croooottttsss keluarlah air mani Anton di dalam Mulut Dini yang juga langsung ditelannya hingga bersih tanpa bersisa lagi. 

Eehhh hebat lu Din puji Anton keenakan. Sapa dolo dong Dini dah pernah ngerasain sensasi yang kayak gini gak Ton dari cewek2 elu? tanya Dini. Sumpah baru ama elu ini Din, yang pinternya gak ketulungan jawab jujur Anton.Berdua tergeletak kelelahan, Keduanya pun berpelukan kelelahan dan tertidur, satu selimut tanpa selembar pakaian menempel dengan wajah tersenyum puas. 

Antan Anton siapa lagi nih korbanmu selanjutnya

DIarsipkan di bawah: Muda Mudi, Partner Seks | yang berkaitan: aroma nikmat, aroma vagina, bau gadis, BH, buah dada, bugil, cd, celana dalam, cerita gadis, cerita panas, cerita seks, cerita seru, dada montok, Dini, gadis, gadis belia, gadis seksi, gairah gadis, gairah nafsu, haus seks, indah, keringat basah, kisah seks, klitoris, liang vagina, memek basah, ML, Muda Mudi, ngentot, orgasme, paha mulus, pantat seksi, payudara, puting susu, seks bebas, sensasi seks, setubuh, susu kencang, telanjang | Tidak ada komentar  

Once Upon A Time In Rome
Ditulis pada Maret 9, 2008 oleh dinamanis 
 Sore itu, di pusat kota Roma, sebuah tandu yang diusung empat orang budak pria berbadan tegap dan berkulit gelap diiringi dua orang budak wanita meninggalkan sebuah gedung pertunjukan teater. Sebenarnya mereka tidak sendirian, karena beberapa orang budak lain juga mengusung tandu-tandu yang sebagian besar berisikan petinggi Romawi meninggalkan gedung pertunjukan. Pada masa itu, pertunjukan teater menjadi hiburan yang umum dan digemari oleh masyarakat Romawi, khususnya kalangan atas dan terpandang. Namun di antara tandu yang meninggalkan gedung teater, tandu yang dengan kelambu biru langit transparan serta diusung empat orang budak itulah yang menjadi perhatian utama masyarakat sekitar. Beberapa orang memberikan jalan dan bahkan memberi salam pada sosok yang berada di atas tandu.

Siapakah yang berada di dalam tandu itu?

Seorang gadis cantik menyembulkan kepala dari balik kelambu tandu sambil mengayunkan kepala terhadap beberapa orang teman yang menyapanya. Wajah gadis berusia 17 tahun itu sangat cantik dan sedang mekar-mekarnya, rambutnya yang berwarna coklat panjang bergelombang menambah aksen keindahan tubuhnya yang tinggi langsing dan mata biru yang mempesona memancar penuh kehangatan. Nama gadis itu adalah Claudia Faustina. Tidak ada orang di Roma yang tidak kenal kepadanya, terlebih ia adalah putri jenderal kenamaan pasukan Romawi yang bernama Suetonius, pahlawan perang dan sosok yang amat disegani di kalangan petinggi Romawi.

Claudia dikenal sebagai salah satu wanita tercantik di Roma saat itu, sampai-sampai sang kaisar Tiberius (42 SM-37 M) pun memuji kecantikannya ketika berkunjung ke rumah Suetonius. Sang kaisar membandingkannya dengan Hellen dari Troy, putri legendaris yang kecantikannya memicu Perang Troya yang terkenal itu. Tiberius sendiri memiliki kecenderungan seksual yang lebih menyukai anak-anak di bawah umur alias pedofil, sebenarnya hal ini bisa dikatakan suatu berkat bagi Claudia karena kalau Tiberius tertarik padanya pasti ia sudah dijadikan selir oleh sang penguasa yang lebih pantas jadi kakeknya itu, hidup sebagai selir seorang kaisar tentunya akan sangat berkecukupan dan bergelimang harta. Namun ayahanda Claudia, Suetonius telah mempertunangkan Claudia dengan Vitelius, putra salah seorang kolega. Menurut rencana, Suetonius akan menikahkan keduanya setelah ia dan pemuda itu kembali dari kampanye militer menumpas pemberontakan Yahudi yang baru-baru ini meletus di daerah pendudukan Romawi di Timur Tengah.

Selang beberapa saat kemudian, tandu itu sampailah di depan gerbang kediaman keluarga Suetonius yang megah. Beberapa orang prajurit penjaga yang mengenali memberikan salam lalu segera membukakan gerbang. Claudia menjejakkan kaki ke tanah dan keluar dari tandu dibantu oleh salah seorang budak wanita yang mengiringi perjalanannya.

Aku lelah sekali hari ini, ingin beristirahat sebentar. Pasti kalian juga begitu, pulang dan beristirahatlah ! kata Claudia pada para budak yang sedari tadi mengiringi.

Setelah memberikan salam, keempat budak pria dan kedua budak wanita kembali ke tempat pemondokan mereka yang juga berada di komplek rumah dinas Suetonius.

Claudia menyusuri koridor rumahnya yang besar dan megah, disisi-sisinya terdapat patung-patung antik bergaya Romawi, di beberapa sudut juga terdapat koleksi barang-barang yang didapat oleh Suetonius semasa perang di berbagai wilayah kerajaan Romawi, mulai dari wilayah suku Germanik di utara sampai ke timur tengah. Claudia ingin mengunjungi ibunya sebentar sebelum masuk ke kamar dan istirahat, namun di depan kamar ibunya ia mendengar sesuatu.

Suara itu adalah desahan nafas penuh nafsu yang keluar dari mulut sang ibu!

Dengan jantung berdetak kencang, Claudia menempelkan telinga ke pintu yang masih tertutup. Selain suara desahan ibunya, Claudia juga mendengar suara erangan pria. Siapa gerangan pria yang berada di kamar ibunya? Ayahanda Suetonius masih berada di medan perang Israel dan baru akan kembali kemungkinan akhir tahun ini, lalu siapa yang berada di dalam kamar sang ibu?

Pelan-pelan ia mencoba mendorong pintu itu tapi tidak bergerak, sepertinya dipalang dari dalam. Karena penasaran, maka gadis itupun memutar keluar dan mencoba melihat melalui jendela. Jendela kamar ibunya terletak di sudut yang agak terpencil dari rumah dinas yang megah ini, ia berharap menemukan celah untuk melihat apa yang sedang terjadi di dalam. Claudia begitu tercekat dan jantungnya serasa mau berhenti begitu melihat dari celah jendela bermozaik yang sedikit terbuka untuk keluar masuknya udara.

Ia melihat dengan mata kepala sendiri, ibunya yang telanjang bulat tengah digumuli oleh dua orang budak Nubia (sekarang wilayah Afrika Utara) yang ia tahu bernama Kasha dan Pyankhi. Valeria, ibu Claudia dan istri Suetonius adalah seorang wanita berusia 34 tahun yang cantik, tubuhnya masih ramping dan seksi walaupun pernah melahirkan Claudia. Ia memiliki rambut hitam sedada yang lurus, biasanya disanggul seperti umumnya wanita-wanita Roma yang sudah menikah. Nampaknya mata biru Claudia yang indah itu adalah warisan dari ibunya karena mata mereka memang mirip, sama-sama biru dan menawan.

Valeria saat itu sedang berada di tengah di antara kedua budak hitam. Ia nampak menaik-turunkan tubuhnya di atas penis Kasha sementara dari belakang Pyankhi melesakkan penisnya ke dalam anus sang nyonya majikan. Kasha menikmati genjotan Valeria sambil dengan santai menyedoti payudara Valeria yang menggelayut. Rambut Valeria yang masih tersanggul sudah agak kusut, butir-butir keringat membasahi tubuh dan wajahnya membuat penampilannya makin menggairahkan.

Claudia meletakkan tangan di mulutnya dan menahan nafas seakan tidak percaya pada pengelihatannya sendiri. Ia tak tahu harus marah, sedih, tegang, atau malah terangsang, semua perasaan itu bercampur menjadi satu sehingga membuatnya hanya bisa melongo mengintip sang ibunda yang sedang berselingkuh dengan budaknya.

Akhirnya gadis itu menyudahi pengintipannya dan berlari ke kamar, disana ia menangis sambil tengkurap di atas ranjang. Sebagai anggota kelas elite masyarakat Roma saat itu, ia memang sudah sering mendengar kabar mengenai kegilaan hidup kelasnya baik di kalangan keluarga kaisar maupun kalangan senat dan bangsawan. Sudah menjadi rahasia umum bahwa cucu Kaisar Tiberius, Gaius Germanicus (yang kelak menjadi Kaisar Caligula) memiliki hubungan incest dengan kakak perempuannya, sudah merupakan hal yang lumrah sebagian istri anggota senat mempunyai hubungan gelap dengan pria-pria muda, dan bukan hal baru lagi para senat dan bangsawan menyukai pesta-pesta pribadi yang biasa berujung pada pesta orgy. Namun yang diketahuinya selama ini keluarganya termasuk baik-baik saja, ayahnya selalu setia pada ibunya walaupun konon kabarnya ketika muda memiliki banyak kekasih. Demikian pula ibunya selama ini ia anggap sebagai wanita yang penyayang dan tulus, tipe wanita yang lebih menyukai pekerjaan rumahan dan tidak pernah terlibat hura-hura apalagi pesta orgy seperti yang lainnya, ternyata ibunya tidak beda dengan mereka dan ia berselingkuh dari ayahnya dengan golongan budak pula.

Sikap Claudia terhadap sang ibunda berubah jadi dingin beberapa hari ini. Ketika Valeria mengajak bicara ia hanya menjawab seadanya saja dengan datar. Ia memilih lebih sering keluar rumah, seperti pergi ke pinggiran kota yang jauh dari hiruk-pikuk Roma atau bermain dadu bersama teman-temannya (permainan dadu merupakan salah satu hiburan pada masa itu). Pernah ia menyampaikan keluh kesahnya sambil berdoa di depan patung Dewi Juno (istri Dewa Jupiter), dewi pelindung para istri yang juga merupakan simbol istri yang diselingkuhi.

Tentu saja Valeria merasa sedih melihat perubahan sikap putri tunggalnya itu, apalagi ia tidak tahu alasan sebenarnya. Ia sudah merasa kesepian selama setengah tahun lebih ini. Apa sebenarnya yang merubah sifat setia Valeria? Dalam sebuah jamuan ia mendengar cerita seorang teman sesama istri komandan pasukan militer Romawi bercerita mengenai kehidupan seksnya yang wah. Selain pernah bercinta dengan pria muda yang tampan ia juga bercerita pernah bercinta dengan budaknya, itu semua hanya untuk memenuhi nafsu seksnya yang menggebu-gebu selama suaminya tidak ada dan tidak dengan cinta. Semua tertegun mendengarnya termasuk Valeria. Sejak saat itu, setiap kali melihat pria, terutama pria perkasa seperti budak, tentara, atau gladiator, ia selalu membayangakan dan bertanya dalam hati, apakah mereka begitu perkasa dan dapat membuatnya orgasme berkali-kali ? Mulanya ia selalu berusaha menepis fantasi liar itu dengan menyibukkan diri merajut, menonton teater, balap kuda, dan melakukan pekerjaan rumah lainya, namun syahwatnya yang telah dahaga selama berbulan-bulan terus menggelitiknya walau ia sering berdoa pada Dewi Juno agar tetap menjaganya dari perselingkuhan.

Namun akhirnya hubungan terlarang itu terjadi juga, Valeria makin terpengaruh kata-kata sang teman bahwa seks dan cinta itu jangan disamakan. Jantungnya berdegup kencang ketika pertama kali menyuruh kedua budaknya merangsangnya dengan menggerayangi tubuhnya dan melakukan oral seks. Birahi yang menuntut pemuasan itu terus mendorongnya berbuat lebih jauh hingga makin keterusan dari hari ke hari. Bahkan Valeria tidak malu-malu lagi memanggil kedua budak itu ke kamarnya untuk memuaskan nafsunya. Dalam urusan seks, ia makin tak memikirkan yang namanya harga diri atau martabatnya. Kedua budak itu memang terbukti mampu membuatnya menikmati seks sepenuhnya, apalagi sebelumnya ia belum pernah melakukannya secara threesome seperti ini. Bagaimanpun, dari luar ia tetap nampak seperti wanita terhormat, istri seorang jenderal dan ibu yang baik bagi putrinya .

Seminggu setelah mendapati ibundanya berselingkuh dengan dua budak Nubianya, ia mendapat kesempatan untuk menginterogasi mereka. Saat itu mamanya sedang berada di luar kota memantau keadaan rumah dan tanah pertanian keluarga mereka karena saat itu sedang musim panen anggur. Dipanggilnya Kasha dan Pyankhi menghadapnya di ruang tamu. Keduanya menghadap menemui nona majikan mereka yang telah menunggu di atas sebuah bangku berukir, tampak anggun sekali ia hari itu dengan gaun panjang warna ungu, warna yang menandakan kelas elit masyarakat Romawi karena bahan kain dengan warna itu adalah yang paling mahal. Claudia menyuruh dua budak wanita yang mendampinginya pergi dan siapapun tidak diijinkan masuk tanpa perintah darinya. Mata biru Claudia menatap tajam pada kedua budak hitam itu.

Berlutut ! perintahnya dengan setengah membentak pada keduanya.

Keduanya dengan raut wajah bingung dan takut menjatuhkan lutut ke atas lantai berlapis marmer itu. Mereka tahu ada sesuatu yang tidak beres dilihat dari tatapan mata dan gaya bicara gadis itu.

Lancang sekali kalian berani main gila dengan mamaku, bagaimana bisa terjadi ? tanya Claudia dengan ketus.

A-aapa maksud Nona ? kami, kami tidak mengerti ? Kasha mencoba berkelit dengan gugup.

Budak hina ! masih berani bohong ! Claudia marah dan melemparkan bantal di dekatnya yang mengenai kepala Kasha.

Mereka makin membungkukan badan tak berani menatap wajah nona majikannya karena memang bersalah.

Claudia terus mendesak mereka untuk membeberkan segalanya dengan marah sehingga mereka pun akhirnya mengakuinya.

Kami, kami diperintah oleh nyonya, kami juga tidak berani melawan ! ujar Pyankhi.

Benaritu benar, nyonyalah yang meminta kami melakukan itu, kami cuma budak, apa yang bisa kami perbuat selain menurut ? timpal Kasha.

Bohong ! kalian bohong ! mama itu wanita terhormat, mama gak mungkin seperti itu ! sahut Claudia setengah menjerit, hatinya sangat terpukul menerima kenyataan itu.

Ampun nona, memang begitu kenyataannya, coba pikirkan, mana mungkin kami berani selancang itu kalau bukan nyonya yang memulai ! jawab Kasha lagi sambil menundukkan kepalanya hingga hampir menyentuh lantai.

Kami tidak berani menolak, kami takut dihukum, mohon pengertian Nona, ini bukan salah kami ! Pyankhi juga terus mengiba dan menundukkan kepala.

Sudah berapa lama kejadian ini berlangsung ? tanya Claudia lagi.

Sebulaniya kira-kira sebulan, nyonya sering menyuruh kami melayaninya kalau sedang kesepian jawab Pyankhi terbata-bata.

Iya, Nyonya sepertinya kesepian karena tuan lama belum pulang, sepertinya itu sebabnya dia minta kami berbuat begitu ! timpal Kasha.

Cukupcukup saya bilang ! dasar budak hina ! bentak Claudia dengan nada bergetar, tangannya terkepal keras menahan marah dan sedih, kalian kira saya akan diam saja untuk semua ini hah ? kalian akan tau apa hukumannya ?

Ampun Nona, jangan hukum kami, ini bukan salah kami ! mereka mengiba dan membenturkan kepalanya ke lantai berlapis granit itu dengan penuh ketakutan.

Baik, aku tidak akan membunuh kalian kata Claudia pelan yang membuat mereka sedikit tenang, tapi aku akan membuat kalian tidak bisa melakukan itu lagi selamanya ! lanjutnya dengan nada tinggi.

Ooohhjangan Nona, ampuni kami, kami tidak bersalah ! sekali lagi mereka mengiba-iba sambil merangkak ke depan bermaksud menyembah dibawah kaki Claudia.

Ia bangkit berdiri dan berjalan ke depan hendak memanggil prajurit untuk mengebiri kedua budak itu. Dengan wajah sinis ia mengacuhkan permohonan belas kasih keduanya. Ia melangkahkan kakinya hingga memunggungi keduanya.

Pengammmhh !! sebelum sempat ia berteriak memanggil prajurit yang berjaga agak jauh di luar sana sebuah tangan kokoh sudah membekap mulutnya dari belakang.

Claudia kaget sekali dengan sergapan mendadak itu, ia meronta sekuat-kuatnya berusaha melepaskan diri. Sia-sia, tenaga seorang gadis sepertinya bukanlah tandingan tenaga budak yang terbiasa melakukan kerja kasar. Pyankhi maju ke depan dan menyeringai mengerikan. Claudia yang matanya mulai berkaca-kaca menggeleng kepala seolah berkata, janganjangan mendekat, lepaskan aku !

Maaf Nona, anda tidak memberi kami pilihan sehingga kami terpaksa melakukan ini ! katanya sambil meraih bahu gadis itu.

Bret ! dengan satu sentakkan kuat robeklah gaun itu pada sisi kanannya sehingga payudara kanannya terekspos seketika. Mata kedua budak itu seperti mau copot melihat keindahan payudara nona majikannya yang montok, kencang dan berputing kemerahan itu. Sementara air mata Claudia meleleh dari pelupuk matanya membasahi pipinya, ia tidak menyangka mereka berani melakukan hal ini padanya. Pyankhi memakai robekan baju Claudia untuk mengikat mulutnya, dengan demikian Kasha melepaskan bekapannya terhadap mulut Claudia dan dapat lebih erat menelikung lengannya sehingga membuat Claudia meringis kesakitan dan menjerit, namun jeritan itu teredam oleh sobekan baju yang mengikat mulutnya.

Kami tahu hukumannya walau tidak mati tapi dikebiri yang lebih kejam dari kematian itu sendiri, maka kami lebih memilih dapat mencicipi tubuh Nona dulu sebelum dihukum, toh kalaupun harus mati kami tidak akan menyesal karena kami sudah tidak punya keluarga lagi kata Kasha dekat telinganya.

Nyali Claudia kian ciut melihat tatapan penuh nafsu mereka yang akan segera memperkosanya. Rontaannya makin lemah apalagi semakin meronta justru semakin sakit akibat tangannya ditelikung oleh Kasha dari belakangnya. Pyankhi yang didepannya mulai menciumi pipi, leher dan telinganya membuatnya bergidik. Ia juga merasa roknya diangkat sehingga angin menerpa pahanya yang mulus, sebuah tangan kasar lalu membelai paha itu dari belakang. Belaian itu mau tidak mau membuat darahnya berdesir.

Hhhmmbener-bener toked yang montok ! kata Pyankhi meremas payudara kanan Claudia yang tersingkap.

Sementara itu tangan Kasha meraba makin dalam hingga menyentuh vagina Claudia yang masih tertutup celana dalamnya. Ia mendesah tertahan saat jari-jari tangan yang besar itu menggosok belahan kemaluannya dari luar. Pyankhi juga kini memeluk tubuhnya sambil tangannya terus menggerayangi payudaranya. Kedua budak itu telah mendekapnya dari depan dan belakang sehingga membuatnya merasa sesak dan dapat merasakan bau badan mereka yang maskulin. Diperlakukan demikian, perlahan Claudia mulai lemas, rasa nikmat pada vaginanya yang digesek-gesek dan payudaranya yang diremasi membuatnya tak mampu berontak lagi. Ketika tangan Kasha menyusup ke dalam celana dalamnya, rasa nikmat itu makin membuatnya tak berdaya, tubuhnya bergetar menerima rangsangan-rangsangan itu. Meskipun kini Kasha telah melepaskan tangannya yang tadi ditelikung, Claudia tidak berontak seperti tadi lagi, ia hanya mendorong tanganya ke dada bidang Pyankhi yang mendekapnya dari depan dengan setengah hati. Melihat Claudia kian takluk, Pyankhi makin berani, ia menarik lepas simpul pada tali pinggangnya lalu menurunkan bagian gaun yang masih menggantung di bahu kirinya sehingga gaun itu melorot jatuh. Pakaian yang masih tersisa di tubuh gadis itu kini tinggal celana dalamnya saja, itupun sudah setengah melorot. Mata kedua budak itu melolot memandangi tubuh polos nona majikan mereka, sungguh putih dan mulus bak pualam, sepasang payudaranya yang tegak begitu kenyal dan lembut seperti kulit bayi. Valeria memang mewariskan kecantikannya itu pada putri semata wayangnya ini.

Sentuhan-sentuhan erotis mereka mau tak mau membuat darah Claudia bergolak. Ia merasakan seperti ada getaran-getaran listrik ketika Pyankhi membungkuk sambil menyedoti payudaranya, terkadang gigi budak hitam itu menggigiti kecil putingnya sehingga meningkatkan rangsangannya.

Mmmmmmpphhh ! terdengar erangan Claudia yang teredam sobekan pakaian yang mengikat mulutnya.

Sementara di belakangnya, Kasha sedang menciumi leher dan pipinya, tangannya yang kekar itu mempermainkan payudara yang satunya dan tangan lainnya mengobok-obok celana dalamnya. Kasha merasakan vagina majikannya yang ditumbuhi bulu-bulu halus itu sudah mulai basah akibat permainan jarinya. Mereka kemudian menyeret tubuh Claudia yang sudah pasrah dan lemas karena terangsang itu ke dipan terdekat, tempat biasa tamu membaringkan diri ketika sedang diadakan perjamuan. Kasha terlebih dulu naik ke dipan berlapis bantalan empuk itu lalu menaikkan tubuh Claudia ke atasnya. Pyankhi membuka pakaiannya yang terbuat dari kain kasar. Ketika terakhir ia membuka cawatnya, mata Claudia terbelakak melihat penis hitam yang sudah ereksi penuh itu. Badan budak hitam itu begitu kekar dan berotot seperti patung-patung Romawi yang menghiasi beberapa sudut ruangan itu, tapi yang lebih membuatnya terhenyak adalah penisnya yang kali ini dilihatnya dengan lebih jelas, ukurannya begitu besar dengan urat-uratnya yang menonjol seperti akar pohon. Mengerikan tapi juga membakar libidonya, pantas saja mamanya mendesah demikian nikmat dibuatnya.

Setelah membuka pakaiannya ia menghampiri Claudia dan menarik lepas celana dalam gadis itu. Claudia sudah pasrah sehingga tanpa sadar bergerak secara refleks mempermudah budak itu meloloskan pakaian terakhirnya yang tersisa.

Demi para dewa ! sungguh anugerah yang tak ternilai bisa menikmati yang seperti ini ! Pyankhi berdecak kagum mengagumi kepolosan tubuh Claudia.

Walau harus mati setelah ini kami tak menyesal, sungguh maaf sekali Nona, kami sudah terlalu lancang kata Kasha, tapi kami tidak punya pilihan lain

Pyankhi ikut naik ke dipan dan berlutut di antara kedua paha Claudia, ia lalu membungkuk dan mengarahkan wajahnya ke vagina gadis itu. Kasha yang lebih muda sepertinya mengerti sehingga ia menarik tangannya membiarkan Pyankhi mencicipi vagina Claudia. Pyankhi tertawa-tawa mengelusi paha mulus Claudia sambil sesekali menjilatinya. Pipi Claudia bersemu merah karena terangsang dan malu organ kewanitaannya dipelototi demikian, ia berusaha merapatkan pahanya tapi tidak bisa karena dipegangi oleh budak itu. Nafas pria itu yang mendengus-dengus makin terasa membelai vaginanya.

Eemmhh ! desahan tertahan keluar dari mulutnya ketika lidah Pyankhi menyentuh bibir vaginanya.

Lidah budak hitam itu menjilati bibir vaginanya dan semenit kemudian menyusup masuk ke dalamnya untuk mencicipi lebih jauh. Tentu dengan rangsangan itu tubuh Claudia yang sedang didekap Kasha menggeliat liar.

Claudia makin diamuk birahi, ia sudah memasrahkan dirinya pada kedua budak hitamnya itu. Tangannya mendorong-dorong kepala Pyankhi yang sedang asyik melumat vaginanya, namun itu bukanlah penolakan melainkan hanya melampiaskan kegelian nikmat yang diberikan Pyankhi, ia juga tidak berusaha mengatupkan paha walaupun pria itu sudah tidak memeganginya lagi. Yakin Claudia sudah takluk, Kasha memberanikan diri membuka ikatan mulut gadis itu. Sebenarnya saat itu bisa saja ia menjerit sekuat tenaga dan kabur, tapi entah mengapa ia enggan melakukannya, birahi telah menghanyutkannya ke tengah lautan nafsu sehingga untuk kembali tidak semudah itu. Selain itu kekecewaannya yang mendalam pada mamanya juga membawanya pada penyerahan diri, ia merasa kehilangan panutan dari orang tua yang selama ini dihormatinya sehingga tidak perlu lagi mempertahankan harga diri dan derajatnya, ia ingin melampiaskan kekesalannya dengan perbuatan yang sama dengan mamanya itu. Lagipula toh kegilaan seperti ini juga berlangsung di istana, pusat pemerintahan itu. Memang Kaisar Octavianus Agustus (63 SM-14 M), pendahulu dan ayah tiri Tiberius telah menetapkan undang-undang yang mengatur tentang kesusilaan dan ia juga memberi contoh dari keluarganya sendiri dengan mengasingkan putrinya, Julia, yang terlibat sejumlah skandal seks. Namun toh undang-undang itu hanya menyentuh rakyat jelata saja, sedangkan kebanyakan golongan atas masih tetap hidup dalam kebejatan moral.

Remasan pada kedua payudaranya dan lidah Pyankhi yang mengais-ngais liang vaginanya membuat libido Claudia semakin naik.

Aahhoohhjangan, lepaskan saya mmmhhaaahh ! desah gadis itu, mulutnya berkata jangan karena masih malu mengakui dirinya terbuai, namun tubuh dan hati kecilnya menginginkan semua itu berlanjut.

Nona sekarang nikmati saja, setelah ini terserah anda kami mau diapakan kata Kasha dekat telinganya.

Claudia dapat merasakan penis Kasha yang sudah mengeras itu menekan punggungnya, tangannya dari tadi meremas payudara sambil sesekali menjelajah lekuk tubuh lainnya. Bibir tebal pria itu menciumi pundak dan lehernya yang jenjang. Terkadang lidahnya bermain di telinga gadis itu membuatnya kegelian dan makin terbuai. Sementara di bawah sana, Pyankhi semakin liar menjilati vaginanya, ia menemukan klitorisnya dan memainkan lidahnya di area sensitif itu sehingga Claudia semakin tak sanggup menahan diri lagi. Tak lama kemudian ia merasakan tubuhnya menegang tak terkendali dan ia tak bisa menahan cairan yang keluar dari vaginanya yang langsung dihisap dengan bernafsu oleh Pyankhi. Perasaan nikmat itu berlangsung hingga beberapa detik lamanya sebelum tubuhnya lemas, nafasnya tersenggal-senggal, ia tak bisa menyangkal bahwa ia sangat menikmati orgasme pertamanya tadi, ia bingung apakah harus marah pada mereka yang berani selancang ini terhadapnya atau harus berterima kasih karena memberinya pengalaman sensasional ini. Ia sungguh bingung hingga tak sanggup berkata apapun selain menatap Pyankhi yang sedang menjilati sisa-sisa cairan orgasmenya dengan tatapan sendu, seolah ia ingin memintanya lagi tapi tidak berani mengutarakannya terang-terangan.

Hhmmsedap, terima kasih Nona, hamba yang hina ini akhirnya bisa merasakan memek terbaik di Roma kata Pyankhi setelah puas menjilati vagina Claudia.

Tolong jangan kasar, saya baru pertama kali sahut Claudia.

Kasha menyuruh Claudia bergeser dikit lalu ia turun dari pembaringan itu untuk melepas pakaiannya. Sekali lagi Claudia terhenyak ketika melihat penis Kasha, ukurannya mirip dengan temannya itu dan sama-sama hitam berurat. Ohgila besar sekali, inikah yang akan segera menjebol vaginaku ? kata Claudia dalam hati sambil menatap takjub. Sebaliknya mereka pun memandangi tubuh nona majikan mereka yang hanya tinggal memakai beberapa asesoris saja seperti tiara yang masih terpasang di atas kepalanya, seuntai kalung emas, dan gelang bersepuh emas yang melingkari lengan atas kirinya. Pyankhi meraih lengan Claudia yang masih bengong sambil duduk bersimpuh dan meletakkannya di penisnya.

Coba Nona genggam punya saya ini, gerakkan tangan Nona naik turun supaya enak katanya seperti sedang mengajari.

Claudia meskipun masih ragu mulai mengikuti pengarahan budaknya, ia mengocok pelan benda itu. Ia merasakan kerasnya benda itu dan urat-urat yang menonjol itu. Pyankhi mendesis nikmat menikmati kelembutan tangan Claudia yang memijati penisnya. Kasha kembali naik ke pembaringan ia mengambil tempat di sisi nona majikannya. Diraihnya dagu gadis itu seraya mendekatkan wajahnya. Bibir mungil Claudia pun bertemu dengan bibirnya yang tebal. Claudia membiarkan lidah budak itu masuk ke mulutnya serta menyapu rongga di dalamnya. Mulanya ia pasif saja, namun lama-lama lidahnya pun mulai ikut bermain dengan lidah pria itu.

Seiring ciumannya yang makin panas, kocokannya terhadap penis Pyankhi pun makin cepat sehingga budak itu mengerang keenakan dibuatnya. Pyankhi yang tidak tahan lagi melepaskan kocokan Claudia pada penisnya, lalu ia menarik kedua pergelangan kaki Claudia dan dibentangkannya. Vaginanya yang merekah dan basah itu terlihat jelas olehnya. Kemudian budak itu menempelkan kepala penisnya ke liang itu.

Aahhhaduh, pelan-pelan, sayaahhhsaya belum pernah ! Claudia merintih menahan perih, tubuhnya mengejang dan air mata keluar dari pelupuk matanya, ia mencengkram erat tangan Kasha yang sedang memijati payudaranya.

Pyankhi tampaknya cukup pengertian, walau nafsunya sudah di ubun-ubun, ia tidak terlalu kasar memperlakukan nona majikannya ini. Agar tidak terlalu sakit, dengan sabar ia melakukan gerakan tarik dorong hingga penisnya sedikit demi sedikit tertancap makin dalam. Kepala penis itu menyentuh suatu lapisan dan terus menekan dan

Aakkhh ! Claudia mendesah lebih panjang dan tubuhnya menggelinjang, rupanya Pyankhi baru saja merobek selaput daranya.

Kasha kembali melumat bibir Claudia dan memain-mainkan putingnya sehingga disamping rasa sakit pada vaginanya, gadis itu juga merasakan kenikmatan yang lembut sehingga gairahnya tidak padam oleh rasa nyeri. Mengikuti naluri seksualnya, Claudia membalas pagutan Kasha, ia melingkarkan tangan kanannya melingkari leher budak itu. Sementara Pyankhi makin memperdalam tusukannya dan mulai menggenjotnya. Claudia dapat merasakan batang itu berdenyut-denyut dalam vaginanya, urat-uratnya juga terasa sekali bergesekan dengan dinding vaginanya.

Demi Venus, inikah rasanya bercinta ?! katanya dalam hati.

Claudia mengerang dan menggeliat merasakan sodokan penis hitam Pyankhi. Budak hitam itupun merasakan betapa nikmat penisnya keluar masuk di antara himpitan vagina nona majikannya yang masih sempit dan baru diperawaninya itu. Ketika sedang enak-enaknya menikmati genjotan Pyankhi, tiba-tiba Kasha memutar wajahnya ke samping dimana penisnya telah menodong tepat di wajahnya.

Tolong Nona jilat punya saya ini, saya ingin merasakannya di mulut Nona ! pintanya.

Claudia yang sedang dilanda nafsu itu tanpa ragu-ragu menggenggam penis itu dan membuka mulut membiarkan penis itu masuk ke dalamnya.

Uuuhhenak Nona, dikulum, iyah gitu, jangan kena giginyammm ! erang Kasha sambil sesekali memberi pengarahan.

Claudia mengulum penis itu, walau aromanya tidak enak, tapi dalam kondisi high seperti itu ia tidak terlalu memikirkannya, bahkan mulai terbiasa. Penis itu begitu besar dan panjang sampai mulut Claudia yang mungil tak mampu menampung seluruhnya dan itupun sudah terasa sesak. Ia memaju-mundurkan kepalanya mengisapi penis itu, erangan tertahan terdengar dari mulutnya. Seiring dengan kenikmatan yang memuncak, Pyankhi semakin cepat menyodok-nyodokan penisnya sehingga tubuh Claudia terguncang-guncang. Budak hitam itu menggenjot sambil tangannya meremasi payudara gadis itu yang ikut bergoyang. Claudia tampak menggeliat keenakan sambil mengulum penis Kasha dengan nikmatnya. Oral seks ini adalah yang pertama baginya, tapi nampaknya dia sudah begitu ahli menjilati dan mengisap benda itu sampai pemiliknya melenguh nikmat. Itu dikarenakan sensasi nikmat yang menjalari tubuh Claudia yang menuntut pemuasan sehingga dengan sendirinya tubuhnya bereasi membalas kenikmatan yang diberikan kedua budaknya.

Tak lama kemudian Claudia mencapai klimaksnya bersamaan dengan Pyankhi. Claudia melepaskan kulumannya pada penis Kasha karena tidak tahan menahan desah orgasmenya. Di ambang orgasme Pyankhi makin ganas menggenjoti Claudia, demikian pula Claudia yang ikut menggoyang pinggulnya untuk menyambut gelombang orgasme yang segera menerpa. Keduanya akhirnya mengeluarkan desahan panjang ketika tiba di puncak.Claudia merasakan ada cairan hangat yang banyak sekali tertumpah di dalam vaginanya, Pyankhi juga merasakan penisnya makin diremas-remas dan diselubungi cairan yang hangat. Tubuh Claudia melemas kembali setelah mengejang selama beberapa saat, nafasnya terputus-putus dan keringat mulai membasahi tubuh keduanya. Claudia menatap kosong ke langit-langit ruangan itu.

Luar biasa, aku tidak bisa menahannya, perasaan apakah tadi itu ? tanyanya pada diri sendiri dalam hati.

Secara jujur Claudia sangat menikmati sensasi bagaikan terbang tadi, yang kali ini rasanya jauh lebih nikmat dari yang pertama tadi, terutama karena semburan cairan hangat di dalam itu, ia masih ingin melanjutkan kenikmatan itu, tapi sekali lagi hatinya bergumul apakah pantas kenikmatan ini didapatnya dari golongan budak seperti mereka, padahal sebentar lagi ia akan segera menikah dengan Vitelius, perwira muda yang gagah itu. Ooohhsungguh bingung ia dibuatnya, namun ketika teringat lagi kelakuan mamanya itu, sisi liarnya mulai timbul lagi dengan maksud melampiaskan kekecewaan hatinya. Ia mulai berpikir toh orang-orang lain termasuk mamanya juga pernah melakukan kegilaan ini, kalau sudah telanjur basah begini untuk apa lagi sok suci.

Setelah tenaganya dirasa cukup, Claudiapun pelan-pelan mengangkat tubuhnya hingga terduduk di pembaringan itu dengan kaki lurus. Matanya menatap pada Kasha yang sedang menunggu gilirannya, ia melingkarkan tangannya ke leher budak itu dan wajahnya maju mencium bibir tebalnya. Tanpa melepas ciuman, Kasha menarik kaki Claudia dan membimbingnya naik ke pangkuannya.

Uuhhhnngghh ! desah Claudia ketika penis Kasha melesak makin dalam di vaginanya.

Sesak sekali penis itu dalam vaginanya yang sempit, berkat cairan kewanitaan yang telah membanjiri selangkangannya, ia tidak merasa seperih waktu diperawani Pyankhi tadi dan sekarang ini nikmatnya lebih terasa. Claudia menggeliat nikmat dan mendesah ketika Kasha menyentak pinggulnya ke atas sehingga penis itu masuk sepenuhnya ke dalam vaginanya. Keduanya mulai bergoyang pelan sambil berpelukan. Kasha sedang mengenyoti puting kanan Claudia dan tangannya membelai punggungnya yang mulus. Desahan-desahan nikmat keluar dari mulut gadis itu tanpa tertahan, naluri seksualnya telah mengaburkan akal sehatnya. Kini bahkan goyangannya lebih agresif dari Kasha sehingga Kasha menghentikan sentakan pinggulnya membiarkan nona majikannya naik turun sendiri mencari kenikmatannya.

Enak sekali Nona, memek Nona benar-benar sempit, lebih sempit dari punya Nyonya, uuhhhwalau saya mati setelah ini saya rela uuhh ! kata Kasha

Claudia tidak menghiraukan celoteh Kasha selain terus menggoyang tubuhnya, sesekali mereka mulut mereka saling berpagutan. Pyankhi yang sedang beristirahat memandangi temannya sedang menggumuli nona majikannya sambil memijati penisnya, seringai puas muncul di wajahnya.

Buah dada Claudia yang sejak tadi menjadi bulan-bulanan kini sudah basah oleh liur, beberapa bekas gigitan yang memerah juga nampak pada kulitnya yang putih. Helm penis Kasha bagaikan palu godam yang menghantam dan menghancurkan lubang sempit pada bibir vaginanya.

Ohhhyahhterushhaahhnikmat! Claudia terus menceracau.

Kasha yang semakin terbawa arus kenikmatan juga kini ikut menyentak-nyentak pinggulnya sehingga pembaringan itu ikut bergetar. Ketika mengayunkan pinggulnya otot-otot kekar pada lengan budak hitam itu keluar dan menampakkan keperkasaan tubuhnya, wajah budak hitam itu juga telah basah oleh keringat dan minyak wajah. Kasha dalam usianya yang ke 27 memang sedang dalam puncak kekuatannya.

Oh seksi sekali ! kata Claudia dalam hati memandang padanya.

Kasha masih belum menunjukkan kelelahan. Mulut, lidah, tangan dan pinggulnya semuanya aktif memberi rangsangan pada gadis itu. Sekitar lima belas menitan akhirnya pertahanan Claudia kembali jebol. Tubuhnya menggeliat hebat sehingga sepasang payudaranya semakin membusung indah di depan wajah Kasha. Vaginanya kembali banjir dan menimbulkan suara decakan setiap kemaluan mereka bertumbukan. Namun Kasha masih terus bersemangat menyentak-nyentak tubuh Claudia yang sudah lemas. Ia membiarkan tubuh Claudia yang telah lemas itu ambruk ke belakang, setelah sedikit merubah posisi menjadi berlutut ia lalu sambil meneruskan genjotannya pada gadis yang sudah terbaring lemas itu sambil memegangi kedua pahanya yang tertekuk.

Tak lama kemudian Kasha membalik tubuh Claudia hingga menungging dan kembali menusukkan penisnya. Claudia yang masih kelelahan pasrah saja diperlakukan apapun oleh budaknya itu. Ketika tengah digenjoti oleh Kasha tiba-tiba sebuah tangan mengangkat kepalanya yang tertunduk lemas. Ia menggerakkan mata dan melihat Pyankhi telah berlutut di depannya dengan penis yang sudah tegak lagi menodong ke arah wajahnya.

Isep Nonaayo diisep ! perintahnya.

Claudia menggeleng karena masih lelah, tapi Pyankhi terus mendesaknya.

Ayolah Nona, saya udah gak tahan, isep aja, saya mau Nona melayani kontol saya ini, saya mau muncrat di mulut Nona, nanti Nona minum peju saya yah ! katanya sambil menahan kepala gadis itu dan tangan satunya menempelkan penis itu ke bibirnya.

Gila lancang benar budak ini berani-beraninya memerintah seperti itu padanya, Claudia merasa seperti diinjak-injak harga dirinya oleh perintah Pyankhi. Namun herannya kata-kata melecehkan itu sepertinya mendatangkan sensasi tersendiri seperti sihir yang meluluhkannya, Claudia benar-benar takluk oleh budaknya sendiri. Ditambah genjotan Kasha dibelakangnya, birahi Claudia mulai menggeliat lagi, ia membuka mulutnya membiarkan penis itu masuk ke mulutnya, hidungnya menghirup aroma sperma dan keringat dari kejantanan itu dan lidahnnya mulai merasakan asin ketika menyentuh ujung batang itu. Kini ia harus melayani dua penis sekaligus pada vagina dan mulutnya, ia tidak pernah membayangkan akan melakukan permainan seks seliar ini dalam pengalaman pertamanya. Betapapun campur-aduknya perasaan Claudia yang jelas saat itu ia sangat menikmati disetubuhi dari dua sisi seperti itu.

Ketika Kasha menyodok ke depan penis Pyankhi semakin masuk ke mulutnya dan kadang menyentuh tenggorokannya, hal ini membuat budak Nubia itu makin mengerang keenakan. Erangan tertahan keluar dari mulutnya yang terganjal penis besar itu. Kasha sepertinya akan segera mencapai orgasme, ia semakin cepat menggenjoti Claudia dan semakin kasar meremas payudaranya. Kemudian ia menarik lepas penisnya dan membawanya ke mulut Claudia.

Tolong isep yang ini dulu Nona, mau keluar ! pintanya terengah-engah.

Claudia menurut saja ketika Kasha menarik kepalanya dan memasukkan penis itu ke mulutnya, ia tetap melayani Pyankhi dengan kocokan tangannya. Ia merasakan aroma cairan kewanitaannya sendiri yang membasahi penis itu. Tidak sampai semenit muncratlah sperma Kasha di mulutnya diiringi erangan panjang si budak hitam itu. Claudia agak kaget menerima semburan itu, baru pertama kali ia merasakan cairan hangat yang kental itu dalam mulutnya, ternyata aromanya lumayan tajam. Cairan itu muncrat begitu deras dan Claudia belum ahli menghisap cairan itu sehingga meleleh-leleh di pinggir mulutnya, bahkan sebagian muncrat membasahi wajahnya ketika ia melepaskannya dari mulut karena merasa mulutnya kepenuhan.

Diminum yah Nona ! kata Kasha sambil menyeka lelehan spermanya pada dagu Claudia dan memasukkannya ke mulut gadis itu.

Tak lama kemudian penis Pyankhi yang sedang dikocok Claudia juga menyemprotkan sperma mengenai pipi kanannya. Entah mengapa walau awalnya sempat merasa jijik dengan cairah kental itu, ia malah membuka mulutnya dan memasukkan penis Pyankhi ke mulutnya. Ia menyedot-nyedot penis Pyankhi yang masih mengucurkan spermanya, sementara tangannya mengocok milik Kasha yang semakin menyusut.

Itu yang namanya sperma, Nona, itu yang bisa membuat hamil kalau masuk ke rahim ? Pyankhi menjelaskan.

Hamil ? tiba-tiba Claudia terkesiap dan kesadarannya sedikit pulih, ia tidak rela hamil dari dari budak Nubia seperti mereka, sejauh inikah nafsu telah menyeretnya sampai ia begitu menikmati dan lupa akibatnya. hamil katamu ? jadi aku akan hamil karena ini ? tanyanya dengan wajah kuatir.

Tergantung Nona, apakah sekarang Nona sedang dalam masa subur ? kalau ya kemungkinan besar ya, kalau tidak Nona akan aman Pyankhi melanjutkan penjelasannya.

Aku baru selesai datang bulan empat hari yang lalu, apakah aku akan hamil ? tanya dengan antusias.

Kalau begitu Nona aman, selama cairan ini tidak keluar di dalam pada masa subur Nona tidak perlu kuatir semua itu Kasha menjawab.

Lega hati Claudia mendengarnya, ia lalu bertanya lagi bagaimana bila cairan itu tertelan.

Ditelan juga tidak apa-apa Nona, tidak akan hamil jawab Pyankhi.

Claudia pun melanjutkan hisapannya pada kedua penis itu hingga bersih Kedua budak hitam itu sangat puas dan terkulai lemas di pembaringan itu. Claudia terbaring tak berdaya di tengah, buah dadanya naik turun, sperma membasahi sekujur dada dan wajahnya.

Dengan jarinya Claudia menyeka sperma di wajah dan dadannya. Nafasnya berangsur-angsur mulai tenang dan teratur lagi.

Kalian benar-benar kurang ajar ! ucapnya memecah keheningan dengan geram, kalian telah lancang berzinah dengan istri jenderal dan bahkan memperkosa putrinya. Ini kesalahan yang besar tau ! lanjutnya sambil menggeser tubuh hingga bersandar ke kepala pembaringan.

Mereka tertunduk lesu mendengar omelan Claudia, mereka sadar saatnya telah tiba untuk menerima hukuman atas perbuatan mereka.

Kami memang salah Nona, sekarang silakan Nona panggil pengawal, kami sudah siap kehilangan nyawa Kasha berkata dengan lesu.

Claudia menghela nafas dan menatapi mereka bergantian dengan kesal. Dia sungguh bingung, ada rasa senang dapat melampiaskan kekecewaan hatinya dan karena kenikmatan pertama yang didapatnya dari mereka, namun rasa malu, kesal, dan dilecehkan pun juga dirasakannya.

Kaliankalian, tskcepat pergi ! ucapnya dengan berat, pastikan jangan sampai ada yang tahu kejadian ini termasuk mamaku

Kasha dan Pyankhi bengong dan saling pandang satu sama lain, Claudia memalingkan muka tidak mau melihat mereka karena rasa malunya.

Nonamaksud Nona tanya Pyankhi masih belum jelas.

Pergi !! aku bilang pergi ! Claudia setengah menjerit.

Kedua budak Nubia itupun buru-buru memungut pakaian masing-masing dan memakainya. Mereka pamitan lalu meninggalkannya sendirian di ruang tamu itu, lega hati mereka karena Claudia ternyata tidak jadi menghukum mereka. Claudia pun dengan hati bimbang memakai kembali pakaiannya yang telah robek sebagian. Robekan itu ia tutupi dengan kain luar longgar seperti selendang yang disebut palla sambil berjalan secepatnya ke kamar untuk berganti pakaian. Untuk menuju ke kamarnya saja ia harus memutar ke koridor yang lebih sepi agar tidak berpapasan dengan budak yang sedang bekerja atau prajurit yang sedang patroli, ia tidak ingin mereka curiga melihat penampilannya yang agak kusut dan pemakaian pallanya yang agak aneh. Setelah mengganti bajunya, ia langsung menuju ke tempat pemandian yang terletak di bagian belakang kompleks rumah dinas itu. Sesampainya disana ia membuka pakaiannya dan turun ke dalam kolam untuk membersihkan diri. Hening sekali suasana di kamar mandi besar itu, yang terdengar hanya percikan air dari pancuran berbentuk kepala singa yang menghadap pintu masuk dan di seberangnya yang membelakangi pintu. Dua buah patung berdiri tegak di kedua sisi kolam yang saling berseberangan di antara beberapa pilar yang menyangga bangunan itu. Tidak banyak rumah-rumah di Roma yang memiliki tempat pemandian seperti ini, hanya rumah-rumah golongan elite saja yang memiliki kamar mandi pribadi, sedangkan rakyat jelata biasa mandi di tempat pemandian umum atau di sungai. Di kolam itu Claudia merendam dirinya sampai sebatas leher sambil memejamkan mata dan merenungkan kejadian barusan.

Lima hari berlalu setelah kejadian itu, selama itu Claudia menghindari Kasha dan Pyankhi, ia belum ke tempat pemondokan budak beberapa hari terakhir, padahal selama mamanya masih di luar kota ia seharusnya menginspeksi mereka di belakang, namun tugas itu hanya ia serahkan pada perwira paling senior yang menjaga rumahnya. Valeria telah kembali ke rumah dua hari yang lalu, namun kelihatannya sikap putrinya padanya masih saja dingin, ia selalu berkelit dan mencari-cari alasan ketika Valeria ingin berbicara secara pribadi padanya.

Claudia, kamu ini kenapa ? belakangan ini kamu selalu bersikap dingin ke mama. Mama jadi khawatir kata Valeria membelai rambutnya dengan lembut ketika membangunkanya di pagi hari. kamu ada masalah dengan teman kamu ? atau ada orang yang mengecewakan kamu ?

Sudahlah Ma, saya sudah besar, jangan perlakukan saya seperti anak-anak terus ! jawabnya agak ketus sambil turun dari ranjang lalu menuju ke baskom air dan membasuh wajahnya.

Dengan hati gundah, Valeria masih mengatakan bahwa ia sudah mempersiapkan makanan untuk putrinya itu di ruang makan dengan menu buah-buahan dan keju segar yang dibawa dari kampung. Namun Claudia tidak terlalu menghiraukannya, ia hanya mengucapkan terima kasih dengan tawar dan keluar dari kamarnya meninggalkan Valeria yang menghela nafas panjang dan geleng-geleng kepala.

Hari itu Claudia sengaja keluar rumah lagi dan kembali pada sore harinya. Baru saja masuk rumah, ia berpapasan dengan Lidia, budak Yunani berusia 26 tahun, yang biasa mendampingi mamanya. Claudia bertanya pada Lidia yang sepertinya baru saja mau pulang ke pemondokan mengenai keberadaan mamanya.

Nyonyatadi dia bilang mau mandi sepertinya sekarang sudah di pemandian, tapi saya disuruhnya pulang saja karena sudah tidak ada yang bisa dilakukan lagi jawab Lidia sopan, Claudia mangut-mangut mendengarnya, eemmkalau tidak ada apa-apa lagi saya permisi dulu Nona, saya masih harus mengurus anak saya Lidia memohon pamit dan Claudia mempersilakannya pulang.

Claudia merasa ada yang tidak beres, firasatnya mengatakan perselingkuhan itu sedang terulang lagi karena Lidia biasa pulang agak malam dan seringkali ia membantu mamanya menggosok punggung bila sedang mandi. Buru-buru ia menuju ke tempat pemandian untuk memastikan dugaannya, semakin dekat ke tempat itu langkahnya semakin berat dan detak jantungnya makin kencang. Sekitar semeter dari gerbang pemandian yang ditutup itu sekonyong-konyong terdengar suara desahan dari dalam. Ia mengintip dari celah antara dua gerbang itu, ia menelan ludah, kesal sekaligus terangsang melihat mamanya sedang telanjang di dalam kolam bersama kedua budak Nubia itu. Di air yang merendam sebatas dada mereka Kasha sedang memeluk Valeria dari belakang sambil menggenjotnya, sementara Pyankhi sedang mengenyoti dan meremas payudaranya. Valeria nampak menikmati sekali perlakuan keduanya, sesekali ia mengangkat wajah Pyankhi dan berciuman dengannnya.

Claudia mendorong gerbang bagian kiri itu hingga terbuka, ia menyeruak masuk dengan tiba-tiba sehingga membuat mamanya dan kedua budak Nubia itu terkejut.

Gak usah berkelit lagi Ma, saya sudah tau semuanya dari dua minggu lalu ! kata Claudia sambil menatap tajam pada mamanya yang refleks menutupi dada dengan tangan.

Valeria tidak bisa mengeluarkan kata-kata apapun selain terperangah dengan wajah memerah., tidak ada apapun yang bisa diperbuatnya karena telah tertangkap basah.

Kenapa diam ? Mama kaget atau merasa bersalah ? bukannya semua orang juga pernah begini Ma, bahkan di istana kaisar juga ? untuk apa lagi ditutup-tutupi ? suara Claudia meninggi dan bergetar, dan asal mama tau juga, saya pun pernah melakukannya ! tandasnya.

Claudiakamuapa kamu bilang ? tanya Valeria dengan gagap dan tak percaya.

Kenapa harus begitu kaget Ma? saya sudah besar, apa Mama masih berpikir saya masih hijau soal urusan begituan ? Claudia berkata dengan sinis, justru Mama lah yang terlalu naf, Mama bahkan tidak tahu kalau dua budak yang sedang bersama Mama itu juga pernah melakukannya bersama saya

Valeria makin terkejut, kata-kata Claudia yang terakhir itu bagaikan melempar pisau berikutnya ke dadanya yang baru saja tertancap pisau. Ia menatap Pyankhi yang di depannya dengan mata melotot. Pyankhi hanya bisa tertunduk tidak berani menatap mata sang nyonya besar. Belum habis rasa terkejutnya, Claudia sudah memeloroti gaunnya dari kedua bahu hingga gaun itu jatuh ke lantai dan memperlihatkan kemolekan tubuhnya yang tinggal tertutup celana dalam, lalu ia membungkuk untuk melepaskan celana dalamnya dan melemparnya ke belakang.

Setelah tubuhnya polos, Claudia melangkah turun ke kolam dan mendekati mereka.

Claudia, mau apa kamu ? tanya Valeria.

Saya hanya mau meramaikan acara ini saja Ma, kenapa Mama begitu khawatir? Pyankhi sayang, ayo! katanya seraya meraih lengan kekar Pyankhi, diletakkannya telapak tangan budak itu pada payudaranya.

Pyankhi meremas payudara itu dengan lembut, tangan satunya mengelus pipi mulus gadis itu, wajah mereka saling mendekat hingga bibir keduanya bertemu dan berpagutan dengan panas.

PyankhiClaudiahentikan itu, aahhlepaskan, lepaskan aku Kasha ! kata Valeria sambil meronta ingin melepaskan diri dari pelukan Kasha.

Namun Kasha yang melihat situasi mulai memanas lagi memeluk erat Valeria dan meneruskan genjotannya.

Kashaaahhlepaskanaahhaahh ! desah Valeria menahan nikmat dari gesekan penis besar budak hitam itu dengan dinding vaginanya.

Disetubuhi sambil melihat putrinya bercumbu dan digerayangi budaknya, birahi Valeria kembali membara bercampur dengan penyesalan dan rasa bersalah karena telah menyebabkan anaknya ikut terjerumus.

Maaf Ma, bukankah Mama bilang seorang anak harus mencontoh orang tuanya, jadi yang saya lakukan ini hanya mengikuti teladan yang Mama berikan, mmhh ! kata Claudia lagi ketika mulut Pyankhi turun menjilati leher jenjangnya.

Valeria semakin tidak bisa apa-apa lagi mendengar perkataan itu, toh dia juga yang awalnya menyulut api yang kini telah membesar sehingga jilatannya mengenai putrinya.

Tidak perlu merasa bersalah Ma, Mama tidak salah, semua orang juga kan melakukan kegilaan seperti ini termasuk Kaisar, lagipula saya juga menikmatinya kok lanjut Claudia.

Claudia lalu mengajak Pyankhi ke tempat yang lebih dangkal yang hanya merendam sebatas lutut. Disana ia berlutut dan jari-jari lentiknya menggenggam penis hitam itu. Lidahnya mulai menjilati benda itu mulai dari pelirnya lalu terus naik hingga ke kepala penis. Jilatan dan kocokan tangannya membuat budak hitam itu melenguh nikmat. Sambil menjilat, Claudia menggerakkan bola matanya melihat ke arah mamanya yang menatapnya dengan mata sendu, ia juga sedang menikmati sodokan-sodokan Kasha sehingga pasrah saja. Kemudian ia membuka lebar-lebar mulutnya dan memasukkan penis itu ke dalamnya.

Uuhhhenak sekali Nona, yahhhgitu terusshh ! erang Pyankhi sambil memegangi kepala nona majikannya.

Claudia menyedoti penis itu dengan kuat sambil tangannya memijati pelirnya, hal itu membuat Pyankhi merem-melek menikmatinya. Sepintas ada rasa malu dalam hati Valeria karena melakukan perbuatan mesum di depan putrinya yang juga ikut dalam kegilaan ini. Namun seiring sodokan Kasha yang makin cepat, nafsunya makin melonjak dan ia merasakan orgasmenya sudah kian dekat. Sensasi kenikmatan itu pun membuatnya makin terhanyut, ia melingkarkan tangannya ke belakang memeluk leher budak itu, bibir mereka bertemu dan berpagutan, air di sekeliling mereka semakin beriak karena goncangan tubuh yang makin dahsyat. Ibu dan anak itu telah terbuai dalam kenikmatan terlarang.

Sudah sekitar sepuluh menit Claudia mengoral penis Pyankhi, tapi benda itu masih kokoh tanpa menunjukkan tanda-tanda akan orgasme walaupun pemiliknya terus mengerang dan kadang menyodokkan penis itu hingga menyentuh tenggorokannya. Claudia pun melepaskan kulumannya karena mulut dan lidahnya sudah terasa pegal dijelali penis besar itu. Kemudian ia memutar badan dan bertumpu pada kedua lutut dan telapak tangan menghadapkan pantatnya ke arah budak itu.

Ayo Pyankhi, entot aku sepuasmu, tunjukkan padaku keperkasaanmu ! pintanya tanpa malu-malu walau di depan ibunya.

Ooohmmhhmmm ! lenguh Claudia ketika penis itu membelah bibir vaginanya.

Penis itu akhirnya masuk seluruhnya dan membuat vagina Claudia yang masih sempit itu terasa sesak. Pyankhi dengan ganas mengocok penisnya di dalam vagina Claudia, tangannya yang kasar itu menggerayangi payudara dan pantat gadis itu. Mulut sang budak mengeluarkan erangan nikmat merasakan himpitan vagina itu. Ditariknya kedua lengan gadis itu ke belakang sehingga ia menungging hanya dengan bertumpu pada kedua lutut. Kedua payudara Claudia yang montok itu tergantung bebas dan berayun-ayun mengikuti goyangan badannya.

Akhaahhterushhenakaahh! erang Claudia seolah ingin memperlihatkan pada ibunya bahwa ia juga bisa main gila dan kegilaan seperti ini bukan hanya terjadi di Capri, vila tempat Kaisar Tiberius biasa melampiaskan nafsunya, juga bukan hanya di rumah para senat dan bangsawan.

Saat itu Valeria menggeliat dan melepaskan lenguhan panjang, rupanya ia telah dilanda orgasme yang dahsyat. Tubuhnya tersentak-sentak dalam dekapan Kasha sampai penis itu terdorong lepas. Kasha membalik tubuh nyonya majikannya lalu memagut bibirnya dengan mesra, Valeria serasa terbang melayang dibuatnya. Ia pun membalas pagutan itu dengan bernafsu, tidak peduli pada putrinya yang juga sedang di ruangan ini. Seiring dengan surutnya gelombang orgasme itu, berangsur-angsur ketegangan tubuhnya mulai berkurang, ia melepas ciumannya dengan budak itu dengan nafas terengah-engah. Kasha yang nafsunya masih membara, mengangkat tubuh Valeria lebih tinggi hingga dadanya tepat di depan wajahnya. Kemudian dilumatnya payudara itu dengan ganas sambil tangannya meremasi pantatnya. Sambil menyusu Kasha membawa tubuh nyonya majikannya ke tepi kolam, setibanya disana didudukannya wanita itu pada bibir kolam sementara ia sendiri masih di air. Mulut Kasha turun menuju vagina wanita itu.

MmmhhKashauuuhhh geli ! erangnya merasakan lidah budak hitam itu membelah kemaluannya dan menggeliat-geliat seperti ular di dalam.

Permainan lidah itu menyebabkan libido Valeria kembali naik, apalagi di dekat situ ia juga melihat putrinya sedang disenggamai Pyankhi dalam gaya dogie. Ia memandang putrinya itu dengan mata sayu, Claudia juga mengangkat wajah memandang ibunya, mereka saling pandang di tengah sensasi nikmat seolah berkomunikasi melalui tatapan mata masing-masing. Batin Claudia seolah merasakan ibunya berkata maafkan aku, Valeria pun juga merasakan anaknya seperti berkata, maafkan aku juga Ma telah bersikap kasar belakangan ini.

Tubuh Claudia menggelinjang dan erangannya semakin nikmat, ia merasakan otot-otot dinding vaginanya berkontraksi dengan cepat dan semakin lama semakin nikmat.

Nggghhaaahhh !! sebuah lenguhan panjang mengiringinya ke puncak kenikmatan, tubuhnya mengejang selama kurang lebih dua menitan.

Melihat putrinya mencapai orgasme dengan begitu nikmatnya, Valeria semakin horny, ia menekan wajah Kasha ke vaginanya dan mengatupkan kedua paha mulusnya mengapit kepalanya.

Terusshh Kasha, mmmhhenakjilat aku sepuasmu ! wanita cantik itu mendesah keenakan.

Lidah Kasha bergerak-gerak liar menjilati bagian dalam vagina nyonya majikannya, lidah itu juga telah menemukan bagian klitoris yang sensitif. Valeria seperti merasa ada sengatan listrik setiap Kasha memainkan daging kecil itu dengan lidahnya. Ia menggigit bibir dan mengepalkan tangan menahan sensasi luar biasa itu. Setelah sepuluh menit lebih menikmati lidah Kasha pada vaginanya, ia turun ke air dan memeluk budak itu. Kasha menatap wajah nyonya majikannya yang cantik, rambut hitam panjangnya basah terurai, belum lagi wajah cantik khas wanita Romawi dan mata birunya yang sensual itu. Bibirnya yang basah dan indah itu membuat Kasha tidak tahan untuk tidak melumatnya. Merekapun berciuman sambil berpelukan erat sekali.

Masukan, aku gak tahan lagi perintah Valeria dengan suara mendesah.

Kasha menuruti perintah itu, ia menekan kepala penisnya ke bibir vagina Valeria. Penis itu menerobos masuk membelah vaginanya di dalam air sana.

Oohhbesarnya, terus Kashaaku menyukainya, aahh! Valeria semakin mengerang tak karuan dan mengeluarkan kata-kata erotis yang tidak pernah terucap dalam kesehariannya.

Valeria mendesah merasakan penis besar Kasha menyodok-nyodok vaginanya. Budak hitam itu terus menggenjotnya dengan kedua tangan menopang kaki wanita itu sehingga tubuh Valeria melayang di air tanpa menyentuh bumi, hanya punggungnya yang bersandar ke dinding kolam. Erangan nikmatnya sesekali terhambat ketika mulut mereka saling berpagutan. Kasha melepaskan pegangannya pada kaki kanan Valeria, tangannya yang hitam kasar itu merayap di kulit putih mulus Valeria hingga sampai pada payudaranya. Ia meremas payudara wanita itu dengan gemas, jari-jarinya dengan nakal memain-mainkan putingnya hingga makin mengeras. Sementara itu, sekitar tiga meter dari mereka Pyankhi yang masih perkasa sedang asyik berlutut diantara kedua belah paha Claudia dan menusuk-nusuk vagina gadis itu dengan penisnya. Claudia sedang dalam posisi duduk di kolam dengan menekuk lututnya dan bertumpu dengan telapak tangannya, alat kelamin keduanya beradu di bawah air dan menimbulkan riak di sekitarnya.

Nona Claudiauugghhseretnya memek Nonaenaakkhh ! Pyankhi menceracau sambil terus menggenjot vagina gadis itu.

Penis Pyankhi makin berkedut-kedut ketika di ambang klimaks, ia menggeram merasakan penisnya seperti diperas di dalam vagina Claudia.

Demi dewa-dewaooohh, enak sekali Nona ! budak hitam itu begitu menikmati orgasmenya sampai matanya merem-melek.

Kembali Claudia merasakan cairan hangat mengisi vaginanya seperti beberapa hari lalu. Lalu ia rasakan juga penis itu semakin mengecil di vaginanya hingga ditarik keluar oleh pemiliknya. Ceceran cairan putih kental nampak melayang-layang di air ketika Pyankhi mencabut penisnya.

Sementara itu pergumulan antara Kasha dan Valeria juga semakin bergairah. Budak hitam itu menyetubuhinya sambil mulutnya menciumi, mulut, leher, dan telinganya. Kedua kaki Valeria melingkari pinggang Kasha seolah ingin ditusuk lebih dalam. Akhirnya Valeria pun tak tahan lagi, tubuhnya mengejang, kuku tangannya mencakar punggung Kasha sambil mengerang panjang, orgasme kali ini sungguh dahsyat apalagi saat itu Kasha terus menyodokan penisnya.

Aaarrgghh ! Kasha melenguh kuat sambil menekan penisnya sedalam mungkin di vagina majikannya, penis itu mengeluarkan spermanya mengisi rahim Valeria.

Selama beberapa detik lamanya, tubuh mereka mengejang hingga akhirnya melemas. Kaki Valeria terlepas dari pinggang budaknya dengan lemas, ia dapat mendengar suara nafas budak itu yang menderu-deru di dekat telinganya. Kasha memeluk erat majikannya sehingga ia pun dapat merasakan payudara wanita itu menekan-nekan dada bidangnya di tengah nafasnya yang memburu. Perlahan kesadaran Valeria berangsur pulih, ia mengamati sekeliling, putrinya yang sedang beristirahat bersandar di tembok kolam sedang memandanginya, saat itulah rasa malunya mulai timbul lagi, wajahnya memerah dan ia menunduk tidak berani menatap putrinya yang tersenyum kecil padanya. Pyankhi saat itu sedang menyalakan pelita yang menggantung di beberapa sudut ruangan itu berhubung langit di luar mulai gelap. Nyala api dari pelita-pelita itu kini memberi penerangan di tempat pemandian itu menambah kesan eksotis pada suasananya. Valeria merasa tatapan mata kosong dari kedua patung yang berdiri tegak pada masing-masing sisi kolam itu sedang terarah padanya menyaksikan perbuatan terlarangnya.

Tiba-tiba Kasha merasakan lengan kanannya dirangkul dan sebuah payudara lengan berotot itu. Nona majikannya, Claudia, telah berada di sampingnya dengan tersenyum menggoda padanya dan pada Valeria yang menatap bengong padanya. Ditariknya lengan budak itu yang satunya hingga memeluknya lalu ditariknya wajah kasar itu mendekat padanya, Kasha sendiri bengong melihat tingkah liar nona majikannya itu, hingga bibir mereka bertemu. Claudia memang sengaja melakukan hal itu untuk memanas-manasi ibunya.

ClaudiaKasha!! kata Valeria terperangah memandangi putri dan budaknya bercumbu dalam jarak hanya sebahu di hadapannya, meskipun sehari-hari ia terbiasa tegas memerintah, namun kali ini ia tak kuasa melarang mereka, karena dirinya juga sudah kotor, mana mungkin ia melarang sementara dirinya sendiri berbuat yang sama.

Berbagai perasaan semakin bercampur aduk dalam hati Valeria melihat keduanya semakin larut dalam gairah. Ia melihat bagaimana lidah mereka saling beradu dan nafas mereka makin memburu. Tangan Kasha mengelusi punggung, paha dan pantat putrinya, dada mereka saling berhimpitan. Di bawah air sana Claudia meraih penis Pyankhi dan menggenggamnya dengan jari-jari lentiknya, penis itu ternyata sudah bangkit lagi. Tiba-tiba sebuah tangan mendarat di bahunya, Valeria menoleh ke belakang dan melihat Pyankhi berjongkok di sana sambil nyengir.

EmmNyonya mau sama saya ? tanyanya.

Valeria tidak tahu harus menjawab bagaimana, matanya sesekali memandang penis Pyankhi yang menggantung dan sudah ereksi lagi, tubuh kekar budak itu memberi kesan seksi padanya. Tanpa berkata apa-apa ia menjulurkan tangan ke arah Pyankhi dan budak itu pun membantunya naik ke atas.

Setelah naik ke bibir kolam, Valeria mengusap ke belakang rambut hitamnya dengan kedua tangan. Mata Pyankhi menatap kagum pada tubuh nyonya majikannya yang basah, sungguh ibu dan anak sama-sama memiliki kecantikan bagaikan dewi, wajah Valeria sekilas agak mirip dengan Monica Belluci, aktris Italia terkenal pada masa kini. Tubuh wanita ini walau pernah melahirkan tidak kalah indah dari putrinya, perutnya tetap rata dan tidak ada lipatan lemak, payudaranya yang sedikit lebih besar dari putrinya juga masih kencang dan menggiurkan, juga bulu-bulu hitam lebat yang tumbuh di kemaluannya. Valeria meraba dada bidang Pyankhi sambil perlahan-lahan tubuhnya turun hingga berlutut, lalu diraihnya penis yang telah menegang itu. Tanpa basa-basi lagi ia membuka mulut dan memasukan penis itu ke dalamnya. Budak Nubia itu mengerang nikmat ketika lidah majikannya menjilat kepala penisnya. Valeria yang mulai kembali dikuasai birahi mengemut-emut penis itu, lidahnya terkadang menggelitik lubang kencingnya sehingga tubuh budak itu bergetar dan mulutnya makin menceracau tak karuan. Saking nikmatnya Pyankhi ikut menggerakkan pinggulnya seakan menyetubuhi mulut wanita itu. Tidak sampai sepuluh menit Valeria mengoral penis Pyankhi, ia melepas penis itu dari mulutnya karena merasa penis besar itu membuat mulutnya pegal dan ingin minum. Ia menggandeng tangan Pyankhi dan berjalan menuju ke baki yang diatasnya terletak poci berisi anggur berkualitas. Ia duduk di pinggir kolam menuangkan isi poci ke dalam gelas anggur dan meminumnya.

Kau juga haus Pyankhi ? tanyanya yang dijawab budak itu dengan anggukan, kalau begitu mari sini dan ambil bagianmu

Pyankhi melongo melihat majikannya menumpahkan anggur itu ke tubuhnya, anggur merah itu mengalir turun dari bahu membasahi payudara, perut dan vaginanya. Valeria sengaja duduk dengan mengatupkan erat sepasang pahanya sehingga minuman itu tertampung di daerah pangkal pahanya.

Ayo, kau tunggu apa lagi ? tanyanya dengan suara mendesah yang menggoda.

Pyankhi segera merangkak maju menjilati anggur itu mulai dari dadanya, dengan bernafsu ia melumat kedua payudara yang berlumur anggur itu, mulutnya lalu turun ke perut dan menyeruput anggur yang tertampung di pusar, terus turun lagi dan ia benamkan wajahnya di selangkangan wanita itu dimana sebagian besar anggur tertampung.

Ssluurpsssrrpp ! demikian bunyinya ketika Pyankhi menyedot anggur itu diantara lipatan paha Valeria.

Oohhyah, mmmm ! desahnya merasakan lidah dan bibir budak itu bergerilya di bawah sana.

Ketika anggur itu mulai habis, Pyankhi melebarkan paha majikannya dan menjilati sisa-sisanya di liang vagina dan bulu-bulu kemaluannya yang lebat. Sungguh sebuah cara yang paling erotis dalam menikmati anggur.

Habis menikmati lelehan anggur itu, Pyankhi membuka paha majikannya sambil satu tangan memegang penisnya yang terarah ke liang senggama. Valeria memejamkan mata, ia menahan nafas ketika ujung penis raksasa itu menyentuh bibir vaginanya.

Eemmhhhuuhh ! desahnya merasakan sedikit demi sedikit penis itu memasuki vaginanya.

Tangan Pyankhi mendarat di payudara kirinya dan memberikan remasan lembut, tapi Valeria tetap mengkonsentrasikan kenikmatannya pada penis yang mulai beraksi dengan pelan. Sebentar saja Pyankhi sudah membawanya hanyut dalam lautan birahi, nafasnya makin tidak teratur dan tubuhnya tersentak-sentak setiap pria itu menghujamkan penisnya. Di dekat situ putrinya, Claudia, juga sedang mengarungi lautan kenikmatan bersama Kasha. Claudia menyandarkan sikunya pada dinding kolam dengan pantat agak ke belakang dan Kasha menggenjotnya dari belakang dengan kecepatan cukup tinggi. Sambil menggenjot tangan Kasha bergerilya menjelajahi kemulusan tubuh Claudia, terutama payudaranya yang menggelantung dan pantatnya yang bulat padat.

Ohhoohhhaku sudah mau keluarentot aku lebih kuat ! Claudia begitu tak dapat menahan diri sampai harus mengucapkan kata-kata seperti itu.

Tak lama kemudian vaginanya berkontraksi dengan cepat mencengkram kuat penis Kasha. Claudia mendapat orgasme yang luar biasa sampai tidak ingat apa-apa lagi selain kenikmatan itu sendiri. Ia mengerang sekuat-kuatnya dengan tubuh mengejang, cairan kemaluannya seperti tertumpah semua dan tercampur dengan air kolam.

Ternyata budak itu cukup pengertian juga, ia tahu Claudia sudah kepayahan sehingga ia berhenti menyetubuhinya.

Nona mau istirahat dulu? tanyanya

Claudia hanya mengangguk lemas, nafasnya sudah putus-putus dan tulang-tulangnya serasa mau copot usai bersetubuh dengan budaknya yang bertenaga kuda itu. Kasha pun membawanya ke daerah dangkal sehingga Claudia bisa duduk berselonjor dengan bersandar ke dinding kolam. Sementara Claudia beristirahat, Kasha yang masih ingin menuntaskan nafsunya menghampiri temannya yang sedang menyetubuhi nyonya majikan mereka. Ia berlutut di samping kepala Valeria, wanita yang nafsunya sudah diubun-ubun itu langsung meraih penis budaknya dan membawanya ke mulut. Sambil merasakan nikmatnya penis Pyankhi menyodoki vaginanya, ia mengulum penis Kasha, sesekali ia mengisapnya dengan kuat hingga benda itu bergetar dan pemiliknya mengerang. Kasha tidak membutuhkan waktu lama untuk menuntaskan hasratnya karena tadi ia sudah cukup lama menyetubuhi Claudia, sehingga sekitar lima menit saja dioral Valeria ia sudah mengejang dan menumpahkan spermanya yang kental di mulut nyonya majikannya. Valeria berusaha mengisap cairan itu namun karena tubuhnya bergoncang-goncang sebagian cairan itu keluar dari mulut membasahi daerah bibirnya. Ia juga sempat membersihkan penis budaknya hingga semprotan spermanya berhenti dan menyusut. Tak lama kemudian Valeria pun mencapai puncak bersama Pyankhi. Pyankhi mengerang sambil meremas payudara Valeria dengan keras sehingga menimbulkan rasa nyeri, namun rasa sakit itu merupakan bagian dari kenikmatan karena saat itu Valeria pun mencapai orgasme. Wanita itu melengkungkan punggungnya, kakinya mengejang dan jari-jarinya tertekuk. Keduanya mengerang dan larut dalam orgasme total, sungguh ini merupakan sebuah kenikmatan seks yang sempurna.

Pyankhi ambruk menindih Valeria yang juga sudah terkulai lemas, penisnya masih tertancap di vagina wanita itu. Dalam sisa-sisa orgasmenya, Valeria menggerakan lidah menjilati sekujur bibirnya yang belepotan sperma Kasha. Valeria baru teringat lagi pada putrinya, dengan sisa-sisa tenaga, ia mengangkat kepalanya dan melihat sekeliling mencari Claudia. Dilihatnya putrinya ternyata sedang berenang di kolam itu, kini ia berenang mendekatinya. Ia berhenti di sampingnya sambil menatapnya tanpa berbicara.

Sudah, kalian keluartinggalkan kami berdua disini ! katanya sambil menepuk punggung Pyankhi yang menindih tubuhnya.

Kedua budak itu segera memakai kembali pakaian mereka dan mohon diri.

Sebentar, tolong ditambah lagi anggurnya sebelum kalian pulang ! perintahnya lagi sambil menyodorkan poci anggur itu.

Mereka pun keluar meninggalkan ibu dan anak itu berdua di sana. Valeria turun ke air, mereka berdiri berhadapan dan matanya saling berpandangan, namun tak satu kata pun terucap dari mulut mereka. Tiba-tiba Valeria maju dan memeluk putrinya itu, dari matanya mengalir sebutir air mata, dibelainya rambut putrinya yang basah itu dengan lembut.

Maafkan Mama sayang, ini semua salah Mama sampai kamu terlibat katanya dengan nada bergetar.

Saya juga minta maaf Ma, saya mengerti Mama khilaf karena kesepian, saya juga tidak seharusnya menambah susah Mama dengan sikap saya belakangan ini Claudia juga menangis dalam dekapan ibunya, ia tahu bagaimanapun ibunya sangat menyayanginya.

Ketika sedang berpelukan dan mencurahkan isi hatinya selama ini, Pyankhi datang dan mengetuk pintu membawa poci yang sudah terisi anggur.

Letakan disana dan pulanglah ! perintah Valeria.

Setelah Pyakhi pergi mereka mulai saling terbuka mengenai masalah ini sambil berendam dan menikmati anggur. Di ruangan itu, selain suara percakapan mereka yang terdengar hanya percikan air dari pancuran kepala singa. Valeria geram sekali ketika putrinya menceritakan bagaimana mereka awalnya melakukan hal itu padanya dengan cara paksaan atau bisa dibilang pemerkosaan. Namun Claudia menenangkan mamanya, ia mengatakan toh semuanya sudah terjadi dan yang penting sekarang adalah mengambil hikmahnya. Claudia pun mulai mengerti perasaan mamanya yang telah lama ditinggal papanya yang pergi berperang, ia juga mengerti perbedaan antara cinta dan seks. Hubungan mereka yang sempat membeku selama beberapa waktu terakhir pun kembali menghangat. Mereka ngobrol di kolam hingga langit sudah memancarkan cahaya bintang dan bulan sabit menggantung di atas dengan cahayanya yang indah. Setelah membersihkan diri dan berpakaian, merekapun kembali ke kamar dan tidur. Malam itu Claudia tidur di kamar ibunya sambil ngobrol-ngobrol melepas rindu seakan mereka baru bertemu lagi setelah lama berpisah. Malam pun semakin larut hingga akhirnya ia tertidur kelelahan, Valeria mengecup kening putrinya dengan penuh kasih sebelum ia sendiri tidur.

Sejak itu Kasha dan Pyankhi semakin betah bekerja di rumah keluarga Suetonius. Mereka sering mendapat pelayanan seks gratis dari ibu dan anak itu selain makanan dan kebutuhan hidup sebagai budak. Baik Valeria maupun putrinya mulai tenggelam dalam hedonisme liar ala kelas atas Romawi pada saat itu. Hubungan terlarang itu bisa terjadi dimanapun dan kapanpun bila ada kesempatan, di kamar Valeria, kamar Claudia, kolam, ruang baca, bahkan pernah juga di ruang penyembahan yang suci tempat berdoa dan menaruh persembahan pada dewa. Namun di depan umum ibu dan anak itu tetap menjaga kelakuannya sehingga dimata rakyat Roma mereka nampak tak bercela.

Jenderal Suetonius kembali ke Roma sebulan lebih setelah pesta orgy di kolam malam itu. Ia, Vitelus, calon menantunya, para perwira lainnya dan juga pasukannya disambut meriah dan dielu-elukan sebagai pahlawan ketika memasuki kota Roma, Kaisar Tiberius menyambut mereka secara pribadi di depan gerbang istana kekaisaran. Kepulangan Suetonius ini memang lebih cepat dari yang dijadwalkan karena mereka telah berhasil meraih kemenangan yang cukup signifikan dari kaum pemberontak Yahudi ekstrim. Barnabas, salah satu bandit dan kepala pemberontak yang berpengaruh telah berhasil diringkus dan dijebloskan ke dalam penjara untuk menunggu hukuman mati. Penangkapan Barnabas ini berakibat jatuhnya moral para pemberontak lain, mereka ketar-ketir dan sebagian menyerahkan diri pada pemerintah pendudukan Romawi sehingga keadaan di Israel sana berangsur-angsur pulih. Pemerintah pusat pun memutuskan menarik sebagian besar pasukan dari sana dan menyisakan beberapa legiun kecil untuk berjaga-jaga, urusan selebihnya atas tanah jajahan itu diserahkan sepenuhnya pada Pontius Pilatus, gubernur jenderal Romawi untuk wilayah Israel dan sekitarnya. Pilatus sendiri masih mengemban tugas yang cukup berat, memang pemberontakan bersenjata relatif sudah berkurang, namun ia masih harus menangani urusan mengenai agama baru yang mulai tersebar di wilayahnya dari pengkhotbah keliling yang berasal dari keluarga tukang kayu. Namun kita tidak akan membahas masalah ini lebih jauh karena bukan itu inti cerita ini.

Sejak kepulangan Suetonius, Valeria dan Claudia mengurangi hubungan gelap mereka dengan kedua budaknya, namun mereka masih sesekali melakukannya secara sembunyi-sembunyi atau melakukan hubungan badan secara kilat. Suatu hari Kasha dan Pyankhi dipanggil menghadap Claudia di kamarnya. Claudia sendiri yang membisikan ajakan ini ketika sedang lewat di depan Pyankhi yang ketika itu sedang mengangkut karung terigu ke dapur. Saat itu hari hampir sore dan Suetonis masih belum pulang, biasanya ia agak malam baru tiba di rumah karena kesibukannya. Toktokpintu diketuk saat Claudia sedang menyisir rambutnya di depan cermin.

Iya, sebentar ! sahutnya sambil berlari kecil ke pintu.

Pintu dibuka dan kedua budak itu muncul sambil tersenyum-senyum.

Nona memanggil kami ? tanya Kasha sambil cengengesan.

Iya benar, tapi kalian harus tangkap aku dulu kalau mau menikmatiku ! jawab Claudia dengan senyum menggoda, lalu ia beringut ke belakang menghindari mereka.

HeheNona ini tambah nakal aja yah ! kata Pyankhi merasa tertantang.

Gadis itu berlari mengitari ranjang dan dengan lincah berkelit ke sisi lain sambil tertawa cekikikan. Tantangan itu membuat mereka semakin bernafsu ingin menangkapnya. Bantal di ranjang sampai berantakan dan kelambu ranjang itu tertarik hingga robek sedikit ketika mereka hendak menangkapnya.

Hiyakena kamu, ayo sini hahaha ! Kasha berhasil menangkapnya ketika gadis itu naik ke ranjang ingin menghindar dari Pyankhi yang mengejar dari belakang.

Aaaiihh ! jerit Claudia yang terkejut diterkam Kasha.

Nona, tolong jaga suaranya, sekeras itu bisa-bisa terdengar kalau ada yang lewat ! budak itu agak kaget mendengar jeritan yang lumayan keras itu.

Hihihimaaf soalnya kamu ngagetin aja sih ! tawanya nakal, Oohhjangan, hentikan, kalian kurang ajar yah ! ia meronta ketika tangan-tangan mereka mulai menggerayanginya.

Rontaan Claudia yang disertai penolakan-penolakan justru membakar nafsu mereka. Kasha berusaha mencium bibir Claudia, namun gadis itu terus menggeleng-gelengkan kepalanya. Mereka tertawa-tawa dan terus berusaha membuka pakaiannya, tangan Kasha berhasil menyingkap bagian roknya sehingga paha mulusnya tersingkap, Pyankhi yang berlutut di sampingnya berusaha menurunkan gaun itu lewat bahunya, namun tangan Claudia terus menghalanginya.

HeheheNona ini mau sok malu-malu yah ayo, manis ayo sini !

Kasha baru saja berhasil memegang kedua pergelangan tangan Claudia dan menurunkan wajah hendak menciumnya ketika tiba-tiba brak pintu kamar itu didobrak dari luar. Dalam sekejap tiga orang prajurit menghambur masuk, salah seorang yang membawa tombak langsung menghujamkan senjatanya ke dada Kasha yang baru membalikkan badan dan belum hilang rasa kagetnya.

Aaarrrghh ! teriaknya dengan mata melotot sambil memegangi gagang tombak yang menembus dadanya.

Prajurit itu menarik kembali tombaknya dan Kasha tersungkur di lantai bersimbah darah. Claudia pun menjerit dan menutup wajah dengan telapak tangan.

Claudiakurang ajar ! apa yang kalian lakukan pada putriku ?! jerit Valeria yang tiba-tiba masuk ke kamar dan menunding Pyankhi yang masih terkejut.

A-apaapa-apaan ini ? tanya Pyankhi tergagap.

Pengawal cepat tangkap dia ! perintah Valeria dengan penuh amarah.

Ketiga prajurit itu segera mendekati Pyankhi hendak meringkusnya. Namun budak itu melempar bantal pada mereka dan berusaha kabur.

Tidakini fitnah ! jerit Pyankhi seraya mendorong prajurit yang meraih lengannya, didorongnya prajurit itu hingga terdorong ke belakang menubruk temannya.

Diambilnya sebuah vas dari meja dan dilemparnya pada mereka, benda itu hampir mengenai prajurit yang menombak Pyankhi tadi kalau saja ia tidak cukup gesit menghindarinya. Dengan panik ia membuka pintu balkon dan terjun ke bawah. Kamar itu terletak di tingkat dua, walaupun tidak terlalu tinggi dan dibawahnya tanah berumput, namun karena panik dan terburu-buru, budak itu terkilir pada jari kakinya ketika mendarat. Ia berusaha kabur dengan langkah agak tertatih-tatih. Prajurit yang berada di kamar meneriakinya dari balkon sehingga dalam waktu singkat ia sudah terkepung para prajurit yang patroli di sekitar taman. Pyankhi sempat melawan ketika hendak ditangkap, namun akhirnya mereka berhasil menangkapnya dan menghujaninya dengan bogem agar ia tidak melawan lagi. Para prajurit yang mendobrak kamar tiba di bawah, di belakang mereka juga nampak Valeria yang berjalan sambil mendekap putrinya yang menangis terisak-isak.

Kalian memang bajingan, keluarga kami telah memperlakukan kalian dengan baik, tapi kalian malah membalas air susu dengan air tuba ! Valeria menundingnya dengan marah.

Sekejap saja di taman itu telah berkerumun para prajurit dan budak yang sedang bekerja untuk melihat keributan apa yang terjadi.

Nyonya kami juga temukan ini di tempat mereka seorang prajurit menyerahkan sebuah kantong kecil berisi perhiasan wanita pada Valeria.

Benar-benar menyesal aku memelihara kalian, tidak akan ada ampun bagimu budak hina ! bentak Valeria.

Nyonyaapa maksud semua ini ? ini fitnahandamengapa anda menjeaahhhh ! kata-kata itu tidak sempat terselesaikan, ia melihat ke bawah dengan mata terbelakak

Semua orang juga kaget dan menahan nafas, termasuk dua prajurit yang menelikung tangannya ke belakang, mereka mundur dengan mulut terperangah, beberapa budak wanita bahkan tidak bisa menahan jeritannya melihat darah yang mengalir. Valeria bergerak cepat meraih gladius (pedang pendek senjata tentara Romawi) yang terselip di pinggang prajurit di dekatnya dan merangsek ke depan menikam budak itu sebelum ia bicara lebih banyak.

Ini hukuman atas kelancangan pada putriku ! katanya dengan ekspresi dingin, maaf aku harus melakukan ini lanjutnya dengan berbisik dekat telinganya.

Valeria mencabut gladius itu dari perut Pyankhi yang langsung ambruk di kakinya. Darah budak itu membasahi tangan, pakaian dan gladius yang dipegangnya. Valeria lalu mengumumkan dosa-dosa kedua budak itu pada semua yang hadir. Dikatakan bahwa mereka telah mencuri perhiasan dan berusaha memperkosa sebelum kabur. Ia berkata para budak yang menyaksikan agar hal ini dijadikan peringatan bagi siapapun yang mencoba berontak.

Ketika Suetonius pulang dan mendengar kabar ini, murkalah ia, pengawasan pada para budaknya diperketat. Beberapa hari kemudian berita ini menyebar ke seluruh kota sehingga pada golongan elite pun memperketat pengawasan mereka terhadap budak-budaknya agar jangan sampai terjadi pemberontakan budak seperti Pemberontakan Spartacus (73-71 SM) pada masa lampau. Sebenarnya Kasha dan Pyankhi memang sengaja dijadikan tumbal oleh Valeria dan putrinya yang mulai merasa tidak nyaman setelah kepulangan Suetonius, mereka takut skandal ini terkuak dan akan menodai reputasi keluarga. Maka diputuskan agar kedua budak yang pernah menjadi mesin pemuas mereka itu harus dihabisi demi mengubur skandal ini. Jeritan Claudia ketika diterkam Kasha adalah sinyal bagi Valeria yang bersembunyi di dekat kamar itu untuk memanggil prajurit di bawah dan perhiasan yang ditemukan di kamar mereka sebenarnya adalah hadiah yang diberikan Valeria pada mereka sebagai upah lembur. Kedua budak itu tidak pernah menyangka hadiah dan ajakan terakhir itu akan menjadi bumerang bagi mereka. Valeria atas perbuatannya membunuh budaknya sempat diadili, namun atas pembelaan suaminya dan beberapa teman ia bebas atas dasar untuk membela diri dari budak yang berontak dan hendak menodai putrinya. Ia bahkan mendapat simpati publik karena telah bertindak sebagai seorang ibu yang membela putrinya yang hampir diperkosa. Skandal yang melibatkan ibu dan anak itu pun terkubur selama-lamanya.

DIarsipkan di bawah: Dongeng, Fan Fiction | yang berkaitan: cerita seru, cerita panas, gairah nafsu, cerita seks, paha mulus, aroma nikmat, liang vagina, cd, sensasi seks, wanita seksi, memek basah, celana dalam, puting susu, payudara, buah dada, BH, keringat basah, orgasme, dada montok, klitoris, bugil, aroma vagina, telanjang, seks, bau wanita, susu kencang, pantat seksi, wanita, kisah seks, seks bebas, cerita wanita, haus seks, gairah wanita, Claudia, Valeria, Dongeng | Tidak ada komentar  

Kisah Para Dosen
Ditulis pada Maret 9, 2008 oleh dimasamara 
Dulu terfikir, uang pensiunan pegawai negeri sudah cukup untuk menjadi jaminan sumber biaya untuk membiayai keluarg-ku, namun krisis berkepanjangan di negeri ini, ditambah harga kebutuhan hidup yang terus meningkat membuat dana pensiunan bulanan makin tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup saat ini, membiayai biaya sekolah anak-anak-ku, dan gaya hidup mereka yang makin tinggi, belum lagi, Parni istri-ku yang tercinta mengidap penyakit kanker, harta yang tersisa pun aku jual untuk menutup semua biaya pengobatan, walaupun akhirnya Parni meninggal 5 tahun yang lalu.. 

Dan sejak 5 tahun itulah saya harus memutar otak, beruntung di usia-ku yang sudah lewat setengah abad ini, gelar S-2 sempat aku kenyam, hingga Aku masih dianggap pantas untuk mengajar di sebuah Universitas Swasta di Jakarta,.. 

Berbeda memang, anak-anak dari kaum borjuis ini, membuat rasanya diri ini malu, merasa gagal sebagai orang tua, rasanya tuntutan ke dua anak-ku Mardi dan Mira tidak lah berlebihan HandPhone berwarna atau pun sepeda motor, itu masih jauh di bawah standard para Mahasiswa-ku,.. 

Ya bagaimana-pun aku mulai bersyukur, bersyukur anak-anak-ku masih mau menggap aku sebagai ayah, dan mau menerima keadaan ekonomi yang meski tidak berlebih, namun untuk sekedar biaya makan dan sekolah bukan-lah masalah,.. 

Selama 5 tahun ini juga aku berusaha menjadi dosen idealis, dosen yang baik dan objektive pada murid-murid-ku, berusaha sedikit tegas dan memang itu yang aku fikir harus aku lakukan, sayang rasanya membiarkan mereka membuang uang orangtua-nya untuk sekedar bermain di dalam kelas, aku gak mau seperti Pak Irham, atau Pak Bambang, yang dikenal sebagai dosen baik di kampus ini, sayang rasanya mereka tidak mendapat sesuatu di dalam kelas,.. 

Namun kejadian ini membuat hidup-ku berubah, mungkin 

Waktu itu aku mengajar pelajaran Bank dan Lembaga Keuangan, salah satu mata kuliah yang paling aku kuasai, kelas yang kuajar itu bisa dibilang kelas buangan, karena memang hal yang biasa kalau daftar kelas dan dosen yang mengajar itu sudah bocor sebelum pengisian Jadwal mahasiswa,.. 

Jadilah kelas-ku salah satu kelas yang paling dihindari,.. Yang payahnya lagi anak-anaka ini seperti tidak mau Belajar, aku berusaha bersabar, hingga pada akhirnya saat membacakan nilai UTS, 3 minggu sebelum UAS murid-murid mulai menjambangi meja kerja-ku di ruang dosen, ya seolah aku yang menentukan nilai, aku yang sengaja membuat nilai mereka Jatuh,.. 

Hal itu sudah biasa terjadi 5 tahun belakang ini, namun entah satu orang ini, seorang mahasiswi membuatku jatuh dalam perangkapnya, aku bahkan terkadang berfikir, apa aku pantas masih menjadi seorang dosen? 

Sore itu, seorang Mahasiswi, murid kelasku, usianya sekitar 21-an diatas rata-rata usia mahasiswa di kelas-ku, memang salah satu mahasiswa bermasalah dengan nilainya,.. orang-nya cantik, cantik sekali memang, rasanya dia pun terlihat berbeda memiliki keistimewaan tertentu yang membuat seorang lelaki, bahkan seusia-ku ini masih menaruh minat padanya,.. 

Tubuhnya sintal proposional, memang lebih tinggi dari-ku yang hanya 164 cm ini, sore itu sekitar pukul 5 sore, suasana ruang dosen sudah sangat sepi, apalagi hari jumat hanya sedikit dosen yang mengajar hingga sepetang ini pada hari itu, aku baru saja duduk di kursi-ku setelah mengambil air putih dari dispenser di sudut ruangan,. 

Saat itulah Veronica, nama Mahasiswi itu datang menghampiriku, perlahan dia melangkah masuk, dengan senyuman lembut, rambut panjangnya yang berwarna coklat dikuncir, celana panjang jeans berwarna hitam ketat memperlihatkan pahanya yang berisi, bokongnya yang padat,.. 

Balutan kaus kuningnya, berdada rendah memperlihatkan payudaranya yang membusung, bahakan BH yang dikenakannya pun adalah Bra yang mengait dileher, hingga aku dapat dengan jelas melihat warna Bra-nya talinya berwarna merah, sedangkan Cup-nya sendiri berwarna Hitam, kutaksir ukurannya 36 B, terlihat dari balik kausnya yang berbahan tipis itu,.. 

Entah apa maksudnya, aku tak berusaha menerka, mungkin hanya berusaha memberikan sogokan, seperti beberapa mahasiswa lain yang datang beberapa hari kebelakang,.. Aku pun berusaha memasang tampang cuek, meski iman ini mulai terguncang,.. 

Pak Agus,.. Suara lembut itu memanggil,.. 

Ya,.. Kata-ku menjawab,..masih berusaha memberikan ekspresi datar,.. 

Saya Veronica, murid BLK bapak Memperkenalkan diri  Boleh saya duduk? 

Oh ya silahkan, Veronica dari kelas G? Aku pura-pura bertanya, meski sebagai lelaki tidak mungkin aku tak mengingat mahasiswi secantik Veronica 

Iya pak, saya mau minta bantuan pak,.. tampaknya dia sudah biasa berbuat seperti ini, hingga tak malu-malu lagi untuk mengajukan permintaan yang sebenarnya memalukan itu,.. 

Oh, memang apa yang bisa saya bantu? Aku pura-pura bertanya meski sudah bisa menerka keinginan-nya,.. 

Nilai saya Pak, Cuma 24,..Saya mau lulus pak,.. Dia meminta lagi tanpa rasa malu 

Wajahnya pun terlihat cuek, seolah tak bersalah,.. 

Wah, jauh ya,..gimana mungkin kamu mengulang semester depan,.. ya memang itu yang bisa kulakukan, nilai itu terlalu jauh, dan tampanya sulit untuk dia bisa mengejar nilai di UAS, meski bukan hal yang tidak mungkin, 

Yah, bapak, masa gak bisaaa Vero berkata Manja,..tubunnya dibusungkan seolah sengaja mendorong dada-nya lebih maju, menempel di meja kerja-ku,.. menapak diatas kaca bening diatas meja,..Dadanya terkesan lebih besar, tak hanya itu belahan dada-nya yang rendah membuat payudaranya sedikit terangkat keluar, belahan-nya menantang dalam jarak yang begitu dekat, darah tua ini mendidih,..entah apa, aku berusaha menerka maksud dari murid cantik-ku ini,.. 

Bapak, tolongin saya ya pak,.. Suaranya sengaja dibuat demikian manja, manja membuat hati ini sedikit luluh, aku seorang manusia, seorang lelaki normal 

Eh, ehmmm.., Mungkin kamu bisa, bisa kerjakan makalah bab 14  18, saya akan maksimalkan nilai tugas-mu.. Aku berusaha untuk tidak menatap ke belahan dadanya itu,.. 

Aku yakin seyakin yakinnya, Vero bukan tak tahu aku mengintip, tapi dia seolah cuek-cuek saja, bahkan kesan yang diberikannya semakin disengaja,..Seraya berdiri,.. 

Bapak, bapak bisa kan bikin cepet selesai?, Dia berdiri menantang dihadapan-ku, tatapannya menggoda,.. Ayolah Pak,.. Katanya lagi sambil membuka jepitan rambutnya, rambut panjangnya terurai indah,..menambah kecantikan gadis muda ini,. 

Jantungku berdegup kencang, 

Eh,.. apa maks..maksud kamu,.. Aku tahu, aku tahu maksudnya, aku bukan orang bodoh, tapi aku bukan orang yang ingin mengambil kesempatan, aku tahu di lingkungan kampus ini sudah biasa mahasiswi yang bisa dibilang ( maaf ) Jablay, dan bukan tak mungkin Veronica ini pun salah satu bagian komunitas tersebut,.. 

Saya cuma mau lulus pak,.. Dia menjawab santai, duduk diatas meja-ku, saat berdiri tadi dia sempat berbalik, tubuhnya indah sempurna, matanya indah bokongnya pun demikan menggoda,.aku meneguk ludah dalam deru jantung dan desir darah yang membara,.. 

Bapak, bapak tahu kan, bapak tahukan musti bagaimana untuk membantu saya,.. Manja dia berkata,..tubuhnya menunduk, memeluk-ku dari belakang, menyela lewat bahu,..tangannya menempel didadaku, bersilang, kepalanya di tidurkan di bahu-ku, mesra, aku dapat merasakan hembusan nafas, tatapan matanya yang seolah menelanjangiku itu, mata berglayut manja memandang-ku, tiba-tiba Veronica mencium-ku,.. 

Memeluk-ku lebih erat, mencium pipi kiriku hangat, aku bahkan merasakan ciuman yang berbeda dari ciuman anak-anak-ku setiap ulangtahun-ku, bukan ciuman kasih sayang, tapi sebuah ciuman berbeda, mencium pipiku yang mulai berkerut dengan hangat, sentuhan lidahnya sesekali menyentuh kulit pipi-ku, darah tua ini tambah berdesir, makin menyerah akan kekalutan dosa birahi anak didik-ku,.. 

Vero yakin, Bapak pasti bisa bantu Vero,.. Dia melepas pelukan dan menghentikan ciumannya,.Tuhan kufikir hanya ini saatnya bila aku ingin mengakhiri semua ini, mengakhiri dosa anak didik-ku,.. 

Vero melangkah perlahan, mendorong bangku-ku menjauh dari meja kerja-ku,.dia berdiri dihdapanku sekarang,..mulut orang tua ini tak sanggup berkata apa-apa lagi,..di depan kedua mataku, Vero menarik kausnya, meloloskan kaus kuning tipisnya,..sekaligus menarik jepitan rambutnya, rambut panjang coklatnya terurai, menambah kesan kecantikan sensual gadis itu 

Tubuhnya yang putih indah itu, tak berbalut lagi dengan kaus tipis itu, payudaranya yang masih terlidung oleh Bra-nya yang mungkin hanya menutupi bagian putingnya saja, ya Cup-nya kecil sekali tak sepadan dengan dada-nya yang padat berisi itu,,.. 

Vero, menatap ku, dengan tatapan manja Khasnya,.. 

Menunduk lah gadis itu membuat payudaranya itu kian menantang-ku, menantang birahi-ku yang terus memuncak, mamancing birahi seorang lelaki tua,..jemari lentiknya bergerak ke perut, seolah sengaja belaiannya seolah penari erotis yang begitu memamerkan perut ratanya yang putih rata itu,.. 

Rambutnya yang panjang terurai, makin menggoda, menutup sebagian wajahnya memberikan kesan misterius yang merangsang, jemari lentik itu menekan kancing celana jeans ketatnya, menarik keluar kancing celana itu keluar dari tempatnya,.. 

Belum lagi aku menghela nafas, Vero kembali membuatku harus menahan nafas lebih lama, jemari lentik berbalut kutek merah muda itu menempel di kancing resletingnya, sempat Vero menatap-ku, tersenyum 

Jemari lentik itu bekerja, menarik turun resletingnya, aku menarik nafas panjang-panjang,.. mata tua ini mengintip, mencoba mencari tahu indahnya dunia remaja, celana dalam hitam-lah yang bisa kulihat, aku menarik mata-ku dari daerah selangkangan itu, menatap mahasiswiku yang hanya tersenyum-senyum saja, dengan tatapan mata yang menggoda,.. 

Srettt celana itu meluncur turun, aku tak lagi harus mencuri-curi pandang, celana dalan hitam model string itu kini sudah menantangku, celana Jeans ketat itu terus diturunkan oleh Mahasiswi-ku itu,.. 

Meluncur turun melewati bokongnya yang padat berisi itu, melewati pahanya yang begitu putih mulus menggoda, lutut-nya yang indah, turun lagi melewati betis Vero,..Oh tuhan tubuh itu seolah menari indah sekali, hingga celana jeans itu tertahan di kakinya, Vero meloloskan celana jeansnya dari kaki sebelah kiri dahulu, berganti kaki kanan hingga Jeans itu terlepas dari tubuh indahnya,..sebelum dia menaruh kaus dan celana jeansnya diatas meja kerja-ku,.. 

Mahasiswiku berdiri menantang dihadapan-ku, sinar matahari senja yang menyelinap dari balik meja kerja-ku, membuat keindahan di hadapan-ku ini makin mempesona, sinar mentari yang hangat itu tersenyum mesra memantulkan keindahan tubuh mahasiswiku,.. 

Berdiri mematung, tangannya berpindah kebelakang menarik lepas kait branya,..sebelum dia meloloskan Branya itu lewat lehernya,..dadanya kian menantang, bulat dan cukup besar, tidak turun sedikitpun, sempurna adalah kata yang tepat untuk menggambarkannya, putingnya yang tidak terlalu besar itu berwarna merah kecoklatan, mengacung tegak yang membuat kesan sensual kian bertambah 

Mahasiswiku berdiri nyaris bugil dihadapan-ku,.. 

Tuhan,.. aku menarik nafas panjang,..jantungku berdegup kencang sementara Veronica melangkah mendekatiku,.. 

Bapak,. Bapak bisa kan bantuin Vero,.. Dia mendekat  Vero bakal nyenegin Bapak dech.. Rayunya 

Jantung tua ini makin, payah, apalagi saat Vero tanpa tendeng aling lagi duduk di pangkuan-ku, bokongnya mendarat di paha kanan-ku, padat dan berisi sesuai dengan yang terlihat,..kedua tangannya langsung memeluk-ku melewati leherku, mesra bergelayut,..payudara indah-nya itu menempel di dadaku, membuatku yakin dia dapat merasakan degup jantung-ku yang begitu kuat berdebar, degup jantung yang makin menderu saat payudara itu bertempel di dadaku yang masih terbalut kemeja tua ini,.. 

Vero tersenyum, mungkin dia dapat merasakan jantungku yang berdebar keras,.. 

Bapak, relaks ya,.. ,. Vero yakin pasti bisa nyenegin bapak koq,.. dia tersenyum,.. 

Tangannya menempel di wajah-ku, halus lembut, sesaat kemudian bibir mungil itu kembali menempel, bukan lagi di pipi-ku yang berkerut, tapi di bibir tua berkarat ini,.. 

Menyentuh hangat di bibirku, lidahnya mulai berusaha menyelinap masuk dalam bibir-ku, persetan dengan semua ideologi, objektivitas dan Sumpah dosen, aku tak bahagia dengan itu semua, kini yang terfikir hanya keindahan tubuh Mahasiswi-ku ini,.. 

Aku tak lagi dapat menutup mulutku rapat, aku membiarkan lidah mudanya itu berpagutan dengan lidah tua-ku, ya-ya dia seolah tak sedikitpun jijik pada orang tua seperti-ku, aku pun tak lagi merasa malu, berhubungan dengan Gadis yang seumuran dengan putri-ku,,.. 

Birahiku mengalahkan akal-sehat-ku,.. 

Kami berciuman mesra, hidung kami sempat beberapa terantuk aku sudah tua untuk melawani frenckissnya ini, sedotan dibalas sedotan, kami berciuman dahsyat hingga menimbulkan bunyi aneh sewajarnya orang berciuman hebat,.. 

Lidah kami saling bersilangan seraya berciuman itu, liur kami sudah saling tertukar, penis-ku pun sudah makin sest dibawah sana,..apalagi kala Vero menarik tangan-ku untuk mengapai dadanya, seolah menginginkan-ku meremas payudara-nya,.. 

Jemari orang tua ini menyisir payudara kencang itu,..jemariku terasa bergetar saat menyentuh kulit halusnya,..aku mengganti jari-jariku dengan telapak tangan tua ini,..menyentuh permukaan payudara itu,..sedikit memberanikan diri menggoyang dan meremas payudara itu, pemiliknya sedikit mendesah diantara ciuman kami,.. 

Ku-kumpulkan segenap keberanian-ku, kumainkan payudara yang menggantung itu, meremasnya dengan sisa tenaga tua yang ada,..merema payudar itu, menekannya ataupun menarik-narik puting payudara itu, putingnya sesekali kuremas, kupelentir puting itu, teringat dengan istri-ku Parni dahulu,.. 

Ougghhh.. Vero mendesah nikmat, membuat-ku makin PD untuk mengerjai mahasiswiku itu,..ya aku makin terbakar birahi,..tak lagi kupedulikan status  Dosen  ku,.. 

Kupeluk tubuh indah itu, kudekatkan lagi tubuh tua ini dengan tubuh indahnya,. memeluk mesra mahasiswiku, sambil berciuman, sambil memainkan puting payudara-nya itu,..,.. 

Tangan-ku yang memeluknya itu mulai berani lebih dalam lagi,..menyelinap diantara celana dalamnya meremas bongkahan pantat itu,.. 

Aww Bapak bandel ya,.. Vero menghentikan ciumannya,..tersenyum lah dia,.. 

Ya Vero malah berdiri dihadapan-ku sekarang,.. 

Turunin pak, celana dalam-nya.. Rengeknya manja,.. 

Aku tersenyum menatap wajah cantik mahasiswiku itu, ya aku tak lagi ragu untuk melakukannya,.. 

Kujulurkan kedua tangannku, menarik karet celana dalam itusebelum menariknya turun, gundukan bulu kemaluannya yang tak terlalu lebat namun tertata rapi itu menimbulkan sebuah aroma, aroma khas wangi yang mematikan,.. 

Hehehe, gitu donk pak,.. Vero kembali melompat dalam pelukan-ku, kini dia malah mengangakang dihadapanku,.. 

Pak, Turn me On lagi donk,.. Pintanya,.. 

Aku pun tak menolak,..melakukannya,.. 

Vero, Vero, sini sama bapak ya,.. aku memeluknya sekarang,.. 

Kujulurkan bibirku menciumnya, dari kening turun kebawah, teringat titik sensitif istriku dahulu, tepat di balik telingannya, kugayut telinga itu, kuhisap-hisap teliganya, sesekali lidah ini kusisipkan di lubang telinga itu,.. 

Ahhh, ahhh pak,..enaaaak Desahan manja melucur dari telingannya, tangan Vero pun tak lagi diam, membuka kancing perkancing kemeja ku itu,.. 

Perlahan tapi pasti kancing kemejaku terbuka semua, sementara aku masih sibuk merangsang titik sensitifnya yang ternyata sama dengan istriku itu,.. 

Tubuhnya bergerak-gerak manja, sambil tangannya berpacu dibalik kaus dalam-ku itu,..merajahi dadaku yang juga mulai berkeriput dimakan usia 

Jemari lentiknya bermain, ya mencoba merangsang diriku lebih lagi, puting ku dijelajahinya dengan tangannya yang halus itu menjepit payudaraku, sakit tapi ya nikmat sekali aku tak menyangkal kenikmatan yang diberikan mahasiswi-ku itu,.. 

Aku pun mendesir hebat saat Vero dengan begitu bernafsunya berkata,.. 

Sekarang giliran Vero ya pak pinta si cantik itu,.. Vero yang bakal puasin Bapak 

Turunlah dia sambil tangannya menyibak kemeja dan kaus dalam-ku, tubuh tua yang sedikit buncit ini terpampang dihadapan Mahasiswi yang begitu cantik dan kontras dengan tua bangka seperti diriku,.. 

Lidahnya merangsang puting tua-ku itu, menjilatnya sambil menyedot-nyedotnya membuat si tua ini mendesah kenikmatan,..nikmat sekali dia mngerayangi puting kanan-ku tak lama berganti ke kiri,..tubuh tua ini bergetar,.. 

Enak pak,.??  tanya-nya tersenyum manja menatap-ku,.. 

Aku membalas dengan senyuman, ..kembali Vero menarik tangan-ku,.. 

ditaruhnya diselangkangan, agak ragu aku saat itu,.. 

Ayo pak, Vero pengen Dia meminta,.. 

jempolku pun kugerakan,..menempel di Clitorisnya, sedangkan jemari telunjuk-ku itu kugerakan di depan bibir vaginanya,.. 

Owhh,, pak, Enak,.. ahhh.. vaginanya sudah mulai basah, kugerakan jemariku makin cepat naik turun dipermukaan bibir vaginanya,.. 

Vero mendesisi, sembari tak henti menjilati puting payudara-ku,..tangan kirinya masih bergelayut memeluk-ku, sementara tangan kanan-nya digunakan merangsang permukaan dadaku,.. 

Kurasakan permukaan vaginanya bertambah basah, tangan-ku pun mencuri kesempatan menjamahi payudara kencangnya itu, ya makin lama kami makin terpacu birahi, terpacu dosa kenikmatan, entah berpura atau tidak, tapi gerakan tubuh Vero menggambarkan seolah Vero ikut menikmati ini, semua,.. 

Pak gak tahan, jangan di depan ajah.. ahhh, Pak masukin Pinta Vero,.. 

Kuturuti kemauan anak didik-ku itu,..telunjuk-ku ini kugunakan untuk melakukan penetrasi dalam vaginanya,..terasa sempit liang kemaluan-nya sedikit basah dengan cairan cintanya yang mulai berproduksi dalam rahim muda gadis itu,.. 

Telujuk itu kugunakan mendesak lebih dalam, kutatap wajah mahasiswiku, wajahnya tampak kesakitan, namun mulutnya berkata lain,.. 

Terus pak, awwww enak pak Dia terus menceracau,..akhirnya telunjuk-ku mentok juga, sesaat kudiamkan, Vero tampak menarik nafas panjang, sebelum akhirnya kugerakan telunjuk-ku naik turun dalam kemaluannya itu,.. 

Owwww, ahhh pakk,, aaww Dia menceracau, berusaha memagut bibirku, kusodorkan saja bibir tua ini, kami berciuman mesra sementara tangan-ku terus keluar masuk menjelajahi kemaluannya,.. 

Jemari Vero seolah ingin membals kenikamatan yang kuberikan,.. 

Diraihnya kancing celana-ku, dipelorotkannya, sementara dengan jemari lentiknya dikeluarkan penisku yang sudah menegang itu,.. 

Ich, keras juga ya pak, awww.. Dia berkata disela desahan-nya,.. 

aku makin liar, rasanya mendengar gadis secantik itu mendesah dalam pelukan-ku, makin membuat ku bergairah,. 

Makin kupacu jemariku keluar masuk dalam vagina-nya, sementara Vero membalas dengan sentuhan tangannya yang membelai kemaluan-ku, membelai sambil mengocok kemaluan-ku, jemari tangan yang halus, begitu nyaman menggengam kemaluan-ku,.. 

Desah nikmat kami diantara ciuman Frenchkiss, nikmat menggema di Kantor dosen yang kosong itu,..beberapa menit kami berpacu dalam keadaan itu, hingga akhirnya tubuh Vero menggelinjang hebat, menggelinjang panjang disertai desahan dasyat tubuhnya mengeras, giginya menggelayut, Veronica mahasiswi-ku terhantam gelombang organsme dahsyat, membuatnya tak karuan mendesah, aku merasakan vaginanya yang seolah menarik jemariku, menyedot hebat sebelum cairan vaginanya merembes keluar,.. 

AwhhhhhOughhh Dia memeluk-ku mesra saat Organsme itu tiba, nafasnya tersengal sengal, sebelum dia merambat turun,..Penis-ku masih tegar berdiri saat itu,.. 

Dia melangkah mengambil air minum di meja, menegaknya,.. 

Bapak, dasar,.. hebat banget.. celetuknya manja,.. 

Aku kembali hanya tersenyum membalas,.. 

Sini Vero bales,.. Dia kembali mendekatiku, berjongkok dihadapan-ku, meraih penis-ku ditangannya meremasnya mesra, sebelum dibuka-nya bibir mungil miliknya,.. 

Penis ku dijilatnya, tubuh tua-ku mendesir nikmat,..merasakan basuhan hangat lidah Vero yang menari di penis-ku,.. 

OWhh geli nikmat yang dahsyat, berlanjut kebuah Zakar-ku, agak susah membuatnya harus melepas celana panjang-ku turun, jadilah kami berdua dosen dan Mahasiswinya saling bertelanjang,.. 

Tak lagi sempat berfikir, seketika buah Zakar-ku telah disantapnya, menghisap dan menyedotnya dahsyat,..menggelitik buah zakar-ku itu, hingga basah, bijinya ditarik tarik memberikan kenikmatan, seolah tidak jijik dengan penis si tua bangka ini, bahkan memberikan kenikmatan yang dahsyat sekali,.. 

Tangannya yang satu lagi terus mengocok penis-ku, belum lagi sedotan dahsyat pada buah zakarku, bulu kemaluan-ku yang sudah mulai beruban sesekali rontok tertarik tangannya, namun tak seberapa dibanding kenikmatan yang diberikan gadis muda ini,.. 

Ahhh, ahhh.. Aku terus mendesah kenikmatan 

sesaat penisku malah sudah berada dalam mulut hangatnya, mulut hangatnya yang bermain membalur penis tua itu dengan lidahnya, menyedot penisku itu,  Aghhh.. aku mengelinjang nikmat,.. 

Kepala penisku dihisapnya sementara tangannya tak henti mengocok batang kemaluan-ku,..aku tak tahan lagi,..kutarik lepas kepala mahasiswi ku itu,.. kucium bibir mungilnya,.ku dorong dia keatas meja kerjaku, tangan-ku mencoba merangsang bibir vaginanya yang mulai basah,.. 

Oughh, pak Vero mendesah, kulepas ciuman-ku, kupindahkan ke payudaranya yang menantang itu,.. 

Tangan ku, kini kugunakan untuk merangsang clitoris Veronica, pemiliknya hanya dapat melenguh seakan melampiskan kenikmatan atas rangsangan yang kuberikan,.. Jemari-ku sesekali kusisispkn lagi dalam vagina-nya, sementara terus kuciumi juga payudara mahasiswi-ku itu,.. 

Kukunyah puting payudaranya itu, kujilati seluruh bagian dari payudaranya yang putih indah menggoda itu,. Ughhh, pakk..ahhhh  Pemiliknya terus melenguh menambah naik birahiku,.. 

Pinggulnya bergoyang erotis menikmati rangsangan dari orang tua ini, apalagi vagina itu kian basah oleh cairan cintanya, aku dapat merasakan kehangatan dan remasan otot-otot vaginanya meremas telunjuk-ku didalam sana,.. 

Jemai Vero terus mencoba merangsangku, terkadang tangannya membelai dada-ku memberikan sentuhan pada puting susu-ku, ataupun dia mencari telingaku untuk dihisapnya, mungkin dia ingin kami sama-sama naik, apa dia sudah sering seperti ini dengan dosen-dosen lain?? Ataukah dia tak merasa Jijik brcinta dengan orang yang mungkin sudah lebih berumur dari orangtuanya itu,..ai enyahlah pikran semacam itu, tak perduli lagi dengan itu semua, yang terpenting aku dapat menikmati dagin hangat ini sekarang,.. 

Tangan Vero mencabut jemari-ku yang berada dalam vaginanya, ditariknya penisku yang sudah mengeras itu untuk merangsang vagina-nya, digesek-gesekannya lah kepala penis-ku itu, dia melenguh hebat menkmati ransangan yang diberikannya oleh permainannya sendiri itu,.. 

Oughh, pak..enyakk.. Vero terus melenguh, peluh sudah mulai membanjiri wajah cantiknya itu 

Jemarinya terus membimbing penis tua-ku itu untuk brmain di mulut vaginanya,..penisku seakan berdenyut nikmat, tiap kali penis ini menyentuh bagian vaginanya yang basah dn trtekan-tekan nikmat, seolah ada yang ingin keluar meski aku tahu masih jauh buatku untuk menembak-kan sperma-ku ini,.. 

Tak terduga apa yang terjadi selanjutnya. Justru Vero sendiri lah yang menekan-kan penisku masuk dalam vaginanya, keset sekali saat di bimbingnya penis-ku masuk dalam vagina-nya,..dia terus meriung-riung tiap centimeter penisku melengsek masuk,  Awwwh,..pakahhhh aku pun tak uasa mendesah.. Ahhh, Veroo pertama kalinya aku menyebut nama murid-ku itu dalam persetubuhan ini,. 

Betis Vero terus mendorong pinggulku, di kaitkannya kedua kakinya kuatkuat pada pinggulku demi untuk mendorong penis-ku masuk lebih dalam, aku tak mencegah aku keenakan menikmati remasan otot-otot vagina muda dari mahasiswi tercantik di kelas ku itu,.. 

Vero sendiri hanya merem melek saja, menikmati tiap detik penis-ku masuk lebih dalam,..sempat mentok beberapa kali, namun aku menarik pinggulku lagi mencai ruang agar dapat menekan penisku masuk lebih dalam ada vagina-nya,.. 

Ahhh, pak,..dalem banget.. awwhhh.. Rintih Vero, saat penisku akhirnya tertanam semua dalam vagina-nya, sempit sekali, kesat namun vagina itu terus berdenyut seolah memijat penisku yang berada di dalam sana,. 

Aku tersenyum saja mendengar perkataan anak didik ku itu,.. 

Entah sudah berapa tahun sejak aku menikmati vagina seorang wanita, namun aku yakin ini adalah vagina ternikmat yang pernah kurasakan dalam hidup-ku, lupakan kegilaan seorang PNS dahulu, hanya pelacur-pelacur kelas bawah yang pernah kunikmati dahulu, itupun sebelum menikahi istri ku yang tercinta, sejak kematian-nya tak pernah aku sekalipun bercinta dengan wanita, aku setia menjaga cintaku, hingga hari ini,.. 

Seluruh birahi yang terpendam selama 5 tahun ini kutumpahkan pada diri anak didik-ku ini, kugengam pinggangnya sebagai tumpuan, kugoyangkan penisku keluar masuk dalam vagina-nya dengan kecepatan yang teus meningkat.. 

Payudaranya itu terpental kesana kemari, ya bergoyang memutar hingga menambah kecantikan murid-ku itu, sungguh dia memiliki pesona sendiri dimata lelaki, bunyi tabrakan bokongnya dengan selangkangan-ku menimbulkan bunyi yang cukup nyaring tapi kami tak perduli lagi,.. 

Kami terus berciuman untuk mengurangi gaung suara desahan kami, lidah kami berpagutan sementara di bawah sana, vagina-nya terus meremas penis-ku, meremasnya nikmat sekali,.. 

Uhhh, owghhh,..ahhhh Vero terus mendesah,.mulutnya seolah tak pernah berhenti mendesah, meransang darah tua ini untuk terus terbakar oleh suasana,..Ya aku tak lagi berfikir selain memuaskan birahiku ini sekarang,.. 

Dahsyatnya lagi tiap sodokan sekuat tenaga-ku, aku merasakan sensasi lain dari vagina-nya, selain lolongan panjang Vero, seolah ada cairan yang terdrong keluar dari dalam vaginanya, sesekali meloncat hingga kebuah zakar-ku,.. 

Jemari Vero pun digunakan olehnya untuk membuka vagina-nya, entah mengapa dia lakukan itu, namun posenya itu membuat dia lebih merangsang saja,..Sementara tangannya yang satunya lagi terus merangkul, memeluk-ku. 

Kutarik tangan kanan ku dari punggulnya, kuremas payudara Vero yang membuat pemiliknya kembali melenguh erotis,..lenguhan yang membuat ku kian bernafsu untuk mengocok gadis ini makin liar,.. 

Srettt, Srettt, Plak, Plak,.. bunyi-bunyian yang sering terdengar karena sentuhan tubuh kami, belum lagi cairan vagina Vero yang terkadang merembes keluar melumasi penis-ku yang memungkinkanku untuk menyetubuhinya lebih cepat lagi.. 

Awwhh, pak.Ahhhh.. Vero tiba-tiba mencakar-ku, tubuhnya mengejang hebat, apalagi tangannya yang mencengkram tangan-ku, mencengkamnya hebat membuat tangan-ku sediki terluka karena kuku jarinya yang panjang,.. 

Yang lebih dahsyat lagi adalah vaginanya yang seolah menjus penis-ku didalam sana, himpitan otot vaginanya seolah melumat penis-ku, kurasakan semburan hangat cairan vagina Vero yang menyentuh kepala penis-ku, terus membasahi batangnya hingga merembes keluar,.. Beberapa detik Vero menutup mata dengan tubuh yang bergetar,.. 

Hahhh, ahhh, hahhh.. dia mendesah dengan nafas yang memburu,.. 

Enak pak,.. Vero tersenyum genit,. Lagi donk pak,..hehehe 

Sebenarnya tak perlu komando darinya, begitu punggungnya yang sempat terangkat saat organsme tadi turun kebawah, langsung kuhantamkan lagi penisku keluar masuk dalam vaginanya,..Desahan Vero kembali membahana,.. 

Terus kugali vaginanya beberapa menit, tak secepat tadi memang namun masih dapat kuakali dengan penetrasi pendek, ya hanya kepala penis dan sebagian kecil penisku yang masuk, ternyata itu cukup membuat Vero blingsatan dan berusaha menggoyangkan pinggulnya, menginginkan penterasi yang lebih dalam.. 

Ahhhh, ahhhh, bapak,.. jahat ahhh.. Rengeknya, namun aku tak tak perduli aku berfikir unuk mendapatkan kepuasan maksimal darinya, aku gak mau buru-buru keluar,.. 

Kuciumi lagi puting payudaranya yang besar itu, kuremas dengan tangan-ku, kutarik-tarik lah puting payudaranya yang sudah mengeras itu, kujilati, kuhisapi sesekali mengunyahnya, bukan rahasia umum, kalau sebenarnya wanita lebih menyukai payudara bagian bawahnya untuk dijilati,..aku tahu itu dari istriku,.. 

Maka kugerakan lidahku menjilati payudara bagian bawah Veronica, Vronica langsun menggelinjang nikmat begitu lidahku ini, menjelajah payudara bagian bawahnya,.. kuciumi payudara putihnya yang sekal, bagian bawahnya begitu merangsang, Bulat sempurna,..sementara aku masih melakukan penetrasi di muka vaginanya,.. 

Ughhh, pak..ahh,.. Veronica terus melenguh, melenguh keenakan, wajahnya kian merangsang, apalagi melihat matanya yang merem melek itu, sementara dari bibir mungilnya suara lolongan desahan nikmat terus saja keluar,.. 

Setelah kurasakan sedikit sudah tenang kusodokan penisku dalam-dalam pada vaginanya, kali ini dengan seluruh tenaga yang ada ditubuh orang tua ini, Vero langsung melolong dahsyat,.. 

Vagina-nya kembali mengejang, lelehan cairan cintanya kembali menerpa penisku, tubuhnya bergetar, meski tak sehebat tadi, namun aku tahu dengan pasti mahasiswiku in kembali mencapai puncak kenikmatannya,.. 

Sayang beribu sayang, dasar tubuh ini sudah tua, aku tak sanggup bertahan lebih lama lagi. Remasan yang seolah memijat penisku di dalam vaginanya, membuat penis ini seketika meledak, melelehlah sperma orang tua ini dalam vagina Vero,.. 

Banyak sekali, tabungan 5 tahun,..Vero tampak kaget merasakan cairan sperma yang meloncat dalam leher vaginanya, aku pun sungguh tak menduganya, kami hanya tertegun saja, aku hanya diam entah apa yang ada dalam benak-ku saat itu, perasan bersalah atau apalah,.. 

Kudiamkan saja penisku dalam vagina-nya, hingga kembali mengecil dan keluar dengan sendirinya, sementara Vero hanya diam menatap langit-langit ruang dosen, entah memikirkan apa, rambutnya sudah tak karuan,.. demikian juga dengan keaadan ruang kerja-ku,.. berantakan tak karuan,.. 

Aku tertegun saja, kembali duduk di kursi-ku, tanpa busana, langit senja berganti dengan langit malam, sebuah petir menyambar membelah heningnya suasana, kami masih diam beberapa menit, hingga Vero kembali berbicara,.. 

Bapak, bisa bantuin Vero kan? Dia bertanya,.. 

Aku diam saja, memikirkan cara untuk membantunya,..Namun pikiran jahat dari mana yang muncul, berusaha aku untuk menepis semua kebusukan pikiran ini,.. Dia seusia anak-ku, akutak mau anak-ku seperti ini,.. 

Sebuah petir kembali menyambar,..diiringi derasnya hujan,.Hal yang langka diawal musim kemarau ini,.. 

Kalo segini sich belum cukup,.. Aku bahkan tak percaya ini meluncur dari mulut-ku,..Vero sampai tertegun mendengarnya,..Aku berdiri mendekatinya,..Kuraih dagu muridku, kucium bibir mungilnya itu,.. 

Vero mendorong-ku,..Tak ingin lagi dia dicium oleh-ku,.. 

Bapak mau apa? Vero bertanya, nadanya ketakutan,.. 

Bapak Cuma mau lagi 

Kudorong dia ke meja kerjaku, kali ini menungging,.. Dia berontak menghindari sergapan-ku,..namun ternyata aku masih bisa menggungulinya dengan tubuh tua ini, penisku kembali mengencang,..Kudorong paksa penisku masuk dalam vagina-nya,.. 

Oughhh,..ahhhh.. pemiliknya menjerit tertahan, menahan sakit,.. 

Wajahnya seolah marah menatap-ku,namun aku tak perduli, aku terus memacu penisku dalam vaginanya, vaginanya pun masih memijitu seperti tadi, bukti dia tak 100% menolak aku menyetubuhinya,.. 

Aku terus mengerjainya dari belakang, kedua tangannya kutarik kebelakang, mencegah dia berontak atau memukulku, itu membuat dia tak dapat bersandar pada meja kerjaku, 

Vero tetap mendesah hebat seperti tadi,..rambutnya terurai tak beraturan 

Di depan meja-ku adalah meja Bu Ratih, di belakangnya ada kaca berukuran besar, wajah Vero terpantul disana, matanya seolah marah padaku, aku tak perduli aku hanya ingin menikmati Mahasiswi cantik-ku ini lebih lama,.. 

Aku yang salah, atau dia yang salah? 

Salahkah aku sebagai seorang dosen?

DIarsipkan di bawah: Guru/Dosen, Profesi | yang berkaitan: aroma nikmat, aroma vagina, bau wanita, BH, buah dada, bugil, cd, celana dalam, cerita panas, cerita seks, cerita seru, cerita wanita, dada montok, gairah nafsu, gairah wanita, haus seks, Ibu Ratih, keringat basah, Kisah Dosen, kisah seks, klitoris, liang vagina, memek basah, orgasme, paha mulus, pantat seksi, payudara, puting susu, seks bebas, sensasi seks, susu kencang, telanjang, Veronica, wanita, wanita seksi | Tidak ada komentar  

Vina Bilang
Ditulis pada Maret 8, 2008 oleh indostories 
La gmana jadinya
Duch gue ga bisa Vin,..Cowo gue lagi nunggu nich
Payah dech, Lu masih jalan ma si Jack??
Iya, Ga tau dech gue..Liat nanti aja jadinya
Kan gue dah bilang tuch cowo ga bener, masih jalan ma Lu aja dia udah macem-macem
Iya gue tau, tapi kan itu baru katanya
Udah cape dech, gmana lu aja
Iya dech, ya gue cabut dulu dech ya, ga enak gue dia dah tunggu di Kost Vic
Ok dech, bye-bye ati-ati lu, 

Ya gitu dech Si Stella, cape gue dah di bilang kalo si Jack itu Cuma pengen make dia, daripada gitu mending kita morotin cowo-cowo kaya dulu, biasa minta ini, itu, ach,.. Asik dech, tapi gue ga tau juga, pa gue mank bener-bener gak pengen dia dibego-begoin cowo, atau gue iri ma dia ya??Ya gue ga mau munafik, mank bener sich semua orang juga tau kalo gue ma Stella bias dibilang cewe ga bener,.. 

Ya kita mank suka manfaatin cowo buat kepentingan kita, tapi apa salah, cowo-cowo mata keranjang gitu Cuma pengen ?make? kita doankz,.. Ya ga salah Tuhan dah ga ngasih gue Wajah ma Body yang jauh di atas rata-rata buat mikat cowo, Kalau semua yang diciptakannya itu baik, kenapa juga gue musti ngeras bersalah karena manfaatinnya..Bener gak??Ya BT nich gue, mau ngajakin siapa temenin gue Jalan ya??Hmm, coba gue ejak si Frans bisa gue porotin lagi, mudah-mudahan aja lagi ga ma si Stef dia.. 

Aku pun mencoba menghubungi Frans,..Ya sebatas miscall sich, tapi gue tahu, pasti langsung dibales ma dia, 123
Halo cantik, ada apa nich???? Sambut Frans
Hehehe, Lu da waktu ga ???
Oooo, selalu ada buat bidadari-ku,?Mau kemana manis???
Temenin gue yuk,..Mau ga?? Mau Ke Salon nich.. Rayuku..
Ok, Kamu dimana?? Aku jemput dech,..
Langsung aja kedepan, Udah disini koq..
OK dech,.. Jawab Frans, sambil memutuskan hubungan telepon..OK, masalah dah beres, bisa gue porotin lagi si Bego itu, hehehe,?Tak lama, Mercedes C-class-nya hitamnya muncul, 
aku pun segera menghampiri mobil itu, dan segera membuka Pintunya, dengan senyum mesum dia sudah menyambut ku.. 

Buru-bura gak?? Tanya ku basa-basi..
Ah, gak koq, mau kemana aja pasti dianter.. Jawabnya..
Temenin gue yuk, Mau Blow nich, kayaknya rambut gue juga dah ga bagus,..
Hmmm, Ok dech, tapi kayaknya masih cantik dech,..
Biasalah, bajingan ini memang memuakan, dia ga pernah perduli ma cewenya, padahal cewenya cantik loh,..Ah mank gue peduliin, yang penting kan gue senang..Mobil kami pun meluncur, tak lama kami sampai di Plaza Senayan, ya sengaja, selain Salon disini udah langganan gue, ya abis ini kan gue bisa shooping, hmm, kayaknya lebih pantes dibilang morotin,..Hehehe.. 

Setelah 3 jam menunggu-ku Frans yang tampak kesal di ruang tunggu tadi karena menunggu ku, Creambath, Blow, sedikit Cut dan Mani-Padi, begitu melihat aku mendekat, wajahnya langsung berubah, seolah senang menunggu,Aku pun berbasa-basi sedikit untuk menyenangkannya,.. 

Lama ya??Sory.. Kataku manja,..
Upz, koq sory, namanya juga ke salon pasti lama, ga masalah donk..Katanya.. Ya orang idiot kaya Frans ini memang paling gampang dimanfaatin, hehehe,.. Aku pun menghadap ke kasir, seolah-olah akan membayar tagihan Perawatan-ku,..Tapi sesuatu yang sudah kuduga pasti datang,.. 

Berapa mbak??? Tanya Frans sambil menyerahkan CreditCardnya..
Jangan Frans,.. Pura-pura menahannya..
Dah, ga Pa-pa,..Cuma segitu doank,..
Kan Ga enak Frans
Dah, tenang aja OK.. Ucapnya..Ya akhirnya rencanaku berhasil, Salon pun dibayarin Frans, tapi itu baru awalnya, karena sekarang saatnya SHOPING.Aku yakin dia pasti menyesal sekali, 3 jam tadi seharga Satu Juta Tiga Ratus Lima Puluh Ribu, hehehe, dia ga tahu berapa banyak Vitamin yang gue minta, Bego kan..Kami berkeliling, Remo,Planet dan berbagai Otlet, berulang kali 

Frans berusaha mengengam tanganku, terkadang aku biarkan, tapi lebih banyak aku pura-pura lepas, Sepanjang jalan Frans selalu menatap Bokong ku dan Dada-ku, Sepatu, Tas, dan Sebuah Rok sudah berpindah ke-tanganku, ya tahulah duit siapa,. 

Kami berputar selama, beberapa jam. Berulang kali Ponselnya berbunyi,.. Ya aku tahu pasti dari Cewenya Tuch, Kalo ga buat apa dia Bohong segala, pura-pura sakit, hehehe,..Tak lupa, paket jalan-jalan ini ditutup dengan Paket Makan Malam Mewah,.. 

Setelah Selesai menyantap Eye-Ribs dan Sup Jagung ku,.. Aku mengajak Frans pulang, Berulang dia mengajak ku Nonton, tapi ya gue tahu maksud dia apa,..Jadi gue Tolak donk.HeheheYa kira-kira 4 juta lebih milik Frans terbuang percuma hari ini, aku pun berjanji untuk Nonton lain kali, Ya sudah Jam 9 lewat ketika aku melihat Jam tangan-ku,.. 

Kami pun memutuskan kembali ke kampus, ya aku harus mengambil mobil-ku di kampus,..Diperjalanan, Frans masih berusaha membuat janji pasti denganku, dia membuat pilihan Nonton atau Clubbing, ya aku pun memilih Clubbing Donk, kan lebih asik dari sekedar nonton,..Oh iya, lu belom pada kenal gue kan?? 

Gue Vina,..Umur gue 21 Tahun, Tinggi gue 168, berat 46 Kg ? Gue juga rajin Fitnes ma Aerobik, biar badan gue tetep montok n sexy..hehehe..Mustinya gue dah mau lulus, tapi ya gitu, lu tahulah gue sibuk jadi ga sempet belajar, hehehe?Setengah jam kemudian, kami pun sampai ke kampus, Frans mengantarku sampai, Mobilku yang diparkir di parker gedung,..Sepi sekali kampus,.. Dari jauh aku melihat sekelompok mahasiswa,.. 

Ya itu pasti Geng-geng Pribumi di kampus ini, Ando Cs lah..Wew males banget ma mereka udah miskin, jelek ma item-item lagi.. Seseudah memanaskan Mobil Yaris-ku, Frans segera meninggalkan-ku dengan Mobilnya, Ya seolah dia menungguku sampai beres, baru dia pergilah,..Baru sesaat aku memacu kendaraanku, di pintu depan Kampus, Pengemis pincang yang biasa dia di depan kampus melintas menghalangi jalan, ya ampun Udah ngesot lama banget lagi,.. 

Kesel aku menunggunya, Aku mengklakson berulang-ulang menunggunya melindas, masa gitu aja butuh 5 menit, dia berulang-ulang kali mengucapkan maaf disela-sela cacianku,..Aku pun bergegas meninggalkan Kampus, kembali ke Rumah-ku, ya OrangTuaku terlalu sibuk mencari uang, Tapi mereka tetep aja ga mampu ngasih gue kehidupan Mewah,Jadi mereka tak pernah perduli aku pulang jam berapa juga..Bahkan terkadang aku tidak pulangpun mereka tidak pernah tahu.. 

Dibawah FlyOver Pluit aku merasakan Ban Mobil-ku Kempes..Sial pasti ada yang ngerjain gue nich,..Aku memberhentikan Mobilku,..Turun dan melihat ban Mobil sebelah kanan belakang kemps, untung tidak terlalu parah, aku pun kembali masuk ke mobilku, berjalan pelan, aku tahu beberapa ratus meter lagi ada sebuah bengkel tambal ban..Tak lama Bengkel kecil itu terlihat, sebuah bedeng..Di depannya beberapa orang duduk smbil mengopi, ugh wajah mereka kampungan banget.. 

Aku terpaksa berhenti di bengkel itu, ban ku sudah tak bisa jalan lebih jauh lagi, apa lagi tak mungkin aku bisa mengganti ban mobil ku sendiri,..Ya aku pikir supaya cepat minta tolong mereka saja untuk mengganti ban-ku,? 

Pak, Tolong donk, ban saya kempes sesampainya di bengkel itu.
Kenapa Neng,..Mau ditambal,..??? jawab bapak setengah baya yang mungkin pemiliknya
Ga usah pak tolong ganti ban serep aja, bisa??
Oooh, Bisa neng ban-nya dimana?? Tanya bapak itu,..
Dibelakang pak, dibawah,.. Jawabku, aku menyadari 2 orang pemuda dibelakang-ku terus menatapku diam-diam, 

Aku berdoa semoga bapak ini segera menyelesaikan pekerjaanya, Beberapa kali dia memintaku untuk duduk saja, Tapi ku tolak, ngeri lah pikirku..Ngeri ma 2 orang yang ada dibelakang..Bapak itu beberapa kali menyuruh anak buahnya untuk membantunya, terkadang mereka tampak berdiskusi,..Aku sich tak terlalu memperdulikan perbincangan mereka, Toh buat apa juga..Sekitar 15 menit akhirnya Ban ku selesai diganti oleh mereka,..Aku pun mendekat menanyakan biayanya.. 

Dah beres pak?? 
Sudah Non, Ban yang kempes dah bapak pasang lagi, nanti tambal aja, kayaknya bocornya juga ga besar,..
Oh, makasih pak, Berapa ya??
Ga usah non, kita ga minta duit, tapi butuh yang lain Non..
Mendengarnya jantungku langsung berdetak kencang, namun aku masih berusaha tenang..
Mau apa pak??
Kita pengen Non?.:Ujar salah satu dari pemuda itu.. 

Akupun berusah meronta saat mereka memaksaku masuk dalam bilik itu, Jalanan itu memang biasa Sepi, belum lagi jam segini yang membuat jalanan itu makin hening..Aku berusaha berteriak, namun tangan mereka menutup mulutku, Tenagaku tak mungkin dibandingkan dengan para lelaki ini? 

Akhirnya mereka berhasil membawaku masuk, dan segera menutup pintu itu,..Mereka segera mengikat mulutku dengan selembar kain kotor,..Bau oli jijik sekali,..kemudian mereka mendorongku dan menjatuhkanku ke sebuah ranjang kayu tanpa alas
Bruk!!!!!!!
Aku hanya bisa berteriak kesakitan namun terhalang oleh kain yang menutup mulutku,? 

Udah Non jangan banyak teriak atau kita bunuh Non..Mau? Kata salah satu pemuda..
Wajah mereka tampak tak main-main, wajah mereka tampak ganas bukan hanya 2 orang pemuda hitam itu, Bahkan Bapak yang tadi berwajah lembut kini raut mukanya berubah sanggar seperti yang lain..Tatapan mata mereka yang penuh nafsu itu makin membuat nyaliku ciut aku hanya bisa memalingkan muka tak berani menatapnya,
Ngerti Gak!!! mereka kembali membentak ku sambil melempar sebuah Tank ke sampingkuAku pun hanya menganguk memelas.. Tiba-tiba tangan bapak itu menggerayangi paha-kuTangan bapak itu meraba naik hingga ke dadaku,?Bapak itu meremas payudara kiri-ku.Air mata-ku pun mengalir dan meronta minta dilepaskan. 

Diem lu!!! Nanti juga enak  sahut Bapak itu Pemuda yang sedikit gendut mulai menciumi pipi-ku, leher dan telinga-ku pun tak lepas dari incaranya, Hembusan nafas baunya dan lidahnya yang menyapu leher dan telinga-ku membuat-ku bergidik.. 

Pemuda itu meraih kepalaku dan memalingkanya dengan kasar dia menyibak kain yang tadi menutupku dan langsung mengempur bibir tipisku dengan kasar..Aku berusaha menghindar namun sebuah tamparan menerpa wajah-ku?.Pemuda Kurus pendek itu kini bersimpuh disampingku, dengan ganas dia menarik lepas Celana jeansku dan melemparnya, kini celana dalamku dapat dilihat oleh mereka, pahaku yang putih mulus itu membuatnya makin bernafsu,.. 

Tangan Pemuda itu kini sudah meraba kemaluannya yang masih tertutup celana dalam hitamku, jari-jarinya bergerak liar di sekitar belahan kemaluan-kuSementara bapak itu makin bernafsu meremasi payudara Ku, kasar sekali permainan merka namun jertan kesakitanku tertahan oleh ciuman ganas dari si Gendut.. 

Lidahnya mulai masuk disela-sela mulutku, menyapu seluruh bagian didalamnya.. Permainan kasar seperti ini belum pernah kurasakan sebelumnya..Bapak itu mulai membuka kancing kemeja-ku satu persatu, setelah selesai dia langsung manarik lepas bajuku, kini tubuhku hanya tetutpi oleh BH dan Celana Dalam Hitamku? Bapak itu langsung membuka Bh-ku dengan menariknya kasar? Tubuh atas-ku tak menyisakan satu pun benang untuk menutupinya .. Payudaraku yang putih, kencang dan berputing kecoklatan itu membuat mereka tertegun, sama sepertiku melihat kelakuan mereka padaku.. 

?Wow, keren banget, punya Cina mank Beda ya Bos,..? Kata salah satu pemuda itu,.. Bapak itu segera memainkan dadaku dengan kasar ditariknya putingku dengan kasar sehingga membuatku mendesah tak karuan,..
?Hmmm?? Bapak itu dan pemuda Kurus makin ganas memainkan dadaku, diremasnya, sambil sesekali menjilat dan mengigit putingku? 

?Coba kita liat bawahnya,? kata si Gendut,..Tak perlu diperintah 2 kali, si Kurus langsung memelorotkan celana dalamku,..Kini tubuhku bugil total tanpa selembar kain-pun..Wajahku memerah menahan malu? Vaginaku yang ditumbuhi bulu-bulu halus membuat mereka makin bernafsu mengerayangi tubuhku dengan tangan-tangan kasar mereka,..Tangan si Bapak mulai memainkan Vagina-ku bergantian dengan Si kurus yang mendapat porsi lebih banyak pada dadaku, Si gendut masih bernafsu mencumbuku dengan kasar? 

Pilinan pada payudaraku beserta sentuhan dan pijitan pada Clitorisku makin membuat Libido ku meningkat, aku tak mau mengakui namun tubuhku mulai terbuai menikmati permainan ini?Tenaga mereka yang makin membuat ku pasrah menikmati perkosaan ini?Tangan kasar mereka membuat-ku mulai tak sanggup menahan birahi ku, belum lagi ketika Bapak itu mulai menjilati Vagina-ku, sapuan kasarnya ditambah kumis tipisnya yang menimbulkan sensasi berbeda membuatku makin tak sanggup membendung birahi ini.. 

Aku tak tahu sudah berapa lama mereka mempermainkan-ku seperti ini, sapuan dan permainan mereka membuatkan makin lama makin tak berdaya,..Tak kusadari tubuhku mulai mengejang, otot-ototku mengeras lidah Bapak itu makin ganas menghisap Clitorisku,..Sampai akhirnya aku tak sanggup lagi menahan Organsme ini..Cairan Organsme-ku mengalir deras di sela-sela Vagina-ku, Bapak itu hanya tertawa dan mendekatkan wajahnya ke telinga-ku seraya berbisik,.. 

?Masih gak mau Non??? ujarnya sambil tertawa..Aku tak tahu laagi, wajahku memerah, aku tak pernah menyadari betapa menyedihkannya diriku sampai mau diperlakukan seperti ini, bahkan kalau mau jujur aku mulai menikmatinya?Si Bapak kemudian berdiri, aku berpikir dia akan melepaskan-ku, namun tiba-tiba dia memelorotkan Celana pendeknya yang lusuh itu. Penisnya yang hitam dan disunat dibagian depannya itu seperti helm, belum lagi penis itu sudahmengeras dan bulu-bulu kemaluannya yang mulai memutih itu tampak kontras dengan kerasnya penis itu yang tampak sangat kuat.. 

Si gendut pun beranjak meninggalkan Dada-ku, dia berpindak ke pahaku, dinaikannya kedua tungkai-ku ke bahunya, Lidahnya yang besar dan kasar itu mulai menyapu Bibir vaginaku, sesekali dia menghisap clitorisku keras yang membuat Vaginaku berdenyut dan membuatku melayang makin tinggi,..Si Bapak sudah mendekatiku, si Kurus yang menggantikan posisi Gendut di bagian dada-ku, lebih sadis memperlakukan tubuhku, Ditariknya Putingku keras-keras yang membuatku berteriak tertahan, dia terus menghisap dan mengigit Vaginaku dengan Brutal, belum lagi Tangannya yang seolah tak pernah berhenti mengerayangiku,..Bapak itu mendekat dan berkata padaku 

?Tau kan Non musti apa,..? Sambil menampar-namparkan Penis itu ke pipiku, Wekkk bau sekali, penis itu bau keringat menyengat, aku pun berusaha menutup mulutku,..Terus terang, aku memang penganut sex bebas tapi aku Jarang sekali melakukan Oral Sex, Jijik rasanya, aku hanya pernah melakukan sekali saat berlibur ke Paris dengan seorang Boss Tua, itu pun dengan sebuah ancaman yang membuatku terpaksa melakukannya.. 

Aku berusaha keras menutup mulutku kuat-kuat,Aku menahan desahan yang menyiksa ini sebisaku Bau penis itu saja sudah sangat memuakan bagiku,..Bapak itu terus berusaha memasukan Penisnya dalam mulutku, aku berusaha menghindar sebisaku, Kesana-kemari aku gelekan Kepala-ku sampai habis kesabarannya?Tiba-tiba dia meraih satu putingku, dan menariknya keras,.. 

Aku pun tak sanggup lagi untuk tidak membuka mulutku kesakitan, disaat aku berteriak, Bapak itu segera menyelipkan Penisnya dalam Mulutku,..
?Mmmmph?? Aku tak dapat lagi menghindar dari penisnya itu,?Penis itu masuk terlalu dalam sampai menyentuh kerongkongan-ku, dan membuatku terbatuk, namun bapak itu tak perduli dan tak ada niat melepaskan penisnya dari mulutku, Malah bapak itu mulai memompa penisnya dimulutku,.. 

Butuh beberapa menit sampai aku dapat menerima Penis itu di mulutku, belum lagi Sapuan di Vaginaku kini ditambah lagi dengan kelakuan si Gendut yang mulai memasukan jarinya yang gempal itu dalam Vagina-ku, perlahan-lahan Jari Telunjuknya mulai masuk dalam Vagina-ku, Aku tak tahu apa lagi yang akan aku alami selanjutnya, Sementara si Kurus yang makin ganas mengerjai buah Dadaku yang membuatnya makin memeras,.. 

Gigitan-gigitan halus ditambah hisapan pada putingku membuatku makin bernafsu, demikian Pula bapak itu yang makin cepat memacu penisnya,..Sensai yang harus kualami bersamaan ini membuat aku harus kembali menyerah oleh birahiku, aku makin tenggelam dalam permainan mereka, sedikit demi sedikit aku mulai menikmati ini, Aku mulai menghisap penis Bapak itu, aku ingin mengakhiri semuanya secepatnya..Sapuan Lidah kasar Gendut ditambah Jemarinya yang makin cepat mengocok vagina-ku yang mulai basah menimbulkan bunyi yang keras, 

Basahnya Vagina-ku membuatk nya makin dapat makin cepat mengocok-ku, aku tahu aku tak kan sanggup lagi mencegah Organsme-ku,Tubuhku mengejang hebat, seluruh ototku mengeras, keadaan ini disadari oleh si Gendut yang membuatnya makin cepat mengocok-ku Lidahnya pun ikut menghisap Clitorisku kuat-kuat,..Aku tak sanggup lagi bertahan lebih lama, Pantatku pun sedit demi sedikit terangkat, Hingga akhirnya Cairan cintaku kembali menyembur keluar,? 

?Aaaahh? Tanpa sadar aku menarik rambut Gendut yang malah tambah asik menghisapi cairan Cintaku yang mengalir deras, untuk beberapa saat tubuhku mengejang di Udara,..Si Gendut masih Asik menghisapi Vaginaku, di tambah lagi Kurus yang menikmat tubuhku yang mengejang sambil memainkan Payudaraku kasar..Tak lupa Bapak tua itu yang masih asik memompa penisnya dalam Mulutku,..Beberapa Detik kemudian aku menjatuhkan tubuhku yang lelah ke ranjang tak beralas itu.. 

Penis Bapak itu sempat terlepas dari mulutku, namun bapak itu tampak tak mau kehilangan Moment, dengan segera dia kembali mengarahkan Penis-nya ke mulutku dan kembali memompanya? 

Aku sudah pasrah dengan semua ini dan tak punya tenaga lagi untuk melawan..Beberapa menit kemudian Penis itu mengeras aku berusaha mengeluarkan penis itu dari mulutku namun Tangan Kekar Bapak itu menahan kepala-ku,.. 

?Uuughhhh,..? Seru Bapak itu sambil memuntahkan amunisinya dalam Mulutku, Sperma itu sedikit tertelan olehku, sedangkan sisanya dapat kutahan dan sebagian mengalir keluar disela bibirku,..Bapak itu mencabut penisnya, dengan Kasar dia mengangkat Wajahku
?Makan Peju gua, kalo ga Mati LU!!!? BentaknyaAku terkejut mendengar perintahnya,..Sperma itu terasa sangat berat untuk aku minum, Kental dan menjijikan sekali, Sedikit demi sedikit aku mencoba meminumnya sambil disoraki oleh 2 anak buahnya, aku berusaha menelannya, butuh perjuangan perasaan untuk bias menghirupnya habis, belum lagi perutku yang mulai mual menelan sperma itu,.. 

Akhirnya aku dapat menghisap seluruh sperma itu, sambil berusaha menahan mual yang makin membuatku ingin muntah, Maku Up-ku yang sudah luntur Karena Wajahku yang berkeringat sangat banyak, begitu juga peluh disekujur tubuhku,.. 

?Udah ya Pak, Saya mohon,..? Mohonku memelas,..
?Enak Aja lu, memek lu aja belom gua rasain Apalagi anak buah gua juga belum puas? Bentaknya,..Ya ampun aku tertegun mendengarnya, mereka ternyata benar-benar berniat memperkosaku, Air mata yang sempat mongering tadi kembali mengalir deras,.. 

Namun bajingan-bajingan ini tak akan perduli, Gendut dan Kurus malah membuka pakaian dan celananya, Penis mereka mengacung keras, Ukuran penis itu saja sudah mebuatku bergidik, namun Penis Kurus lebih mencengangkan buatku, Penis itu keras dan Panjang, Diameternya pun besar sekali, Aku bias mati bila desetubuhi penis itu,..Bapak Tua itu membalikan Tubuhku, aku sudah tak punya tenaga lagi untuk melawan mereka, Bapak ituberpindah kebelakang setelah memposisikan tubuhku dalam posisi Doggy Style,.. 

?Udah siapkan Non,..? Ujarnya sambil mengoreki vaginaku dengan Tangannya
?Jangan Pak? Aku masi berusaha mengindar, namun Tangan Bapak itu mengunci Pinggulku, Penisnya pun mulai memyentuh bibir Vaginaku,..Sadar tak dapat menghindar lagi,aku pun menutup mata-ku, Perlahan penis itu mulai masuk dalam Vaginaku,.. 

?Gila Sempit ma seret amat? Kata Bapak itu, ketika beberapa Cm, Penisnya mulai masuk, aku menahan sakit yang melanda tubuhku, Sakit sekali, Penis itu sedikit demi sedikit masuk makin dalam yang membuat tubuhku mulai begerak tak karuan..Sodokan demi sodokan penis itu masuk makin dalam, hingga akhirnya dengan satu sodokan keras akhirnya penis Bapak itu dapat masuk seluruhnya dalam vaginaku,.. 

?Ohhhh? desahku, berusaha menenangkan diri, beberapa saat kemudian Bapak itu mulai menompa Penisnya,..
?Mulai ya Non,? katanya terlambat,..Pengalaman Bapak Tua ini pasti sangat banyak, Dia tampak mahir sekali memainkan Ritme yang membuatku tak sanggup berkata apa-apa,..Penis itu meluncur cepat keluar masuk, tiap tusukannya membuat tubuhku mengelinjang, harus kuakui betapa aku meikmati pemerkosaan ini,..Belum tuntas satu penis aku hadapi, Gendut mendekat, diangkatnya wajahku sebatas pinggangnya, wajahnya tampak menyeringai dibalik Penisnya yang mengacung keras,.. 

?Sepongin ya Non, jangan Pilih kasih,..?Aku hanya mengangguk disela-sela desahan-ku, Aku membuka mulutku lebar seukuran penis gendut,.. Gendut pun segera memasukan penisnya dalam mulutku, Aku sudah tak memperdulikan harga diriku dan rasa jijik yang menghingapiku, Aku mulai meghisap penis itu kuat-kuat, Bapak itu pun makin beringas memperkosaku,.. 

?Gila Jago banget nyepongnya Non?? Kata si gendut,..Si Bapak yang mendengarnya segera Bereaksi..
?Sial giliran gua aja mau nyepong tadi!! Dasar Perek!!!? Bentaknya..Bapak itu tampak kesal dan memacu Penisnya makin kencang, tubuhnya beradu dengan pantatku yang membuat-ku makin kewalahan,..Aku mulai tak sanggup berkonsentrasi mengoral penis Gendut ,.. Aku tak dapat lagi berkonsentrasi menyepongnya ,.. 

Gendut yang tampak kesal mengangakat kepalaku dengan kedua tangannya dan mulai menmompa penis itu dalam mulutku..?Oooooh?? Tanpa sadar aku berorgansme, Cairan cinta ku mengalir disela Vagina dan penis Bapak itu, Vagina-ku yang makin basah memperlancar Penis itu makin cepat keluar masuk dalam Vaginaku,? 

Oh Tuhan Pemerkosaan di 2 ujung tubuhku saja sudah membuatku melayang tak karuan, Kurus yang dari tadi diam menyaksikan teman-temannya mengerjaiku, kini tampil kembali, di dekatinya tubuhku,..Dia mengangkat tangan kiriku, dan menaruhnya ke penisnya,..Ya Tuhan Besar sekali bahkan Lingkar Penisnya lebih besar dari tangan-ku.. 

Tanganku pun mulai mengocok Penis itu, Tangan si Kurus pun Tak luput mengerjai payudaraku kembali,?Makin lama aku makin menerima keadaan ini, aku tak lagi dapat membohongi diriku yang terbuai oleh permainan mereka,.. 

Saat aku berorgansme kembali, Penis Bapak itu pun mulai mengeras, aku pun panic menghadapi situasi ini,..
?:Keluarin pak, keluarin,?? Kataku panic,..
Bapak itu masih berbaik hati mencabut mencabut penisnya dalam vagina-ku dan memuntahkan spermanya ke punggungku,.. 

Sebagian Sperma Bapak itu menetes ke ranjang itu, dan bersatu dengan Cairan Organsme ku yang sudah menetes dari tadi,.. 

Gila Non, Keren banget..Memeknya sempit banget.. Kata Bapak itu,..
Vaginaku sakit sekali rasanya menghadapi Penis ituKini sedikit terasa lega setelah Bapak itu mencabut penisnya dalam vaginaku 

Namun tampaknya Aku terlalu cepat senang,..Si Kurus melepaskan penisnya dari tanganku, dengan segera dia berpindah kebelakang dan mengacungkan Penis-nya ke Vagina-ku, Ya Tuhan Aku tak dapat membayangkan Bila penis itu benar-benar mengoyak-ku,.. 

Sedikit demi sedikit penis itu masujk dalam Vaginaku, Ya Tuhan itu beberapa CM punsudah membuatku kelabakan,..Aku pun sedikit memperlebar pinggulku untuk mempermudah penis itu masuk, tapi itu tak berarti banyak, 

Penis itu masuk makin dalam, Aku tak sanggup menerima penis itu,..Penis itu seolah membelah Tubuhku jadi dua, Kurus yang tampak kesulitan memasukan penisnya makin beringas memasukannya, Tusukan halusnya berganti dengan Sodokan keras berulang-ulang yang membuat ku menjerit keras berulang-ulang, Ya Tuhan Aku tak mengerti dosa apa yang kuperbuat sampai harus menerima keadaan ini.. 

Penis itu makin lama masuk semakin dalam , aku sudah tak bias lagi mengoral penis Gendut, gendut pun mengerti keadaan-ku dan megekluarkan penisnya dari milutku, kini desahanku makin keras memenuhi Bilik reot itu,.. 

Dengan Satu tusukan keras akhirnya, Penis Kurus dapat tertampung penuh dalam Vagina-ku, Ya tuhan Vaginaku tampak sangat merah, sakit sekali rasanya,..Setelah mendiamkan sejenak,..Kurus berkata..
Gila, kaya belom pernah ngentot aja Non, sempit banget..
Sial pikirku, Penisnya aja yang kegedean pake nyalahin Orang lagi 

Setelah menikmati jepitan otot-otot vagina-ku, Kurus mulai mengenjot Penisnya keluar masuk, Vaginaku mulai dapat menerima Benda asing itu, Desahan kami memenuhi ruangan bersahutan dengan tawa Bapak Tua dan si Gendut yang menikmati pemandangan itu,.. 

Entotin terus tuch cewe Jang!! Kata si Bapak..
Beres Bos Jawab Si Kurus sambil mengenjotku makin keras dan cepat..
Si gendut pun beranjak dari duduknya dan mendekat kewajahku, sambil bermasturbasi menikmati wajahku yang kesakitan,.. 

Organsme-ku disusul dengan Organsme yang lain, Payudarku pun terpental kesana kemari karena Sodokan Kurus yang keras, sementar Gendut makin cepat mengocok penisnya didepanku, Aku pun berorgansme panjang tubuhku mengelinjang hebat..
Saat itu tiba-tiba penis Gendut meledak dan menumpahkan Spermanya Ke Wajahku,..
Sambil tertawa dia memoles spermanya ke seluruh wajahku, Spermanya bau sekali, Setelah memoles wajahku,.. Dia berkata..
Tuch tambah cakep kan Non Yang disambut tawa teman-temannya..
Kurus pun makin bernafsu menyetubuhiku, di angkatnya Tubuhku yang kelelahan ini dan memposisikan dalam posisi Woman On Top,.. 

Ya Tuhan Tubuhnya yang kerempeng itu tampak kontras dengan keperkasaan penisnya yang besar itu,..Tanpa sadar aku mulai memompa penis itu, tak terlalu dalam memang karena sakit sekali, kelakuanku itu membuat Kurus Gusar dan mulai mengerakan Pinggulnya kembali dan menyodokku dalam, aku pun kembali berteriak keras, dalam posisi ini aku bertahan cukup lama, Aku sempat 2 kali berOrgansme yang membuat pinggul Kurus basah oleh Cairan Cintaku,.. 

Disela-sela Lobang Dinding Bilik itu aku melihat sesosok tubuh berseragam, Polisi tampaknya, dia memutari mobilku dan tampak mencari orang yang memilikinya,..Aku berharap dia menemukan dan menyelamatkan-ku, ingin rasanya aku berteriak namun takut, Aku pun kembali tersadar dari harapanku, ketika sodokan Kurus kembali memasuki tubuhku dalam,.. 

Harapan-ku pupus sudah, ketika sosok polisi itu menghilang dari Pandanganku, Kurus menjatuhkan Tubuhku kembali dan memompaku cepat dalam posisi Missionary, kini dia makin leluasa mengeranyangi Tubuhku, namun sedikit jijik untuk menciumku, karena sperma Gendut, Putting susu ku tak luput dari gigitannya namun dia tak sedikitpun menurunkan kecepatannya memperkosaku, 

Penis Kurus mengeras sesaat, seketika dia mencabut penisnya dan menembakkannya ke tubuhku,..Wohhh, Puas Gua Ujarnya, tanpa memperdulikan diriku yang sudah kelelahan.. 

Nah Sekarang Giliran Gua!! Ujar Si Gendut,..
Mati Gue pikirku, Vaginaku Sakit sekali setelah perkosaan ini, rasanya seperti masih ada batang yang tertinggal didalamnya, 

Si Gendut maju ke hadapannku, penisnya sudah mengacung kembali, namun sesaat sebelum dia mengangkat pahaku,Pintu Bilik itu didobrak
Ya Tuhan Sosok Polisi itu kini menerobos masuk, 

Ada apa ini bentaknya..Ya Tuhan akhirnya Polisi itu menyelamatkan-ku , Kopral Kurniawan, dapat kubaca nama Penyelamat ku dari Badge-nya
Sesaat setelah melotot melihat tubuh bugilku,..Namun Kata-kata selanjutnya membuatku makin tenggelam dalam keputus asaan.. 

Gila Lu ada mangsa gini, ga kasih tahu gua
Sory Mas, Lupa bis lagi Asoy nich, Kata Si Bapak itu, Mereka Komplotan.. 

Ya Udah gapapa, gua mau ah!!! Ucapnya sambil membuka pakaiannya, setelah menutup pintu Bilik itu,..
Polisi itu mendekat dan memolorotkan Celanaya, Ya Tuhan Apa Penis Pribumi normalnya seukuran ini?? Penis Hitam itu sebesar milik Kurus,, Pas sekali dengan Tubuh Polisi itu yang Kekar.. 

Gua Dulu Ya.. Pinta Polisi itu pada Si gendut..Si Gendut pun hanya bisa mengalah, Dia pun menyingkir, ketika Polisi itu menaiki-ku,..
DiJilatnya seluruh Wajah-ku, dia tak meyadari sperma Gendut yang menutupi seluruh wajahku,.. 

Cakep amat Non, Mulus lagi Ujarnya seraya mengelus tubuhku dan menjilati payudara-ku,..
Tangannya pun turun ke Vaginaku,..
Hehehe, dah Becek, katanya berkomentar sambil memijit Clitorisku,..
Ampun Pak Saya dah cape banget  Rintihku, disela-sela desahanku, karena pijitan Jemarinya..
Mank Gua Pikirin kata Polisi itu Santai,.Sambil kembali mengerjaiku,.. 

Tak Alama Polisi itu sudah tak sabar untuk menyetubuhiku, kembali dia menaikan tubuhku kembali ke Posisi Doggy Style, Penis Besar itu mulai mencoba masuk dalam Vagina-ku, Perlahan tapi pasti, sedikit demi sedikit Penis itu masuk diikuti desahanku yang tak karuan, Tak piker panjang Setelah berusaha keras memasukan penisnya dalam Lubang-ku, dia langsung mengenjotku,.. 

Gila dah pada lu mainin berapa Ronde??? Sempit banget edan.. Komentarnya..
Tubuhku kembali terpental kesana kemari, aku sudah tak tahu berarapa Organsme yang telah menyerangku sejak tadi,Gendut mulai tak tahan melihat wajahkuku yang sudah Kelelahan, mungkin melihat wajahku yang tak berdaya membuat nafsunya yang sudah tertahan sejak tadi makin membara, Didekatinya diriku,.. 

Bos, bareng ya?? katanya, Mati aku bila dia mau menyodomiku
Lu mau Bool-nya?? Tanya Polisi itu??
Ya Tuhan mereka benar-benar Gila, Bahkan mereka tak memperdulikan diriku lagi,..
Anggukan Si Gendut membuat diriku makin Putus asa.. 

Polisi itu segera mengganti posisi ke Woman On Top, Tak Lama Gendut mendorong Tubuhku ke pelukan Polisi itu,..Polisi itu segera mencumbuku dengan ganas,, tangannya pun seolah tak berhenti mengerjai dadaku,..Sementara itu Gendut mulai menyerang Anus-ku, diludahinya anusku, Tangannya pun terkadang menyodok-nyodok,..Tak lama Jemari gempalnya berganti dengan benda yang lebih besar dan keras aku tahu, itu pasti penisnya 

Aku pasrah menerima semuanya, Aku hanya bisa menutup mataku, sambil berdoa,
Penis itu mulai mencoba menembus Anus-ku perlahan, Perih sekali, tanpa sadar air mataku kembali mengalir ketika penis itu mulai masuk ke dalam,
Butuh beberapa lama untuk membuat penis itu dapat masuk setengahnya,..Rasa perih itu tak tertahankan, Rasanya Anusku mulai berdarahPolisi itu pun tak membuang waktu untuk kembali memompaku,Dengan ganas dan penuh nafsu.. 

Penis Gendut pun akhirnya dapat masuk seutuhnya dalam Anusku, Benda itu terasa sangat aneh dalam anusku, Aku tak percaya rasa sakit yang menderaku ini masih membuatku dapat bertahan,..Gendut pun mulai memacuku dengan Irama yang kacau, begitu juga Polisi tadi,.. 

Jeritan dan tangisku memenuhi Bilik itu, Bapak Tua dan si Kurus kembali maju dengan Penisnya yang sudah mengacung, Aku tak perduli lagi, nafsu setan sudah merasuk dalam tubuh-ku, ketika mereka mengacungkan penisnya kehadapanku, tak perlu waktu lama dariku untuk mulai menghisapnya 

Ya Tuhan aku tak percaya dengan kelakuanku sendiri, Meski menagis aku tak dapat membendung hasrat untuk mengoral Peis itu,..Organsme demi Organsme membuatku makin melayang tak karuan ,,.. 

Tak Lama si Gendut meledak lebih dulu dalam Anusku, Dia Mencabutnya dan mengacungkan Penisnya yang masih gagah itu kemulutku, dan menyuruhku untuk membersihakannya, aku pun sudah tak perduli dan langsung melahap penis itu,.. 

Karena Gendut yang sudah tak menSanWich-ku lagi, membuat Polisi itu makin leluasa mengerjaiku,..Aku kembali berorgansme menghadapi Polisi ini,..10 menit kemudian giliran Polisi itu menghadapi Ledakan-nya..Penis Itu mengeras, beruntung aku menyadarinya, dan berusaha melepaskan diri,.. 

PaK Lepasin Pak, Kata Polisi Itu, Mohonku sambil meronta, Namun Polisi itu memelukku kencang Dan terus memompaku, sampai akhirnya dia meledak dalam rahimku, 

Ohhhhhh,.. Sesaat setelah penis itu meledak aku pun kembali berorgansme,..
Aku benar-benar ketakutan, bagaimana bila aku sampai Hamil??? 

Namun lamunanku hanya bertahan Sesaat, Bapak Itu, kembali menaiki, Ya TuhanAku tak tahu berapa lama lagi Penderitaan ini harus ku alami 

Setelah itu, aku tak dapat mengingat apapun lagi, aku tak sadarkan diri sesaat, ketika Mereka masih mengerjaiku,Aku terbangun Ketika Waktu sudah menunjukan jam 4.22, tubuhku terasa sangat ngilu, disampingku, tubuh-tubuh bugil itu tergeletak, Make Up-ku telah berganti dengan Sperma mereka, Aku berusaha mencari Air untuk membilas wajahku, namun yang ada sangat kotor sekali air itu,.. 

Aku pun mengurungkan Niat-ku dan bergegas memakai kembali pakaian-ku, namun aku tak dapat menemukan Bra dan CD-ku dimanapun, untung bukan kunci mobilku.. Aku tak perduli, sebelum mereka sadar aku harus bergegas pulang,tanpa memperdulikan wajahku yang penuh dengan bekas-bekas sperma mereka aku mengenakan Pakaian ku dan pergi meninggalkan Bilik Terkutuk itu,.. 

Sesampainya dirumah, kubersihkan seluruh tubuhku, Kucuci Vagina-ku sebersih-bersihnya, terus terang Aku takut hamil, aku pun kembali menangis sejadi-jadinya di Kamar mandi, Tubuhku sangat penat rasanya,

DIarsipkan di bawah: Bapak/Om, Pemerkosaan, Sadisme, Setengah Baya | yang berkaitan: aroma nikmat, aroma vagina, bapak, bau gadis, BH, buah dada, bugil, cd, celana dalam, cerita gadis, cerita panas, cerita seks, cerita seru, dada montok, gadis, gadis belia, gadis seksi, gairah gadis, gairah nafsu, haus seks, keringat basah, kisah seks, klitoris, liang vagina, memek basah, ML, ngentot, ngentotin gadis, orgasme, paha mulus, pantat seksi, payudara, perkosaan, puting susu, seks bebas, sensasi seks, setubuh, susu kencang, telanjang, Vina | Tidak ada komentar  

Hantu Bangku Kosong.
Ditulis pada Maret 8, 2008 oleh zonotmupeng 
CERITA tentang bangku kosong itu terus beredar antar tipa angkatan di sebuah SMA di bandung, konon bangku tersebut tidak boleh dtempati oleh siapapun atau akan terjadi hal hal ganjil. 

bangku tersebut berada di sebuah kelas yang dipakai oleh anak anak kelas dua, dan terletak tepat di pojok belakang ruangan. 

konon sebenarnya bangku itu pernah beberapa kali ditempati terutama oleh siswa laki laki karena lokasinya cukup strategis dan menguntungkan untuk mencontek dalam ulangan, namun yang terjadi justru siwa tersebut malah kesurupan dan mengamuk di dalam kelas, sehingga akhirnya bangku di pojok dibelakang itu dibiarkan kosog dan tak ada seorangpun yang bertani menempatinya. 

namun ternyata roda nasib bergerak tak terduga, bangku kosong itu akhirnya mau tak mau harus ditempati juga. 

Pada suatu hari datang seorang murid pindahan dari jakarta bernama vonny agatha, gadis remaja dengan kecantikan khas ibukota, wajah cantik dengan sedikit nuansa oriental, putih bersih terawat tanpa setitik jerawatpun, ditimpali pula dengan rambutnya yg hitam sehat sebahu. 

kulitnya putih mulus, kaki yang jenjang dan terutama yang menjadi magnet bagi pria untuk menatapnya adalah bukit kembarnya yg cukup menonjol mengundang. 

bangku yang tersisa di kelas itu hanyalah bangku di pojok belakang, dan mau tak mau vonny harus menempati kursi itu karena tak ada seorangpun yang bersedia bertukar tempat dengannya. 

diikuti dengan tatapan khawatir dari seisi kelas, vonny menempati bangku tersebut. Hari itu kegiatan belajar mengajar di kelas itu berjalan seperti biasa, meski sesekali beberapa murid melirik vonny dengan khawatir, namun ternyata hingga sekolah usai tak ada kejadian apa apa, tak ada yg kesurupan, tak ada yang mengamuk, bahkan tak ada sedikitpun kejadian aneh. 

begitu pula dengan keesokan harinya dan hari hari berikutnya tak pernah ada hal hal yang aneh, sebaliknya vonny mulai merasa nyaman dan betah di tempat barunya. 

sempat pula ada yg menceritakan soal mitos bangku kosong itu pada vonny, namun gadis itu hanya menanggapinya dengan enteng sambil tertawa, 

kalau emang aku ketemu sama hantunya, entar aku ajak dugem dehh. 

dan memang telah hampir sebulan berlalu, semua terlihat aman aman saja bahkan kini sebagian siswa berkesimpulan jika mitos atau kutukan bangku kosong itu sudah berakhir.. 

..hHHHHHHHMMMM BENARKAH.??????? 

sekali lagi roda nasib bergerak tak terduga, dan kejadian itu terjadi tepat hari jumat tanggal 13 alias friday 13th. 

entah ada yang menyadari atau tidak, tetapi hari ini di dalam kelas terasa lebih dingin dan suram dari biasanya, yang pasti perasaan vonny tiba tiba gelisah seolah firasatnya mengatakan akan terjadi sesuatu hari ini namun entah apa. 

pelajaran pertama hari itu adalah pelajaran paling membosankan diseluruh dunia yaitu sejarah, ditambah lagi guru yg mengajarnya adalah guru paling garing sedunia alias pak sofyan. 

di depan kelas pak sofyan dengan garingnya menjelaskan tentang revolusi perancis, sementara para murid terlihat sibuk masing masing, tak ada seorangpun yg memperhatikan, ada yg terkantuk kantuk bahkan hingga tertidur, ada yg sibuk ber SMS-ria, ada yg baca komik, intinya pak sofyan bagaikan radio butut yg sedang menyiarkan harga sayur mayur di pasar ciroyom, gak ada yg mendengarkan, termasuk vonny yg juga mulai terkantuk kantuk. 

Tiba tiba sebuah hembusan angin yg cukup keras menerpa vonny, membuatnya langsung terhenyak kaget.apa itu tadi..??? 

hembusan angin kedua kalinya membuat vonny benar benar terjaga, ia memperhatikan sekeliling, tampaknya hanya dia sendiri yg merasakan hembusan angin tersebut karena siswa laian terlihat masih sibuk dengan urusan masing masing, bahkan pak sofyan masih sibuk membacakan daftar harga wortel tanpa daun (uupsss..sorry maksud gue revolusi pernacis.) 

hembusan angin itu kembali lagi namun kini lebih pelan dan lembut, vonny merasakan di tengkuknya seolah ada yg meniup dari belakang membuatnya bergidik, dan tiba tiba saja tubuh vonny terasa bagai tersengat aliran listrik, terasa sakit ke seluruh tubuhnya, dan kemudian tubuh vonny terasa kaku tak bisa digerakkan sedikitpun. 

panik dengan kondisinya ia berusaha berteriak, namun meski mulutnya terbuka tak sedikitpun suara yg keluar. 

vonny terus berusaha bergerak dan berteriak, namun sia sia belaka, bagai ada sebuah kekuatan gaib yg mengunci seluruh fungsi tubuhnya, hanya matanya yg bergerak liar mencari verharap ada seseorang yg menyadari bahwa terjadi sesuatu yg aneh pada dirinya, namun percuma. tak ada yg tahu. 

vonny makin panik saat merasakan ada tangan tanpa wujud yang dingin menyentuh kakinya, ia tak bisa bereaksi apapun karena seluruh tubuhnya benar benar kaku dan lumpuh tak bisa bergerak sedikitpun. 

sentuhan dingin itu bergerak mengelus elus kaki indah vonny, dan gerakannya semakin naik, perlahan rok seragam vonny tersingkap oleh sebuah kekuatan gaib . 

vonny kembali melirik teman temannya namun tak ada yg peduli, apalagi posisi vonny di pojok belakang membuatnya nyaris luput dari perhatian siapapun. 

mahluk gaib itu kini mengelus elus paha mulus vonny, terus merayap hingga ke pangkal paha, dan jari jari yang tak terlihat kini menyentuh vagina gadis cantik itu, vonny hanya menggigit bibir menahan segala rangsangan itu karena hal tersebut yang bisa ia lakukan. cukup lama jari jari gaib tersebut menggelitik vagina vonny sehingga membuat celana dalamnya kini basah oleh cairan kenikmatan. 

tapi gangguan itu belum selesai, vonny merasakan tangan gaib itu sedang meremas remas buah dadanya dengan kasar, dan segera setelah itu dua kancing teratas seragamnya tiba tiba terbuka, ia merasakan sbeuah tangan sedingin es menelusup masuk dari celah seragamnya itu, dan langsung meremas dan memainkan puting susu vonny secara langsung. 

vonny merasakan rangsangan yang luar biasa namun ia tetap tak bisa bergerak bahkan untuk mengerang sekalipun. 

Dan begitulah ..sepanjang dua jam pelajaran sejarah, mahluk gaib itu menggerayangi setiap lekuk tubuh gadis cantik ini tanpa bisa dicegah dan diketahui siapapun. 

barulah setelah pelajaran usai vonny baru mampu bergerak lagi, ia pun segera melompat dari kursinya dan bergegas menuju kamar mandi tanpa berbicara pada siapapun tentang apa yang baru saja terjadi. 

Di dalam kamar mandi,vonny sgera membuka celana dalamnya yg telah basah akibat rangsangan gaib tadi untuk dibersihkan, sambil menangis ketakutan dan kebingungan pada apa yg baru saja terjadi. 

tiba tiba hembusan angin yang sama kembali menerpanya membuatnya semakin ketakutan 

oohh..tidak jangan lagijangan. 

refleks ia melompat menuju pintu keluar, namun ternyata pintu itu tak bisa dibuka meskipun sudah tak terkunci. 

dengan panik vonny menggedor gedor pintu kamar mandi berharap ada yg mendengar, namun saat hendak berteriak minta tolong . suaranya kembali menghilang..!!! 

kekuatan gaib itu kini mendorong hingga menempel pada dinding, kedua tangan gadis malang itu terpentang keatas, sementara kedua kakinya terentang melebar, sehingga posisi vonny terpaku pada diding dengan posisi huruf X tak mampu bergerak. 

Dengan pandangan ketakutan, vonny hanya bisa menatap saat kancing baju seragamnya terbuka satu persatu semuanya, mahluk tak terlihat itu lalu menyingkap baju seragam tersebut sehingga terlihat dengan jelas dua gundukan kenikmatan yang masih terlidngungi oleh bra. 

dalam satu hentakan tiba tiba bra tersebut terenggut dan terlempar jauh sehingga buah dada nan ranum kini terpapar jelas. 

meski tak terlihat, vonny bisa merasakan sepasang tangan sedang meremas kedua buah dadanya, memuntir dan mencubiti putingnya, tak hanya itu, kini vonny merasakan jilatan dan sedotan rakus dari mahluk gaib tersebut, ia pun hanya pasrah saja mengalami semua itu karena memang tak ada yg bisa ia lakukan, bahkan saat roknya secara gaib tersingkap ke atas dan memperlihatkan vaginanya, ia pun hanya pasrah. 

lidah gaib kini sedang menyapu vagina dan clit vony, membuat gadis cantik ini semakin tersiksa dengan rangsangan tanpa mampu berbuat apa apa. 

meski begitu, tak urung vonny terhenyak saat merasakan ada benda tumpul tak terlihat sedang mencoba menmebus vaginanya, untuk kemudian benda tersebut bergerak maju mundur. 

VOnny pernah ML sbelumnya ia bukan virgin, jadi ia cukup tahu benda apa yg membuatnya keakitan sekaligus nikmta kali ini, ia cukup paham sesosok mahluk gaib tengah memperkosa dirinya saat ini. 

cukup lama mahluk gaib itu menggenjot tubuh indah vonnny sambil sesekali meremas buah dada gadis manis tersebut sampai akhirnya vonny mersakan sebuah semburan cairan yang terasa panas di vaginanya, disertai sebuah sensasi luar biasa merasuki seluruh tubuhnya, membuatnya terasa lemas dan iapun ambruk ke lantai, sekelilingnya mulai terasa gelap, perlahan kesadarannya menghilang, vonny pun pingsan. 

Entah berapa lama vonny pingsan, yang pasti hari mulai gelap saat vonny membuka mata, kepalanya terasa berat dan tubuhnya terasa penat. 

uuhhdimana aku?? 

ia berusaha mengenali sekeliling tempat itu, ia duduk di sebuah ranjang tua yg apek, di sebuah ruangan yg tak ia kenal. 

Vonny mendadak bangkit saat teringat ada kejadian sebelumnya, ia memeriksa seragamnya yg ternyata telah terkancing rapi begitu pula rok abu abunya, kecuali pakaian dalamnya yg terlempar entah kemana saat pemerkosaan di kamar mandi tadi. 

oohh.neng vony sudah bangun ternyata. 

seorang pria tua muncul dari balik pintu, vonny mengenalnya sebagai pak mamat penjaga sekolah 

pak mamat.saya..dimana? 

neng vonny ada di rumah bapak, dibelakang sekolah..tadi bapak nemuin neng vonny pingsan di kamar mandi.. jawab pak mamat sambil menyiapkan teh hangat untuk vonny. 

menyadari bahwa pak mamat tadi mungkin telah meilihat tubuh polos dirinya membuat gadis itu merasa risih, meski begitu ia tak menolak saat pak mamat menyodorkan teh hangat pada dirinya. 

paksaya.. vonny tak meneruskan kata katanya karena memang tak tahu apa yang harus dibicarakan pada penjaga sekolah ini. 

hmm.neng vonny diganggu hantu bangku kosong itu kan.? pak mamat bicara dengan tenang seolah hal itu biasa terjadi. 

tadi waktu bapak nemuin neng vonny .baju seragam neng terbuka ga karuan, tadinya bapak pikir neng vonny baru aja diperkosa orang..tapi bapak negrasa ada hawa jahat di kamar mandi itujadi bapak ya bisa ngira ngira apa yg terjadilanjut pak mamat. 

sebenarnya apa yang terjadi dengan saya pak?? 

neng vonny kena kutukan bangku kosong 

maksud bapak..??? vony bingung 

pak mamat terdiam sejenak sebelum meneruskan ceritanya 

dulu ..waktu kelas yang neng vonny tempati sedang dibangun, terjadi kasus perkosaan di sekolah ini.korbannya murid sini anak kelas 3 dan pelakunya salah satu kuli bangunan yang bekerja saat itu..nah karena diancam akan dibunuh maka murid itu ga berani bilang siapa siapa soal kejadian itutapi 

tapi kenapa pak.?? 

pada akhirnya anak itu melaporkan juga kejadian yang menimpanyamalang buat kuli bangunan itu, sebelum polisi datang menangkap, ia keburu dikeroyok teman teman sekelas korban sampai tewas. 

oohh.. vonny bergidik ngeri membayangkan kejdain tersebut 

dan dia mati di bangku paling pojok belakang.dan sejak itu pula siapapun yg menempati bangku itu akan mengalami kejadian aneh 

vonny terdiam mencoba mencerna seluruh kisah yang didengarnya lalu berkata,  jadi apa itu artinya ada orang lain yg juga megalami hal yang sama seperti saya..?? 

pak mamat tak menjawab, ia hanya memandang vonny dengan tajam,sampai akhirnya ia berkata,  arwah kuli bangunan itu akan terus mengganggu neng vonny .selamanya 

APA!!!!??? VONNY terkejut,apa itu artinyatidak!!!! tidak mungkin pak..!!!pasti ada cara untuk melawannya atau hancurkan saja bangku itu pak!!!! 

tidak non.pak amat menggeleng,segala cara telah dicoba, namun arwah penasaran itu selalu kembali 

seluruh tubuh vony mendadak lemas mendengarnya, apa itu artinya seumur hidupnya ia akan menjadi budak nafsu arwah kuli bangunan tersebut..dan air matapun mulai meleleh membasahi wajah cantiknya. 

sebenarnya.bapak bisa membantu agar arwah itu tidak menganggu lagi..tapiya..butuh pengorbanan dari neng vonny  ucap pak mamat memberi sedikit harapan. 

apa saja pak..saya tak peduli..!!! asal saya bisa lepas dari mahluk itu.jawab vonny disela tangisnya. 

untuk mentransfer energi pengusir hantu, bapak harus melakukan kontka langsung dengan neng vonny, sebab kalau tidak ..ya percuma saja.. 

kontak langsung?? maksud bapak.?? 

senggama. 

terkejut vonny mendengar jawaban itu, secara spontan ia enatap pak mamat dengan pandangan marah dan jijik. 

sementara pak mamat terlihat santai saja menanggapi respons vonny, ia hanya tersenyum dan kemudian dengan enteng berkata, 

yapertimbankan saja sama non vonny.seumur hidup diperkosa setanatau..cukup semalam dengan bapak..?? 

pak mamatbapak tidak sedang mengambil kesempatan kan..?? tanya vonny penuh curiga 

neng vonny.yang bapak lakukan nanti ya transfer energi.lagipula kalau misalnya setelah ini, hantu itu masih mengganggu, bapak rela kok dilaporkan ke polisi karena tuduhan pemerkosaan. 

vonny terdiam, mencoba berpikr dan menimbang situasi yang berkembang. 

baik..saya ikuti cara bapak..akhirnya vonny setuju karena memang tak ada pilihan lain 

kalau begitu habiskan tehnya.sementara bapak menyiapkan makan malam dulu.dan janga lupa hubungi orang rumah agar neng vonny ga dicariin 

Sekitar pukul delapan malam mereka berdua selesai makan malam. Pak mamat segera menyiapkan bahan bahan yang diperlukan untuk melakukan ritual. 

dupa, kemenyan, kembang tujuh rupa, dan air tujuh sumur . rupa rupanya selalin menjadi penjaga sekolah, pak mamat juga memepunyai kemampuan sebagai dukun. 

Pak mamat membakar dupa, kemudian sambil membaca mantra mantra, ia menebar kembang tjuh rupa di ranjang sementara vonny hanya menatapanya dengan pandangan kosong. 

neng vonnyayo duduk disini..kata pak mamat samabil menunjuk pada ranjang. 

vonny beranjak dari tempatnya, dan duduk di tepi ranjang. 

Pak mamat meniupkan asap dupa pada wajah vonny, membuat gadis itu terbatuk batuk. 

sambil kembali membaca mantra, pak mamat memercikan air ke kepala vonny, dielus elusnya kepala dan rambut sebahu gadis itu, dan vony merasakan sebuah seensasi hangat sedang menjalari tubuhnya. 

berikutnya pak mamat memercikan air ke wajah cantik vonny, dielusnya dengan lembut wajah itu. 

percikan air ketiga kalinya diarahkan ke leher jenjang vony, pak mamat pun lalu mengelus elus leher mulus vonny, namun kali iini elusannya agak sedikit lebih lama dari sebelumnya. 

elusan elusan itu kemudian semakin turun ke dada vony, untuk kemudian satu persatu kancing seragam vonny ia lepaskan. 

begitu pakaian seragam vonny tersingkap, tangan pria tua itu dengan leluasa meraba secara langsung bukit kembar gadis cantik ini. 

apalagi buah dada vonny memang sudah tak tertutup lagi oleh bra. 

ooohh..aahhhahhhpaakkk..vonny mengerang saat tangan keriput pak mamat menjelajahi dan menjamah kedua bukit kembarnya. pak mamat pun terlihat asyik mendapatkan mainan buah dada gadis remaja, ia remas dengan gemas, ia cubit, ia pilin pilin putingnya membuat rintihan vonny makin kentara terdengar. 

pak mamat meraih tangan vonny dan menyentuhkannya pada se sebuah benda yang menggembung dari balik celananya., dengan isayrat iapun menyruruh gadis ini meremas remas benda itu. 

pria tua itu lalu melepas pakaiannya sendiri dan terakhir celananya, membuat benda yang tadi tersembunyi di balik celana melonjak keluar. 

Vonny sedikit terpekik saat burung pak mamat terlihat, ia terkejut karena ternyata penis pak mamat masih terlihat besar dan perkasa, sangat kontras dengan fisik pak mamat yang sudah dmakan usia. 

ayo nengteruskan..tegur pak mamat ketika vonny mash tertegun memandangi penis dihdapannya. 

vonny pun kembali menggenggam penis pak mamat dengan tangan mungilnya, alangkah pemandangan yang begitu kontras, saat melihat sebuah penis yang hitam dan besar milik seorang tua dalam genggaman tangan putih mulus nan halus milik seorang gadis remaja, apalagi dengan pakaian seragam SMA yang sudah terbuka.. 

tangan mungil itu kini melakukan gerakan meremas dan memijit penis, membuat si mpunya penis merem melek penuh kenikmatan. 

sekarang..pake mulut neng vonny.. 

ragu sejenak, namun akhirnya kepala vonny bergerak mendekati penis pak mamat, ia hampir saja mundur lagi karena merasa jijik harus mengulum penis pria tua yang kotor dan bau, namun pak mamat keburu mendorong kepala vonny sehingga mau tak mau penis itu akhirnya dimasukan juga ke mulutnya. 

sebenarnya untuk urusan oral sex ataupun Ml, vonny sudah punya pengalaman. dulu waktu masih di jakarta, ia pernah menjadi model sebuah majalah dan untuk itu ia harus rela ditiduri oleh pemilik dan juga photograper dari majalah tersebut. 

kepala vonny bergerak maju mundur mengoco penis pak mamat 

wuuoahh..ennakk tenaanngeram pak mamat. 

vonny melakukan variasi gaya oral sex yang mampu membuat pria tua itu melayang hingga ke istana langit. 

dikulumnya penis itu dengan bibir mungilnya, kemudian dikocok, lalu berganti dijilatinya penis tersebut dari pucuknya, turun menelususri batang hingga ke ujung bawah, naik lagi ke atas, lalu jilatan kembali turun . Rupanya gadis cantik ini sudah merasa kepalang basah, lebih baik puaskan saja sekalian pria tua ini agar semua ini cepat berakhir. 

stelah beberapa lama akhirnya cairan kenkmtan pak amat tak tertahankan lagi, sperma pak mamat menyembur langsung meluncur masuk ke mulut vonny yang terpaksa harus menelannya, ini kali pertama ia melakukannya hingga setelah penis itu keluar dari mulutnya, ia merasa muak dan mual, serta terbatu batuk karena jijik. 

Pak mamat rupanya memahami hal itu, karena itu ia lalu mengambil teh hangat, encampurkannya dengan madu dan diberikannya pada vonny. ia membiarkan vonny menghabiskan minumnya sekalian membuatnya tenang dulu. 

naahh..sudah tenang kan sekarang nengayodibuka bajunya.kata pak mamat lembut sambil melepas seragam yang masih menempel di tubuh vonny, tak ketinggalan juga rok abu abunya ia tarik lepas. 

pak mamat menarik nafas panjang dan sejenak menikmati pemandangan yang tersaji dihadapannya, lagipula lelaki normal mana yang tak tergiur melihat seorang gadis remaja nan cantik, kulit bersih mulus tanpa sehelai benangpun yang menutupinya, apalagi jika gadis itu juga siap dan rela kita apa apakan. 

Pak mamat lalu duduk bersila dibelakang vonny, sebuah pemandangan lucu, ironis sekaligus menggairahkan terlihat, bagaimana tidak, dua tubuh polos yang satu cantik putih mulus, seranjang dengan tubuh tua bangkotan dan dekil. 

vonny menantikan apalagi yang akan dilakukan pak mamat, smentara pria tua itu masih mebaca mantra. 

pak mamat mengelus elus tengkuk vonnny, sebuah hawa dingin menjalar ditubuh gadis itu, lalu dengan penuh kelembutan, pak mamat menelusuri punggung polos vonny dengan jarinya. 

setelah itu tangan pak mamat menuju pundak vonny dan melakukan pjatan pijatan yang membuat gadis cantik ini merasa relax. 

vonny memejamkan mata menikmati pijatan pijatan lembut pak mamat, sampai ia merasakan pijatan itu telah berubah tempat, tidak lagi di pundak tapi di buah dada. 

pak mamat merangkul vonny dari belakang, sambil kembali meremas buah dada, pria tua itu menicumi tengkuk dan leher vonny. 

aahhh..pakkk..geliahhhhh. rintihan kenikmatan dari vony semakin membakar birahi pak mamat, memberi semangat untuk menjelajahi setiap lekuk lekuk tubuh gadis cantik ini. jari jemarinya pun turun sampai ke clit vonny.. 

aaw,..aahhhahhh..shhhh 

vonny menggeliat dan menggelinjang karena tak tahan dengan permainan pak mamat. 

sudah neng.sekarang coba tiduran terlentang ya..perintah pak mamat 

ini dia pikir vonny, akhirnya penis pria tua ini akan mengobok oobok dirinya. 

dengan patuh vonny tidur terlentang di ranjang, dan tanpa membuang waktu lagi, pak mamat mencium bibir mungil vonny yang disambut dengan permainan lidah gadis itu. 

keduanya pun semakin larut dengan permainan pautan lidah yang panas dan menggairahkan, lekuk lekuk tubuh gadis itu tak luput dari jamahan dan jelajahan tangan pria tua sementraa sayik berciuman. 

kini pak mamat menulusuri sekujur tubuh vonny dengan lidahnya, ia pun asyik berlama lama menjilati dan mengulum buah dada ranum gadis remaja nan cantik tersebut, sesekali ia gigiti gemas putingya yg kian mengeras. 

puas menyusu, pak mamat membuka paha mulus vonny, memandangi dengan penuh nafsu lubang yang segera memberinya kenikmatan. 

dengan tenang pak mamat mengarahkan penisnya ke gerbang kenikmatan tersebut..dan. 

BLESSS!!! 

oouuchhpak.. penis pria tua itu mulai menerobos masuk, terasa sempit dan nikmat. 

pak amat bergerak maju mundur dengan perlahan sesekali ditimpali oleh erangan dan rintihan vonny. 

makin lama gerakannya makin cepat, membuat tubuh vonny terguncang guncang, buah dadanya bergoyang seiriama dengan guncangan membuat semakin menambah gairah. 

aachhhh..ahhhhh..sshhhh.aahhhq 

paakk pee.laan. aahhwa peelan.. 

aaahhhawwww. 

black and white mungkin adal;ah istilah yg cocok melihat adegan dia ats arnjang tersebut tubuh puth mulus ditindih tubuh dekil bangkotan. 

dan sepanjang malam itulah dengan dalih melakukan pengusiran mahluk halus yang mengganggu, vonny harus rela ditindih oleh pria tua, harus rela melayani nafsu birahi penjaga sekolahnya, apalagi ternyata meski sudah tua, namun ternyata staminanya sungguh diluar dugaan. 

puas dengan cara konvensional, pak mamat lalu menusuk vonny dari belakang, lalu berubah gaya lagi, begityu setrusnya sepanjang malam. 

gadis itu tak bisa menghitung lagi berapa kali ia orgasme, tubuhnya tealh basah oleh keringat, buah dadanya yang semula putih mulus, kini penuh dengan beekas merah dan bekas gigitan, dan entah berapa banyak pula sperma yang harus ia telan, karena pak mamat begitu ketagiha dengan sedotan bibir vonny, hingga berkali kali meminta di oral. 

yang jelas gadis cantik ini merasa sangat lelah dan letih, ia pun tertidur di samping pak mamat yang masih merangkul tubuh polosnya tu, tanganya tetap mencengkram buah dada vony seolah takut kehilangan. 

vony pun tertidur dan berharap esok pagi semua mimpi buruknya telah berakhir 

HHHHHHHHHHHHHMMMMM. BENARKAH.. .???? 

PENUTUP: 

Anda tahu.mitos bangku kosong hanyalah bualan semata. 

memang benar pernah ada kuli bangunan yang mati dikeroyok di kelas itu, namun bukan karena kasus pemerkosaan melainkan perkelahian biasa antar lelaki, dan bisa dikatakan kuli tersebut tewas tanpa sengaja saat ia jatuh keplanya membentur beton dengan sanagt keras. 

kuli itu tewas dan arwahnya sama sekali tidak pernah gentayangan apalagi mengganggu penghuni kelas tersebut. 

Lalu apa yang sbenarnya terjadi.??? 

Itu hanyalah akal akalan pak maat si penjaga sekolah, ia jug ayang memulai isyu tentang bangku ksosong tersebut. 

pak mamat yang meang peunya kemampuan ilmu ghaib sengaja melakukan teror atas nama hantu kuli tersebut, tujuannya ya seperti yang tealh diceritakan di atas . yang pasti vonny bukanlah korban pertama dan terakhir (lain waktu akan diceritakan korban lainnya) 

gangguan2 awal pada vonny di bangku dan di kamar mandi ternyata adalah ulah pak mamat juga, ia menggunakan ilmu lepas raga untuk menggerayangi tubuh vonny tanpa terlihat. 

dan untuk mneambah kesan mistis, ia sengaja memilih hari jumat tanggal 13. 

pak mamat pun selalu memegang janjinya, setelah puas meniduri vony semalaman ia tak akan mengganggunya lagi, melainkan akan mencari korban baru. 

artinya masalah vonny selesai????? 

hmmmm..sepertinya tidak.karena ternyata ada beberapa pasang mata yang menyaksikan kejadian semalam secara diam diam tanpa diketahui oleh vonny maupun pak mamat, entah siapa mereka. 

hahahaha..dapaet jackpot kita friend!!!!kita punya mainan baru.  

salah seorang pengintip itu tertawa sambil memperlihatkan rekaman adegan pans saat vonny dan pak mamat bercumbu 

siapa mereka sebenarnya.????? 

hmmm.. WISH YOU LUCK GIRL.!!!!!!!!!!!!!!!!

DIarsipkan di bawah: Hantu, Misteri | yang berkaitan: cerita seru, cerita panas, gairah nafsu, cerita seks, paha mulus, aroma nikmat, liang vagina, cd, sensasi seks, wanita seksi, memek basah, celana dalam, puting susu, payudara, buah dada, BH, keringat basah, orgasme, dada montok, klitoris, bugil, aroma vagina, telanjang, bau wanita, susu kencang, pantat seksi, wanita, kisah seks, seks bebas, cerita wanita, haus seks, gairah wanita, cerita hantu | Tidak ada komentar  

Tongkat Pak Satpam
Ditulis pada Maret 7, 2008 oleh anissanadya 
Nama saya Reni (samaran) saat ini usia 28 tahun. Kata orang saya memiliki segalanya kekayaan, kecantikan dan keindahan tubuh yang menjadi idaman setiap wanita. Dengan tinggi 165 cm dan berat 51 menjadikan aku memiliki pesona bagi lelaki mana saja. Apalagi wajahku boleh dibilang cantik dengan kulit kuning langsat dan rambut sebahu. Aku telah menikah setahun lebih. 

Latar belakang keluargaku adalah dari keluarga Minang yang terpandang. Sedangkan suamiku, sebut saja Ikhsan adalah seorang staf pengajar pada sebuah perguruan tinggi swasta di kota Padang. 

Setelah suamiku menyelesaikan studinya di luar negeri, aku mengusulkan untuk mengajukan pindah ke kota Padang agar dapat berkumpul lagi dengan keluarga. Setelah melalui birokrasi yang cukup memusingkan ditambah sogok sana sogok sini akhirnya aku bisa pindah di kantor pusat di Kota Padang. 

Sebagai orang baru, aku tentu saja harus bekerja keras untuk menunjukkan kemampuanku. Apalagi tugas baruku di kantor pusat ini adalah sebagai kepala bagian. Aku harus mampu menunjukkan kepada anak buahku bahwa aku memang layak menempati posisi ini. Sebagai konsekuensinya aku harus rela bekerja hingga larut malam menyeleseaikan tugas-tugas yang sangat berbeda saat aku bertugas di kepulauan dahulu. Hal ini membuat aku harus selalu pulang larut malam karena jarak rumah kami dengan kantor yang cukup jauh yang harus kutempuh selama kurang lebih 30 menit dengan mobilku. 

Akibatnya aku jadi jarang sekali bercengkerama dengan suamiku yang juga mulai semakin sibuk sejak karirnya meningkat. Praktis kami hanya bertemu saat menjelang tidur dan saat sarapan pagi. 

Atas kebijakan pimpinan aku selalu dikawal satpam jika hendak pulang. Sebut saja namanya Pak Marsan, satpam yang kerap mengawalku dengan sepeda motor bututnya yang mengiringi mobilku dari belakang hingga ke depan halaman rumahku untuk memastikan aku aman sampai ke rumah. Dengan demikian aku selalu merasa aman untuk bekerja hingga selarut apapun karena pulangnya selalu di antar. Tak jarang aku memintanya mampir untuk sekedar memberinya secangkir kopi hingga suamiku pun mengenalnya dengan baik. Bahkan suamiku pun kerap kali memberinya beberapa bungkus rokok Gudang Garam kesukaannya. 

Pak Marsan adalah lelaki berusia 40 tahunan. Tubuhnya cukup kekar dengan kulit kehitaman khas orang Jawa. Ia memang asli Jawa dan katanya pernah menjadi preman di Pasar Senen Jakarta. Ia sudah menjadi satpam di bank tempat saya bekerja selama 8 tahun. Ia sudah beristri yang sama-sama berasal dari Jawa. Akupun sudah kenal dengan istrinya, Yu Sarni. 

Suatu hari, saat aku selesai lembur. Aku kaget saat yang mengantarku bukan Pak Marsan, tetapi orang lain yang belum cukup kukenal. 

Lho Pak Marsan di mana, Bang? tanyaku pada satpam yang mengantarku. 

Anu, Bu, Pak Marsan hari ini minta ijin tidak masuk. Katanya istrinya melahirkan, katanya dengan sopan. 

Akhirnya aku tahu kalau yang mengantarku adalah Pak Sardjo, satpam yang biasanya masuk pagi. 

Kapan istrinya melahirkan? tanyaku lagi. 

Katanya sih hari ini atau mungkin besok, Bu, jawabnya. 

Akhirnya hari itu aku pulang dengan diiringi Pak Sardjo. 

Awal Perselingkuhan 

Sudah dua hari aku selalu dikawal Pak Sardjo karena Pak Marsan tidak masuk kerja. Hari Minggu aku bersama suamiku memutuskan untuk menjenguk istri Pak Marsan di Rumah Sakit Umum. Akhirnya aku mengetahui kalau Yu Sarni mengalami pendarahan yang cukup parah atau bleeding. Dengan kondisinya itu ia terpaksa menginap di Rumah Sakit untuk waktu yang agak lumayan setelah post partum. Atas saran suamiku aku ikut membantu biaya perawatan istri Pak Marsan, dengan pertimbangan selama ini Pak Marsan telah setia mengawalku setiap pulang kerja. 

Sejak saat itu hubungan keluargaku dengan keluarga Pak Marsan seperti layaknya saudara saja. Kadangkala Yu Sarni mengirimkan pisang hasil panen di kebunnya ke rumahku. Walaupun harganya tidak seberapa, tetapi aku merasa ada nilai lebih dari sekedar harga pisang itu. Ya, rasa persaudaraan! Itulah yang lebih berharga dibanding materi sebanyak apapun. Sering pula aku mengirimi biskuit dan sirup ke rumahnya yang sangat sederhana dan terpencil. Memang rumahnya berada di tengah kebun yang penuh ditanami pisang dan kelapa. 

Karena seringnya aku berkunjung ke rumahnya maka tetangga yang letaknya agak berjauhan sudah menganggapku sebagai bagian dari keluarga Pak Marsan. 

Suatu hari, saat aku pulang lembur seperti biasa aku diantar Pak Marsan. Begitu sampai ke depan rumah tiba-tiba hujan mengguyur dengan derasnya hingga kusuruh Pak Marsan untuk menunggu hujan reda. 

Aku suruh pembantuku, Mbok Rasmi yang sudah tua untuk membuatkan kopi baginya. Sementara Pak Marsan menikmati kopinya aku pun masuk ke kamar mandi untuk mandi. Merupakan kebiasaanku untuk mandi sebelum tidur. 

Hujan tidak kunjung reda hingga aku selesai mandi, kulihat Pak Marsan masih duduk menikmati kopinya dan rokok kesukaannya di teras sambil menerawang hujan. Hanya dengan mengenakan baju tidur babydoll, aku ikut duduk di teras untuk sekedar menemaninya ngobrol. Kebetulan lampu terasku memang lampunya agak remang-remang. Memang sengaja kuatur demikian dengan suamiku agar enak menikmati suasana. 

Gimana sekarang punya anak, Pak? Bahagia kan? tanyaku membuka percakapan. 

Yach.. bahagia sekali, Bu..! Habis dulu istri saya pernah keguguran saat kehamilan pertama, jadi ini benar-benar anugrah yang tak terhingga buat saya, Bu.. Apalagi kami berdua sudah tidak muda lagi 

Memang, Pak Aku sendiri sebenarnya sudah ingin punya anak, tetapi Aku tidak dapat meneruskan kata-kataku karena jengah juga membicarakan kehidupan seksualku di depan orang lain. 

Tetapi kenapa, Bu Ibu kan sudah punya segalanya.. Mobil ada Rumah juga sudah ada Apa lagi, timpalnya seolah-olah ikut prihatin. 

Yachitu lah pak dari materi memang kami tidak kekurangan, tetapi dalam hal yang lain mungkin kehidupan Yu Sarni lebih bahagia. 

Mmm maksud ibu tanyanya terheran-heran. 

Itu lho pak Pak Marsan kan tahu kalau saya selalu kerja sampai malam sedangkan Bang Ikhsan juga sering tugas ke luar kota jadi kami jarang bisa berkumpul setiap hari. Sekarang aja Bang Ikhsan sedang tugas ke Jakarta sudah seminggu dan rencananya baru empat hari lagi baru kembali ke Padang. 

Yachh.. memang itulah rahasia kehidupan, Bu Kami yang orang kecil seperti ini selalu kesusahan mikir apa yang hendak dimakan besok pagi sedangkan keluarga Ibu yang tidak kekurangan materi malah bingung tidak dapat kumpul. 

Matanya sempat melirikku yang saat itu mengenakan babydoll dari satin berwarna pink. Dalam balutan pakaian itu, pundak dan pahaku yang putih memang terbuka. Aku mengenakan pakaian itu karena memang tadinya niatnya akan langsung tidur. Di samping itu aku sudah merasa dekat dengan Pak Marsan yang selama ini selalu bersikap sopan padaku. Istrinya pun sudah dekat denganku. Demikian pula sebaliknya suamiku dengan Pak Marsan. Jadi aku tak merasa risih berpakaian seperti itu di depan Pak Marsan. 

Baru kusadar sewaktu melihat jakunnya naik turun melihat kemolekan tubuhku. Aku sadar tubuhku yang terbuka telah membuatnya terangsang. Bagaimanapun, ia tetaplah seorang lelaki normal 

Mungkin karena hujan yang semakin deras dan aku pun jarang dijamah suamiku membuat gairah nakalku bangkit. 

Aku sengaja mengubah posisi dudukku sehingga pakaianku yang sudah mini itu jadi tersingkap. Pahaku yang mulus kini sepenuhnya kelihatan. Hal ini membuat duduknya semakin gelisah. Matanya berkali-kali mencuri pandang ke arah pahaku. 

Sebentar Pak, saya ambil minuman dulu, kataku sambil bangkit dan berjalan masuk. Aku sadar bahwa pakaian yang kukenakan saat itu agak tipis sehingga bila aku berjalan ke tempat terang tubuhku akan membayang di balik gaun tipisku. 

Oh ya, Pak Marsan masuk saja ke dalam soalnya hujan kan Di luar dingin 

I..iya, Bu.. jawab Pak Marsan agak tergagap karena lamunannya terputus oleh undanganku tadi. 

Jakunnya semakin naik turun dengan cepat. Aku tahu ia tentu sudah lama tidak menyentuh istrinya sejak melahirkan bulan kemarin, karena usia kelahiran bayinya belum genap 40 hari. Suasana sepi di rumahku ditambah dengan dinginnya malam membuat gairahku bergejolak menuntut penuntasan. 

Apa boleh buat aku harus berhasil menggoda Pak Marsan, apapun caranya. Demikian tekad nakalku menari-nari dalam kepalaku. 

Pak Marsan pun masuk dan duduk di sofa ruang tamuku. Mbok Sarmi sudah terlelap di kamarnya di belakang. Aku yang semakin gelisah sibuk mencari-cari akal bagaimana menundukkan Pak Marsan yang tentu saja tidak mungkin berani untuk memulai karena aku adalah bosnya di kantor. 

Setelah mengambil minuman, aku duduk di ruang tamu berhadap-hadapan dengan Pak Marsan. Duduknya semakin gelisah melihat penampilanku yang sangat segar habis mandi tadi. Akhirnya mungkin karena tidak tahan atau karena udara dingin ia minta ijin untuk ke kamar kecil. 

Eh.. anu, Bu.. Boleh minta ijin ke kamar kecil, Bu. 

Silakan, Pak.. Pakai yang di dalam saja. 

Ah.. enggak, Bu saya enggak berani. 

Enggak apa-apa Itu, Pak Marsan masuk aja, nanti ada di dekat ruang tengah itu. 

Baik, Bu 

Sambil berdiri ia membetulkan celana seragam dinasnya yang ketat. Aku melihat ada tonjolan besar yang mengganjal di sela-sela pahanya. Aku membayangkan mungkin isinya sebesar tongkat pentungan yang selalu dibawa-bawanya saat berjaga atau bahkan mungkin lebih besar lagi. 

Agak ragu-ragu ia melangkah masuk hingga aku berjalan di depannya sebagai pemandu jalan. Akhirnya kutunjukkan kamar kecil yang bisa dipakainya. Begitu ia masuk aku pun pergi ke dapur untuk mencari makanan kecil, sementara di luar hujan semakin lebat diiringi petir yang menyambar-nyambar. 

Aku terkejut saat aku keluar dari dapur tiba-tiba ada tangan kekar yang memelukku dari belakang. Toples kue hampir saja terlepas dari tanganku karena kaget. Rupanya aku salah menduga. Pak Marsan yang kukira tidak mempunyai keberanian ternyata tanpa kumulai sudah mendahului dengan cara mendekapku. Napasnya yang keras menyapu-nyapu kudukku hingga membuatku merinding. 

Ma..maaf, Bu.. say.. saya sudah tidak tahan desisnya diiringi dengus napasnya yang menderu. 

Lidahnya menjilat-jilat tengkukku hingga aku menggeliat sementara tangannya yang kukuh secara menyilang mendekap kedua dadaku. Untuk menjaga wibawaku aku pura-pura marah. 

Pak Marsan apa-apaan ini suaraku agak kukeraskan sementara tanganku mencoba menahan laju tangan Pak Marsan yang semakin liar meremas payudaraku dari luar gaunku. 

Ma..af, Bu.. say.. saya.. sudah tidak tahan lagi.. diulanginya ucapanya yang tadi tetapi tangannya semakin liar bergerak meremas dan kedua ujung ibu jarinya memutar-mutar kedua puting payudaraku dari luar gaun tipisku. 

Perlawananku semakin melemah karena terkalahkan oleh desakan napsuku yang menuntut pemenuhan. Apalagi tonjolan di balik celana Pak Marsan yang keras menekan kuat di belahan kedua belah buah pantatku. Hal ini semakin membuat nafsuku terbangkit ditambah dinginnya malam dan derasnya hujan di luar sana. Suasana sangat mendukung bagi setan untuk menggoda dan menggelitik nafsuku. 

Tubuhku semakin merinding dan kurasakan seluruh bulu romaku berdiri saat jilatan lidah Pak Marsan yang panas menerpa tulang belakangku. Tubuhku didorong Pak Marsan hingga tengkurap di atas meja makan dekat dapur yang kokoh karena memang terbuat dari kayu jati pilihan. Saat itulah tiba-tiba salah satu tangan Pak Marsan beralih menyingkap gaunku dan meremas kedua buah pantatku. 

Aku semakin terangsang hebat saat tangan Pak Marsan yang kasar menyusup celana dalam nylonku dan meremas pantatku dengan gemas. Sesekali jarinya yang nakal menyentuh lubang anusku. 

Gila..!! Benar-benar lelaki yang kasar dan liar. Tapi aku senang karena suamiku biasanya memperlakukanku bak putri saat bercinta denganku. Ia selalu mencumbuku dengan lembut. Ini sensasi lain..!! Kasar dan liarapa lagi samar-samar kucium aroma keringat Pak Marsan yang berbau khas lelaki! Tanpa parfumgila aku jadi terobsesi dengan bau khas seperti ini. Hal ini mengingatkanku pada saat aku bermain gila dengan Pak Sitor di kepulauan dahulu. 

Akhh..pakk..Marsannhh jangganhhhh desahku antara pura-pura menolak dan meminta. 

Ya, harus kuakui kalau aku benar-benar rindu pada jamahan lelaki kasar macam Pak Marsan. Pak Marsan yang sudah sangat bernafsu sudah tidak mempedulikan apa-apa lagi. Dengan beringas dan agak kasar digigitnya punggungku di sana-sini sehingga membuat aku menggeliat dan menggelepar seperti ikan kekurangan air. Apalagi saat bibirnya yang ditumbuhi kumis tebal seperti kumisnya pak Raden mulai menjilat-jilat pantatku. 

Akhh..pakk..akhh..jang..akhh 

Kepura-puraanku akhirnya hilang saat dengan agak kasar mulut Pak Marsan dengan rakusnya menggigiti kedua belah pantatku!! Luar biasa sensasi yang kurasakan saat itu. Pantatku bergoyang-goyang ke kanan dan kiri menahan geli saat digigit Pak Marsan. Mungkin kalau disyuting lebih dahsyat dibanding goyang ngebornya si Inul yang terkenal itu. 

Emhh..pantat ibu indahh kudengar Pak Marsan menggumam mengagumi keindahan pantatku. Lalu tanpa rasa jijik sedikitpun lidahnya menyelusup ke dalam lubang anusku dan jilat sana jilat sini. 

OuchshhAm..ampunnhhh aku mendesis karena tidak tahan dengan rangsangan yang diberikan lelaki kasar yang sebenarnya harus menghormati kedudukanku di kantor. Aku benar-benar pasrah total. 

Liang vaginaku sudah berkedut-kedut seolah tak sabar menanti disodok-sodok. Rangsangan semakin hebat kurasakan saat tiba-tiba kepala Pak Marsan menyeruak di sela-sela pahaku dan mulutnya yang rakus mencium dan menyedot-nyedot liang vaginaku dari arah belakang. 

Secara otomatis kakiku melebar untuk memberikan ruang bagi kepalanya agar lebih leluasa menyeruak masuk. Aku sepertinya semakin gila. Karena baru kali ini aku bermain gila di rumahku sendiri. Tapi aku tak peduli yang penting gejolak nafsuku terpenuhi. Titik! 

Ouch shhterushhh.. Ohhh, Pak Marsanhhh 

Dari menolak aku menjadi meminta! Benar-benar gila!! Pantatku semakin liar bergoyang saat lidah Pak Marsan menyelusup ke dalam alur sempit di selangkanganku yang sudah sangat basah dan menjilat-jilat kelentitku yang sudah sangat mengembang karena birahi. Aku merasakan ada suatu desakan maha dahsyat yang menggelora, tubuhku seolah mengawang dan ringan sekali seperti terbang ke langit kenikmatan. Tubuhku berkejat-kejat menahan terpaan gelora kenikmatan. 

Pak Marsan semakin liar menjilat dan sesekali menyedot kelentitku dengan bibirnya hingga akhirnya aku tak mampu lagi menahan syahwatku. 

AkhhhPak Marsannnhhh akhhh 

Aku mendesis melepas orgasmeku yang pertama sejak seminggu kepergian suamiku ini. Nikmat sekali rasanya. Tubuhku bergerak liar untuk beberapa saat lalu akhirnya terdiam karena lemas. Napasku masih memburu saat Pak Marsan melepaskan bibirnya dari gundukan bukit di selangkanganku. Lalu masih dengan posisi tengkurap di atas meja makan dengan setengah menungging tubuhku kembali ditindih Pak Marsan. 

Kali ini ia rupanya sudah menurunkan celana dinasnya karena aku merasakan ada benda hangat dan keras yang menempel ketat di belahan pantatku. Gila panas sekali benda itu! Aku terlalu lemas untuk bereaksi. 

Beberapa saat kemudian aku merasakan benda itu mengosek-osek belahan kemaluanku yang sudah basah dan licin. Sedikit demi sedikit benda keras itu menerobos kehangatan liang kemaluanku. Sesak sekali rasanya. Mungkin apa yang kubayangkan tadi benar!! Karena selama ini aku belum pernah melihat ukuran, bentuk maupun warnanya! Tapi aku yakin kalau warnanya hitam seperti si empunya!! 

Aku kembali terangsang saat benda hangat itu menyeruak masuk dalam kehangatan bibir kemaluanku. 

Hkkkhhh.. shhh.. mem..mekhh Bu.. Ren..ni benar-benar legithhhh Gumam Pak Marsan di sela-sela napasnya yang memburu. Didesakkannya batang kemaluan Pak Marsan ke dalam lubang kemaluanku. Ouhhh lagi-lagi sensasi yang luar biasa menerpaku. Di kedinginan malam dan terpaan deru hujan kami berdua justru berkeringat 

Gila Pak Marsan menyetubuhiku di ruang makan tempat aku biasanya sarapan pagi bersama suamiku! Gaunku tidak dilepas semuanya, hanya disingkap bagian bawahnya sedangkan celana dalam nylonku sudah terbang entah kemana dilempar Pak Marsan. 

Ouhh Pak Marsann.. ahhhh. 

Aku hanya mampu merintih menahan nikmat yang amat sangat saat Pak Marsan mulai memompaku dari belakang! Dengan posisi setengah menungging dan bertumpu pada meja makan, tubuhku disodok-sodok Pak Marsan dengan gairah meluap-luap. 

Tubuhku tersentak ke depan saat Pak Marsan dengan semangat menghunjamkan batang kemaluannya ke dalam jepitan liang kemaluanku! Lalu dengan agak kasar ditekannya punggungku hingga dadaku agak sesak menekan permukaan meja! Tangan kiri Pak Marsan menekan punggungku sedangkan tangan kanannya meremas-remas buah pantatku dengan gemasnya. 

Tanpa kusadari tubuhku ikut bergoyang seolah-olah menyambut dorongan batang kemaluan Pak Marsan. Pantatku bergoyang memutar mengimbangi tusukan-tusukan batang kemaluan Pak Marsan yang menghunjam dalam-dalam. 

Suara benturan pantatku dengan tulang kemaluan Pak Marsan yang terdengar di sela-sela suara gemuruh hujan menambah gairahku kian berkobar. Apalagi bau keringat Pak Marsan semakin tajam tercium hidungku. Oh..inikah surga dunia Tanpa sadar mulutku bergumam dan menceracau liar. 

Ouhmmm terushh.. terushh.. yang kerashhh.. 

Aku menceracau dan menggoyang pantatku kian liar saat aku merasakan detik-detik menuju puncak. 

Putar, Buputarrrhh 

Kudengar pula Pak Marsan menggeram memberiku instruksi untuk memuaskan birahinya sambil meremas pantatku kian keras. Batang kemaluannya semakin keras menyodok liang kemaluanku yang sudah kian licin. Aku merasakan batang kemaluan Pak Marsan mulai berdenyut-denyut dalam jepitan liang kemaluanku. 

Aku sendiri merasa semakin dekat mencapai orgasmeku yang kedua. Tubuhku serasa melayang. Mataku membeliak menahan nikmat yang amat sangat. Tubuh kami terus bergoyang dan beradu, sementara gaunku sudah basah oleh keringatku sendiri. Pak Marsan semakin keras dan liar menghunjamkan batang kemaluannya yang terjepit erat liang kemaluanku. Lalu tiba-tiba tubuhnya mengejat-ngejat dan mulutnya menggeram keras. 

Arghhh terushhh, Buu goyangghhhh arghh 

Batang kemaluannya yang terjepit erat dalam liang kemaluanku berdenyut kencang dan akhirnya aku merasakan adanya semprotan hangat di dalam tubuhku 

Serr.. serr.. serr 

Beberapa kali air mani Pak Marsan menyirami rahimku seolah menjadi pengobat dahaga liarku. Tubuhnya kian berkejat-kejat liar dan tangannya semakin keras mencengkeram pantatku hingga aku merasa agak sakit dibuatnya. Tapi aku tak peduli. Tubuhku pun seolah terkena aliran listrik yang dahsyat dan pantatku bergerak liar menyongsong hunjaman batang kemaluan Pak Marsan yang masih menyemprotkan sisa-sisa air maninya. 

Ouch akhh.. terushh.. Pak Mar..sanhhh 

Tanpa malu atau sungkan aku sudah meminta Pak Marsan untuk lebih kuat menggoyang pantatnya untuk menuntaskan dahagaku. 

Akhirnya aku benar-benar terkapar. Tulang-belulangku serasa terlepas semua. Benar-benar lemas aku dibuat oleh Pak Marsan. Kami terdiam beberapa saat menikmati sisa-sisa kenikmatan yang baru saja kami peroleh. 

Batang kemaluan Pak Marsan kurasakan mulai mengkerut dalam jepitan liang kemaluanku. Perlahan namun pasti akhirnya batang kemaluan itu terdorong keluar dan terkulai menempel di depan bibir kemaluanku yang basah oleh cairan kami berdua. 

Gila, banyak sekali Pak Marsan mengeluarkan air maninya! Aku tahu itu karena banyaknya tumpahan air mani yang menetes dari lubang kemaluanku ke lantai ruang makan. 

Ibu benar-benar hebat Saya jadi sayang Ibu bisik Pak Marsan di telingaku. 

Aku hanya diam antara menyesal telah melakukan kesalahan lagi terhadap suamiku dan terpuaskan hasrat liarku. Ya, aku baru saja disetubuhi oleh seorang laki-laki yang bukan suamiku Aku hanya bisa termenung memikirkan bahwa sejak hubunganku dengan Pak Sitor, betapa mudahnya kini aku menyerahkan diriku dan melakukan hubungan badan dengan laki-laki lain. 

Aaah. tiba-tiba aku jadi sangat rindu dengan Pak Sitor Ia benar-benar tahu cara memperlakukan dan membimbing seorang wanita. Sebagai pelampiasannya, kuremas tangan Pak Marsan yang sedang memeluk tubuh bugilku. Ia tentu tak tahu kalau aku sebetulnya sedang memikirkan lelaki lain. Pak Marsan dengan mesra lalu menciumi tengkuk dan telingaku. 

Memang sejak Pak Sitor membuka mataku, aku jadi sangat menyukai seks Aku pun mulai sadar bahwa untuk memuaskannya, sekarang aku jadi terbuka untuk melakukannya dengan laki-laki lain selain suamiku Sangat luar biasa bahwa aku telah diajari untuk bersikap open-minded oleh seorang lelaki tua dari pedalaman yang tak berpendidikan seperti Pak Sitor. 

Su.. sudah, Pak Nanti Mbok Sarmi bangun, kulepas tangan Pak Marsan yang masih memelukku. 

Aku berusaha melepaskan diri dari jepitan tubuh Pak Marsan yang kekar. Lalu aku meninggalkan Pak Marsan yang masih bugil dan lemas begitu saja untuk bergegas ke kamar mandi dan membersihkan tubuhku. Sekali lagi aku mandi di malam yang dingin itu. 

Di bawah pancuran air dingin, aku terdiam memikirkan lagi apa yang sudah terjadi barusan. Ada beban biologis besar yang rasanya terlepas dari dalam diriku. Pak Marsan sudah benar-benar mengeluarkannya dengan cara yang hebat Di lain pihak, akal sehatku mulai kembali. Aku tahu aku telah kembali mengkhianati suamiku. Belum lagi memikirkan Pak Marsan sebagai bawahanku yang kini telah terlibat hubungan intim denganku Sejenak aku merasa bingung dengan sikapku sekeluarnya dari kamar mandi nanti Setelah termenung beberapa lama di bawah pancuran air, akhirnya aku memutuskan untuk bersikap setenang mungkin. Semuanya pasti bisa ditangani. 

Aku keluar dari kamar mandi dengan mengenakan babydollku yang sebetulnya agak kotor kena keringat. Baru kusadari betapa kacaunya ruang makanku! Meja makanku sudah bergeser tak karuan. Sementara kulihat celana dalam nylonku terlempar ke sudut ruangan dekat kulkas. Pak Marsan masih membetulkan celana dinasnya. 

Bu, saya.. boleh numpang mandi, Bu 

Silakan, Pak.. Handuknya ada di dalam. 

Aku mengambil kain pel dan membersihkan cairan sisa-sisa persenggamaanku dengan Pak Marsan yang berceceran di lantai. Sementara itu Pak Marsan mandi di kamar mandi yang baru saja kupakai. 

Permainan Kedua 

Aku masih mengepel cairan sisa-sisa perjuangan kami tadi yang masih menempel di lantai. Tanpa kusadari tiba-tiba Pak Marsan yang hanya mengenakan handuk memelukku lagi dari belakang. 

Gila! Orang ini benar-benar bernafsu kuda!! Tubuhku diangkatnya dan hendak dibawa masuk ke kamar mandi. 

Jangan di situ, Pak bisikku. Aku tidak mau bersetubuh di lantai kamar mandi yang dingin! Bisa-bisa masuk angin nanti! 

Ke kamar tidur depan aja, Pak 

Aku tahu tak mungkin aku menolak keinginan Pak Marsan! Apalagi aku juga menyukainya. Jadi aku menurut saja saat ia ingin menyetubuhiku lagi 

Akhirnya tubuhku dibopong ke kamar tidur depan yang memang khusus untuk tamu bila ada yang menginap. Kamar tamuku fasilitasnya komplit sesuai standar rumah berkelas. Kamar tamuku dilengkapi tempat tidur springbed, dan kamar mandi di dalam, serta AC! 

Setelah menutup pintu kamar dengan kakinya, Pak Marsan menurunkan tubuhku di lantai dan bibirnya mulai mencari-cari bibirku. 

Aku diam saja saat bibirnya menyedot-nyedot bibirku. Kumisnya yang tebal terasa geli mengais-ngais hidungku. Aku semakin geli saat lidahnya berusaha menyusup ke dalam mulutku dan mengais-ngasi didalamnya. Tanpa sadar lidahku ikut menyambut lidah Pak Marsan yang mendesak-desak dalam mulutku. Akhirnya kami saling pagut dengan liar dan menggelora. 

Aku sudah tak peduli kalau Pak Marsan itu adalah anak buahku. Yang kutahu adalah nafsuku mulai bangkit lagi. Apalagi tangan Pak Marsan mulai menyingkap gaun baby dollku ke atas dan melepaskannya melalui kepalaku hingga aku telanjang bulat di depannya! Gila aku telah telanjang bulat di depan anak buahku sendiri!! Aku memang belum sempat memakai celana dalam dan BH setelah mandi tadi. Lalu dengan sekali tarik Pak Marsan melepas handuk yang melilit di pinggangnya hingga ia juga telanjang bulat di depanku! 

Benar dugaanku! Ternyata batang kemaluannya berwarna hitam dengan rambut yang sangat lebat. Topi bajanya tampak mengkilat dan mengacung ke atas dengan gagahnya! Mungkin bila dijajarkan dengan pentungan yang biasa dibawanya ukurannya sedikit lebih besar!! Makanya tadi kurasakan betapa sempitnya liang vaginaku menjepit benda itu!! Aku jadi tak merasa rugi menyerahkan tubuhku padanya 

Aku tidak sempat berlama-lama melihat pemandangan itu, karena sekali lagi Pak Marsan menyergapku. Mulutnya dengan ganas melumat bibirku sementara tangannya memeluk erat tubuh telanjangku. Aku merasa kegelian saat tangannya meremas-remas pantatku yang telanjang. Aku semakin menggelinjang saat bibirnya mulai turun ke leher dan terus ke dua buah dadaku yang padat menjadi sasaran mulutnya yang bergairah! 

Gila.. Liar dan panas! Itulah yang dapat kugambarkan. Betapa tidak! Pak Marsan mencumbuku dengan semangat yang begitu bergelora seolah-oleh harimau lapar menemukan daging! Agak sakit tapi nikmat saat kedua buah dadaku secara bergantian digigit dan disedot dengan liar oleh mulut Pak Marsan. 

Tanganku pun dibimbing Pak Marsan untuk dipegangkan ke batang kemaluannya yang tegak menjulang. 

Ouch shhh enakhhh.. 

Mulutku tak sadar berbicara saat lidah Pak Marsan yang panas dengan liar mempermainkan puting payudaraku yang sudah mengeras. Sambil masih tetap memeluk tubuhku dan menciumi payudaraku, Pak Marsan duduk di pinggir tempat tidur. 

Dilepaskannya mulutnya dari payudaraku dan kembali diciuminya bibirku dengan ganasnya. Aku jadi terjongkok didepan tubuh telanjang Pak Marsan yang sudah duduk di pembaringan, aku jadi berdiri di atas kedua lututku. Payudaraku yang kencang menjepit batang kemaluan Pak Marsan yang hitam dan keras itu! 

Hhhsssshh 

Pak Marsan mendesis saat batang kemaluannya yang besar dan hitam itu terjepit payudaraku. Dipeluknya tubuhku dengan semakin ketat dan ditekankannya hingga payudaraku semakin erat menjepit batang kemaluannya. Aku merasa kegelian saat bulu-bulu kemaluan Pak Marsan yang sangat lebat menggesek-gesek pangkal payudaraku. Apalagi batang kemaluannya yang keras terjepit di tengah belahan kedua buah payudaraku, hal ini menimbulkan sensasi yang lain daripada yang lain. 

Aku tidak sempat berlama-lama merasakan sensasi itu saat tangan Pak Marsan yang kokoh menekan kepalaku ke bawah. Diarahkannya kepalaku ke arah kemaluannya, sementara tangan satunya memegang batang kemaluannya yang berdiri gagah di depan wajahku. Aku tahu ia menginginkan aku untuk mengulum batang kemaluannya. 

Tanpa perasaan malu lagi kubuka mulutku dan kujilati batang kemaluan Pak Marsan yang mengkilat. Gila besar sekali!! Mulutku hampir tidak muat dimasuki benda itu. 

Arghh..ter..terushhh, Buu 

Mulut Pak Marsan mengoceh tak karuan saat kumasukkan batang kemaluannya yang sangat besar itu ke dalam mulutku. Kujilati lubang di ujung kemaluannya hingga ia mendesis-desis seperti orang kepedasan. Sementara itu, kedua tangan Pak Marsan terus memegangi kepalaku seolah takut aku akan menarik kepalaku dari selangkangannya. 

Setelah beberapa lama, dengan halus kubelai tangan Pak Marsan dan kulepaskan cengkeramannya dari kepalaku. Setelah itu, sambil mulut dan tanganku terus bekerja memanjakan penisnya, mataku senantiasa menatap mata Pak Marsan. Sesekali aku pun melempar senyum manisku padanya jika mulutku sedang tak dipenuhi oleh alat vitalnya. Dengan begitu, aku seolah ingin mengatakan padanya. 

Jangan khawatir. Aku tak akan menjauhkan kepalaku dari selangkanganmu. Aku akan terus memanjakan penismu yang besar dan indah ini dengan mulut dan kedua tanganku. 

Pak Marsan pun jadi lebih santai dan menikmati pekerjaanku yang kulakukan dengan penuh ketulusan. 

Tidak puas bermain-main dengan batang kemaluannya saja, mulutku lalu bergeser ke bawah menyusuri guratan urat yang memanjang dari ujung kepala kemaluan Pak Marsan hingga ke pangkalnya. Pak Marsan semakin blingsatan menerima layananku! Tubuhnya semakin liar bergerak saat bibirku menyedot kedua biji telor Pak Marsan secara bergantian. 

Ib.. Ibu.. heb..bathh ohhh sssshh.. akhhh 

Aku semakin nakal, bibirku tidak hanya menyedot kantung zakarnya melainkan lidahku sesekali mengais-ngais anus Pak Marsan yang ditumbuhi rambut. Pak Marsan semakin membuka kakinya lebar-lebar agar aku lebih leluasa memuaskannya. 

Aku tahu aku telah bertindak sangat gila. Aku yakin telah mengalahkan pelacur yang manapun saat memberikan layanan kepada pelanggannya. Seorang pelacur bahkan dibayar untuk melakukan itu semua. Sedangkan aku memberikannya secara gratis kepada Pak Marsan! Aku yakin Pak Marsan pun belum pernah mendapatkan layanan istimewa ini dari wanita manapun, termasuk dari istrinya Pastilah ini karena rasa horny yang telah menyelimuti sekujur tubuhku! 

Beberapa saat kemudian tubuhku ditarik Pak Marsan dan dilemparkannya ke tempat tidur. 

Aku masih tengkurap saat tubuh telanjangku ditindih tubuh telanjang Pak Marsan. Kakiku dibentangkannya lebar-lebar dengan kakinya. Otomatis batang kemaluannya kini terjepit antara perutnya sendiri dan pantatku. Ditekannya pantatnya hingga batang kemaluannya semakin ketat menempel di belahan pantatku. 

Tubuhku menggelinjang hebat saat lidahnya kembali menyusuri tulang belakangku dari leher terus turun ke punggung dan turun lagi ke arah pantatku. 

Tanpa rasa jijik sedikitpun, lidah Pak Marsan kini mempermainkan lubang anusku. Aku merasakan kegelian yang amat sangat tetapi aku tidak dapat bergerak karena pantatku ditekannya kuat-kuat. Aku hanya pasrah dan menikmati gairahnya 

Aku tahu Pak Marsan melakukan itu karena aku pun telah melakukan hal yang sama padanya barusan. Aku sama sekali tak mengharapkan balas budi seperti itu, tapi tentu saja aku sangat berterima kasih pada Pak Marsan karena aku pun kini dapat menikmatinya. 

Seluruh tubuhku dijilatinya tanpa terlewatkan seincipun. Dari lubang anus, lidahnya menjalar ke bawah pahaku terus ke lutut dan akhirnya seluruh ujung jariku dikulumnya. Benar-benar gila!! Rasa geli dan nikmat berbaur menjadi satu. 

Setelah puas melumat seluruh jari kakiku, Pak Marsan membalikkan tubuh telanjangku hingga kini aku terlentang di tempat tidur. Kakiku dibentangkannya lebar-lebar dan ia sekali lagi menindihku. Kali ini posisi kami saling berhadap-hadapan dengan tubuhku ditindih tubuh kekarnya. 

Lidahnya kembali bergerak liar menjilati tubuhku. Sasarannya kali ini adalah daerah sensitif di belakang leherku. Aku menggelinjang kegelian. Bibir Pak Marsan dengan ganasnya menyedot-nyedot daerah itu. 

Jang..jang..an dimerah ya, Pak erangku memohon padanya. 

Tentu saja aku tidak mau disedot sampai merah soalnya besok pasti orang sekantor pada ribut. 

Tidak.. Bu. saya cuma gemasss!! desis Pak Marsan sambil tetap menjilati bagian belakang telingaku. 

Tapi kalo di sini boleh kan? katanya nakal sambil tiba-tiba menyedot payudaraku. 

Aaaauuwwww.. jeritku terkejut karena gerakannya yang tiba-tiba. 

Rupanya Pak Marsan dengan sengaja meninggalkan cupangan merah yang banyak di seputar kedua payudaraku. Tingkah lakunya seperti ingin menandai bahwa tubuhku sekarang telah jadi miliknya juga Aku kegelian dan semakin bertambah horny karena aksinya itu. Aku hanya bisa berharap agar semua cupang itu telah hilang saat Bang Ikhsan pulang nanti. 

Sementara itu tangannya terus bergerak liar meremas payudaraku bergantian. Aku semakin mendesis liar saat mulut Pak Marsan dengan liar dan gemas menyedot payudaraku bergantian. Kedua puting payudaraku dipermainkan oleh lidahnya yang panas sementara tangannya bergerak turun ke bawah dan mulai bermain-main di selangkanganku yang sudah basah. Liang vaginaku berdenyut-denyut karena terangsang hebat, saat jari-jari tangan Pak Marsan menguak labia mayoraku dan menggesek-gesekkan jarinya di dinding lubang kemaluanku yang sudah semakin licin. 

Sensasi hebat kembali menderaku saat dengan liar mulut Pak Marsan menggigit-gigit perut bagian bawahku yang masih rata. Perutku memang rata karena aku rajin berlatih kebugaran selain itu aku belum mempunyai anak hingga tubuhku masih sempurna. 

Akhh.. Pakouchh.. Aku mendesis saat bibir Pak Marsan menelusuri gundukan bukit kemaluanku. 

Lidahnya menyapu-nyapu celah di selangkanganku dari atas ke bawah hingga dekat lubang anusku. Lidahnya terus bergerak liar seolah tak ingin melewatkan apa yang ada di sana. 

Tubuhku tersentak saat lidah Pak Marsan yang panas menyusup ke dalam liang kemaluanku dan menyapu-nyapu dinding kemaluanku. Kakiku dibentangkannya lebar-lebar hingga wajah Pak Marsan bebas menempel gundukan kemaluanku. Rasa geli yang tak terhingga menderaku. Apalagi kumisnya yang tebal kadang ikut menggesek dinding lubang kemaluanku membuat aku semakin kelabakan. 

Tubuhku serasa kejang karena kegelian saat wajah Pak Marsan dengan giat menggesek-gesek bukit kemaluanku yang terbuka lebar. Perutku serasa kaku dan mataku terbeliak lebar. Kugigit bibirku sendiri karena menahan nikmat yang amat sangat. 

Akhhh PakkMarsannhhak..ku..ohhhh 

Aku tak kuasa meneruskan kata kataku karena aku sudah keburu orgasme saat lidah Pak Marsan dengan liar menggesek-gesek kelentitku. Tubuhku seolah terhempas dalam nikmat. Aku tak bisa bergerak karena kedua pahaku ditindih lengan Pak Marsan yang kokoh. 

Tubuhku masih terasa lemas dan seolah tak bertulang saat kedua kakiku ditarik Pak Marsan hingga pantatku berada di tepi tempat tidur dan kedua kakiku menjuntai ke lantai. Pak Marsan lalu menguakkan kedua kakiku dan memposisikan dirinya di tengah-tengahnya. 

Sejenak ia tersenyum menatapku yang masih terengah-engah tak berdaya di bawahnya. Sebuah senyum kemenangan karena ia telah berhasil mengalahkanku satu ronde! Aku pun tentu saja sangat senang diperlakukan seperti itu oleh seorang laki-laki. Maka aku pasrah saja membiarkannya berbuat apa pun yang disukainya untuk melampiaskan nafsunya pada diriku sekarang. 

Kemudian ia mencucukkan batang kemaluannya yang sudah sangat keras ke bibir kemaluanku yang sudah sangat basah karena cairanku sendiri. 

Aku menahan napas saat Pak Marsan mendorong pantatnya hingga ujung kemaluannya mulai menerobos masuk ke dalam jepitan liang kemaluanku. Seinci demi seinci, batang kemaluan Pak Marsan mulai melesak ke dalam jepitan liang kemaluanku. Aku menggoyangkan pantatku untuk membantu memudahkan penetrasinya. 

Rupanya Pak Marsan sangat berpengalaman dalam hal seks. Hal ini terbukti bahwa ia tidak terburu-buru melesakkan seluruh batang kemaluannya tetapi dilakukannya secara bertahap dengan diselingi gesekan-gesekan kecil ditarik sedikit lalu didorong maju lagi hingga tanpa terasa seluruh batang kemaluannya sudah terbenam seluruhnya ke dalam liang kemaluanku. 

Kami terdiam beberapa saat untuk menikmati kebersamaan menyatunya tubuh kami. 

Kami bisa melihat saat-saat yang indah itu secara utuh melalui cermin besar yang ada di kamar tidur tamu. Tiba-tiba aku melihat bahwa kami adalah pasangan yang sangat serasi. Terlihat tubuh Pak Marsan yang bugil memiliki otot-otot yang keras dengan kulit yang berwarna gelap. Tubuhku yang bugil pun terlihat bagus dengan kulit yang putih dan otot-otot yang kencang karena sering berolah raga secara teratur. Kami betul-betul terlihat sangat serasi. Karena itu, kupikir Pak Marsan benar-benar berhak atas tubuhku dan demikian pula sebaliknya. 

Mungkin hanya status sosial dan status pernikahan kami masing-masing yang tak memungkinkan kami untuk menjadi sepasang suami istri. Tapi sepanjang kami dapat menikmati persetubuhan ini dengan leluasa, rasanya tak ada masalah. 

Bibir Pak Marsan memagut bibirku dan akupun membalas tak kalah liarnya. Aku merasakan betapa batang kemaluan Pak Marsan yang terjepit dalam liang kemaluanku mengedut-ngedut. 

Kami saling berpandangan dan tersenyum mesra. Tubuhku tersentak saat tiba-tiba Pak Marsan menarik batang kemaluannya dari jepitan liang kemaluanku. 

Akhh.. aku menjerit tertahan. Rupanya Pak Marsan nakal juga!! 

Enak, Bu..? bisiknya. 

Kamu nakal Pak Marsanhhhohhh 

Belum sempat aku menyelesaikan ucapanku, Pak Marsan mendorong kembali pantatnya kuat-kuat hingga seolah-olah ujung kemaluannya menumbuk dinding rahimku di dalam sana. 

Aku tidak diberinya kesempatan untuk bicara. Bibirku kembali dilumatnya sementara kemaluanku digenjot lagi dengan tusukan-tusukan nikmat dari batang kemaluannya yang besar, sangat besar untuk ukuran orang Indonesia. 

Setelah puas melumat bibirku, kini giliran payudaraku yang dijadikan sasaran lumatan bibir Pak Marsan. Kedua puting payudaraku kembali dijadikan bulan-bulanan lidah dan mulut Pak Marsan. Pantas tubuhnya kekar begini habis neteknya sangat bernafsu sampai-sampai mengalahkan anak kecil!! 

Tubuhku mulai mengejang Gawat, aku hampir orgasme lagi. Kulihat Pak Marsan masih belum apa-apa!! Ini tidak boleh dibiarkan pikirku. Aku paling suka kalau posisi di atas sehingga saat orgasme bisa full sensation. Lalu tanpa rasa malu lagi kubisikkan sesuatu di telinga Pak Marsan. 

Giliran aku di atas, Sayang. 

Gila! Aku sudah mulai sayang-sayangan dengan satpam di kantorku! 

Pak Marsan meluluskan permintaanku dan menghentikan tusukan-tusukannya. Lalu tanpa melepaskan batang kemaluannya dari jepitan liang kemaluanku, ia menggulingkan tubuhnya ke samping. Kini aku sudah berada di atas tubuhnya. 

Aku sedikit berjongkok dengan kedua kakiku di sisi pinggulnya. Kemudian perlahan-lahan aku mulai menggoyangkan pantatku. Mula-mula gerakanku maju mundur lalu berputar seperti layaknya bermain hula hop. Kulihat mata Pak Marsan mulai membeliak saat batang kemaluannya yang terjepit dalam liang kemaluanku kuputar dan kugoyang. Pantat Pak Marsan pun ikut bergoyang mengikuti iramaku. 

Shhh oughh terushh.. Buuu arghhhh! 

Pak Marsan mulai menggeram. Tangannya yang kokoh mencengkeram kedua pantatku dan ikut membantu menggoyangnya. 

Gerakan kami semakin liar. Napas kami pun semakin menderu seolah menyaingi gemuruh hujan yang masih turun di luar sana. Cengkeraman Pak Marsan semakin kuat menekan pantatku hingga aku terduduk di atas kemaluannya. Kelentitku semakin kuat tergesek batang kemaluannya hingga aku tak dapat menahan diri lagi. 

Tubuhku bergerak semakin liar dan kepalaku tersentak ke belakang saat puncak orgasmeku untuk yang kesekian kalinya tercapai. Tubuhku mengejat-ngejat di atas perut Pak Marsan. Ada semacam arus listrik yang menjalar dari ujung kaki hingga ke ubun-ubun. 

Akhh ohhh ter..rushhh, Pakkkkk ohhh 

Aku menjerit melepas orgasmeku meminta Pak Marsan untuk semakin kuat memutar pantatnya. Akhirnya aku benar-benar ambruk di atas perut Pak Marsan. Tulang belulangku seperti dilolosi. Tubuhku lemas tak bertenaga. Napasku ngos-ngosan seperti habis mengangkat beban yang begitu berat. 

Aku hanya pasrah saat Pak Marsan yang belum orgasme mengangkat tubuhku dan membalikkannya. Ia mengganjal perutku dengan beberapa bantal hingga aku seperti tengkurap di atas bantal. Kemudian Pak Marsan menempatkan diri di belakangku. Dicucukkannya batang kemaluannya di belahan kemaluanku dari belakang. Rupanya ia paling menyukai doggy style. 

Setelah tepat sasaran, Pak Marsan mulai menekan pantatnya hingga batang kemaluannya amblas tertelan lubang kemaluanku. Ia diam beberapa saat untuk menikmati sensasi indahnya jepitan liang kemaluanku. Dengan bertumpu pada kedua lututnya, Pak Marsan mulai menggenjot lubang kemaluanku dari arah belakang. 

Kembali terdengar suara tepukan beradunya pantatku dengan tulang kemaluan Pak Marsan yang semakin lama semakin cepat mengayunkan pantatnya maju mundur. Kurang puas dengan jepitan liang kemaluanku, kedua pahaku yang terbuka dikatupkannya hingga kedua kakiku berada diantara kedua paha Pak Marsan. 

Kembali ia mengayunkan pantatnya maju mundur. Aku merasakan betapa jepitan liang kemaluanku kian erat menjepit kemaluannya. Aku bermaksud menggerakkan pantatku mengikuti gerakannya, tetapi tekanan tangannya terlalu kuat untuk kulawan hingga aku pasrah saja. 

Aku benar-benar dibawah penguasaannya secara total. Tempat tidurku ikut bergoyang seiring dengan ayunan batang kemaluan Pak Marsan yang menghunjam ke dalam liang kemaluanku. 

Nafsuku mulai terbangkit lagi. Perlahan-lahan gairahku meningkat saat batang kemaluan Pak Marsan menggesek-gesek kelentitku. 

Ugh..ugh..uhhh 

Terdengar suara Pak Marsan mendengus saat memacu menggerakkan pantatnya menghunjamkan kemaluannya. 

Terushhh terushh, Pak terushhh ahhh 

Kembali tubuhku bergetar melepas orgasmeku. 

Kepalaku terdongak ke belakang, sementara Pak Marsan tetap menggerakkan kemaluannya dalam jepitian liang kemaluanku. Kini tubuhnya sepenuhnya menindihku. Kepalaku yang terdongak ke belakang didekapnya dan dilumatnya bibirku sambil tetap menggoyangkan pantatnya maju mundur. Aku yang sedikit terbebas dari tekanannya ikut memutar pantatku untuk meraih kenikmatan lebih banyak. 

Kami terus bergerak sambil saling berpagutan bibir dan saling mendorong lidah kami. Entah sudah berapa kali aku mencapai orgasme selama bersetubuh dengan Pak Marsan ini. Hebatnya ia baru sekali mengalami ejakulasi saat persetubuhan pertama tadi. 

Tubuhku terasa loyo sekali. Aku sudah tidak mampu bergerak lagi. Pak Marsan melepaskan batang kemaluannya dari jepitan kemaluanku dan mengangkat tubuhku hingga posisi terlentang. 

Aku sudah pasrah. Dibentangkannya kedua pahaku lebar-lebar lalu kembali Pak Marsan menindihku. 

Lubang kemaluanku yang sudah sangat licin disekanya dengan handuk kecil yang ada di tempat tidur. Kemudian ia kembali menusukkan batang kemaluannya ke bibir kemaluanku. Perlahan namun pasti, seperti gayanya tadi dikocoknya batang kemaluannya hingga sedikit demi sedikit kembali terbenam dalam kehangatan liang kemaluanku. Tubuh kami yang sudah basah oleh peluh kembali bergumul. 

Pak Marsan..hebatthhh.. bisikku. 

Biasa, Bu.. kalau ronde kedua saya suka susah keluarnya demikian kilahnya. 

Namun kami tidak dapat berbicara lagi karena lagi-lagi bibir Pak Marsan sudah melumat bibirku dengan ganasnya. Lidah kami saling dorong-mendorong sementara pantat Pak Marsan kembali menggenjotku sekuat-kuatnya hingga tubuhku timbul tenggelam dalam busa springbed yang kami gunakan. 

Kulihat tonjolan urat di kening Pak Marsan semakin jelas menunjukkan napsunya sudah mulai meningkat. Napas Pak Marsan semakin mendengus seperti kerbau gila. Aku yang sudah lemas tak mampu lagi mengimbangi gerakan Pak Marsan. 

Ugh ughh uhhhh 

Dengus napasnya semakin bergemuruh terdengar di telingaku. Bibirnya semakin ketat melumat bibirku. Lalu kedua tangan Pak Marsan menopang pantatku dan menggenjot lubang kemaluanku dengan tusukan-tusukan batang kemaluannya. Aku tahu sebentar lagi ia akan sampai. Aku pun menggerakkan pantatku dengan sisa-sisa tenagaku. Benar saja, tiba-tiba ia menggigit bibirku dan menghunjamkan batang kemaluannya dalam-dalam ke dalam liang kemaluanku. 

Crrt crrtt.. cratt crattt.. crrat Ada lima kali mungkin ia menyemprotkan spermanya ke dalam rahimku. Ia masih bergerak beberapa saat seperti berkelojotan, lalu ambruk di atas perutku. Aku yang sudah kehabisan tenaga tak mampu bergerak lagi. 

Kami tetap berpelukan menuntaskan rasa nikmat yang baru kami raih. Batang kemaluan Pak Marsan yang masih kencang tetap menancap ke dalam liang kemaluanku. Keringat kami melebur menjadi satu. Akhirnya kami tertidur sambil tetap berpelukan dengan batang kemaluan Pak Marsan tetap tertancap dalam liang kemaluanku. 

Paginya kami sempat bersetubuh lagi sebelum Pak Marsan pulang kembali ke kantor. 

Kami sepakat bahwa kami akan berlaku wajar seolah-olah tidak terjadi apa-apa diantara kami. 

Mulai Saling Merindu 

Sudah hampir dua bulan sejak persetubuhanku dengan Pak Marsan kami tidak melakukannya lagi. Hal ini disebabkan karena suamiku selalu ada di rumah. Di samping itu, aku juga sempat dinas luar sehingga tidak ada kesempatan bertemu secara bebas. Lama-lama aku merasa kangen juga dengan tongkat Pak Marsan. Aku sudah merindukan keliarannya, bau keringatnya dan juga kejantanannya. 

Akhirnya kesempatan yang kutunggu-tunggu datang juga. Itulah yang namanya rezeki, tidak perlu dikejar dan tidak dapat pula ditolak. Kalau sudah waktunya pasti akan datang dengan sendirinya. 

Hari itu hari Sabtu jadi kantor libur. Kebetulan pula suamiku sedang seminar di Pekanbaru dan 

pulang Minggu sore. Karena suntuk di rumah, aku mencoba datang ke kantor. Siapa tahu ketemu 

Pak Marsan. 

Sesampai di kantor, ternyata dia tidak ada. Selidik punya selidik ternyata Pak Marsan sedang mengambil cuti tahunan, jadi ia libur selama satu minggu. 

Terdorong kerinduanku, aku memberanikan diri mendatangi rumahnya. Toh aku sudah biasa datang ke sana dan sudah kenal baik dengan istrinya. Setelah membeli biskuit dan gula serta susu buat bayinya, aku meluncur ke rumahnya yang kalau kutempuh dari kantor kira-kira memakan waktu 45 menit. Lumayan jauh. 

Suasana tampak sepi saat mobilku memasuki halaman rumah Pak Marsan yang sudah sangat kukenal. Aku mengenal seluk beluk rumah itu, seluruh penghuninya dan tetangganya karena aku memang sering datang ke situ. 

Setelah memarkir mobilku di samping rumahnya, aku mencoba memanggil-manggil si penghuni rumah. 

Yuyu Sarni ini aku Reni 

Berulang-ulang kupanggil nama istri Pak Marsan, namun tidak ada jawaban. Rumah tidak terkunci namun tidak ada orang. 

Aku lalu memutuskan untuk memutar ke belakang rumah siapa tahu mereka berada di kebun belakang rumah. Tetapi tidak ada orang satu pun di kebun belakang rumah. 

Sayup-sayup kudengar suara berkecipak air di kamar mandi yang terletak di sudut belakang rumah Pak Marsan. Jangan berpikiran kalau kamar mandi di perkampungan sama seperti di kota-kota. Kamar mandi milik Pak Marsan hanya dibatasi anyaman bambu tanpa atap, sehingga bila hujan selalu kehujanan dan kalau panas selalu kepanasan. Untungnya lokasinya berada di bawah pohon rambutan sehingga agak terlindung dari panas. 

Kudengar suara parau mendendangkan lagu dangdut yang tidak begitu kukenal. Aku memang tidak suka sama musik dangdut jadi kurang begitu kenal dengan lagu yang dinyanyikan dengan suara fals itu. Itu suara Pak Marsan yang sangat kukenal di telingaku. 

Dengan rasa iseng kuintip Pak Marsan yang sedang mandi lewat celah-celah anyaman bambu yang agak longgar. Kulihat tubuh Pak Marsan yang kekar nampak mengkilat terkena busa sabun. Batang kemaluannya yang besar tampak menggantung dipenuhi busa sabun dan kelihatan lucu, seperti badut. Batang kemaluannya bergoyang-goyang seperti jam dinding kuno seiring dengan gerakan Pak Marsan yang menyabuni tubuhnya. 

Pak Marsan yang hanya berbalut handuk tampak kaget melihatku sudah duduk di bangku panjang yang terletak di beranda belakang rumahnya. 

Lho Bu Reni Sudah lama datangnya? 

Ia melongo seolah tak percaya dengan kedatanganku. 

Enggak, baru saja sampai kok. Orang-orang pada kemana, kok sepi? 

Em.. anu, Bu Sarni sedang ke Jawa menengok ibunya. Katanya ibunya kangen sama cucunya. 

Lho kok enggak bareng sama Pak Marsan? 

Enggak, soalnya biar irit ongkosnya, Bu. Silahkan masuk, Bu 

Aku pun masuk ke rumah melalui dapur dengan diiringi Pak Marsan. Begitu pintu ditutup, Pak Marsan langsung memeluk tubuhku dari belakang. Diciuminya tengkukku dengan ganas seperti biasanya. 

Saya.. kangen sama Bu Reni bisiknya di telingaku. 

Aku sendiri juga kangen dengan Pak Marsan. Kangen dengan cumbuannya dan kangen dengan tongkatnya, tetapi aku tetap berpura-pura menjaga wibawaku. 

Ahh Pak Marsan bisa saja Kan sudah ada Yu Sarni 

Memang sih tapi benar saya kangen sama Ibu 

Tangannya yang terampil segera melepas blazerku dan melemparkannya ke kursi. Mulutnya tak henti-hentinya menciumi tengkukku hingga membuatku menggerinjal karena geli. Ia tahu benar kelemahanku. Dijilatinya daerah belakang telingaku lalu tangannya melepas kancing baju atasanku satu demi satu dan dilemparkannya ke kursi tempat ia melempar blazerku tadi. 

Begitu punggungku terbuka, dengan serta merta dicumbunya punggungku dengan jilatan-jilatan dan gigitan-gigitannya yang membuatku kangen. Kemudian dengan mulutnya digigitnya kaitan bra ku hingga terlepas. Tangannya yang kekar menyusup ke dalam kutangku dan meremas isinya yang penuh. Jari-jarinya dengan lincah memainkan kedua puting payudaraku. 

Setelah puas, dilepasnya kutangku dan dilemparkannya jadi satu dengan blazerku tadi. Kini aku hanya mengenakan celana panjang sementara tubuh atasku sudah terbuka sama sekali. 

Jilatan lidah Pak Marsan terus merangsek seluruh punggungku dengan ganas. Seolah-olah orang yang sedang kelaparan mendapatkan makanan lezat. Kumisnya yang tebal terasa geli menggesek-gesek kulit punggungku. 

Jangan di sini, Pak Marsanhhh 

Aku yang sudah mulai terangsang masih mampu menahan diri untuk tidak disetubuhi di ruang tengah yang agak terbuka. 

Tanpa banyak bicara didorongnya tubuhku masuk ke kamar satu-satunya yang ada di rumah itu. Di situ tidak ada tempat tidur seperti di rumahku. Yang ada hanya kasur yang sudah agak kumal yang terhampar di lantai yang dilapisi karpet plastik serta lemari pakaian plastik di dekatnya. Tubuhku didorong hingga punggungku memepet tembok tanpa plester di kamarnya. Kali ini bibirku langsung disosornya dengan ganas. Dilumatnya bibirku dan disisipkannya lidahnya masuk ke dalam mulutku mencari-cari lidahku. 

Aku semakin gelagapan mendapatkan serangan-serangannya. Apalagi kedua payudaraku diremas-remas dengan ganas oleh tangannya yang kasar. Bibirnya mulai merayap turun dari bibirku ke dagu lalu leherku dijilat-jilatnya dengan ganas. Aku semakin menggelinjang. Napasnya yang mendengus-dengus menerpa kulit leherku membuat seluruh bulu romaku berdiri. Dari leher bibirnya terus turun ke bawah dan berhenti di dadaku. Sekarang giliran payudaraku yang dijadikan bulan-bulanan serbuan bibirnya. Kumisnya terasa geli menyentuh dan mengilik-ngilik payudaraku. Aku merasa semakin terangsang dengan ulahnya itu. 

Dengan masih berdiri memepet tembok, celanaku dilucuti oleh tangan terampil Pak Marsan. Aku membantunya melepas celana panjangku dengan mengangkat kaki dan menendang jauh-jauh. Tanganku pun tak tinggal diam, kutarik handuk yang melilit di pinggang Pak Marsan hingga ia telanjang bulat didepanku. Rupanya ia tidak mengenakan celana dalam!! Batang kemaluannya yang panjang, besar dan berwarna hitam gagah nampak tegak berdiri. Benar-benar jantan kelihatannya. 

Tanpa disuruh, tanganku pun segera menggenggam batang kemaluannya dan meremas serta mengurutnya. 

Oughhhterushh, Bu 

Pak Marsan mendengus keenakan saat kuremas-remas batang kemaluannya yang membuat aku tergila-gila. 

Akhhhouchh. 

Kini giliranku yang mendesis kenikmatan saat kurasakan tangan Pak Marsan menyusup ke dalam celana dalamku dan meremas-remas gundukan kemaluanku yang sudah basah. Tidak Cuma itu jarinya mengorek-ngorek ke dalam celah vaginaku dan mempermainkan tonjolan kecil di celah vaginaku. Aku semakin liar bergoyang saat jari-jari Pak Marsan semakin masuk ke dalam liang vaginaku. Rasanya liang vaginaku semakin basah oleh cairan akibat rangsangannya itu. 

Aku agak kecewa saat tiba-tiba ia menghentikan rangsangan di selangkanganku. Tangannya kini bergerak ke belakang dan meremas buah pantatku. Sementara itu mulutnya terus turun ke arah perutku dan lidahnya mengosek-ngosek pusarku membuat aku kembali terangsang hebat. Tiba-tiba Pak Marsan melepaskan tanganku dari batang kemaluannya dan bersimpuh di depanku yang masih berdiri. Serta-merta digigitnya celana dalamku dan ditarik dengan giginya ke bawah hingga teronggok di pergelangan kakiku. Aku membantunya melepaskan satu-satunya penutup tubuhku dan menendangnya jauh-jauh. 

Kini mulut Pak Marsan sibuk menggigit dan menjilat daerah selangkanganku. Dikuakkannya kakiku lebar-lebar hingga ia lebih leluasa menggarap selangkanganku. Dengan bersimpuh Pak Marsan mulai menjilati labia mayoraku sementara tangannya meremas pantatku dan menekannya ke depan hingga wajahnya lebih ketat menyuruk ke bukit kemaluanku. 

Akhh. Terushhh..ohhh.. 

Aku hanya bisa merintih sat lidah Pak Marsan menyeruak ke dalam liang kemaluanku yang sudah sangat licin. Ditekankannya wajahnya ke selangkanganku hingga lidahnya semakin dalam menyeruak ke dalam liang kemaluanku. Aku semakin menggelinjang saat lidah Pak Marsan dengan nakalnya mempermainkan kelentitku. Sesekali ia menyedot kelentitku dan mengosek-kosek kelentitku dengan lidahnya. Gila tubuhku mulai mengejang dan perutku seakan-akan diaduk-aduk karena harus menahan kenikmatan. 

Pak Marsan sudah tidak peduli dengan keadaanku yang kepayahan menahan nikmat. Lidahnya bahkan semakin liar mempermainkan tonjolan di ujung atas liang vaginaku. Akhirnya aku tak mampu menahan gempuran badai birahi yang melandaku. Tubuhku berkelojotan. Mataku membeliak menahan nikmat yang amat sangat. Tubuhku melayang 

Akhhh.terr..ushhhh 

Tubuhku terus berkejat-kejat sampai titik puncaknya dan kurasakan ada sesuatu yang meledak di dalam sana. Tubuhku melemas seolah tak bertenaga. Aku hanya bersandar dengan lemas ke dinding kamar tanpa mampu bergerak lagi. 

Pak Marsan lalu berdiri di hadapanku. 

Bagaimana, Bu..? bisiknya di telingaku. 

Ohh..luar biasa..Pak Marsan hebbb bathh, desahku. 

Masih dengan posisi berdiri dengan aku menyandar dinding, Pak Marsan menyergap bibirku lagi. Pak Marsan menempatkan dirinya di antara kedua pahaku yang terbuka lalu dicucukkannya batang kemaluannya ke lubang kemaluanku yang sudah sangat basah. Dengan tangannya Pak Marsan menggosok-gosokkan kepala kemaluannya ke lubang kemaluanku. Tubuhku kembali bergetar. Aku mulai terangsang lagi, saat kepala kemaluan Pak Marsan menggesek-gesek tonjolan kecil di lubang kemaluanku. 

Dengan perlahan Pak Marsan mendorong pantatnya ke depan hingga batang kemaluannya menyeruak ke dalam liang kemaluanku. 

Hmmhh 

Hampir bersamaan kami mendengus saat batang kemaluan Pak Marsan menerobos liang kemaluanku dan menggesek dinding liang vaginaku yang sudah sangat licin. Lidah kami saling bertaut, saling mendorong dan saling melumat. Tubuhku tersentak-sentak mengikuti hentakan dorongan pantat Pak Marsan. Pak Marsan terus menekan dan mendorong pantatnya menghunjamkan batang kemaluannya ke dalam liang kemaluanku dengan posisi berdiri. 

Entah karena kurang leluasa atau kurang nyaman, tiba-tiba Pak Marsan mencabut batang kemaluannya yang terjepit liang kemaluanku. Ia membalikkan tubuhku menghadap dinding dan ia sekarang berdiri di belakangku. Tubuhku sedikit ditunggingkan dengan kedua tangan menopang tembok. Dibentangkannya kedua kakiku lebar-lebar, lalu ditusukkannya batang kemaluannya ke lubang kemaluanku dari belakang. Kali ini gerakanku dan gerakannya agak lebih leluasa. 

Kedua tangan Pak Marsan meremas dan memegang erat pantatku sambil mengayunkan pantatnya maju mundur. Batang kemaluannya semakin lancar keluar masuk liang kemaluanku yang sudah sangat licin. 

Ughh..ughhh Kudengar Pak Marsan mendengus-dengus seperti kereta sedang menanjak. 

Aku pun mengimbangi gerakan ayunan pantat Pak Marsan dengan sedikit memutar pantatku dengan gaya ngebor. 

Napas Pak Marsan semakin menderu saat kulakukan gaya ngeborku. Batang kemaluannya seperti kupilin dalam jepitan liang kemaluanku. Nafsuku yang sudah terbangkit semakin mengelora. Desakan-desakan kuat di dalam tubuh bagian bawahku semakin menekan. Kugoyang pantatku semakin liar menyongsong sodokan batang kemaluan Pak Marsan. 

Terusss.. Buuterusshhh Pak Marsan mendesis-desis dan tangannya semakin kuat mencengkeram pantatku membantuku bergoyang semakin kencang. 

Arghh..arghhh.. akhhh.. say..saya keluarhhh, Buuu 

Kudengar Pak Marsan menggeram saat batang kemaluannya mengedut-ngedut dalam jepitan liang kemaluanku. Aku pun merasa sudah di ambang puncak kenikmatanku. Kugoyangkan pantatku semakin liar dan akhirnya kuayunkan pantatku ke belakang menyongsong tusukan Pak Marsan hingga batang kemaluannya melesak sedalam-dalamnya seolah-olah menumbuk mulut rahimku. Aku seperti melayang begitu puncak kenikmatan itu datang mengaliri sekujur tubuhku. Baru saja aku menikmati orgasmeku, kurasakan ada semburan cairan hangat dari batang kemaluan Pak Marsan di dalam liang vaginaku. 

Cratcrrtt..cruttcrttt..crott..!! 

Banyak sekali cairan sperma Pak Marsan yang tersembur menyiram rahimku, hingga sebagian menetes ke karpet kamar tidurnya. 

Kami tetap terdiam sambil mengatur napas. Tangan Pak Marsan memeluk dadaku dan batang kemaluannya masih mengedut-ngedut menyemburkan sisa-sisa air mani ke dalam liang kemaluanku. Akhirnya kami berdua menggelosor ambruk ke kasur kumal yang biasa ditiduri Pak Marsan dan istrinya. 

Kami berbaring dengan Pak Marsan masih memeluk tubuhku dari belakang. Batang kemaluan Pak Marsan yang sudah terkulai menempel di belahan pantatku. Kurasakan ada semacam cairan pekat yang menempel ke pantatku dari batang kemaluan Pak Marsan. Aku tak tahu dengan kain apa Pak Marsan menyeka lubang kemaluanku untuk membersihkan cairan sperma yang menetes dari labia mayoraku. Aku terlalu lemas untuk memperhatikan. Akhirnya aku tertidur kelelahan setelah digempur habis-habisan oleh Pak Marsan. 

Aku tidak tahu berapa lama aku telah tertidur di kasur Pak Marsan. Aku tersadar saat ada sesuatu benda lunak yang memukul-mukul bibirku. Saat kulirik aku terkejut ternyata benda yang memukul-mukul bibirku tadi adalah batang kemaluan Pak Marsan yang sudah setengah ereksi. 

Ternyata ia sedang berjongkok dengan mengangkangi mukaku. Tangannya memegangi batang kemaluannya sambil dipukul-pukulkannya pelan-pelan ke bibirku. Begitu melihat aku terbangun, serta-merta Pak Marsan memegang bagian belakang kepalaku dan mencoba memasukkan batang kemaluannya ke dalam mulutku. Aku menjadi gelagapan karena bangun-bangun sudah disodori batang kemaluan laki-laki!! Gila. Aku pun tak mempunyai pilihan lain kecuali menyambutnya dengan mulut terbuka 

Kurasakan ada sedikit asin-asin yang agak aneh saat bibirku mulai mengulum batang kemaluan Pak Marsan yang disodorkan padaku. Belakangan aku baru tahu bahwa Pak Marsan langsung kencing ke belakang begitu bangun. Sekembalinya ke kamar, ia langsung terangsang melihat diriku yang masih tertidur dalam keadaan bugil. 

Demikianlah selanjutnya, ia membangunkanku dengan memukul-mukulkan penisnya ke mukaku supaya aku bisa segera memuaskan nafsunya kembali. Walaupun sedikit gelagapan, tentu saja aku melakukannya dengan setulus hati. Sedikit demi sedikit batang kemaluan itu semakin mengeras dalam kulumanku. 

Beberapa saat kemudian Pak Marsan membalikkan posisinya. Batang kemaluannya masih kukulum dengan liar kemudian ia menundukkan tubuhnya dan wajahnya kini menghadap selangkanganku. 

Dibentangkannya kedua pahaku kemudian lidahnya mulai bekerja menjilat dan melumat gundukan kemaluanku. Aku semakin gelagapan karena merasa kegelian diselangkanganku sementara mulutku tersumpal batang kemaluan Pak Marsan. 

Aku ikut menyedot batang kemaluannya saat Pak Marsan menyedot kemaluanku. Kami saling menjilat dan menyedot kemaluan kami masing-masing dengan posisi pak wajah Marsan menyeruak ke selangkanganku dan wajahku dikangkangi Pak Marsan. 

Aku semakin menggelinjang liar saat lidah Pak Marsan mengais-ngais lubang anusku dengan menekuk kedua pahaku ke atas. Aku sangat terangsang dengan perlakuannya itu. Apalagi saat lidahnya dimasukkan dalam-dalam ke lubang vaginaku. Aku tak mampu menjerit karena mulutku tersumpal batang kemaluannya. 

Tubuhku bergetar hebat menahan kenikmatan yang menyergapku. Pak Marsan dengan ganas menjilat-jilat tonjolan kecil di lubang kemaluanku dengan kedua tangannya membuka lebar-lebar labia mayoraku ke arah berlawanan. Aku tak mampu bertahan lama atas perlakuannya itu. Tubuhku mengejan dan berkelejat seperti cacing kepanasan. Lalu tubuhku tersentak selama beberapa saat dan akhirnya terdiam. Aku mengalami orgasme lagi dengan cepatnya. 

Pak Marsan masih membiarkan batang kemaluannya menyumpal mulutku sambil sesekali lidahnya menyapu-nyapu dinding vulvaku. Setelah aku mulai dapat mengatur napasku, Pak Marsan menggulingkan tubuhnya ke samping dan menarik tubuhku agar naik ke perutnya. Ia bergeser ke arah dekat dinding dan menumpuk beberapa bantal di belakang punggungnya hingga posisinya kini setengah duduk. 

Tubuhku ditariknya hingga menduduki perutnya lalu diangkatnya pantatku dan dicucukannya batang kemaluannya ke lubang kemaluanku. Dengan pelan aku menurunkan pantatku hingga batang kemaluan Pak Marsan secara perlahan melesak ke dalam jepitan liang kemaluanku. Aku menahan napas menikmati gesekan batang kemaluannya di dinding lubang kemaluanku. Setelah beberapa kocokan yang kulakukan akhirnya amblaslah seluruh batang kemaluan Pak Marsan ke dalam lubang kemaluanku. 

Kini aku duduk di atas perut Pak Marsan yang setengah duduk dengan punggung diganjal bantal. Dengan tangan bertumpu dinding tembok aku mulai bergerak menaik-turunkan pantatku secara perlahan. Sementara itu tangan Pak Marsan mencengkeram pantatku membantu menggerakkan pantatku naik turun, mulutnya sibuk menetek payudaraku. 

Posisi di atas merupakan salah satu posisi favoritku. Karena dengan posisi ini aku dapat mengontrol sentuhan-sentuhan pada daerah sensitifku dengan batang kemaluan laki-laki yang menancap di lubang kemaluanku. 

Akhh shhh terushhh.. Pak Mar..sanhhh 

Aku mendesis-desis saat Pak Marsan ikut mengimbangi goyanganku sambil kedua tangannya menekan kedua payudaraku hingga kedua putingku masuk ke dalam mulut Pak Marsan. Kedua putingku dijilat-jilat dan disedot secara bersamaan hingga membuat nafsuku meningkat secara cepat. Aku semakin liar menggerakkan pantatku di pangkuan Pak Marsan. Tubuhku kembali mengejat-ngejat dan seperti terhantam aliran listrik. 

Terusshhh..terusshhh  ouchhh. 

Aku semakin liar mendesis saat kurasakan sesuatu meledak-ledak. Tubuhku terasa terhempas ke tempat kosong lalu akhirnya aku ambruk di dada Pak Marsan. 

Pak Marsan lalu bangkit dan berganti menindihku dengan tanpa melepaskan batang kemaluannya dari jepitan lubang kemaluanku. Bantal yang tadi mengganjal punggungku ditaruhnya untuk mengganjal pantatku hingga gundukan kemaluanku semakin membukit. Aku yang sudah lemas kembali dijadikan bulan-bulanan genjotan batang kemaluannya. 

Bibirnya tak henti-hentinya melumat bibirku dan pantatnya dengan mantap memompa batang kemaluannya menusuk-nusuk lubang kemaluanku. Kedua tangan Pak Marsan mengganjal bongkahan pantatku hingga tusukannya kurasakan sangat dalam menumbuk perutku. 

Ughh..ughhh putarrrhhh Buuputarrrhhh ugghhh 

Kudengar Pak Marsan mendengus memerintahku memutar pantatku. 

Aku mematuhi perintahnya memutar pantatku dengan sisa-sisa tenaga yang masih ada. 

Terushhh.. terushhh teroughhhh!! 

Akhirnya dengan diiringi dengusan panjang tubuh Pak Marsan berkelojotan. Tubuhnya tersentak-sentak dan hunjaman batang kemaluannya serasa menghantam sangat dalam karena didorong sekuat tenaga olehnya. Batang kemaluannya berdenyut-denyut dalam jepitan liang kemaluanku. 

Crotttcrott..crott 

Batang kemaluannya menyemburkan cairan kenikmatan ke dalam liang kemaluanku. Aku merasa ada desiran hangat menyembur beberapa kali dalam lubang kemaluanku. Nikmat sekali rasanya. Tubuh Pak Marsan masih berkelojotan untuk beberapa saat lalu akhirnya terdiam. 

Oughh Bu.. Ren..ni hebattthhhh bisiknya di telingaku dengan napas yang masih ngos-ngosan. 

Tubuh kekarnya ambruk menindih tubuh telanjangku. Batang kemaluannya dibiarkannya tertancap erat dalam jepitan liang kemaluanku. Kami berdua sama-sama diam menikmati sisa-sisa kenikmatan yang baru saja kami raih. 

Hari sudah menjelang sore saat aku bangun dari kasur Pak Marsan. Aku kaget saat mau kupakai celana dalamku ternyata sudah basah oleh lendir yang masih menempel. Rupanya tadi Pak Marsan menyeka lubang vaginaku dengan celana dalamku! Sialan juga terpaksa aku tidak memakai celana dalam. 

Dengan memakai celana dan baju atasanku aku keluar ke kamar mandi dan cebok membersihkan lubang kemaluanku dari sisa-sisa lendir sehabis persetubuhan tadi. 

Aku baru saja mau berdiri dan menaikkan celanaku saat tiba-tiba Pak Marsan yang hanya dililit handuk ikut masuk ke kamar mandi. Belum selesai membanahi celanaku lagi-lagi Pak Marsan merangsekku di kamar mandinya yang terbuka. 

Diturunkannya lagi celanaku hingga sebatas lutut lalu didekapnya aku dari belakang. Bibirnya dengan ganas dan rakus menjilat dan mencumbu daerah belakang telingaku hingga gairahku mulai terbangkit lagi. 

Melihat aku sudah dalam genggamannya, dilepasnya lilitan handuknya hingga ia telanjang bulat. Batang kemaluannya yang sudah setengah keras menempel ketat di belahan pantatku. Aku sengaja menekan pantatku mundur hingga menggencet batang kemaluannya semakin terbenam di antara kedua belah buah pantatku. Kugeser-geser pantatku dengan lembut hingga lama-kelamaan batang itu mulai mengeras lagi. 

Setelah keras, dicucukkannya batang kemaluannya ke celah-celah sempit di gundukan bukit kemaluanku lalu dikosek-kosekkannya ujungnya ke alur sempit itu yang sudah mulai basah. 

Sekali lagi kami bersetubuh dengan hanya menurunkan celana panjangku sebatas lutut dan Pak Marsan menggenjotku lagi dengan posisi berdiri. Aku harus bertumpu pada bak mandi yang terbuat dari gentong tanah sambil setengah nungging sementara Pak Marsan menggenjot dari belakang. 

Gila. Pak satpam satu ini memang gila! Bagaimana tidak ia punya dua tongkat satu dapat membuat orang kesakitan sedangkan yang satunya dapat membuat orang merem-melek keenakan! Aku pun jadi ketagihan dibuatnya dan resmilah Pak Marsan menjadi kekasih gelapku.

<PIXTEL_MMI_EBOOK_2005>25                                                          </PIXTEL_MMI_EBOOK_2005>